
“YUIKY!! ini aku Kamilla, aku datang~” Akhirnya kamu datang ke sini.
“Untung saja kamu cepat datangnya, kami menunggumu”
“Aku tidak selambat itu loh. oh ya, siapa pria ini?”
“Dia Adriel”
“Benarkah?!, Sekarang kalian terlihat mirip jadinya, lihatlah potongan poni ini, apakah Adriel sengaja menyamainya? warna rambutnya juga, sama-sama coklat. warna mata kalian juga, hijau...”
“Kebetulan saja” Jawab Adriel
“Yasudah, jadi ada apa kalian memanggilku?”
Adriel menunjukkan Element yang kami dapatkan kepada Kamilla, Kamilla sedikit shock setelah melihatnya.
“... Ini mirip dengan punyaku”
“Itulah mengapa aku memanggilmu kesini. oh, apa kamu membawa Element mu?”
“Ya, aku membawanya”
Adriel langsung mengambilnya dengan cepat tanpa basa-basi dari tangannya Kamilla, lalu mengumpulkan ketiga Element yang telah didapatkan ke meja. Adriel kembali mencari Artikel mengenai rumor tersebut (Mencari penampakan bentuk pohonnya).
“Element yang kita dapatkan ini, sama persis pola nya dengan pola Element yang ada di pohon ini” kata Adriel yang telah menyadari sesuatu.
“Adriel, Kamilla tadi belum melihat artikel yang kita baca sebelumnya”
“Oh, benar, aku lupa”
Adriel Kembali mencarikan Artikel yang sebelumnya dibaca. Selagi Kamilla lagi membaca, Kami memperdebatkan sesuatu.
“Apakah kau tau bagaimana caranya mencari 2 Element Lainnya?” Adriel bertanya.
“Sepertinya dengan mencari 2 orang yang mendapatkannya, mungkin kita perlu berkelana kemana-mana untuk mencari orang itu. yang pasti, 1 orang (yang ditakdirkan) akan mendapatkan 1 Element. Dan total Elementnya ada 5”
“Bukankah itu sulit?”
“Memang sulit. tapi, kemungkinan besar dua orang lainnya pasti akan mendekati tempat Rumor pohon itu”
“Apakah kita perlu mendatanginya juga ke tempat sana?”
“Kurasa begitu. aku akan menghubungi seseorang sebentar...”
Aku menghubungi Jheric menggunakan Hp ku, sementara itu Adriel dan Kamilla sedang mengobrol. “Ah, Jheric menghubungiku lebih awal dariku”
-[Chat POV]-
J: Yuiky, Aku mengalami hal yang sangat aneh barusan
Y: Kau memuntahkan Element?
J: Tepat sekali, apa kau juga mengalaminya?
Y: Iya, aku mengalaminya. Dua temanku lainnya juga mengalaminya, Adriel dan Kamilla. Aku sedang berkumpul dengan mereka sekarang.
J: Benarkah? mengejutkan, Artinya hanya sisa 1 orang yang belum kita ketahui siapa yang mendapatkannya
Y: Sepertinya kau sudah membaca Artikelnya ya
Y: Kita harus berkumpul sekarang, cobalah untuk membuka dirimu.
J: Yasudah, Kemana kita akan bertemu?
Y: Didepan tempat Makam itu
J: Jangan
J: Kau tahu? Semua orang sedang mengincar Element yang kita dapatkan supaya mereka mendapatkan warisannya. Jika kita berkumpul dan melihatnya, kita bisa saja mati ditempat karena diburu.
Y: Pilihan yang bagus, orang-orang sepertinya memang haus kekuasaan ya. Datanglah ke rumahku sekarang
Y: [ Informasi Data Alamat ]
Sekarang aku hanya perlu menunggu kedatangan Jheric ke rumahku, mungkin ini pertama kalinya dia membuka dirinya walaupun aku akan melihatnya untuk kedua kalinya di dunia nyata.
Jheric sangat tertutup menjadi seseorang, dia merahasiakan indentitasnya karena takut kemampuan rahasianya diketahui orang-orang dan mengurung dirinya didalam kamar sendirian dan hanya melihat berita lewat sosial media.
“Aku diburu seseorang. biarpun mereka telah tahu dimana aku berada sekarang, aku tidak akan membuat mereka menjadi lebih tahu dari sebelumnya dimana aku berada.” Keluhan Jheric kepadaku.
__ADS_1
”Ah, Yuiky...”
“Ada apa?”
“Temanku juga mengalaminya, barusan dia menghubungiku dan memberitahukannya kepadaku”
Mendadak sekali, artinya aku tidak perlu mencarinya susah-susah karena semuanya telah diketahui. aku tidak akan menyangka bahwa akan semudah ini untuk mengetahuinya.
“Jika orang yang kita cari sudah ditemukan (Orang yang juga mengalaminya ; Teman Kamilla), maka sisa 1 orang yang belum kita temui”
“tidak, aku sudah menemukannya, dia temanku. dia sedang ditengah perjalanan menuju ke rumahku (kesini)”
“Hah?, apa secepat itu? aku pikir akan memakan beberapa hari untuk mencarinya”
“Aku juga berpikir seperti itu.”
“Hey, siapa itu?” Kamilla menyadari sesuatu
“Apakah dia orang yang kau maksud?” Tanya Adriel padaku
“Benar. Namanya Jheric”
“... Tinggi nya melebihiku”
Rambut Jheric terlihat berantakan, membuat wajahnya terlihat pucat dengan warna kulitnya yang sangat putih.
“Siapa kau? kau terlihat seperti mayat hidup. Lihatlah, Kulit putih, rambut juga putih dan berantakan, wajahmu juga pucat. Albino yang satu ini unik, sudahkah kamu makan??”
“... Aku bukan Albino”
“Kamilla, jaga mulutmu” tegur ku
“Salam kenal, aku Jheric”
Jheric sedang akting seperti tidak kenal dengan mereka, aku tidak tahu apa yang sedang dia rencanakan. padahal, jika ia berkata dia sudah mengenalnya dariku, yang pasti tidak akan ada yang curiga (tidak ada yang peduli).
Aku tidak mengerti, Wajah Adriel terlihat sangat terkejut melihat penampakan Jheric. Adriel melihat Jheric dari atas ujung rambut sampai bawah kaki Jheric. Adriel terlihat seperti tidak percaya akan bertemu dengan orang seperti itu.
“Salam kenal, aku Adriel”
“Ya, bagaimana denganmu? (Menanyakan kepada Kamilla)”
“Baiklah, Perkenalan sudah selesai. sekarang rencanakan apa yang harus kita lakukan. ah, satu orang lagi kita harus mencarinya”
“Tidak perlu, satu orang yang dicari sudah diketahui, dia teman Kamilla.” jawab Adriel
“Ah benar, temanku, aku lupa memanggilnya kesini. bagaimana jika kita pergi ke depan makam itu? rumahnya kebetulan disekitar sana, sekalian kita melihat keadaan di sana”
“Kau tidak memikirkan keadaanku? aku sudah jauh-jauh ke sini mendatanginya tiba-tiba kesana kembali, aku juga baru saja datang”
“Aku akan memboncengkan mu. Adriel, kau gunakan saja sepeda Kamilla dan Kamilla akan menumpanginya”
“Tcih, aku malas sekali jika harus berduaan dengan ADRIEL”
“Yasudah, Adriel saja yang membonceng Jheric, HARUS SEPAKAT. kalian pakai sepeda Jheric, aku dan Kamilla menggunakan sepedaku saja (Adriel dan Kamilla sebelumnya jalan kaki). Jangan lupa untuk membawa Elementnya, harus ditutup erat-erat ”
Semuanya sepakat dengan rencanaku, akhirnya kami mulai berjalan menuju rumah temannya Kamilla. Kami mengikuti jalan arahan Kamilla nya sendiri.
Di tengah jalan, Kamilla memberitahukan kami sesuatu, “Ah, aku lupa memberitahu kalian, nama dia Artha, dia perempuan”.
“Hah...“ Jheric mendadak terkejut
“Ada apa Jari? eh, maksudku Jheric”
“tidak ada”
Sebelum kami menuju rumah Artha, kami akan melihat terlebih dahulu kondisi disekitar makam itu, lalu mengumpulkan informasi.
Kami menempatkan sepeda kami ditempat yang tersembunyi dan tidak jauh dari tempat makam (tidak terlalu nampak dari orang-orang).
“Ah, Adriel!” Seseorang memanggilnya
“Ada apa?”
“Aku menghubungimu daritadi, kemana saja kamu?. oh, kau lagi bersama teman temanmu? pantas saja kamu tidak membaca chat ku. Padahal kami sekarang sedang membutuhkanmu”
“ahaha iya, aku sedang bersama teman temanku. maaf aku sedang sibuk mengurus sesuatu dengan temanku”
“Yasudah. jika sudah tidak sibuk, datang ke sini”
__ADS_1
“Ya”
“Adriel, siapa dia?” Tanyaku
“Dia orang dari salah satu Ahli sejarah, dia rekanku”
“Oh.. jadi kau sebelumnya juga bertugas di sana ya, aku sempat lupa”
Kami mulai berjalan menuju rumah Artha, walaupun kami belum sempat melihat penampakan pohonnya secara langsung. tapi yang terpenting sekarang, ialah bertemu dengan Artha.
“Nah, disini rumahnya” Kamilla menuntun kami menuju rumah Artha dan kami sudah ada didepan gerbang pintu rumahnya.
“... begitu besar rumahnya” Adriel terkejut dengan penampakan rumahnya
“Dia itu anak orang kaya, tapi orangnya sedikit pemalu, mungkin aku perlu menghubunginya lewat chat terlebih dahulu”
Kamilla mulai menghubungi Artha melalui Hp nya, kami pun menunggu didepan pagar dan menunggu kedatangan Artha. Tiba-tiba ada orang yang menghampiri kami, orang yang menyapa Adriel sebelumnya.
“Jika boleh tahu, apa kalian sedang mencari tentang Rumor itu? mungkin aku bisa membantu kalian, aku ingin masuk ke tim kalian untuk sementara”
“Sebelumnya, siapa kamu?” Tanya Jheric
“Namaku Akhaell, aku salah satu Ahli sejarah ; orang yang mencari informasi mengenai Sejarah dari Rumor pohon itu. aku bekerja sama dengan Adriel”
“Oh, salam kenal Akhaell, namaku Jheric. Nama wanita itu Yuiky, satunya Kamilla”
“Apa-apaan?!, aku bisa mengenalkan diriku sendiri” Protesnya Kamilla
“Berisik, diam saja kau”
“Aww, aku dimarahi TwT”
Akhaell tertawa kecil melihat kelakuan Kamilla. Sepertinya itu Artha, Artha menampakkan dirinya di pagar. Artha membukakan pagar untuk kami
“Ah! uhmm... silahkan masuk ke dalam...” Benar, Artha sedikit pemalu
“Apa tidak apa-apa? rasanya sangat keberatan jika harus masuk kedalam rumahmu...” Tanya Adriel
“T-tidak apa apa... Orang tuaku, sedang diluar kota, mereka akan pulang minggu depan. ayo masuk ke ruang tamu, ikuti aku”
Mata Artha sangat berkaca-kaca melihat Jheric, Jheric juga seperti itu melihat Artha. aku tidak mengerti mengapa mereka seperti itu, tapi aku tidak perlu mengurus hal yang seperti itu sekarang.
Kami mulai memasuki area rumah Artha lalu memasuki rumah Artha dan duduk di sofa bagian Ruang tamu “Jangan lupa untuk sisakan juga tempat duduk untuk Artha”, Jheric menyisakan tempat kosong disampingnya, mungkin untuk Artha.
“uhmm.... aku akan mengambil sesuatu di kamarku, tunggu aku sebentar, aku akan kembali”
Selagi Artha sedang mengambil sesuatu, kami langsung memulai mendiskusikan Rumor tersebut.
“Apakah kau sudah membaca Artikel terkait Element di Rumor itu?” Tanya Adriel
“Aku sudah membacanya. Hampir semua penduduk disini sudah mengetahuinya, penduduk disini sedang mencari seseorang yang memiliki Element yang disebut dalam Artikel itu, mereka ingin merebut posisi yang telah diwariskan dari orang yang ditakdirkan untuk mewariskannya dengan cara merebut Element yang dipegang pemiliknya. Bahkan mereka sudah menyiapkan senjata untuk memburunya” Jawab Akhaell.
“Aku dan Jheric juga sudah mengetahuinya sebelum kita berkumpul. Kami sudah mendiskusikannya lewat chat. Akhaell, seandainya kau tahu, kami adalah orang yang memiliki Element itu. Itulah kami perlu berkumpul dan berhati-hati” Responku
“... Artinya kalian ditakdirkan untuk mewariskan?”
Aku mengangguk kepada pertanyaan Akhaell.
Artha datang ke tempat kami, Artha membawa Element dan sisir lalu menaruh Element yang dia bawa. Artha memberikan sisir itu kepada Jheric lalu menyuruhnya untuk merapikan rambutnya yang berantakan itu
“... Aku tidak tahu caranya menyisir rambut. Bisakah kau merapikannya untukku?”
Artha Mengangguk, lalu Merapikan rambut Jheric sampai rapi.
“Nah, sekarang tampilanmu lebih baik dari sebelumnya”
“Terimakasih...” wajah Jheric mulai merah
“Lucu sekali, apa ada suatu hubungan diantara kalian berdua?” Tanya Kamilla
“Jheric ini pacarku”
“... Kenapa kau baru saja memberitahuku??”
“hihi, maafkan aku”
“ish, yasudah. Ayo kita keluarkan juga Element yang kita kumpulkan tadi ke meja lalu memahami makna setiap pola yang ter ukir”
Kami menaruh Element satu-satu di atas meja, lalu melakukan apa yang harus dilakukan seperti yang Kamilla katakan barusan
__ADS_1
“Aku lumayan mengerti dengan pola ini...”