
...Siapa lagi ini?
"Siapa ka-"
Mengejutkan, aku tidak menyangka aku akan bertemu orang ini di kehidupan nyata.
"Kamu mendadak diam, padahal aku tidak memotong kata-katamu." Jheric Erthona, dia ada disini tanpa alasan yang jelas.
"Aku tahu itu. Apa tujuanmu datang ke sini?"
"Sama seperti tujuanmu"
"Sepertinya kamu merencanakan sesuatu, ya?. bukan sekedar penasaran saja"
"Bukankah sudah tertebak dari awal? jadi kamu tidak perlu menanyakannya"
Orang ini, dia adalah orang yang sangat dekat denganku di Online, dia teman rahasiaku. aku merahasiakan pertemananku ini dengannya karena kami memiliki keluhan masing-masing.
"Hanya saja aku ragu, kalau tidak ragu aku tidak akan menanyakannya. tidak salahnya juga kan aku bertanya?"
"Tanggapan yang unik, ya?"
"Mungkin."
Basa-basi yang terasa lumayan membosankan. namun begitu, aku sedang menahan untuk tidak menunjukkan ekspresi kaget didepannya untuk menjaga imej ku didepannya.
Apakah aku terlihat tegang?, kuharap tidak. aku berusaha menghindari percakapan ini tapi aku juga tidak ingin mengakhirinya dengan alasan yang tidak jelas. ini keadaan yang sedikit mengganggu.
"Kamu sepertinya sangat terganggu dengan keberadaan ku ya?" Jheric menyadari sesuatu denganku.
"Bukan karena aku tidak ingin berbicara denganmu, aku sedang menghindari sesuatu"
"Apa yang sedang Kamu hindari?, kupikir aku bisa membantumu untuk sementara"
"Pergilah, kita berbicara nanti saja, aku akan menghubungimu nanti jika Kamu ingin membantuku"
"Baiklah jika itu keinginanmu"
Untung saja Jheric mudah disuruh dan mudah mengerti. jika tidak, sekarang aku akan makin bahaya. jikalau waktunya tepat, aku sangat ingin berbincang dengan Jheric. orang itu, melihatku dengan jelas sekarang.
__ADS_1
Selain aku harus mencari celah untuk mendapatkan informasi dan menguping, aku harus melihat keadaan sekitar dengan seksama. jika tidak, aku akan mendapatkan masalah mendadak.
Waktu mulai berlalu, matahari mulai terbenam, menandakan sore akan berakhir. sudah terlalu sore sekarang untuk menunggu dan mematung disini hanya untuk menguping. mungkin, lebih baik aku menunggu informasi di siaran TV nanti.
Aku bersepeda dan pulang ke rumah. udara sore yang sangat sejuk, aku menikmatinya selagi mengayuh kaki sepeda. memang melelahkan, tapi udara ini mengurangi rasa lelah itu.
"Lelah sekali. aku harus segera menghubungi Jheric sekarang (lewat Chat)".
-[Chat POV]-
Y: Hey Jheric
J: Ada apa gerangan menghubungiku?
Y: Kamu lupa? kita tidak sengaja berpapasan tadi, aku sengaja menyuruhmu pergi karena aku sedang waspada. lagian, kamu mendatangiku diwaktu yang tidak tepat.
J: Begitu, ya?. Kebetulan yang tidak bisa disangka-sangka, lagian aku tadi hanya sekedar ingin melihat didepan kenapa sangat ramai.
Y: Sesuai dugaanku, ya, haha.
Y: Aku ingin bertanya, apakah kamu mendapatkan informasi bocoran mengenai rumor tentang pohon misterius di atas makam itu?.
J: Aku tidak terlalu banyak mendapatkannya, ini baru saja muncul dan sangat cepat tersebarnya.
J: Cepatlah Kamu buka TV kamu sekarang, Siaran sedang berlangsung dan membahas tentang yang kamu ingin cari tahu informasinya.
Y: Baiklah, aku akan menghubungimu lagi setelah melihatnya.
Tidak terlalu lama untuk menantikan waktu ini, sangat cepat tayangnya dari yang aku kira, ya. sesegera aku buka TV lalu mencari Channel yang menyiarkan berita tersebut.
Setelah menemukannya, akhirnya aku bisa melihat penampakan pohonnya.
\[ Pohonnya memiliki 5 bulatan yang memiliki macam-macam pola didalam bulatan tersebut, bulatannya mengelilingi salah satu bulatan ditengah yang disebut Sumber kekuatan. Jika 5 Bulatan ini telah terpenuhi (Menyala), maka Sumber kekuatan akan menyala dan menjadi penyelamat dunia. Orang yang bisa menyalakan 5 Bulatan itu telah diwariskan kepada 5 orang yang beruntung, dan akan diulangi selama setidaknya 1.000 tahun sekali \].
"Tidak disangka, dongeng yang ku baca menjadi kenyataan??. ah, tidak, dongeng itu memang diangkat dari kisah nyata, aku melupakan hal itu..."
Sepertinya aku perlu menghubungi Jheric. bukan, sepertinya Adriel. aku perlu mendiskusikan ini kepada Adriel walaupun dia terlihat seperti setan yang membuatku sangat jengkel. sesekali, mungkin dia akan serius.
Tapi, bagaimana caranya menghubunginya? apakah aku perlu menggunakan sepeda malam-malam hanya untuk mencarinya dan mempertaruhkan nyawaku? sepertinya tidak usah, aku hanya perlu mendapatkan nomor hp Adriel, jadi tidak usah repot-repot untuk menghubunginya.
Aku harus mencari catatan ku yang dahulu, siapa tau aku mencatat nomor hp nya di sana.
...Tidak ada. Meminta orang tua? ah tidak, memalukan saja. nanti aku dikira pacaran. Meminta ke teman terdekatnya? nomor teman dekatnya saja aku tidak punya. Yasudah Tidak apa-apa jika aku cari dia pakai sepeda besok pagi, aku sangat kelelahan malam ini.
Baru saja ingin menutup mata, tiba-tiba hp berdering, ada notifikasi. ternyata chat dari Jheric. apakah aku harus mengabaikannya? sepertinya tidak, pasti ada informasi yang penting. terlebih lagi, tadi sangat aneh, hanya foto pohonnya saja yang ditunjukan, tapi informasinya tidak diberitahu. aku tau, pasti ahli sejarah belum mendapatkan informasi yang mereka cari.
Sebentar, sepertinya aku salah lihat, ini chat dari Instagram (orang misterius tidak dikenal), bukan dari Jheric...
-[Chat POV]-
?: Hey, kimmy
Dia memanggilku Kimmy, sepertinya ini Adriel.
__ADS_1
Y: Siapa? Apakah Kamu Adriel?
A: Haha, instingmu bagus juga
Y: Kamu memanggilku Kimmy, jelas sekali hanya Adriel yang bisa memanggilku begitu
A: Aku jadi merasa sangat spesial di matamu
Y: Kamu terlalu menghayal bocah, bahkan tadi kamu tidak sopan sekali di depanku.
A: Apa maksudmu? seingatku kita belum pernah bertemu semenjak aku pindah rumah 5 tahun lalu
Y: Hah? jangan bercanda kamu...
Jika dia memang belum pindah kesini, lalu siapa yang aku temui sebelumnya??
A: Aneh sekali, mungkin kebetulan saja kamu berpapasan orang yang mirip denganku.
A: Oh iya, aku akan pindah rumah besok, aku akan tinggal satu kota denganmu, apakah kamu senang??
Y: Aku sudah menantinya, bagaimana tidak senang
A: Yey, tunggu jam 9 pagi, nanti aku akan datang ke rumahmu
Dia terlihat sangat senang sepertinya disaat aku meresponnya dengan jawaban seperti itu, haha, Kamu masih sama seperti yang dulu.
Y: Yasudah, aku mengantuk, aku ingin tidur, Goodnight Adriel.
Sudah lama tidak mengucapkan hal yang seperti itu. mungkin terlihat aneh, tapi aku juga menyayangi Adriel. biarpun dia lebih tua dariku, dia sungguh naif dan menjengkelkan di depanku, aku merasa menjadi orang yang mengurus adik yang nakal.
Bukankah aneh? dia bilang bahwa dia belum pernah bertemu denganku semenjak dia pindah rumah, tapi aku tidak sengaja bertemunya ditengah jalan bahkan sampai memberhentikan aku tanpa alasan yang jelas.
Sudahlah, ini waktunya tidur, aku tidak perlu memikirkannya.
Disaat aku hampir tertidur, ada notifikasi lagi yang muncul. Bocah sialan mana lagi menghubungiku diwaktu tidur? sudahlah, lebih baik aku biarkan saja, aku ingin tidur.
Sepertinya, aku bermimpi buruk...
"Yuiky, bangunlah, tolong aku, aku... dalam bahaya... buka lah notifikasi hp mu..."
Tubuh Kamilla memar sekali, tubuhnya terkena luka bakar akibat kebakaran yang terjadi di rumah dia, tapi dia berhasil selamat.
"Hah!! mengagetkan..." Aku akhirnya bangun dari tidurku, Kamilla berkata seperti itu di mimpiku? ada pertanda buruk, aku harus memeriksa notifikasi ku secepatnya.
"Yuiky, tolong aku, rumahku kebakaran" Pesan Kamilla...
Mengapa aku mengabaikannya tadi? sudah tidak ada waktunya lagi, aku harus menyelamatkannya dan pergi segera kesana. penyesalanku yang sangat buruk
Segera bersiap-siap dengan rasa panik, keluar rumah tanpa izin dan bersepeda menerjang hawa yang dingin, "tapi tidak sepanas api yang membakar rumahnya." Setidaknya aku mendatanginya walaupun sudah tidak sempat untuk menyelamatkannya.
Disaat aku telah sampai ditempat tujuan, tidak disangka...
"...Kamu terlambat"
__ADS_1