
“60 Menit sudah habis” Pengumuman sudah tiba.
Kami berkumpul di depan pohon sumber kekuatan dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya dan bersiap untuk dipindahkan ke tempat.
“Silahkan beri salam pada sesama”
Kami mengucapkan selamat tinggal dan akan bertemu lagi kedepannya. setelah mengucapkannya, aku langsung dipindahkan ke suatu tempat.
Pandanganku seperti sedang ditutupi cahaya yang begitu terang, setelah cahaya itu menghilang aku sudah berada di tempat lain yang tidak ku ketahui sama sekali.
Aku ditempatkan di jalan hutan yang lumayan gelap dan dingin, suara hewan-hewan kecil sangat terdengar ke telingaku.
“Ha... aku sudah di pindahkan di tempat dimana aku akan menjalani misi”
Aku terkejut, tiba-tiba ada boneka kecil yang terbang menghampiri diriku dari belakangku, dia menyapaku. wujud boneka nya hampir sama dengan diriku walaupun kecil. aku sangat kebingungan.
“siapa kamu? wujudmu hampir menyamai ku walaupun kamu seorang boneka (bagaimana bisa boneka hidup dan bisa terbang seperti ini?)” Tanyaku.
“Hmm... aku ya?, aku adalah pendampingmu. aku yang akan memberikanmu misi dan tugas dan memantau mu dari jauh”
Begitu ya... pendamping, tapi bagaimana bisa dia menyerupai diriku?
“Kenapa wujudmu mirip denganku?”
“Supaya aku terlihat seperti pendampingmu dan mudah dikenali, teman-temanmu yang lain juga memiliki pendampingnya alias masing-masing sudah memilikinya.”
“Oh, aku tidak dapat membayangkan bagaimana reaksi mereka ketika melihat ada boneka hidup aneh yang berwujud seperti dirinya, haha”
Terlebih lagi Kamilla, apakah dia akan menyuruh pendampingnya untuk membelikan rumah mewah untuknya? atau malah mengejeknya? sepertinya sangat lucu jika aku melihatnya secara langsung.
“Jika aku panggil kamu pendampingku, rasanya sangat aneh, bagaimana jika aku buatkan nama khusus?”
“Aku punya nama tersendiri sih, tapi lebih baik jika kamu saja yang menamai ku”
“Yasudah, yang pasti kamu sudah tahu namaku kan?, panggil aku Kimmy saja, lalu aku akan memanggilmu Yuki”
“yuki... itu sangat mirip dengan nama panggilanmu, tapi ada bagusnya juga jika aku panggil kamu Kimmy, jadi tidak akan tertukar”
“Jadi sekarang... dimana aku akan tinggal?, aku sangat kedinginan dan merinding di hutan seperti ini”
“Eehhh, maaf sepertinya aku terlalu lama menempatkan mu di tempat seperti ini”
Pendampingku, Yuki menggunakan Teleportasi untuk membawaku ke tempat aku akan tinggal selama aku menjalankan misi (rumah).
Rumahnya tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, alias sedang. cukup untuk aku melakukan kegiatan di rumah nantinya.
“Kamu sebentar lagi akan mengerjakan tugasmu, sisa 30 menit sebelum tugasnya keluar” apa? secepat itu? aku belum ada persiapan sialan.
Aku langsung melihat Group yang kami buat, banyak sekali notifikasi dari Group ini.
...- [ Chat POV ] -...
K: Hey kalian semua, apa kalian sudah menemui pendamping kalian masing-masing?
J: Aku sudah, dia berwujud seperti diriku namun versi boneka kecil
K: Benar, sebelumnya ku pikir dia memplagiat diriku!
J: Apa disini ada yang tahu kenapa mereka menyerupai kita?
Y: Aku hanya diberitahukan bahwa itu supaya mempermudah kita untuk mengenali mereka.
J: Aku juga diberitahukan seperti itu, yang pasti ada sejarahnya, aku ingin mengetahuinya.
Y: Tanyakan pada Adriel, dia tahu banyak tentang sejarah.
__ADS_1
K: Bukankah sebentar lagi kita akan menjalankan tugas? ugh, mengapa begitu cepat! aku saja belum mempersiapkan apa-apa!
Y: Aku juga belum siap, itu memang nasib kita.
AD: Aku tidak dapat memberitahu sejarahnya sekarang, aku tahu sejarahnya tapi waktunya hanya sedikit yaitu 30 menit, jadi sangat susah jika harus menyempatkan waktu hanya untuk menjelaskan semuanya panjang lebar.
J: Kita lanjut berkomunikasinya setelah kita menyelesaikan tugas saja, sekarang kalian perlu menyiapkan diri untuk tugas masing-masing.
Aku menutup layar Hp ku, lalu melamun sambil duduk di sofa ruang tamu ku. aku memikirkan semuanya sekaligus dalam satu waktu. aku memikirkan hal yang tidak penting, ini membuatku sangat stress.
“Kimmy, 30 menit sudah habis”
Tidak butuh waktu yang lama jika harus menunggu selama 30 menit, waktu terasa begitu cepat.
“Jadi, apa tugasku?” Tanyaku.
“Sebentar, aku cek terlebih dahulu...”
“Tugasmu sekarang yaitu... cobalah untuk membiasakan diri dengan orang-orang sekitar sini, atau beradaptasi dan membangun hubungan baik dengan mereka. tugas harus diselesaikan setidaknya selama seminggu”
Beradaptasi dengan orang-orang sekitar? membangun hubungan baik dengan mereka? terlihat mudah, tapi aku sendiri tidak terbiasa dengan yang namanya beradaptasi dengan lingkungan baru dan orang-orang baru. memang ada saatnya aku harus belajar untuk beradaptasi.
Aku menuju kamarku, lalu mandi dan mengganti pakaian yang ada di lemari (Sudah disiapkan). “ow... baju-baju yang sudah disediakan untukku bagus-bagus semua”
“Bukankah seharusnya hari ini aku bersekolah, ya? apa misi ini pengganti sekolah dalam kehidupanku kedepannya?” Batinku.
Aku mulai jalan-jalan ke sekitar tempat pemukiman warga-warga sekitar. aku sedikit gugup jika aku harus memulai percakapan pada seseorang.
“ah, aku baru sadar ada sesuatu di leherku, padahal sebelumnya tidak ada...” Ada besi yang menempel di leherku, aku tidak dapat melihatnya, aku memerlukan cermin, tapi nanti saja aku melihatnya.
Aku sadar bahwa orang-orang sedang melihatku karena sadar apa yang ada di leherku. tiba-tiba ada orang yang menyapaku dari belakangku.
“Gean... kenapa kau...” aku tidak tahan, aku langsung menendang perutnya, walaupun aku sedang berada di tengah masyarakat yang sedang melihatku.
Tunggu... ini... bukan Gean. aku menendang seseorang yang tidak ku kenal dan tidak bersalah. penglihatan apa tadi? ugh... mempermalukan diri saja, diri sialan.
“Eh?! maafkan aku!”
“k-kenapa kau menendang ku?... Hah! aku pikir kamu ramah dan baik karena kau yang ditakdirkan, huh” orang itu marah padaku seakan-akan kecewa padaku. dia membalikkan badannya dan pergi dari hadapanku.
Semua orang yang ada disini mendukung orang itu, aku direndahkan dan diusir dari kerumunan di sana. jika aku tidak dapat dipercaya oleh orang-orang, bagaimana bisa aku membangun hubungan yang baik dengan masyarakat?.
Ditengah perjalanan aku kembali ke rumah saja aku dilempar-lempar dengan batu dari anak-anak yang bermain di sini. aku seperti sedang Dibully. “Aku terlalu ceroboh ya... ”
Aku masuk ke rumahku, berbaring di atas kasur dan merenung. “Padahal aku belum melakukan apapun, aku sudah tertimpa masalah karena kecerobohanku?”. bagaiman bisa aku menyelesaikan tugasku jika aku tidak disukai orang-orang? terlebih anak kecil juga begitu... yang pasti akan banyak gosip tentang diriku.
Yang pasti masih ada kesempatan untuk memperbaikinya, yaitu seminggu, tapi apakah aku tetap bisa menjalin hubungan yang baik dengan mereka?. terlebih lagi, aku kan kurang bisa bersosialisasi...
Ugh, ini memang mudah, tapi tidak dengan diriku. mengapa aku begitu ceroboh sih?. aneh, dan mengapa sekilas aku melihat Gean? apakah akhir-akhir ini aku sedang ketakutan dengannya?, tapi kan aku sudah takut dengannya dari dahulu.
“Ha... kimmy, kamu membuat kesalahan didepan publik?”
“Ah! Yuki, huh... benar, aku sangat ceroboh”
“yah... memang apa yang membuat kamu menendangnya? itu terlihat begitu keras tahu”
“Sekilas, orang yang aku tendang itu terlihat seperti stalker ku, makanya aku menendangnya karena ketakutan”
“ohh, ku pikir kamu sengaja karena bosan”
“Heh?! mana ada begitu!”
__ADS_1
“Jika benar-benar begitu sih, aku akan menghukum mu haha”
“ah, Yuki... tolong bantu aku, aku tidak tahu harus apa sekarang T\_T, sudah pasti reputasiku sedang sangat buruk sekarang, bagaimana caranya aku bisa berhubungan baik dengan mereka?”
“Hmm... jalan terbaiknya yaitu minta maaf kepada orang yang kamu tendang sebelumnya”
“Bagaimana jika dia tidak mau memaafkan ku?, atau dia tidak ikhlas dan membicarakan ku dibelakang ku dan berkata bahwa aku hanya cari muka dengan cara minta maaf dan dianggap sok baik?”
“Kau memikirkan hal yang belum terjadi”
“...”
Benar, aku terlalu khawatir secara berlebihan. kebiasaan buruk ini sudah ada semenjak aku umur 12 tahun. jadinya pikiranku tidak bisa tenang memikirkannya.
“Jika aku gagal menyelesaikan tugas, apa yang akan terjadi?”
“Itu... tidak ada hukuman, tapi hubungan setiap manusia di bagian yang kamu urus sekarang akan terkena dampaknya. setiap hubungan daru mereka akan rusak, bahkan mereka bisa saja saling membunuh satu sama lain dan membuat kekacauan karena sudah tiada yang namanya hubungan yang baik.”
“oh...”
Memang tidak ada hukumannya, tapi itu sangat berdampak buruk pada masyarakat di bagian dunia dimana aku bertugas, mungkin bisa dibilang pengganti hukuman (akibatnya itulah yang akan menjadi hukumannya).
“Kimmy, aku pergi dulu”
Yuki pergi menghilang dari hadapanku, dan sekarang aku sedang sendirian di dalam lautan kesedihan dan pikiran. beribu-ribu keraguan dan ketakutan terus berputar-putar di kepalaku tanpa henti.
Tanpa sadar aku mulai menangis, air mata ku mengalir dan jatuh ke bawah. mentalku benar-benar terasa tercabik-cabik.
Tiba-tiba ada notifikasi dari Hp ku, dan aku langsung melihatnya, ku harapkan itu adalah notifikasi Group dan ada informasi baru.
“Adriel? ada apa dia menghubungiku?”
...- [Chat POV] -...
AD: \[Photo 1\]
AD: Apakah aku terlihat sangat tampan? aku menggunakan baju baru yang kudapatkan di lemari rumah baru ku, ini terlihat sangat keren.
Dia selfi dan mengirimkan selfie-nya padaku. mengapa komuk wajahnya terlihat sangat percaya diri sekali?, terlebih lagi, dia terlihat seperti seorang koboi karena dia menggunakan topi koboi, blazer coklat panjang, celana hitam... mengingatkanku pada ayah Gean.
Y: iya, sangat tampan, sangat banget sekali.
AD: ha~ senangnya aku dipuji begini
Mengapa dia begitu yakin dirinya tampan? padahal aku hanya sekedar memujinya karena kasihan. ah, aku menyadari apa yang dilehernya. besi, ditengahnya ada pola Element.
Y: Apa itu yang ada di lehermu? seperti ada besi aneh
AD: ah? kamu tidak tahu? masing-masing dari kita memilikinya, ini supaya orang-orang sekitar kita bisa mengetahui bahwa kita orang yang akan menjadi kekuatan setiap hubungan mereka.
Benar, aku lupa, sebelumnya aku menyadarinya tapi aku terlanjur tenggelam dengan rasa sedihku. aku langsung menuju cermin dan melihatnya.
“Pola ini, mirip dengan Element ku sebelumnya”
AD: Hey Kimmy
Y: Ada apa?
AD: Bolehkah kamu kirimkan foto dirimu sekarang? atau selfi, aku ingin melihat pola yang ada di lehermu
Mengapa ini terlihat seperti modus untuk mendapatkan selfi ku? tapi bagaimana pun juga aku akan mengirimnya.
Y: ya, tunggu sebentar.
__ADS_1