
Pagi hari dikediaman Elizabeth Hayyen
"Good Morning world... huaaammm mengantuk sekali sampai sampai pagi pagi langsung menguap, itu mungkin karena semalam aku langsung beristirahat dan tidak belajar dulu" gumamku dalam hati
Aku berjalan menuruni kasur empuk yang berukuran King Big Size yang ku tiduri semalam. Dan pergi berjalan menuju meja rias lalu perlahanmembuka salah satu lacinya, disana aku menemui beberapa perihasan yang ku beli dari hasil pelelangan yang harganya paling murah sekitar 150 juta namun bukan itu yang kucari di dalam laci melainkan untuk mencari sebuah ikat rambut dan mengikat rambutku. Setelah itu aku berlajan ke kamar mandi menggosok gigi di depan sebuah cermin di kamar mandi, lalu mencuci wajah dengan sabun wajah wanita yang akhir akhir ini sedang tren yaitu Bird Poop Face Soap yang mrupakan rintisan dari perawatan Bird Poop Facial yang mana adalah perawatan wajah Jepang yang diciptakan dan dilakukan oleh Geisha. Namun, saat ini tersedia di spa besar dan kelas tinggi yang terletak di New York, Amerika Serikat ayahku adalah teman sekaligus investor dari Geisha maka dari itu aku bisa mendapatkan produknya tanpa harus melakukan perawatannya . Harga produk perawatan wajah ini dihargai sebesar US$ 215 atau setara dengan Rp 2,89 juta atau sekitar Rp 13.462 per dolar Amerika Serikat.
Setelah mencuci wajahku aku langsung berendam dia bath up yang penuh dengan sabun beraroma lavender, tak lupa pula aku menyalakan lilin aromateraphy Bath and Body Works Eucalyptus Spearmint 3-Wick Candle disisi kanan dan kiri bath up milikku itu yang mana harga dari lilin tersebut adalah Rp 359.000,00 per satu buahnya, kira kira beginilah bentuk lilin tersebut 👇👇👇setelah mandi aku kemudian berganti pakaian dari handuk mandi menjadi seragam sekolah, yang entah mengapa disisi kiri baju itu aku diharuskan meletakkan sebuah pin disitu, pinnya berbentuk seperti lencana namun berwarna gold dan ada lambang sekolahnya disitu, sebelum memakai baju itu aku tadi sempat melihat steapler harganya masih tersimpan dengan harga sekitar 3 juta dengan roknya, Almamaternya seharga 10 juta, dan juga ayah sempat membelikanku sepatu sekolah dan tas sekolah. Yang mana tas itu adalah Stuart Weitzman Rita Hayworth Heels-Price Tag dengan harga sekitar $3.000.000.
****Author nggak bisa merupiahkan nominalnya jadi dinomilakan saja yah ðŸ¤****
Di depan rumah sudah tersedia mobil pribadi milikki yaitu Koenigsegg CCXR Trevita yang seperti kemarin, namun dengan warna yang berbeda. Bila kemarin berwarna Putih maka hari ini adalah warna silver, mobil itu pun berlalu melaju di tengah jalan ibu kota yang hari itu keadaan lalu lintas lumayan bebas dari macet. Di gerbang sekolah pintunya tertutup rapat, sampai security nya melihat seragam sekolah yang kukenakan adalah seragam dari sekolah tersebut dan akhirnya beliau membukakan gerbangnya, setelah memarkirkan mobilku. Salah satu penjaga sekolah menghampiriku dan melihat lencana di baju ku lalu ia mengantarkanku ke kantor kepala sekolah.
"Selamat pagi pak" Salam ku kepada kepala sekolah
__ADS_1
"Ouhh selamat pagi nak Elizabeth, selamat datang di sekolah kami. Bapak akan membimbingmu mulai dari sekarang" Jawab kepala sekolah senyum
"Baik pak"
"Elizabeth, dulu kau masih kecil dan sangat ramah ke semua orang kau bahkan berhasil membujuk Rifki untuk bermain dengan mu " kata pak kepala sekolah
"Itu karena dia sangat pendiam pak hahaha, kalau begitu bisakah saya masuk ke kelas sekarang pak?" Tanyaku
"Baiklah kau ikut bapak dan tunjukkan dimana kelas mu"
"Pak kenapa semuanya terbuat dari kaca?" tanyaku terheran
"Itu karena ini adalah kelas Kalangan biasa, dan kelas kalangan VIP ada di sebelah barat sekolah ini"Jawab kepala sekolah singkat
__ADS_1
"Apa sebenarnya yang dimaksud ayah dan kepala sekolah dengan Kalangan? aku sama sekali tidak mengerti" gumamku dalam hati setelah beberapa saat berjalan akhirnya kami berhenti di sebuah ruangan yang terbuat dari pintu kaca dilapisan luarnya dan di lapisan keduanya akan ada banyak ruangan yang tersedia namun dengan dinding batu.
"What? ruangan di dalam ruangan? ini juga bukan ruamah sakit, tapi kenapa harus sejauh ini sih kelasnya pak?" kataku sontak
"Hehehe lihat lah saja nanti nak Elizabeth" kata kepalas sekolah singkat lagi
"Sebelum kita melewati pintu kaca itu, kita harus menempelkan jari-jari kita di pintunya dan akan memindai sidik jari orang tersebut, lalu akan muncul nilai IQ mereka tertera disitu, karena kamu baru disini jadi lebih baik nanti melapor ke bagian kesiswaan untuk mendaftarkan sidik jarimu yah nak Elizabeth, karena jika tidak pintu ini tidak akan bisa kamu buka dan kamu tidak bisa memasuki kelas" terang pak kepala sekolah
"Baiklah pak"
*******************************************************
Hehehe nggak terasa ternyata udah bersambung aja yah guys😅
__ADS_1
Terima kasih teman teman atas dukungan kalian😇
aku harap kalau kalian sekiranya vote dan like, agar aku semakin bersemangat untuk melanjutkan ceritanya