Pewaris Kekuatan Setiap Hubungan

Pewaris Kekuatan Setiap Hubungan
| 2. Diskusi - Bag.1


__ADS_3

“Aku lumayan mengerti dengan pola ini...”


Artha jadi berkata seperti itu karena dia memahami sesuatu yang tidak bisa kami pahami di sudut pandang kami. Artha mulai menatapi setiap pola pada Element.


“Tiap pola berbentuk seperti kepala hewan, tapi disamarkan dengan garis yang hampir mirip dengan suatu Huruf. Aku tidak dapat menyimpulkan makna setiap polanya, aku hanya tahu bentuk polanya saja.”


“Artha, apa kau bisa membaca setiap Huruf yang ada di Elementnya masing-masing?” Adriel bertanya.


“bisa namun membutuhkan waktu yang cukup lama. tapi sebelumnya, Element kalian yang mana?, Maksudku ini tercampur, aku tidak tahu Element kalian sendiri masing-masing yang mana.”


Lalu kami mulai memberitahu yang mana pemilik salah satu Element yang diletakkan di atas meja, Akhaell hanya melihat dengan kebingungan dimatanya dan wajahnya yang tercampur dengan rasa terkejut.


“Aku akan memberitahu arti makna yang ada setiap Element ini setelah aku meneliti semuanya” Artha berkata pada kami untuk meyakinkan kami.


Kami yakin saja kepada apa yang dikatakan Artha, karena kami percaya dengannya. tapi bisa saja ada yang tidak.


Adriel yang ada di sampingku mulai mendekatkan wajah ke telingaku lalu berbisik “Aku tidak dapat mempercayai Khell dengan mudah sekarang, firasatku buruk”. Adriel menggunakan bahasa asing namun kami memahaminya satu sama lain.


“Siapa Khe-” Adriel langsung menutup mulutku dengan telapak tangannya sebelum aku sepenuhnya selesai mengatakannya.


“... Kalian membicarakan apa?” Tanya Jheric dengan wajah serius dan mata yang sangat tajam.


“Aku hanya menahannya untuk tidak berbicara kasar” Jawab Adriel


“Kau kira aku akan mudah percaya dengan susunan kata seperti itu? bukankah tadi sudah jelas mengatakan kata “Siapa” ??? ”


“Tidak ada waktu untuk menjawab hal sepele seperti itu, sekarang kita perlu mengurus apa yang ada didepan mata sekarang dan menyiapkan Rencana secara matang untuk kedepannya.” Tanggapanku untuk membenarkan kesalahan sepele mereka berdua.


“... kau lumayan serius, auramu langsung berubah secara drastis” Jawab Kamilla.


Jheric dan Adriel mulai saling menatap, mereka seperti sedang berperang di musim dingin dengan tajamnya tatapan mereka, setelah itu mereka buang muka secara bersamaan.


Adriel menggigit bibirnya, jika di bahasa tubuh Adriel sendiri, dia sedang menahan tawanya. apa yang lucu? apa dia meremehkan ku? apa mereka menjebakku lalu menertawakan pendapatku tentang mereka? aku sedikit tersinggung.


Tapi aku juga bingung siapa orang yang dimaksud Adriel, “Khell”. ah, benar, nama yang mirip dengan nama itu, Akhaell. apakah Adriel sedang mengkode untuk mengusir Akhaell dari sini? atau untuk berhati-hati dengan orang itu? (Jikalau aku ada berkata hal yang sangat rahasia padanya) Padahal Adriel menganggap orang itu sebagai rekannya.


Ditengah aku sedang berfikir keras dan memikirkan sesuatu secara berlebihan di satu tempat, tempat ini menjadi hening seketika disaat Artha sedang menganalisa dengan baik-baik pola setiap Element. Bahkan orang yang menjengkelkan seperti Kamilla saja memilih diam untuk sekarang.


Artha memakai wajah yang santai didepan kami selagi sedang melihat-lihat Elementnya. Tapi keringatnya sangat banyak, dia terlihat sangat panik namun tidak dapat mengatakannya.


“Artha, mengapa kau terlihat sangat panik?” Kamilla ternyata juga memikirkan hal yang sama.


“Ah, tidak apa-apa!”

__ADS_1


“Jika tidak tahan, kembalilah ke kamarmu. jika sudah tidak kumat, kembali kesini. aku sementara akan menggantikan mu”


“... Terimakasih, kau paham denganku” Artha langsung berlari menuju kamarnya.


Kumat? Artha memiliki penyakit apa? sudahlah, tidak perlu dipikirkan. fokus apa yang didepan mata sekarang.


“Ah, aku perlu pergi dahulu, sepertinya aku terlalu lama disini, takutnya nanti aku akan dicari” Akhaell yang izin untuk keluar dari rumah Artha segera.


“Baiklah, selamat bekerja di sana, jaga dirimu baik-baik” kata Adriel yang sangat menghargai rekannya itu dengan baik.


Disaat Akhaell sudah diluar pagar, Jheric akhirnya membuka mulutnya.


“... sekarang waktunya untuk diskusi yang sebenarnya, kan?”


“Kupikir tidak, aku masih merasakan firasat yang buruk” Jawab Adriel.


“Lihat, siapa yang didepan pagar itu, orang yang sedang bersama Dengan Akhaell... sepertinya Akhaell dibayar oleh seseorang untuk menguntit kita” Kamilla menyadari sesuatu.


“Bagaimana penampakannya?, lucu ya biarpun kamu sangat kekanak, kamu memiliki sisi yang bisa serius juga” aku bertanya seperti itu karena jendela ada di belakangku. jika aku menengok kebelakang, maka orang itu akan curiga bahwa keberadaannya sudah diketahui.


“Dia menggunakan jaket Hoodie dan menutup kepalanya, menggunakan celana hitam, dia lumayan tinggi, sepertinya dia seorang pria. aku tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas karena ditutup bayangan cahaya matahari. tapi aku bisa lihat rambutnya... warnanya hitam. ah tidak, rambutnya merah kecoklatan tapi gelap!”


“Sepertinya ada Pertanda buruk yang akan terjadi pada kita...” Keparat itu, dia masih saja mengejarku, menguntitku kemanapun sampai membayar seseorang hanya untuk membocorkan apa yang sedang kami bahas.


Melihat reaksi dari wajah Adriel, rasanya membuatku sangat terkejut bukan main.


Bagaimana dia tidak terkejut, Adriel juga tahu orangnya siapa. kami memiliki masa lalu yang sama.


“Sepertinya orang itu menyadarinya bahwa kita sedang melihatnya, tutup tirai jendela sekitar sini segera” suruhan Jheric.


Kamilla mengangguk lalu berdiri dari kursinya, tapi Adriel menahan Kamilla untuk bangun dari kursinya. lalu berkata “Jangan dulu, sepertinya, aku kenal dengan orang itu. aku ingin mengejarnya sekarang...” Adriel hampir gila sepertinya.


“Berpikir sebelum bertindak, gunakan akalmu untuk sekarang” aku menegurnya.


“Maaf”


Aku mulai berusaha untuk menenangkan Adriel yang sedang hilang kontrol oleh perasaannya itu


Menepuk-nepuk dada belakang Adriel hingga ia sepenuhnya sadar. pada akhirnya dia pingsan dan tidur di pangkuanku, kelemahannya sangat berdampak buruk pada tubuhnya.


Kamilla yang tadinya sempat ditahan akhirnya tetap menutup tirai jendela serapat-rapatnya sesuatu suruhan Jheric. dan Artha akhirnya keluar dari kamarnya setelah lama didalam kamar tanpa diberitahu apa tujuannya.


“Apa yang barusan tejadi?” Artha berbisik kepada Jheric sambil menempelkan dirinya kepada badan Jheric.

__ADS_1


Aku tidak dapat mendengarkan apa yang mereka bicarakan, mereka berbisik-bisik didepan kami padahal tidak ada hal yang terlalu penting untuk dirahasiakan pada kejadian sebelumnya.


“wah... semuanya disini bermesraan di depanku, tidak sopan!”


“Adriel sedang pingsan, terpaksa aku tidurkan disini. Artha dan Jheric juga seorang pasangan jadi wajar.”


“Tcih, tetap saja tidak sopan! lihatlah diriku yang malang ini, tidak ada pasangan sama sekali T_T”


“Kau sepertinya lupa berapa lelaki yang kau tolak ya, Ada saja kamu alasan untuk terlihat sangat malang ya, kamu masih sama dengan dirimu yang dahulu”


“t-tapi mereka bukan seleraku!”


“Kau sama saja sepertinya”


“Aku tidak akan berubah! meskipun aku benar-benar akan berubah nantinya, aku yakin perubahanku akan menjadi seorang pribadi yang lebih baik!”


“Kau pintar dalam bercanda ya, haha” respon Jheric. Jheric dan Artha tertawa kecil melihat kelakuan Kamilla sembari berpelukan.


“Um, kamilla, apa kau sudah memberitahukannya kepada mereka disaat aku didalam kamar tadi? katanya kau akan menggantikan ku”


“Tidak sempat, karena tadi ada kejadian yang tidak disangka-sangka”


“Baiklah kalau begitu. sepertinya aku sudah paham apa yang ada di setiap Element disini, aku akan memberitahukannya satu-satu” sepertinya Artha sudah mendapatkan jawaban dari yang kami cari.


“Beritahu satu persatu Element dan pemiliknya. untuk punya Adriel titipkan saja padaku, nanti aku sampaikan setelah bangun dari pingsannya”


“Malang sekali ya Adriel sampai pingsan begitu” Respon Kamilla.


“Kau belum tahu sepertinya.”


“Kan memang”


“... Aku ingin mencongkel gigimu rasanya”


“Coba saja hahaha”


Jheric memotong pembicaraan kami lalu bertanya padaku, “Sebelum Adriel pingsan, dia berkata bahwa seseorang yang mendekati Akhaell barusan, dia mengetahui orang itu. jika boleh bertanya, apakah kau juga mengetahuinya? seperti nya hubungan kalian sangat erat (bukan sebagai pasangan)”


“Aku tidak dapat menjawabnya”


“Ada apa?”


“Aku yakin, orangnya sekarang makin mendekat biarpun kita sudah menutup Tirainya. sama saja dengan menutup mata padahal didepan sudah ada tanda kematian. (Menghindar)”

__ADS_1


“Darimana bisa kau akan mengetahuinya (posisinya / Keberadaannya)?”


“Biasanya orangnya seperti itu...”


__ADS_2