Pewaris Kekuatan Setiap Hubungan

Pewaris Kekuatan Setiap Hubungan
| 3. Uji Coba - Bag.1


__ADS_3

“Goodnight, kimmy” dia mengatakan hal yang serupa seperti kebiasaanku kepadaku.



Dan aku tertidur. aku tidak tau apa yang terjadi selama aku tertidur pada Adriel, aku hanya mengikuti apa yang dia katakan.


...- [ Adriel POV ] -...


Pada akhirnya semuanya akan tertidur tanpa sisa walaupun Kimmy sempat bangun sebelumnya, tapi aku tetap akan sendirian. Sepertinya baru pertama kali aku pingsan dengan waktu yang sangat lama selama seumur hidupku. Dari sekitar waktu siang (awal aku pingsan) sampai malam ini (Aku bangun dari pingsan ku), alhasil malam ini aku jadi tidak bisa tidur.



Aku merasa lapar, aku menuju dapur dan mencari ke lemari sesuai arahan Kimmy tadi. “Rumah ini cukup luas dan besar, aku tidak tahu lemari yang mana yang harus ku cari (Lemari di sini banyak)”, apalagi aku baru pertama kali berada di rumah ini.



Suasananya cukup hening di tengah malam ini, aku sedikit merinding dan kedinginan sembari menahan rasa lapar. tiba-tiba ada orang yang tak kukenal menghampiriku, mungkin dia penghuni di rumah Artha juga.



“Kau Adriel, kan? aku bibi nya Artha jadi jangan takut, makananmu ada di lemari itu”



Aku kira siapa, hah... hampir saja aku jantungan. aku mendekati lemari yang diberitahu oleh bibi Artha sesuai arahannya, lalu ke meja dan makan secara lahap.



Aku pikir Artha tinggal sendirian di rumah besar ini selagi orang tuanya bekerja diluar kota, ternyata tidak... aku lupa jika dia orang kaya. dia juga tinggal bersama bibi nya, jadi dia tidak akan kesepian selama orang tuanya ada di luar kota. Atau dia pembantunya namun dianggap bibi?.



Aku kembali ke tempat dimana aku tertidur sebelumnya dan duduk merenung sambil menyandar ke dinding, berharap selagi aku ngelamun, aku dapat tertidur dengan sendirinya.



Bukannya aku merasa mengantuk, aku justru merasa semakin pusing dan sesak nafas. rasanya aku ingin pingsan lagi untuk kedua kalinya malam ini. Dan akhirnya, aku benar-benar pingsan.



Setelah aku merasa pingsan, tiba-tiba aku langsung bangun dengan sendirinya, terasa waktu begitu singkat dan sudah pagi, aku terkejut bukan main. “Bukankah, barusan aku baru saja memejamkan mataku di saat aku pingsan?... kenapa aku langsung bangun?”



Aku lihat jelas di depan mataku, wajah Kimmy... dia yang membangunkan ku ternyata, aku pikir dia tidak seperhatian itu padaku.


...- [ Yuiky (Kimmy) POV] -...


Aku tidak menyangka, Adriel yang sebelumnya pingsan lumayan lama tetap bisa tertidur lelap dengan nyaman dan tetap bangun seperti biasa, namun komuk wajahnya terlihat sedang terkejut?. aku sangat ingin menanyakan itu padanya, namun aku merasa tidak nyaman jika harus bertanya.



satu persatu dari kami telah terbangun dari tidur, kami mulai membantu merapikan tempat kami tidur barusan dan bersiap untuk keluar, kami juga membawa dan mengambil satu-satu Elementnya di bawah loker TV. (Sebelumnya kami menyembunyikannya di sana karena kami kurang percaya dengan bibi Artha).



Sebelum kami keluar rumahnya saja, tiba-tiba ada yang aneh, suatu tali bayangan berwarna cerah menyambung pada masing-masing Element kami, tali bayangan ini berasal dari lokasi sekitar pohon itu.



Tiba-tiba banyak warga-warga di sekitar sini menghampiri rumah Artha (tempat kami berlokasi sekarang) dan mengepung kami, sepertinya mereka telah mengetahui keberadaan kami.



“lihat! itu mereka yang akan mewariskan kekuatan setiap hubungan! Kita harus segera merebutnya!” teriakan salah satu warga.



Semua warga yang mengepung kami mulai meneriaki kami dan bersiap-siap untuk menghancurkan tempat kami sambil menodong senjata mereka pada kami, seolah-olah mengajak untuk berperang merebut kekuasaan.



“Gawat, kita sekarang dikepung dan diincar... sepertinya ada yang membocorkannya pada warga sekitar” Kamila yang sedang panik.



“Ya, sepertinya ini ulah Akhaell” jawab Adriel.



Jheric keluar dari rumah lalu menghampiri warga sekitar yang sedang mengepung kami. firasatku menjadi buruk, sepertinya Jheric ingin menggunakan kekuatannya.



“Hah... bagaimana jika rumahku hancur hanya karena masalah ini... aku takut orang tuaku marah padaku nanti...” Artha yang sangat khawatir pada rumahnya sekaligus dirinya dan keluarganya secara bersamaan.



“Cahaya macam apa itu?” Kamilla menyadari sesuatu.



Bukankah ini menjadi makin berbahaya? apa dia tidak takut jika indentitasnya diketahui? dia benar-benar menggunakan kekuatannya untuk menyerang warga-warga yang mengepung kami. apakah dia mampu untuk melawannya? jelas sekali bahwa banyaknya warga yang mengepung kami berjumlah 1.000 orang lebih.



“Apa... yang Jheric lakukan...” Adriel sangat shock melihatnya.



Cahaya biru muda terang mengelilingi tubuh Jheric dengan campuran Aura yang gelap, menandakan Jheric akan menggunakan kekuatannya untuk membunuh. Jheric mendorong angin dengan cahaya yang dikumpulkan tadi lalu menerbangkan angin itu menuju warga-warga itu.



Tubuh-tubuh warga-warga di sana sekejap menjadi debu, tubuh mereka menjadi partikel-partikel yang sangat kecil lalu terbang menyatu dengan angin dan menghilang total tanpa jejak.



Tidak ada warga yang bisa kabur dari angin itu, angin lembut mematikan itu memiliki kecepatan 15,7 meter perdetik. jadi tidak ada yang dapat kabur dari angin itu, angin itu juga dapat mengejar targetnya.



“... Kau membunuh mereka?” Tanya Artha.



“Benar. Tidak ada belas kasihan untuk mereka kali ini” Jawab Jheric dengan ketidak kepeduliannya pada kematian warga-warga yang sudah ia bunuh lalu menghilang menjadi debu.

__ADS_1



“Oh... jadi kau, dibalik identitas Inzix?” Adriel yang setengah terkejut melihatnya.



“ya. tapi bukan waktunya untuk membahas indentitas, aku tidak peduli lagi jika aku ketahuan. sekarang kita perlu mendatangi pohon sumber kekuatan, sepertinya kita dipanggil untuk ke sana” Tanggapan Jheric.



“Woahh...” Kamilla sangat kagum melihatnya. “Aku seperti sedang berada di dunia Fantasi...” dan tidak menyangka akan melihatnya.



Aku merasakan sesuatu yang berbeda, rasanya seperti sedang mengalami Lucid Dream, mimpi dalam keadaan sadar dan sangat terasa nyata. hawa kehidupan ini berbeda dari hari-hari setiap aku bernafas di kehidupanku, sepertinya ada yang berbeda di sini.



Aku tidak ingin yang lain ikut curiga dengan firasatku dan membuat mereka takut dan kebingungan, jadi aku dan mereka langsung saja mendatangi tempat pohon sumber kekuatan itu. Tali ini seperti memancing kami untuk mendatangi tempat itu.



Kami sudah ada di depan gerbang kuburan, anehnya mereka menahan kami.



“s-siapa kalian?! kalian tidak boleh masu-”



Jheric langsung membunuhnya dengan kekuatannya tanpa membiarkan orang itu menyelesaikan berbicara.



“Ha... aku seperti melihat seorang psikopat” gumaman Kamilla yang sedang melihat kejadiannya dan terdengar pada telingaku.



Kami langsung masuk kedalam, karena orang-orang yang telah menghalangi kami masuk telah dibereskan oleh Jheric dengan kekuatannya. “Apakah dia memikirkannya sebelum melakukannya? dia terlihat santai sekali dan tidak takut apa-apa” gumamku.



Dan pada akhirnya aku dapat melihat pohon ini secara langsung.



Pohon ini ternyata cukup besar dari yang ku kira, terlihat Element yang ada di pohon tidak menyala, karena kepemilikan sudah diwariskan kepada orang yang ditakdirkan.



“Masa pertahanan kekuatan ini sudah habis, mereka hanya bisa bertahan setidaknya selama 1.000 tahun (tergantung kinerja mereka selama menyelesaikan misi). itulah alasan mereka mewariskannya setiap 1.000 tahun, tujuannya untuk mempertahankan kekuatan setiap hubungan yang ada di dunia” Informasi yang diberikan dari Artha.



“Apa yang spesial dariku? kenapa aku harus menjadi pewaris hal seperti ini?” Kamilla yang menjadi kebingungan.



“Hanya maha kuasa yang tahu. tidak ada yang spesial dari diri kita, yang pasti ada sesuatu yang dunia butuhkan sehingga membutuhkan pertolongan kita. kita tidak perlu kebingungan dengan perasaan seperti itu” Jawab Jheric.




Aku juga mengamati darimana titik Bayangan Garis Cahaya itu berasal. oh ternyata, Element yang kami bawa masing-masing terhubung dengan Element yang sudah tidak aktif di pohon ini.



“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” Tanya Adriel.



“Sepertinya... kita harus berdiri di masing-masing lingkaran yang memiliki bentuk pola yang sama dengan Element kita masing-masing” Aku yang ragu tetap mengatakannya pada mereka, seperti ada yang menggerakkan mulutku secara tidak langsung.



Mereka sedikit ragu tapi tetap melakukan apa yang aku katakan barusan, dan aku juga melakukannya, mungkin saja ini akan berhasil jika dilakukan. aku yakin ini benar.



Kami berdiri di masing-masing pola lingkaran di bawah dengan pola Element kami masing-masing, lalu mengangkat tangan kami dengan Element yang sedang kami pegang masing-masing di depan pohon sumber kekuatan.



Cahaya tiba-tiba muncul didepan kami, dan Element yang ada di pohon terlihat sedang menarik Cahaya dari Element kami. Sepertinya cara ku berhasil.



“Setelah ini kalian akan diantarkan ke masing-masing bagian dunia. ada 5 bagian dunia, dan masing-masing akan berada di satu bagian dunia dan menyelesaikan tugas maupun misi. kalian akan terpisah dan akan menyelesaikan misi di daerah masing-masing tanpa dibantu, namun jangan sampai hubungan kalian menjadi terputus. sisa 60 menit sebelum perpindahan ke tempat yang telah direncanakan, silahkan berdiskusi maupun bersiap-siap.” Suara misterius yang tidak dikenal terdengar pada telinga kami telah memberitahu bahwa kami akan melakukan suatu tugas setelah ini.



“Bukankah seharusnya kita akan ada sesi uji coba? kenapa kita langsung melakukan praktek dan misi?” Keluhan Adriel.



“Aku juga bingung” Jheric yang juga berpikiran hal yang sama.



“Bagaimana jika sekarang ini adalah sesi uji coba kita? namun kita tidak menyadarinya, bahkan tidak diberi tahu akan hal itu” opini Kamilla.



“Lumayan akurat, tapi aku kurang yakin dan merasa ragu” Jawab Jheric.



“Sebelumnya, kita kan akan berpisah di setiap belahan dunia, bukankah kita akan berjauhan? dan jaraknya sangat jauh, jadi kita kedepannya akan sulit berkomunikasi dan berdiskusi seperti ini, bagaimana jika kita membuat Group di chat? jadi kita bisa saling menghubungi walaupun sedang berjauhan” ajakan Adriel.



“Rencana yang bagus” Tanggapan Jheric.



“Tapi... Hp ku ketinggalan di rumahku. jika aku kembali ke rumah hanya untuk mengambilnya, aku akan tertinggal”

__ADS_1



“Lalu, apa yang sedang kau pegang di tangan kiri mu itu?” Kamilla yang menyadari sesuatu.



Adriel melihat tangan kirinya, dia terkejut karena tiba-tiba dia memegang Hp nya. “Ha?!... sebelumnya aku tidak ada memegang Hp ku!, kenapa tiba-tiba ada di tanganku??”



“Sudahlah, setidaknya Hp mu sudah ada, ayo buat Group”



Kami mulai menukarkan kontak satu sama lain lalu membuat Group yang dibuat oleh Adriel sendiri. “Hey jadikan aku Admin Group” ocehan Kamilla. “ya...” Adriel menyetujuinya.



“Hmm... Apa bagusnya Group ini dinamakan?” Pertanyaanku.



“Aha! bagaimana dengan... KYAJA? itu gabungan dari inisial kita masing-masing” jawab Kamilla.



“itu terdengar lumayan aneh, tapi daripada membuang-buang waktu hanya karena memikirkan nama Group yang bagus, jadi ya... yasudah” Tanggapan Jheric.



Sepertinya sudah berapa kali aku diam dan mendengar mereka berdiskusi, dan aku sepertinya hanya menonton mereka saja tanpa ikut berdiskusi, mulutku terasa seperti terkunci.



Biarpun Artha yang pemalu, dia tetap ikut dalam diskusi dan membuka suara, dan aku hanya berbicara jika aku mau.


Adriel tiba-tiba menamparku, lalu berkata “Hey, mengapa kau melamun?”



“ugh, kenapa kau menamparku segala, lagian aku sedang tidak apa-apa, salahkah aku melamun?!” aku yang setengah emosi.



“Apa benar?” dia menunjukkan Hp nya dan memperlihatkan fotoku yang sedang melamun dan berkata ”Lihatlah komuk wajahmu yang sangat serius ini ketika melamun” wajah Adriel terlihat sangat mengejek.



“... Apa kau memfotonya ketika aku melamun tanpa seizinku??”



“Yap, Benar sekali, Hahahaha”



“Aghh?! bocah sialan kau ha?!...”



Aku sangat marah dan mengejar Adriel sambil berteriak “Hapus foto itu sialan”, Adriel tetap menertawakan ku sambil berlari dan berkata “Tidak akan ku hapus, wlee”



Artha yang melihat kami berlarian tertawa kecil, “mereka seperti anak kecil”. hah... aku juga menjadi teringat dengan masa kecilku dimana aku pernah seperti ini dengan Adriel.



Masa kecilku... aku berhenti berlari dan berdiam berdiri dan melamun kembali, aku mematung secara mendadak. Adriel tampak bingung dan memasang wajah yang sedikit sedih lalu berkata



“ah... sepertinya aku memang tidak berbakat untuk menghibur seseorang”



Tiba-tiba aku mendengar jepretan kamera dan flash kamera mengarah padaku di samping, ternyata Kamilla yang melakukannya, sepertinya dia ingin melakukan hal yang sama seperti Adriel.



Benar saja dia melakukan hal yang sama seperti Adriel. tapi dia menggunakan Teknik yang berbeda, dan berbisik sesuatu padaku



“Hey, tidak apa-apa jika kita menikmati masa kecil kita yang tidak sempat kita nikmati dengan diri yang sudah dewasa, lakukanlah sekarang, jangan terlalu larut dalam kesedihan loh... ayo bersenang-senang”



Bersenang-senang? menikmati masa kecil yang tidak pernah ada dengan diri yang sudah dewasa? apakah Kamilla dapat membaca pikiranku?, tapi sekarang aku memang sedang membutuhkan hiburan.



Kamilla mencubit-cubit pipiku, mendorongku, memukulku secara bersamaan, sampai aku menjadi marah dah Kamilla berlari dan aku mengejarnya.



Kamilla berlari ke arah Adriel berada dan berkata “Adriel!! lari!... kita dikejar aaa”



Adriel yang tadinya sedang melamun langsung melihat Kamilla dengan kebingungan, lalu melihatku. dari komuk wajahnya yang datar menjadi bersemangat, tersenyum dan ikut berlari. aku mengejar dua orang sekaligus.



Dan aku... Tertawa lepas. kami berlari-larian mengelilingi tempat sekitar. aku sangat terhibur walaupun ini hanya hal kecil. Artha dan Jheric duduk berduaan melihat kami berlari. sampai pada akhirnya kami kelelahan dan berhenti mengejar.



“60 Menit sudah habis” Pengumuman sudah tiba.



Kami berkumpul di depan pohon sumber kekuatan dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya dan bersiap untuk dipindahkan ke tempat.



“Silahkan beri salam pada sesama”

__ADS_1


Kami mengucapkan selamat tinggal dan akan bertemu lagi kedepannya. setelah mengucapkannya, aku langsung dipindahkan ke suatu tempat.


__ADS_2