Pewaris Tunggal Keluarga Hayyen Lim 1

Pewaris Tunggal Keluarga Hayyen Lim 1
Kecelakaan


__ADS_3

●●●Jam pulang sekolah●●●


"Huftt sungguh hari yang melelahkan"kata clara


"Tapi beruntungnya hari ini kita tidak diberi pelajaran tambahan kan nona Clara?" godaku kepada clara sambil mencubit pipinya


"Hkkk ya sudahlah ell, mari kita pulang" kata clara


"Let's go" ucapku


kami pun beranjak pergi ke tempat parkiran dan menaiki mobil masing masing, aku dan Clara hari ini sebenarnya ingin merencanakan untuk nonton bareng ke bioskop jadi kami pulangnya bareng dan juga kebetulan arah rumahku dan rumahnya itu sama, dijalan semuanya baik baik saja sampai akhirnya


Brakk!!!!!!!


Sebuah mobil bus mengantam mobilku di bagian depan yang membuat kaca depan mobilku pecah sehingga serpihannya menusuk badanku serta bagian belakang mobilku juga di tabrak oleh ekor bus yang membuatnya terseret hingga ke tepi jalan yang akhirnya menghantam besi pembatas jalan raya


 


Clara yang saat itu kaget, karena dia juga hampir saja menjadi korban langsung turun dari mobil berusaha berlari ke arahku namun dihentikan langkahnya oleh orang orang yang juga ikut menyaksikan kejadian itu "Elizabeth!!!! lepaskan...lepaskan saya... teman saya masih ada di dalam mobil itu... Elizabeth kau dengar aku kan? apa kau tidak bisa keluar sendiri? apa kaki mu juga terluka??? Elizabeth jawab aku!!" Teriak clara yang diikuti dengan amukannya karena ditahan oleh orang sekitar


 


Tak lama kemudian dari kaca mobil ku lihat dengan jelas clara melemas kakinya namun berusaha menahannya tapi setelah itu ia pun tumbang dan pingsan, karena kejadian saat itu adalah di jalan tol sehingga mobil ambulan sampainya agak lama dan sulit juga mendapat bantuan karena orang orang disana takut mendekat ke mobilku juga ke bus itu karena takut sewaktu waktu bisa saja meledak


Aku hanya bisa pasrah dengan seluruh luka dibadanku, tanganku lemas tak berdaya juga tak mampu megeluarkan suaraku, tak bisa bergerak sama sekali namun berusaha untuk tidak pingsan dengan mengigit bibirku


Liu.....liu...liuuu.....


Suara sirene pun terdengar setelah sekitar 1 menit aku menahan diriku, entah berapa banyak mobil ambulan yang datang saat itu seseorang mendekat "Mohon semuanya untuk mundur dan berikan jalan" kata petugas ambulan. Perlahan mereka membuka pintu mobil dengan sekuat tenaga, lalu melepaskan sabuk pengaman yang ku kenakan dan memakaikan gif di leher ku mengeluarkanku penuh dengan hati hati dan menaikkan ku diatas ranjang pasien


Mataku semakin berat, ku lihat dari jauh Clara juga di naikkan di atas ranjang pasien dan kami semua di masukkan di mobil ambulan. Perjalanan yang lumayan singkat dari tkp ke rumah sakit kemudian selesai dan mereka langsung membawaku ke ruang gawat darurat namun belum sempat dokter menanganiku aku langung pingsan karena tidak sanggup lagi menahan rasa sakitku itu


 

__ADS_1


Beberapa dokter langsung turun tangan kepada semua pasien yang datang, badanku yang dipindahkan dari ranjang pasien tim medis kemudian diangkat pindah ke ranjang perawatan, dan sergap beberapa seorang suster dengan seorang dokter menanganiku, susternya memasangkan infus di lenganku dan suster lainnya memasangkan selang pernafasan dihidungku, suster yang kainnya membersihkan lukaku dan melepaskan serpihan kaca yang ada di badanku, ada juga yang menjahit luka kecil di wajahku, sedangkan dokter itu memeriksa mata, pernafasan, dan membawaku ke ruang CT untuk melihat apakah ada tulangku yang patah. Setelah melakukan CT Scan ada suara yang terdengar dari pintu ruang gawat darurat "Ell!! kamu dimana" Teriak Seseorang yang ternyata itu adalah suara Abi. Mereka mendatangi meja resepsionis dan menanyakan di ranjang nomor berapakah aku terbaring " Mohon maaf tuan tuan dan nona, tapi pasien tabrak bus yang baru saja tiba semuanya belum ada yang teridentifikasi identitasnya satu orangpun" kata resepsionis itu


 


"Sial!! sekarang kita harus gimana" kata Reza menggeram jarinya


"Sebaiknya kita melihat satu per satu pasiennya dulu dari pada tidak bertindak sama sekali"Kata Reza yang disetujui oleh Friska , Abi, dan Sendy. Setelah mereka menemukanku yang tidak sadarkan diri diatas ranjang dan dengan luka luka di wajah serta di sekujur tubuh ku membuat Friska yang sejak tadi sudah khawatir semakin menangis tersedu sedu hingga kakinya melemas dan hanya bisa di tahan oleh Abi dan bersandar di badan abi sambil menangis menyembunyikan wajahnya, "Kenapa? kenapa ini bisa terjadi? di saat yang bersamaan pula? padahal kita sudah menyiapkan pesta ulang tahunnya yang terlambat itu di rumahnya dan justru ini yang terjadi?" kata Reza yang mengepal tangannya berjalan mendekatiku dan menggenggam erat tanganku sambil meneteskan air matanya. Sendy yang mengerti dengan situasi mengajak Abi dan clara pergi "Abi kita bawa Clara dulu buat nenangin dirinya dulu" kata Sendy sambil membawa Abi dan Clara beranjak pergi meninggalkan ruang gawat darurat saat itu juga


"Elizabeth maafkan aku, aku lagi lagi tidak bisa melindungi mu untuk pergi dari ku tapi ku mohon jangan pergi ell" kata reza sedih kepalanya menunduk dan menangis


Dan tak lama kemudian ada suara telfon yang berdering keras di ruang gawat darurat


Kring....kring...kring...


"Halo ruang gawat darurat Rs Hayyen group dengan siapa saya berbicara?"kata perawat yang mengangkat telfon itu


"Hey!!! bagaimana bisa kalian bilang bekerja dengan membawa nama keluarga Hayyen Lim jika suara ku dan bahkan pewaris keluarga Hayyen Lim saja kalian tidak tahu?" teriak seseorang dari telfon itu yang suaranya sangat mirip dengan suara ibuku


" Apa ini nyonya besar Hayyen? ada yang bisa saya bantu nyonya?" kata perawat itu ketakutan


sebelum perawat itu berbicara seorang dokter yang merupakan wakil direktur rumah sakit itu mengangkatnya


"Nyoya besar maafkan saya ini kesalahan kami, sekali lagi maafkan kami saya akan berusaha untuk mencari di ranjang mana nona muda berbaring" kata wakil direktur itu


"Tidak perlu!!" bentak seorang wanita yang suaranya sama persis dengan suara yang ada di telfon tadi


Karena sadar telfonnya telah dimatikan wakil direktur itu kemudian menyimpan kembali telfon itu dan berbalik arah yang seketika kaget melihat Wanita yang tadinya ia sebut sebagai Nyonya Besar di telfon berdiri dengan penuh kharisma berdiri tegak di hadapannya dan dengan di ikuti oleh pengawal serta beberapa dokter profesional di berbagai penjuru dunia


"Berani sekali kalian semua!! aku disini dan tidak ada satupun diantara kalian yang menyambutku? dan lagi, putriku yang sedang kritis kalian malah membiarkannya berbaring di ruangan yang penuh dengan pasien lainnya ini??" teriak ibuku yang membuat Reza berdiri penasaran untuk melihat siapa yang datang, sesangakn dokter dan perawat hanya bisa meminta maaf dan saat reza telah melihat wanita itu adalah ibuku, ibuku langsung mendekatinya dan bilang


"Nak Reza, kamu juga disini? siapa yang sakit?" Kata ibuku


"Tante... yang saya jenguk disini itu adalah elizabeth tante, putri tante" kata reza sambil menangis

__ADS_1


"Apa? kamu tau di ranjang mana Ellizabeth?" tanya ibuku penuh dengan khawatir


"Lewat sini tante" kata reza sambil menujukkan arah dan berjalan bersama ibuku menuju ranjangku, setelah ibu melihat kondisi ku yang seperti itu beliau langsung menangis dan memelukku erat


"Apa yang kalian lihat? cepat bawa nona muda ke kamar VVIP!!"ucap ibuku dengan penuh kemarahan yang membuat dokter yang di bawanya tadi segera membawaku ke ruangan VVIP itu


"Tante tolong jangan terlalu marah seperti ini semua orang akan melihat tante seperti ini dan salah paham" ucap Reza sambil mencoba menenangkan ibuku


"Baiklah nak reza, kalau begitu tante akan naik ke atas untuk ke kamarnya Elizabeth kamu sudah bisa pulang sekarang, tante tau kamu khawatir tapi ini masih tetap urusan keluarga kami" kata ibuku sambil meninggalkan Reza dan memasuki lift bersamaku


Reza kemudian sadar bahwa dia bukan siapa siapa, dan akhirnya pergi dari rumah sakit


Aku memang akan selamanya tidak berarti bagimu ell


Kamu hanya bisa menderita jika denganku


Bahkan untuk menjadi temanmu pun mungkin aku tidak pantas


Juga, kamu terlalu tinggi untuk ku gapai


Aku hanya khawatir tentangmu tapi kenapa ini


semua bisa terjadi?


Batin Reza


*******************************************************


Hehehe nggak terasa ternyata udah bersambung aja yah guys😅


Jangan lupa follow instagramku @s.lhiya


Terima kasih teman teman atas dukungan kalian😇

__ADS_1


aku harap kalau kalian sekiranya vote dan like, agar aku semakin bersemangat untuk melanjutkan ceritanya


__ADS_2