
Tak lama kemudian bel pulang berbunyi, aku yang pulang bareng clara karena dia pengen kerja tugas kelompok bareng aku langsung ke parkiran
***Di parkiran***
"Elizabeth, aku mau ke toilet bentar yah" ucap Clara mengeluh
"Ada apa? apa anda sehat?" tanyaku
"Tidak Ell, aku hanya pengen buang air kecil doang, bentar yah!!" kata Clara sambil berlari ke arah sebuah ruangan
"Hmm baiklah, sepertinya saya harus menunggunya disini karena mungkin saya Clara tidak tahu mobil ku yang mana"
Saat ingin mencari tempat yang teduh aku berjalan menuju bangku didekat jendela lab, tapi tiba tiba saja
"Aw..."
Aku menabrak seseorang yang badannya sangat tinggi dan saat ku lihat wajahnya, dia menatapku dingin. Dia datang bersama satu temannya yang lain.
""Maafkan saya tuan, kiranya tuan bisa memaafkan saya karena ketidak sengajaan saya " kataku
"Apa? maaf? apa segitu gampangnya kamu mintay maaf? hohh di dunia ini kemanapun aku pergi pasti akan selalu saja ada yang cari alasan untuk mendekatiku "kata pria aneh itu sambil memegang rambutnya dan memperbaikinya
Tiba tiba saja...
Bukkk!!
"Elizabeth!!" teriakan clara membuatku sangat kaget apalagi saat itu suasananya sangat kacau, aku hanya memfokuskan diriku dengan apa yang dikatakan oleh laki laki aneh itu, karena sangking kagetnya aku sampai sampai hampir jatuh ke belakang tapi aku merasakan tangan hangat yang menahanku dari belakang agar tidak jatuh.. Dan ternyata orang itu adalah Sendy
"Tuan Sendy? Terima kasih atas pertolongannya" Ucapku sambil mencoba berdiri tegak kembali
"Tidak masalah nona Elizabeth" kata Sendy hangat
__ADS_1
Clara hanya bisa kaget dan meminta maaf
"Ell, maaf yah aku nggak sengaja" ucap Clara dengan sedih
"Sudahlah Nona Clara anda juga bukannya bermaksud" ucapku sambil menghibur Clara
"Tuan tuan, jika sudah tidak ada lagi yang ingin anda katakan kepada saya tolong berikan jalan kepada saya"ucapku kepada 3 pria di depan ku itu dan langsung saja masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan mereka
"Siapa dia? aku baru kali ini melihatnya" kata Abi Praya Jhonson
"Dia... Namanya Elizabeth, hari ini adalah hari pertamanya bersekolah disini yahh seperi itulah yang ku dengar dari teman sekelasnya" Jawab Sendy
"Elizabeth? dari keluarga mana dia?" Sahut Reza Kadelly
"Yoo ma men lu nggak pernah bahas tentang cewek dihadapan kita sebelumnya, ada apa lu Rez? kita udah dari kecil kenal dan lu nggak boleh simpan rahasia lo yah " sahut Abi mencairkan suasana
"Hmptt.. yang benar saja, gua cuman pengen ngasih pelajaran ke keluarganya doang. Berani sekali dia menantang kita 3 keluarga besar? tunggu saja kau Nona Elizabeth" pekik Reza
"Iya, kemarin gua juga udah nungguin dia di bandara tapi sama sekali nggak lihat dia justru cuman ketemu dengan seorang cewek yang lagi pingsan " ucap Reza
"Ahahaa sial banget lu bro" Abi hanya bisa tertawa saja menertawai Reza yang mencari teman main masa kecilnya sekaligus cinta pertamanya itu di seluruh bandar kemarin tapi justru tidak menemukannya
Sebenarnya Abi, Sendy, Dan Reza pertama kali bertemu dengan Safha yaitu ketiak mereka masih berusia 7 tahun. Saat itu Safha sedang duduk termenung di sebuah bangku taman dengan sebuah kertas kecil yang ia pegang, Abi dan Reza Kebetulan saja lewat situ karena sedang bermain petak umpet dengan Sendy dan tinggal Sendy saja yang belum ketemu.
Melihat Safha yang begitu sedih Reza mendekatinya dan berkata
"Kau kenapa? apa yang membuatmu begitu sedih?"tanyanya
__ADS_1
"Tuan, apakah tuan pernah dibenci oleh teman sekelas tuan sendiri?" kata safha sambil tersedu sedu
"Tentu saja tidak "kata Abi kecoplosan
"Dasar kau Abi, tidak kah kau lihat dai semakin menangis?" bisik Reza kesal kepada Abi
"Sudahlah nona tidak usah menangis, maukah kau main dengan kami?" sahut Reza
"Apa aku tidak akan menggangu kalian nantinya?" kata Safha ragu
"Tidak akan " Kata Reza dan abi berbarengan
Setelah hari itu Reza, Safha, Abi, dan Sendy main bersama setiap harinya tanpa mereka tahu siapa Safha sebenarnya dan dari keluarga mana kah dia. Selama waktu itu berlalu Reza juga mulai dan semakin jatuh cinta kepada Safha, sampai akhirnya saat usia mereka 11 tahun mereka semua harus berpisah karena Safha bilang dia harus melanjutkan studynya diluar negeri. Dan setelah itu mereka tidaķ pernah bertemu lagi, Safha hanya mengatakan dia baru akan bisa kembali ke indonesia seminggu sebelum ulang tahunnya yang ke 18 tahun
Aku hanya bisa menggunakan separuh namaku saja
Aku tidak akan berani menggunaakan
Nama Elizabeth Safha Hayyen Lim lagi, itu akan membuat temanku menjauhi ku dan menyakitiku lagi
Mulai saat ini aku bukan lagi Elizabeth tapi Safha Nama Hayyen Lim hanya melekat saja dan itu bukan aku
Ucap anak kecil itu di dalam batinnya
*******************************************************
Hehehe nggak terasa ternyata udah bersambung aja yah guys😅
Terima kasih teman teman atas dukungan kalian😇
aku harap kalau kalian sekiranya vote dan like, agar aku semakin bersemangat untuk melanjutkan ceritanya
__ADS_1