
Tak lama setelah itu Reza hanya bisa berdiam diri memandangiku dengan terheran, sedangkan Abi beserta Dokter sudah tiba diruangan
"Dokter tolong periksa Elizabeth, kenapa dia seperti itu?"Kata Reza
"Jangan bercanda dong Ell"Bujuk Abi
"Kalian siapa?"Tanyaku
Dokter kemudian merasakan ada hal yang aneh dan mendekat untuk memeriksa keadaanku
"Putriku, seperti waktu di ruang CT kepalamu tidak menujukkan apa apa, begitu juga dengan waktu di dalam ruangan operasi tapi kenapa?"Tanya Ayh dan Ibuku yang entah datang dari mana dan memelukku karena cemas mendengar telfon dari Abi tadi
"Kalian siapa? ada urusan apa denganku? kenapa memelukku begini?"Tanyaku
"Elizabeth, ini ibu mu nak kenapa kau mengatakan itu? tidak kah kau ingat dengan wanita yang melahirkanmu ini?""Tanya ibuku
"Tolong jangan ganggu saya, kalau ada urusan lain tolong dibicarakan setelah saya keluar dari sini"Kataku
Ibuku yang hatinya begitu ter iris mendengar ucapan itu daei putrinya satu satunya mendadak meledak
"Dokter, bukankah saya pernah bilang kalau sesuatu terjadi pada operasi putri kami. Kalian semua akan dalam masalah besar?? Lalu kenapa putri ku bahkan tidak bisa mengenali kami, dan apa pula bahasanya yang tidak sopan itu? apa kalian memberikan racun kepada putriku?"Teriak ibuku yang sangat emosi
"Saya curiga Nona muda sedang amnesia dikarenakan tubuhnya masih syok atas kejadian itu"Kata Dokter itu
"Ah!!!"....
__ADS_1
Teriakku kesakitan sambil memegang dan meremas kepalaku erat erat
"Kenapa nona muda?" Tanya para dokter
"Ell, kamu kenapa ell?" Tanya Reza yang panik sambil memegangku
"Elizabeth!!"Teriak ibuku yang mau berlari ke arahku namun di hentikan dnegan pelukan papa yang mencoba memenangkannya
"Hayyen, Putri kita huhuhu dia kenapa?" Tanya ibuku dengan tangis dan memukul dada papa untuk melampiaskannya
"Sakit sekali!!!"Teriakku
"Ah!!! jangan mendekat, jangan dekati aku kalau tidak aku akan pakai kekerasan" ancamku sambil mengambil pisau disebelahku yang digunakan Abi untuk mengupas buah dari parsel tadi
"Tenanglah nona muda, kami hanya mau membantu"Kata dokter itu
Srekkkk!!
Pisau itu menggores tepat pada arteri dileherku dan membuat pembuluh darahnya terpotong dan....
Bruk!!!
Seketika aku yang pingsan ke lantai itu membuat semua orang panik
"Elizabeth!!!"Teriak Mama, Papa, Reza,dan Abi sementara para dokter itu berteriak "Nona Muda!!"
__ADS_1
Ruangan seketika menjadi hening selama beberapa detik, namun kembali menegang karena mama datang memelukku dengan tangisannya dan mencoba memegang leherku agar darahnya berhenti keluar, tapi itu sia sia karena dia sangat takut. Akhirnya Reza yang maju dan menahan darahku lalu mengangkatku ke kasur dan berteriak
"Elizabeth bertahanlah, kalian para dokter tidakkah melakukan sesuatu?"Reza yang emosi karena para dokter itu tidak ada tang bergerak
"Tuan muda, begini
Dokter ahli saraf semuanya sedang tidak ada didalam negeri karena ada perang dinegara X sehingga para medis dan PBB berangkat ke sana
"Jadi maksud mu putriku hanya perlu ku lihat seperti ini dan tidak akan selamat???"Teriak ibukku panik
"Bagaimana ini tante, om? sepertinya kita harus membawa Elizabeth ke negara lain
Namun melihat kondisinya saat ini, bahkan memakai pesawat pribadipun tidak akan sempat sampai waktu"Tanya Abi yang membuat Reza semakin gelisah ditambah lagi darah yang terus saja muncrat
Elizabeth, ku mohon bertahanlah
Jangan menyerah! dan tetap kuatlah
*******************************************************
Hehehe nggak terasa ternyata udah bersambung aja yah guys😅
Jangan lupa follow instagramku @s.lhiya
Terima kasih teman teman atas dukungan kalian😇
__ADS_1
aku harap kalau kalian sekiranya vote dan like, agar aku semakin bersemangat untuk melanjutkan ceritanya