
“...Kau terlambat.”
Mengapa... Adriel bisa disini?.
“Mengapa kau ada disini”
“Sudah jelas alasannya, kau tidak perlu menanyakannya”
Aneh, wajah Adriel disini terlihat blur sekali, aku tidak bisa melihat wajahnya. Tangan Adriel menaruh keatas kepalaku, tiba-tiba dia memeras kepalaku, mungkin kepalaku dihancurkan...
Aku terbangun untuk kedua kalinya, “apa ini? mimpi dalam mimpi”. mimpi sebelumnya terasa sangat nyata, aku tidak mengerti dengan mimpi itu. aku takut itu benar-benar terjadi kedepannya.
Ini masih tengah malam, mungkin aku harus membuka notifikasi di Hp ku, aku takut ada hal penting di sana.
“Yuiky, sudahkah kamu mengerjakan tugas IPA mu?, aku mau minta jawaban hehehe”, kamilla...
Aku memutuskan untuk tidur lagi, karena notifikasi itu sangat tidak penting untuk dijawab. “Hanya karena mimpi tadi, aku jadi khawatir dengan notifikasi...”.
Waktunya sudah tiba, jam 9 pagi, sepertinya aku bangun kesiangan untuk kali ini.
“Yuiky, ada orang yang mencari mu!” aku baru saja bangun sialan. tidak, aku yang telat bangun.
“Ah, dia Adriel, dia mencari mu” Sudah kuduga.
“Tunggu dulu, aku ingin mandi”
Membuatku kaget saja. aku mandi secepat mungkin supaya Adriel tidak menungguku terlalu lama.
Selesai mandi, aku memakai pakaianku dan langsung mendatanginya diluar.
“Adriel, apa yang kamu cari kesini?”
“Ah, tidak apa-apa, aku hanya ingin bertemu, aku merasa rindu dengan teman lama ku”
“Dramatis sekali”.
Matanya begitu berkaca-kaca melihatku, aku jadi merasa aneh melihatnya
“Adriel, seiring berjalannya waktu, kau terlihat kian ganteng sekarang ya”
“...”
Mendadak, keadaan tiba-tiba menjadi hening setelah aku mengucapkannya, Adriel terlihat mematung mendengar perkataanku.
“...Ada yang salah dengan perkataanku?”
“Tidak ada, aku hanya terharu karena dipuji” Membingungkan.
“Baiklah. Oh ya, apakah kau mendapatkan bocoran mengenai pohon misterius di Rumor itu?”
“Pohon yang tumbuh secara mendadak di atas makam itu? berita itu sudah tersampaikan ke luar negeri juga setahuku”
“Sangat cepat ya penyebaran informasinya”
Sesuai dugaanku, itu akan tersebar hampir keseluruhan dunia. bagaimana bisa tidak?, tapi tidak sepenuhnya orang-orang percaya. mungkin beberapa orang dari belahan dunia ini menganggapnya sekedar lelucon.
“Aku mendapatkan bocoran informasi, aku juga disuruh untuk meneliti oleh para Ahli Sejarah”
“Kau disuruh?”
“Benar, aku orang yang mengetahui sejarah. bukan, menyukai cerita sejarah”
“jadi itu alasan mengapa kamu menyukai cerita dongeng...”
“Ya! tapi dongeng yang benar-benar diangkat dari kisah nyata. dan kejadian kemarin, sangat mirip dengan dongeng yang berhubungan dengan pohon. kau ingat?”
“Kita memikirkan hal yang sama sepertinya”
“Aku, dan beberapa ahli sejarah mencoba menghubungkan dengan dongeng itu, dan hasilnya cocok. tapi kami juga akan mencari sejarah asli dari dongeng itu”
“pilihan yang bagus, pasti memang ada hubungannya dengan itu”
__ADS_1
“Oh... Aku lupa membawa Laptop maupun Hp ku tadi, padahal aku ingin mencari informasi selagi bersamamu”
“Tidak apa-apa, gunakan saja laptopku. akan ku bawakan sebentar, aku juga akan membuatkan teh kesukaanmu”
“T-tidak usah terlalu repot begitu, aku merasa terbebani”
“Tidak apa-apa” Lalu aku mengelus kepalanya.
Aku kembali masuk kedalam rumah, sekilas aku melihat wajahnya Adriel menjadi merah, dari dalam aku melihatnya diluar. Aku memasuki kamarku terlebih dahulu, dan mengecek apakah ada notifikasi dari Jheric.
“Ah, benar, aku lupa, seharusnya malam tadi aku harus menghubungi Jheric seusai siaran Rumor pohon itu”. Benar saja, Jheric menghubungiku.
-[Chat POV]-
J: Yuiky, sudahkah kamu melihat siarannya? dapatkah kamu bocoran informasinya?
Y: Sudah, yang diberitahu hanyalah bentuk pohonnya saja, informasi lanjutannya belum diberitahu
J: Aku juga melihatnya, mungkin mereka masih mencari informasinya
Y: Aku sedang mengobrol dengan orang yang disuruh oleh Ahli Sejarah, sepertinya dia mendapatkan bocoran informasi
J: Yasudah, lanjutkan misi mu
Jika aku terus berbincang dengan Jheric diwaktu sekarang, Adriel akan diam menungguku terlalu lama di sana, lebih baik aku menjalankan misiku terlebih dahulu seperti yang Jheric suruh.
Aku pergi ke dapur, membuatkannya teh yang dia sukai. “Aroma ini, membuatku teringat dengan masa lalu”. aku membawa teh itu lalu mengambil Laptop dan Hp ku untuk dibawa keluar.
“...Kau lumayan lama”
“Setidaknya aku tidak meninggalkanmu disini selama 5 jam, sedangkan tadi hanya beberapa menit”
“Tetap saja lama”
“...Terserah mu. minumlah teh yang sudah ku sediakan ini”
“Aromanya sangat wangi, rasa tehnya masih sama ya”
“Iya benar”
“Yuiky, jangan hubungi aku dahulu sebelum aku menghubungimu terlebih dahulu, sekarang aku sedang sangat sibuk menjalankan misi, kamu jalankan misi mu dahulu” pesan terakhir Jheric tadi.
Sedikit membosankan, padahal aku ingin berbincang dengan Jheric diwaktu sekarang, banyak hal yang perlu ku bahas dengannya. Menghubungi Kamilla? ah tidak, dia hanya meminta jawaban tugas IPA ku.
Tiba-tiba ada notifikasi, sepertinya dari Kamilla
-[Chat POV]-
K: AAAAA YUIKY
Y: Ada apa?
K: Aku terkejut, aku memuntahkan sesuatu
Y: Apa maksudmu? Kau muntah?
K: Benar, tapi ini benda... bentuknya seperti Element aneh, aku tidak mengerti kenapa aku memuntahkan ini padahal sebelumnya aku tidak pernah memakan benda
Y: Benarkah? Lebih baik kau simpan dulu Element itu
Aku mulai mual, aku ingin muntah, aku segera ke toilet untuk memuntahkannya (aku tidak tahu kenapa aku mendadak ingin muntah).
...Aku memuntahkan Element?, ini sangat aneh. Pola Element ini, aku sangat familiar dengan pola ini, aku teringat dengan pola yang ada di pohon di Rumor itu, aku harus segera melaporkannya ke Adriel.
Aku berlari keluar rumah dan mendatangi Adriel lalu memanggilnya dengan panik.
“Adriel!, lihat i-...”, ...Adriel juga muntah.
“...Kimmy, aku memuntahkan Eleme-, apa yang di tanganmu itu?”
“Sama seperti yang kau muntahkan”
__ADS_1
“Aneh sekali, padahal aku belum mendapatkan Artikel yang jelas terkait rumor tentang Rumor itu. Kimmy, tolong Carikan Artikel terkait dongeng yang kita baca dahulu. Berikan Element mu, aku akan mencucinya.”
Aku mulai mencari sesuai yang disuruh Adriel, sedangkan dia akan mencuci Element tadi. Disaat aku memuntahkannya, didalam tenggorokanku itu terasa lunak, tapi setelah keluar menjadi benda padat, aku tidak mengerti.
Sepertinya, aku menemukan petunjuk mengenai Element yang ku muntahkan. Iya, aku melupakan bahwa Kamilla juga mengalami hal yang sama.
[ Ada 5 Bagian Element yang perlu dilengkapi dari Pohon Sumber Kekuatan atau warisan dari Pahlawan yang telah menjadi kekuatan dalam setiap hubungan manusia, Bagian Element itu hanya bisa diselesaikan/Menyala oleh orang yang telah ditakdirkan untuk mewariskannya. Element itu akan menghilang seketika dari pohonnya dan akan dimuntahkan oleh orang yang telah ditakdirkan untuk mewariskan kekuatan dalam setiap hubungan manusia. Dan itu akan terjadi lagi setelah 1.000 tahun setelah Semua Element Menyala/Diselesaikan ]
...Aku, ditakdirkan? Adriel? Kamilla? mereka juga ditakdirkan?. lalu, dua yang lainnya dimana? aneh.
“Kimmy, aku sudah mencucinya, Element ini terlihat Familiar dengan Rumor pohon itu”
“Lihatlah artikel ini Adriel.”
“...” Adriel terdiam sejenak setelah membacanya, wajahnya terlihat terkejut.
“Kamilla juga mengalaminya, bahkan sebelum kita mengalaminya dia sudah terlebih dahulu mengalaminya”
“Panggil Kamilla ke sini, segera”
-[Chat POV]-
K: Yuikyy
K: Kemana kau?
K: Hey
K: Kau jahat sekali.
- Pesan belum Terbaca (4) -
Y: Berisik
Y: Kamilla, cepat datang ke sini sekarang, aku perlu membicarakan sesuatu yang penting denganmu
K: Malas
Y: Serius sebentar saja kumohon
K: Yasudah, ke rumahmu kan?
Y: Iya.
Kamilla ini, dia sangat jahil, sepertinya tidak ada bedanya dengan Adriel ya. tidak, Adriel lebih mendingan. Setidaknya Kamilla masih mau dibujuk dengan mudah kali ini.
“Apa kau sudah menghubunginya?”
“Sudah, mungkin dia sedang ditengah perjalanannya”
“Rumah kami bersebelahan, ku yakin dia sebentar lagi akan datang ke sini segera”
“Benarkah? Sebelumnya Kamilla belum memberi tahu aku hal itu”
“Dia belum tau”
“Oh, begitu.”
“Iya. jadi, jika kita bertiga sudah mendapatkan Element nya, maka 2 orang lagi belum ditemukan, kita harus mencarinya segera dengan Kamilla”
“Aku tadi ingin menanyakan itu kepadamu. tapi aku kurang yakin jika kita harus bersama dengan Kamilla”
“Ada apa Dengannya?”
“Kau tahu? dia orang yang sungguh jahil, sangat jahil. bisa dibilang dia lebih menjengkelkan darimu, tapi aku tetap sayang dia sebagai temanku”
“Bagaimana denganku?”
“Sama juga seperti dia, tapi aku lebih menyayangimu”
“hah... iya.”
__ADS_1
“YUIKY!! ini aku Kamilla, aku datang~” Akhirnya kamu datang ke sini.