Pewaris Tunggal Keluarga Hayyen Lim 1

Pewaris Tunggal Keluarga Hayyen Lim 1
Boyfriend


__ADS_3

Semenit sudah berlalu, semua dokter berusaha untuk menelfon dan mencari bantuan dari para medis ahli saraf papa juga terlihat sibuk menelfon dan memerintah sekertaris mencari tim medis, mama hanya bisa menangis namun tidak berani mendekatiku begitupun dengan Abi, sedangkan Reza yang dari tadi masih menahan darah itu keluar bercucuran dari tubuhku juga ikut meneteskan air mata


"Ell, jangan pergi ku mohon


kenapa kau melakukan ini? kalau kalau memang lupa pada ku, jangan sampai membahayakan dirimu sendiri" Kata Reza yang setengah gelisah dan setengah lagi khawatir


Brakk!!!


Suara pintu dibuka dengan keras namun tidak dibanting


"Ya ampun nak Elizabeth kenapa kau bisa seperti ini? " tanya mama Reza sambil mendekatiku namun ditahan oleh mama


"Nadia, bagaimana ini? putri ku Nad"Kata mama menangis sambil memegang tangan tante Nadia mama Reza yang merupakan Sahabat di kampusnya dulu


"Jangan khawatir Ren, bentar lagi papanya Reza datang bareng tim medis ahli saraf kamu tenang aja bagaimanapun ponakanku harus baik-baik saja"Kata Tante Nadia


"Terima kasih banyak Nad, kau dan Lukman sudah banyak membantuku"Kata papa


"Tidak masalah lagipula papanya Reza juga temanmu kan dari kecil, aku juga sahabatnya Rena itu artinya kita keluarga dan sekarang anak-anak kita bahkan ikut berteman jadi tidak ada salahnya menolong"Ucap mama Reza


Tidak lama kemudian Dokter kemudian datang dan mengecek keadaanku


"Tuan dan Nyonya sepertinya Nona Muda, harus melakukan operasi"Kata Dokter

__ADS_1


"Apa dokter? Operasi lagi? "Kata mama syok dan sampai jatuh pingsan dibuatnya


"Ren, kamu nggak papa?"Ucap tante Nadia khawatir


"Ma, mama bangun ma"Kata Papa


"Begini saja tuan, silahkan bawa nyonya ke kamar sebelah lebih dulu dan mengenai operasinya..." ucap dokter itu sambil bertanya


"Saya setuju dengan operasinya dok, tapi dengan kepastian kesembuhan putri saya itu melebihi seharusnya"Ucap papa tegas namun itu karena beliau khawatir


"Iya pak saya akan usahakan"Ucap dokter


Dan setelah itu mama dibawa ke kamar sebelah untuk dirawat, aku dibawa ke ruang operasi sedangkan Reza hanya bisa menungguku di luar pintu operasi


3 hari yang lalu aku sadar dari komaku, namun tetap tidak mengingat apapun dan siapapun


Hanya saja kehadiran Reza yang selalu disisiku membuatku jadi mulai akrab dengannya, mama dan papa memanfaatkan situasi ini untuk ku agar bisa bertunangan dengan reza dan akhirnya Reza setuju


Reza bilang padaku kalau kami ini sedang berpacaran, dan setelah keluar dari rumah sakit kami akan tunangan. Tentu saja keluarga Reza setuju karena kami semua sudah seperti keluarga, dan itu juga bisa menguntungkan keluarga Kadelly yang berada di urutan ketiga dan bisa saja naik menjadi urutan kedua di 5 keluarga besar


"Hari ini kamu sudah bisa keluar loh sayang, gimana perasaannya udah baikan?"Tanya Reza dengan lembut sambil mengelus rambutku


"Udah baikan kok, kamu janji yah temenin aku pulang ke rumah nanti?"Tanyaku

__ADS_1


"Hmmm gimana yah? aku agak sibuk sih"Goda Reza


"Reza mah!! "Ucapku dnegan sedikit nada merajuk


"Iya iya deh, kalau lawan sama kamu au udah pasti kalah "Kata Reza sambil senyum lebar


"Oh iya, nanti siang kita pergi beli cincin yuk "Ajak Reza


"Sayang, kan acaranya masih ada 3 hari lagi berarti masih bisa besok kan? hari ini aku mau jalan jalan bareng kamu"Bujukku


"Kita beli cincin sekalian jalan gimana?"Tanya Reza


"Hmm.. okey deh kalau gitu"Ucapku bahagia


*******************************************************


Hehehe nggak terasa ternyata udah bersambung aja yah guys😅


Jangan lupa follow instagramku @s.lhiya


Terima kasih teman teman atas dukungan kalian😇


aku harap kalau kalian sekiranya vote dan like, agar aku semakin bersemangat untuk melanjutkan ceritanya

__ADS_1


__ADS_2