
Di sekolah sepanjang hari semua siswa dan siswi teman se angkatan baik dari kelas spesial, maupun kelas dengan kuota ekonomi sibuk membicarakan tentang kebenaran dari kabar acara pertunanganku dengan Reza
Mereka sepertinya tidak percaya kenapa bisa begitu, karena mereka pikir aku dan reza belum lama saja kenal dan berpasangan tiba tiba saja ingin bertunangan
"Ell, kamu gimana sama Reza? beneran pengen tunangan yah?"Tanya ketua kelas kami Rahmy Jawhen Hasan sepupu sedarah dari Sendy
"Ell, inget nggak kamu dulu aku selalu jodohin kamu sama Kak sendy tapi kamu malah nolak. Padahal kalau yang tunangan sama kamu itu Kak Sendy kan bisa kasih untung untuk keluarga juga, terutama keluarga Hasan dan keluarga kak Sendy sudah mengumumkan persatuannya dan memperluas kekuasaannya. Yah bisa dibilang kalau kamu tunangan sama kak Sendy nanti keluargamu bukan hanya bisa mendapatkan kerja sama dengan keluarga kak Sendy tapi juga dengan keluarga ku, keluarga Hasan" Celetus Rahmy begitu saja
"Kalaupun aku yang tunangan dengan sendy bukankah yang menopang perusahaan justru keluargaku yah? apa kamu lupa keluarga Hayyen jauh lebih di atas dari keluarga Hasan yang bahkan masuk ke dalam daftar 5 keluarga besar saja tidak jadi jangan coba memprovokasi ku dengan spesifikasi seperti itu lagi kedepannya"Kataku pada Rahmy sedikit tegas
Rahmy hanya mengretakkan giginya dan berlalu pergi meninggalkan aku dan clara di area parkiran itu
"Huh sombong sekali kau ini, padahal tidak tau apa apa"Kata Rahmy kesal
"Heh? apa yang Rahmy maksud clar? kok sepertinya ada sesuatu yang dia tau dari masa lalu ingatanku yang hilang itu apa kamu tau apa itu? kamu kan sahabatku"Tanyaku kebingungan pada Clara
"Sudah tidak usah peduli sama orang seperti dia"Kata Clara mencoba menenagkan ku
__ADS_1
"Hmm ya sudahlah" tiba tiba saja sesosok pria berbadan kekar dengan rambut hitam kecoklatan, matanya yang berwarna hitam pekat, dengan ransel yang dia bopong hanya menggunakan satu pundaknya saja serta parfum khasnya itu mendekatiku dan meraih tanganku
"Reza, ini masih di sekolah loh"Kata Clara menggoda Reza
"Biarin ble sirik aja lu clar"Kata Reza menggoda Clara kembali
Aku hanya bisa diam menyaksikan kekoyolan kedua orang itu di hadapanku
Tak... Tak...
"Ekhmmm...ekhmm.. maaf tuan dan nona nona sekalian bisa tidak saya meminjam nona Clara" Goda Abi yang entah datang dari mana
"Menurut kamu?"Jawab Abi serentak dengan Clara dan Friska yang baru saja datang
"Eh fris kamu kok tau mereka berdua dah jadian tapi nggak bilang ke aku?" Tanyaku
"Yah abis situ sendiri sibuk ama pacar nya " kata Friska mengejek
"Lah lu gimana? sendiri jomblo dong? hahaha"Reza tidak kuasa menahan tawanya mengerjai Friska seperti itu
"Enak aja, siapa bilang gua jomblo Sendy ikut bareng gua Kata si abi kita ber enam bakalan makan bareng dan jalan jalan, si Abi yang traktir sebagai Pajak jadiannya " Jawab Friska
__ADS_1
"Kamu juga jadian sama sendy?"Tanyaku
"Yah enggak lah.. Dia cuman nemenin gua doang hari ini, pacar gua lusa baru balik dari US jadi harus keluar bareng sendy hari ini"Jawab Friska pasrah
"Ya udah ayo jalan" Kata Sendy yang datang dengan mobilnya
"Dia bahkan tidak membunyikan klakson mobilnya dan langsung datang begitu saja sesaat namanya telah di sebut wahh tuan muda Sendy memang beda yah" Kata Clara menjahili Sendy
"Enak aja, gua bukan jalangkung bangke"Jawab Sendy kesal
Kami semua hanya bisa tertawa melihat wajah lucunya itu
*******************************************************
Hehehe nggak terasa ternyata udah bersambung aja yah guys😅
Jangan lupa follow instagramku @s.lhiya
Terima kasih teman teman atas dukungan kalian😇
aku harap kalau kalian sekiranya vote dan like, agar aku semakin bersemangat untuk melanjutkan ceritanya
__ADS_1