
Setelah sampai di dalam kelas suasananya berubah, yang tadi semua orang bising bising dan terheran memandangiku justru di dalam kelas ini menjadi sangat membatu
"situasi macam apa ini? tidak sopan sekali, kepala sekolah datang dan mereka hanya diam" batinku
Entah apa saja yang orang orang ini lihat dari diriku sehingga aku merasa seperti menjadi pusat perhatian.
"Baiklah anak anak kenalkan ini siswa baru di sekolah ini dan dia akan bergabung di kelas ini"
ucap pak kepala sekolah, yang memecah situasi membatu tadi
"Pak siapa namanya" kata salah satu siswa yang di seragamnya itu tertera nama Sanjaya Dimas
"Namanya Elizabeth Safha Hayyen Lim" Tutur pak kepala sekolah
"Hayyen lim? jadi dia pewaris tunggal Hayyen Lim yang kemarin baru saja kembali dari luar negeri itu?" Sambut seorang siswi yang parasnya tidaklah begitu cantik dan tertera namanya Friska Amanda Giyeffa
"Jadi anda ini adalah anak bungsu dari keluarga Giyeffa dan pewaris terakhir di Giyeffa Group?" tanyaku kepada siswi tadi
"Iya benar, kamu tau dari mana? oh iya aku tau itu pasti karena aku terkenal kan"jawab Friska
"Tentu saja di dunia ini, semua pewaris bahkan Sampai cucu dari para pesaing di dunia bisnis sekalipun mana mungkin aku bisa tidak tau itu, lantas sekolahku tinggi tinggi untuk apa nona?" sambungku yang membuatnya seketika diam karena malu
"Untuk masalah itu memang siswi baru kita ini adalah pewaris tunggal dari keluarga Hayyen Lim, tapi bapaj sarankan kelas lain sampai tidak boleh tahu itu karena in iperintah langsung dari kekuarga besar Hayyen Lim
"Baik pak"kata semua siswa di kelas khusus yang dingin akan AC dan siswa yang jumlahnya dibatasi persetiap ruangannya tersebut
"Elizahebt kamu bisa duduk di dekat kursi yang kosong itu"Ucap kepala sekolah
Dengan langkah demi langkah ku ambil namun mereka tetap saja masih memandangiku, seolah olah ingin mengatakan sesuatu tapi tidak berani bahkan setelah mereka tahu kalau aku berasal dari keluarga Hayyen Lim. Mereka justru semakin membatu
Setelah Aku mengambil tempat duduk yang berada tepat di samping jendela itu, tidak lama kemudian pelajaran dimulai dan setiap guru yang masuk selalu memperhatikanku dengan terkadang memberiku pertanyaan kecil yang menurutku itu adalah basa basi. Awalnya ku fikir itu wajar saja mungkin sebagai siswi baru namun setelah jam istirahat tiba. Salah seorang siswi mendekatiku dengan bertanya
"Apa kau sungguh berasal dari keluarga paling kaya seasia dan urutan ke 2 sebagai kelurga terkaya di eropa itu? " kata nya
"Kenapa? apa anda tidak percaya nona?" jawabku santai
"Tidak, hanya saja lencana itu.." kata siswi itu sambil melihat ke arah lencana yang ada di baju seragamku itu
__ADS_1
"Kenapa? apa anda penasaran bagimana sata mendapatkannya? karena yang saya lihat lencana kita beda, dan katanya lencana ku ini sangat langka. Kalau anda nona, ingin tau maka saya akan beritahu asalkan"ucapku
"Asalakan apa?..." Tanyanya penasaran
"Beritahu pada saya kenapa semua orang menatap padaku?" jawabku
"Mudah saja, itu karena kau siswa baru, dan karena lencana itu" sambil menunjuk lencanaku
"Memangnya ada apa dengan benda kecil ini?" tanyaku lagi
"Itu merupakan lambang sekolah, yang berarti siswi dna siswa manapun yang memakainya lebih spesial bahkan daei siswa yang ada di kelas spesial sekalipun. Dan parahnya lagi lencana itu hanya ada 10 di dunia ini"
"What the?ternyata hanya untuk sudut politik saja rupanya. Aku justru memiliki ini 6 dirumah dan dengan ini semua totalnya ada 7" sambung ku santai
"Jadi sisanya itu mungkin ada di 3POI, wahh hebat yah kamu" jawabnya
"Tunggu siapa dan apa lagi itu 3POI? Dan dari tadi anda juga belum memberitahu saya nama nona" kataku
"Oh iya namaku Clara Fanisha Wijaya panggil saja Clara, dan juga mengenai 3POI mungkin kamu tidak tau karena kelamaan di luar negeri. Btw kamu daei tadi manggil aku anda dan nona kenapa emangnya?" kata Clara
"Oh hai Nona clara, mungkin saja saya tidak tau itu. Itu karena di keluarga saya, saya sejak dini sudah di ajarakan untuk sopan terhadap siapa saja yang baru pertama kali saya temui, dan juga kita tidak begitu akrab bukan" cetusku
"Oh seperti itu rupanya, Bye the Way miss clara can you help me please?" ( btw nona Clara bisa tolong saya? ) ucapku
"Of course, anything you want" ( tentu saja, apapun yang kau mau ) sahut clara
"Tolong Antar dan temani saya untuk mendaftarkan sidik jari saya"
"Baiklah"sahutnya
Setelah kami mendaftarkan sidik jariku, dan berjalan ingin kembali ke kelas setelah dari perpustakaan ku kemudian ditabrak oleh seseorang yang membawa ransel hitam di bahu sebelah kananya, yang kemudian satu tali tasnya tidak ia pasangkan di bahu sebalahnya lagi
"Maaf saya tidak sengaja menabrak anda tuan" kataku sambil tunduk memungut buku buku yang tadi baru saja ku pinjam. Yang walaupun di rumah bukuku sudah banyam
"Tidak apa apa maafkan saya juga yang tidak sengaja " kata sang pria yang tadi
Sesaat setelah ku angkat kepalaku kembali ke atas aku melihat di seragamnya tertulis namanya yaitu Sendy Praja Wisma Kusuma. Entah karena tanganku licin bukunya ada yang ku jatuhkan dan tidak sengaja kaki ku yang ingin melangkah ke depan justru terkilir oleh bukunya
Syuts....
"Ahh.. aw..." kataku lirih
__ADS_1
dan dengan secepat kilat Sendy menahanku agar tidak jatuh. Keadaan berubah yang tadi sepi membatu justru menjadi sangat gugup dan canggung, kami saling menatap dan tatapannya semakin lama semakin mendalam hingga aku tersadar
"Maaf tuan saya tidak sengaja, serta terima kasih atas keramah tamahan tuan dalam menolong saya" kataku
"Tidak masalah nona, lagipula saya juga yang lebih dulu menabrak anda. Apa kaki anda tidak apa apa? bisa berjalan?" ucap Sendy
"Terima kasih, jangan sungkan kepada saya karena insiden itu. Ini hanya sedikit terkilir saja sebentar lagi juga akan sembuh, maafkan saya telah menganggu hari anda tuan saya pamit" ucapku dengan penuh rasa hormat
setelah aku mengambil langkah ketiga ku menjauh dari tuan tadi, dia tiba tiba memanggilku
"Nona, bolehkah saya tau nama nona?" ucapnya yang membuatku lantas berbalik arah melihatnya
"Nama saya Elizabeth tuan" kataku
"Nama yang indah, kenalkan nama saya Sendy Praja Wisma Kusuma. Panggil saja saya Sendy" ucap pria yang sedang tersenyum itu
"Sendy? nama yang singkat namun elegan, baiklah tuan Sendy salam kenal dari saya"
"Bisakah saya memilki nomor anda nona? karena saya lihat anda suka membaca, mungkin bila ada kiranya waktu saya yang senggang bisa menemani anda membeli buku di toko buku" ucap Sendy yang sedikit berani meminta nomor telfon di hari pertama bertemu
"Maafkan kelancangan saya tuan, saya sedang sibuk dan juga baru tiba dari luar negeri kemarin. Lantas saya belum membuat kartu telfon indonesia" kataku menolak dengan sopan, walaupun itu adalah kenyataan
Aku berlalu melewati pria Bernama Sendy itu dan kembali di kelas
Ada apa dengan nona barusan?
mengapa saya merasa bahagia dan tenang berbicara dengannya?
Dan apa pula yang meminta nomor? apa saya pria yang bisa selancang itu kepada nona yang sopan tadi?
hmmm... sebenarnya saya ini kenapa?
Batin Sendy
*******************************************************
Hehehe nggak terasa ternyata udah bersambung aja yah guys😅
Terima kasih teman teman atas dukungan kalian😇
aku harap kalau kalian sekiranya vote dan like, agar aku semakin bersemangat untuk melanjutkan ceritanya
__ADS_1