Pilihan Hidupku

Pilihan Hidupku
1


__ADS_3

Perkenalkan namaku ria,lebih tepatnya ria putri sukma.Tapi teman temanku biasa manggil aku rian,katanya karena kelakuanku mirip cowok daripada cewek.Pada dasarnya aku cewek tapi kelakuanku rada tomboi (pada dasarnya naluriku tetap cewek).


Rambutku pendek,badanku pun nggak berlekuk seperti cewek lain,lebih tepatnya mirip penggaris daripada mirip biola.Penampilanku lebih mengarah ke cowok,kalau teman teman nggak percaya silahkan cek lemari ku.Nggak ada namanya rok sama dress,kecuali rok sekolahku.


Walaupun aku rada tomboi,tapi aku normal masih suka yang namanya cowok.Ada seorang cowok dari kelas sebelah namanya Felix.Tapi kesan pertama malah aku ajak berantem tu cowok.


Yan,lo udah buat pr fisika belum?"ucap Tika teman sebangku aku saat masuk kelas.


Waduh,gue kelupaan!


Udah belum?kalau belum cepat keluarin bukunya?"Tika buru buru sehingga mendesak aku untuk memgeluarkan bukuku.


"Yah,ka.gimana dong?gue lupa banget nih!"mendadak wajah ku pucat,maklum aja guru fisika ini yang paling killer diantara guru lainnya


Hayo,rasain deh lo kena hukum!Bersihin wc!Mana prnya banyak lagi"Tika menakuti aku.


"kayaknya lo juga belum buat"aku terkekeh saat melihat Tika masih megang pena.Dimejanya buku yang terbuka masih putih bersih nggak ada tulisan.


Tika tersenyum sinis"udah dong.Tapi tinggal satu nomor lagi.Nih liat"Tika pamer memperlihatkan bukunya.Ini anak emang jadi saingan aku dalam hal contek mencontek.


Aku panik.Tanpa bicara,langsung kurebut buku pr milik tika.Aku salin secepatnya,untung nggak sampai 10 lembar.Cuma dua lembar.SiRian yang gesit ini bakal mampu nyalin secepat kilat.Yang pasti sebelum bu Tina masuk,pr aku bakalan selesai.


sekitar 15 menit kemudian.


Teeet!Teeet!Teet!Bel berbunyi.


"Oi,udah belum,yan?gue juga mau nyalin jawaban Caca nih.Cepetan!Nggak nyampe lima menit lagi,bu Tina bakalan masuk",Tika mendesak.


"Bentar lagi,bentar lagi."aku semakin bernafsu mencontek pr.


"Waduh!Tuh batang hidungnya bu Tina udah keliatan".Tika memekik.


"lo jangan nakut nakutin gue,Ka.Emang gue nggak tahu,bu Tina masuk pas menit kelima dari bel.Nah,akhirnya selesai juga nih pr",aku puas dan sedikit berlega hati.


"Busyet!Cepat banget lo"Tika menatap buku pr aku seolah tak percaya aku bisa menyalin pr secepat itu.


"Namanya juga RI-AN",aku memukul dada,sok bangga.


Tika langsung nyalin satu nomor dari buku pr milik caca,begitu juga dengan aku.


Bu Ima guru mungkin guru piket hari ini,masuk kekelas aku.Wah,alamat nggak ada guru nih.Asyik!


"Anak anak,buk Tina hari ini tidak bisa masuk karena lagi ada urusan.Kalian kerjakan soal daei halaman 24 sampai halaman 26 buku fisika ya?Jangan lupa,nanti ketua kelas kumpulkan tugas ini diatas meja bu Tina .Kata bu Tina tugas hari ini bakal dinilai.Jangan ribut ya!"perintah bu Ima dengan senyum khasnya.


Asyiiik!Hoki benar hari ini.Tapi,sama saja sih.Aku harus mengerjakan soal secepatnya.Kalo nggak selesai,waduh,jangan harap bakal selamat pada pertemuan berikutnya.


Tok!Tok!Tok!


"yan!yan!si Felix ,yan!"Tima mengguncang bahuku,terang aja aku kaget.


Mau ngapain tuh anak?Pasti mau pinjam sapu atau spidol nih.Maklum aja, kelas sebelah memang nggak modal.Sebenarnya bukan nggak modal,hanya barang yang baru dibeli pasti hilang.Siapa lagi pencurinya kalau bukan anak kelasku.


"Permisi!Ketua kelasnya ada nggak?"tanya Felix dari pintu.


"RIAAANN!lo dipanggil tuh sama pangeran"panggil dewi sambil senyum senyum.Dewi memang naksir sama Felix,tapi menurut ku dia terlalu berlebihan.Namanya juga tante tante girang,sori!Bercanda!


Dengan gaya anggun,aku menghampirinya.Malu dong kalau tomboi di depannya.mumpung ada kesempatan,nggak ada salahnya mengubah diri jadi anggun.


"Ada apa ya?"Kalau soal suara,nggak bakal aku ubah.Emang udah dari sana suaraku merdu kayak bidadari.He...he...he......


"Gue boleh pinjam sapu kelasmu nggak?"tanya Felix dengan santai.


"Boleh aja.Tunggu sebentar ya ?"aku langsung ambil sapu di sudut kelas."Nih".


Felix diam sejenak,kemudian dia melihat sapu yang kuberi sambil mengamatinya."kok mirip sama sapu yang kubeli dua hari lalu?"


Mukaku langsung merah.Malu!Pasti salah satu anak kelasku mencuri lagi dari kelas sebelah."Ah masa sih?"


"Tuh kan,ini ada tandanya!"tunjuk Felix.


"Dari dulu aku curiga,barang barang kelasku sering hilang,jangan jangan dicuri sama...."Felix menatap dengan tatapan sinis.


"Ooo...jadi kamu nuduh gue?"aku tersinggung.


Walaupun aku suka dia,tapi aku tidak terima disalahin gitu.


"Gue nggak nuduh lo kok.Siapa tahu salah seorang anak buah lo,"ucap Felix tajam.


Aku diam.


"Sebagai ketua kelas,mestinya lo yang bertanggung jawab."Felix semakin sinis.


"Loh?Maksudnya apa ?"aku benar benar tidak terima dengan tuduhan Felix barusan.


"Gue nggak maksud apa apa,cuma pengen negur lo sebagai ketua kelas disini,"ucap Felix dengan nada mengejek.


Anak ini maunya apa sih?bikinku naik darah aja.


"kok diam?ngaku salah nggak?Atau jangan jangan kamu yang nyuruh anak buah mu untuk...,Felix tidak melanjutkan perkataannya.Mungkin dia menunggu reaksi ku untuk mengakui segalanya.Padahal aku nggak pernah nyuruh siapapun tuk mencuri.


"Jadi,lo nantangin gue  ya?Sana gih!Nih makan sapu itu!KELUAR!!!Aku illfiel banget sama Felix!cih apa bagusnya sih si Felix?


Ada beberapa anak yang melihatku dengan muka bersalah.Mungkin mereka yang mencuri.Tapi sebagai ketua kelas aku nggak bakalan marahin mereka.mereka nggak salah,yang salah Felix,siketua kelas sebelah.Kenapa nggak digembok sekalian.


Saudara saudara,kita baru saja dituduh mencuri barang kelas sebelah.sebagai kepala suku disini,aku tersinggung.Walaupun kenyataan emang benar kita yang mencuri.Yaudah sekarang kita nggak perlu mencuri lagi,mulai minggu depan semuanya harus bayar uang kas!"sebuah keputusan yang mengegerkan kelas.


"Yah...jangan dong!"anak anak memelas.Tapi sebagai ketua kelas aku harus ambil keputusan.


Seminggu cuma dua ribu kok.Daripada kita nanti dilaporin ke kepsek kalau kita mencuri dikelas sebelah.Hayo pilih mana?aku bertanya pada anak anak,mudah mudahan mereka mengerti.


Dengan pasrah akhirnya anak anak menerima keputusanku.Mungkin mereka sadar kalau mencuri itu tidak baik.


Saat istirahat tiba,aku and the gank keluar kelas mau jajan.kami berempat kompak banget dari masuk sekolah ini.


Duduk disitu yuk?"ajak Caca menunjuk sebuah bangku kosong.


"Nggak ah.Banyak kakak kelas dua.Gue takut kita kena labrak lagi kayak waktu semester satu.


"Tenang aja!Ntar gue tonjok kakak kelas yang berani ngelabrak kita."aku berkata dengan bangga.


"Gitu aja takut!Mereka nggak bakal berani ngelabrak kita lagi deh.Mereka bisa babak belur dihajar sama Rian kita,atau ntar kubilang sama kakak gue.kalian masih ingat kan waktu gank kakakku ngelabrak mereka gara gara kemarenya melabrak kita?"Tika sok berani.Dengan modal kakak Tika sekarang kami tidak takut pada kakak kelas.


Akhirnya,kami duduk juga didekat rombongan kakak kelas dua.Kayaknya mereka udah nggak peduku lagi dengan kami.Kami memesan nasi goreng empat sama minumnya teh kotak.


"Eh,gue mau berhenti suka sama siFelix.Males banget sama orangnya.Tampang aja yang ganteng tapi hati...."ucapku tak karuan.


"Gara gara tadi ya?"ucap Tika.


"Iya.Sialan banget tu anak,sok suci!"ucapku makin marah.


"Sabar...sabar....Yaudah,mendingan lo lupain aja dia.Masih banyak yang lebih ganteng dan pintar daripada si Felix.Eh,tuh pesanan kita udah datang.


Setelah itu kami tidak membahas masalah Felix lagi sampai pulang dari sekolah.


Sesampainya dirumah,aku langsung cuci tangan,cuci kaki,terus ganti baju.Tidur deh.


Kring!kring!hp bergambar apel berbunyi.Siapa sih yang nelpon siang bolong begini?gangu orang tidur aja.


"halo.Siapa nih?"

__ADS_1


"Ini gue Tika?"suara Tika terdengar ngos ngosan.


"Kenapa ka?"aku masih setengah tidur.


"Lo tadi dicariin sama kak Herman.Kayaknya dia mau nembak lo deh.Lo langsung pulang aja tadi"kata Tika.


"Iyalah.Gue ngantuk banget tadi.Lo udah balik apa belum,Ka?"


"Udah.Gue kan diantar sama yayang Dino"


Aku jamin,dia bicara barusan sambil senyum senyum.Kayaknya dia lagi senang,soalnya tumben manggil yayang.


"Yaudah deh.Gue masih ngantuk nih,nanti aja telpon ya"


"Ok deh,lo ya kerjanya kalo ngak tidur atau nggak7 berantem"!kata Tika.


"Dadah Rianku sayang".


Dasar Tika,terkadang agak lebay.Akhirnya aku bisa tidur lagi.


*****


Besok paginya sebelum bel,tiba tiba didepan kelas ada gerombolan kakak kelas tiga.Mereka nampak mendorong dorong seorang cowok.Sementara itu,aku lebih mememilih menyalin pr dari pada memperhatikan cowok macam apa yang didepan kelas.


"Yan...yan...Tuh liat,ada kak Dev.Gila cakep banget!!Mo ngapain tuh?"Tika kegirangan.


"wiiih....giling!!!Gagah amat"Caca tampaknya kagum.


"Gagah dan ganteng.Indah rupawan bak pangeran menjemput cinderellla.Siapakah gerangan yang akan menjadi cinderellanya?"Mela sok puitis.


Teman teman aku kena jampi jampi apa sih sampai pada caper begini?Ah,peduli amat.Mau cowok cakep,pemuda gagah kek,duda tak beranak kek,kakek kakek fungky kek,bodoh amat!nyalin pr tetap nomor satu.


Aku masih aja asyik menyalin pr tanpa menyadari teman teman aku memekik tertahan kayak kaget liat cowok cakep.


"kamu yang namanya Ria?"tegur seseorang tepat disebelahku.


Aku memdongkak keatas.Gila!!!cakep banget!!!Siapa nih orang?Nyasar apa?seumur umur aku nggak pernah liat pemuda seganteng ini.Waduh...Air liurku sampai menetes.....


"Boleh kenalan?"ia mengulurkan tangan.Suara "ciut cuit" jadi backsound.


Aku bengong.Apa aku nggak salah?mimpi apa aku semalam?


"Eh,i...iya.Nama saya Ria putri sukma"aku jabat tangannya.


Kakak kakak kelas langsung ribut dan teriak teriak kegirangan.


"saya Devan putra",balasnya.


Ooo..ini yang  namanya kak Dev?Benar juga kata teman teman,benar benar ganteng.Yang namnya Felix kalah telak,deh!Loh kok malah jadi mikirin Felix,kan udah aku buang kelaut.


"Mmm...saya permisi dulu.Sebentar lagi bel.Nanti istirahat saya tunggu di kantin ya?"kata kak Dev sambil tersenyum.Kemudian pergi bersama gerombolan yang dari tadi teriak teriak.


"Gila lo,yan!Kemaren habis kedukun ya?pasang susuk ya?dimana?atau pake jampe jampe?Apa jangan jangan lo suntik silikon ya?Eh,nggak nyambung banget.Suntik silikon kan untuk payudara.Tapi bisa jadi sih kan bikin menarik kalau *********** besar."Tika cerewet banget.


"Ngaaklah.Pada dasarnya,gue emang cantik alami kok,ka.Gak perlu diapa apain juga udah kayak bidadari,"aku berkata dengan sombong.


"Bidadari dari neraka!!!"semprot Tika,Caca, dan Mela.Mereka langsung nyuntrungin kepala aku.


"Uuu....sombong lo!"lanjut mereka sambil tertawa.


"Badan aja kayak penggaris.tampang loù7 gahar.Masak dibilang kayak bidadari?Lebih mirip algojo bidadari kali..."ledek Mela.


Semuanya tertawa mendengar ocehan Mela.


Saat istirahat tiba,teman temanku pada ribut dandanin aku.Iihh...aku kan paling anti sama yang begituan."Ayo sisir dulu rambut itu!"kata Caca."Ini bedaknya belum lagi!"lanjut Tika."Udah udah,kalian kan tau aku paling anti dengan itu semua.Bisa bisa kayak ondel ondel aku jadinya.


"Udahlah aku itu udah cantik kok,jadi nggak usah pake begituan"kataku sambil lari keluar.


Kami berempat kekantin dan ternyata di sana udah ada kak Dev bersama lima orang temannya.


"Ria,duduk sini dong!"ajak kak Dev.


Aku and the gank mendekat.Sial!kok dadaku  jadi deg degan gini ya?


"Bro,cabut yuk?"salah seorang temanya kak Dev mengomandoi yang lain untuk pergi.Kakak kakak kelas itu bersiul siul gembira.Sepertinya mereka juga merayain hari kebahagiaan kak Dev.


"yan,kita jajan dulu di sana ya?aku nggak enak memgangu kamu.Daaahh!"bisik Tika.


Setelah ditinggal berdua,Aku malah salting abis.Duh,harus ngomong apa ya sama kak Dev?


"Mmm...ria,maaf ya kalau saya mengangu istirahatmu."kak   Dev menatap  aku dengan senyumnya.


"nggak papa kok kak,"dalam hati aku kegirangan kalau digangu begini sih siapa yang nggak mau.


"Kamu mau pesan apa,Ria?kalau saya perhatiiin selama ini,kamu suka nasi goreng dan teh kotak ya?"tanya kak Dev.


Kak Dev tau aja.jangan jangan dia naksir aku lagi?amiiiinnn......


"bang,nasi goreng dua,teh kotaknya dua ya?"pesan kak Dev pada abang penjual nasi goreng.


Asyik!udah ditraktir makan ditemani juga sama cowok ganteng begini,bikin nafsu makan nambah.


"Oh iya,kakak kok tau kesukaan...saya?"tanya aku pada kak Dev.


"Kan udah saya bilang,saya...mmm....saya selama ini memperhatikan kamu,"jawabnya jujur.


Asyiiikkk!Ada juga orang ganteng yang ngefans sama aku.Aku jadi senyum senyum sendiri.


"Saya pertama kali liat kamu pas ribut dilapangan sama   cowok,"kata kak Dev.


Glek!Ketahuan deh belangku.


"Kamu hebat banget,"puji kak Dev membuat aku bangga pada diriku.


"Nunggu apalagi?ayo makan!"ajak kak Dev saat   pesanan udah datang.


Bisa bisanya saat penting ini aku bengong.Langsung aja aku makan.Mumpung gratis ditambah ditemani cowok cakep.


Sambil mengobrol,akhirnya acara makan nasi gorengnya selesai juga.Kenyang.


"Kamu mau nambah lagi nggak?"tawar kak Dev.


"Makasih kak.Saya udah kenyang,"jawabku.


"Kamu anaknya nggak jaim ya?"ucap kak Dev sambil memperhatikan aku.


"Lho?emang kenapa ?"Aku emang nggak pernah jaga imej.Mau malu maluin kek,mau norak kek,yang penting itulah aku.Wah,jangan jangan aku kerakusan pas makan tadi.Apa kak  Dev nggak senang ya?Ya udah,yang berlalu biarlah berlalu.


"Saya senang sama cewek yang nggak jaim,"ujar kak Dev jujur.


"Ooo....,"syukur deh.


"Mmm....kapan kapan saya boleh ajak kamu makan bareng lagi nggak?"kak Dev bertanya pada ku lagi lagi dengan senyum tercakepnya.


"Boleh!boleh!"jawabku nggak sabaran.kalau makan bareng,aku nggak akan pernah nolak.


"Eh,balik kekelas yuk!Bentar lagi kan bel!"ucap kak Dev."Saya antar ke kelas kamu ya,Ria?"kak Dev menawarkan dengan gaya gentle.Aku terpana,karna  belum ada yang memperlakukan aku dengan sebaik ini.


Aku nurut.Kak Dev mengantarkan sampai ke depan kelas.

__ADS_1


"Saya...saya....saya pamit dulu ya?"kak Dev tersenyum sambil menatap lurus mata saya.Aduh dari mata turun ke hati nih ceritanya.


"Woi,bengong aja!Cerita dong!Cerita!"Tika nggak sabaran.Aduh malu aku bengong sampai nggak tau kalo kak Dev sudah pergi.


Aku bersandar di pintu kelas sambil senyum senyum sendiri.


"Ngapain Rian jelek senyum senyum?"tegur seorang cowok yang tidak lain adalah Felix.


Iiihhhh!Ngapain dia disitu?ngerusak kebahagiaan orang saja.


"Eh,Felix!Habis ngapain?Ikut ngobrol bareng kita yuk?"goda Caca.Ampun deh Caca,udah punya cowok masih juga ngebet sama Felix lagi.


"yan!gue dengar dengar lo dideketin sama kak Dev ya?"Tanya Felix serius.


"Emang kenapa?Bukan urusan lo tuh,"balas aku ketus.


"Gue cuma nanya.Kok lo gitu sih?"Felix sepertinya tidak menerima keketusan aku.


"kenapa nanya nanya segala?Cemburu ya?"sengaja aku pancing Felix biar ngaku cemburu.Kalau udah gitu kan ketahuan dia suka sama aku.Ups,masa aku harus ngecengin dua orang sih?Aku kan sekarang ngebet sama kak Dev,Felix mah dah kubuang kelaut.


"Ngapain cemburu sama kamu!Geer kamu!Akubsih nggak bakalan suka sama cewek jadi jadian kayak kamu!Kayak nggak ada cewek lain aja.Lagian kak Dev kenapa sih sampai segitunya sama kamu?Apa otak dia masih normal?"ejek Felix.


Sialan!Darah aku kembali bergolak.Tega banget dia jelek jelekin aku gitu.


"Sabar,Yan!"bisik Caca sambil memgelus elus punggung aku.


Felix berbalik,dia menuju kelasnya tanpa berkata apa lagi.


"Sialan lo chiken!Sini kalo berani!"Aku mendatangi Felix dari belakang.Felix aku dorong.


Dia kaget banget.


"Ngajak berantem nih?"tantangnya.


"Ayo,siapa takut!Jangan nangis lagi seperti kemaren ya,"sindir aku.


"Sialan,siapa yang nangis?"Felix marah.


"Lo!"tunjukku kewajah Felix.


"Gue!Ngapain juga aku nìangis.Jangan ngawur kamu ya.Bukannya kamu yang bermata nanar?"semprot Felix.


"Oh ya?Nggak kebalik tu?Dasar anak mami!Baru ditonjok aja udah nangis kayak anak tk,"balasku.


Sebenarnya Felix nggak nangis sih waktu perkelahian kami dahulu.Dia hanya meringis kesakitan aku tonjok benerapa kali.


"Sialan banget sih lo!kalo kak Dev tau sifatlo yang sebenarnya,pasti dia nggak akan mau ngedeketin lo!Gue aja jijik sama lo.Hii....cewek jadi jadian!"ucapnya jijik padaku.Bikin aku marah saja sama Felix.


"heh!Jangan mulut doang yang ngomong.sini kalo berani!"Aku pasang kuda kuda.Siap tanding melawan Felix.


Felix mengertakkan gigi dan mengepalkan tangannya."Kalo lo bukan cewek,udah tewas samaku."Felix berbalik menuju kelasnya.


"Kok balik kandang?Dasar ayam kampung!Pengecut!Bisanya cuma berbunyi doang.Dasar kentut!!!"


Rupanya Felix tersinggung.Felix berbalik,ia bersiap menyerang gue.


Akhirnya,terjadi perkelahian sengit.Teman teman dari kelas aku dan Felix menonton perkelahian dasyat ini.Mereka nggak berani melerai.


BUUK!Satu bogem mentah akhirnya kena ke wajah Felix.Felix menahan sakit.Yes!Aku menang.


"Berhenti!Berhenti!Ada apa ini?"sebuah suara mengelegar mengheningkan suasana.Suara itu tak lain berasal dari pak Udin yang terkenal guru super killer.


"Felix!Ria!kalian berantem lagi?"tanya pak Udin sambil melotot.


Semua bubar karena takut,kecuali aku dan Felix.Aku hanya mematung dengan wajah setengah pucat.


Pak Udin menyuruh kami keruang BP.Wah bakal diadili nih?Mudah mudahan nggak sampai ketahuan mami aku.Kalau perkelahian ini sampai didengar mami,bakal nggak selamat dirumah.Mami aku kan galak untuk urusan yang satu ini.


"Ria,kamu nggak malu sebagai perempuan terlibat perkelahian?"tanya bu Lisa,guru BP.Untung yang memgadili aku bu Lisa,kata orang dia guru BP yang paling baik disini.


Aku nggak beranj menjawab.Aku takut banget kalau sampai orang tua dipanggil kesekolah.Waduh,bisa bisa dirumah aku dirajam sama mami.


"Felix,kamu sebagai laki laki kenapa berkelahi melawan wanita?"pertanyaan bu Lisa beralih pada Felix.


"Sa...saya minta maaf, bu.Tadi saya sedang kesal."Felix masih menahan amarah.


"Kesal kenapa?kamu ada masalah dengan Ria?"bu Lisa menyelidik pada Felix.


Felix menggeleng.


"Jawab yang jujur,Felix.Kalau kamu berkelahi dengan Ria,berarti kamu sedang ada masalah dengannya.Iya kan?Nah,sekarang ceritakan ada masalah apa antara kamu dan Ria?"tanya bu Lisa dengan sabar.


Felix diam.Ia menutup mulut rapat rapat dan membuang pandangan keluar.


"Bagaimana dengan kamu?"tanya bu Lisa padaku.


"A...anu,bu.Felix tasi mengejek aku.katanya,apa otak kak Dev tidak normal karena mendekati aku.Intinya begitu bu,"aku tertunduk.


Malu juga,karena hal sepele kami jadi berkelahi.Aku juga salah.Kenapa aku cepat marah sih,padahal cuma diledek sedikit doang.


"Ooo begitu.Ya sudah,kalian maaf maafan dong.Kan nggak baik kalau berantem.Nanti dosa.Apa lagi kalian berdua adalah ketua kelas.Kalian itu panutan bagi anak anak yang lain.Kalau kalian berkelahi,nanti mereka juga berkelahi."


Aku dan Felix bertatapan.


Akhirnya,aku mengulurkan tangan ke Felix.


"Felix,maafin aku ya?aku ngaku salah karena nantangin Felix."


Felix tersenyum."Sama sama Ria".


Ibu Lisa tersenyum,"Nah,gitu dong.Kalian kembali kekelas.Eh,luka dipipi Felix lebih baik diobatin dulu deh!Memar banget.Wah,tenaga Ria besar juga ya?"goda bu Lisa.


Aku jadi malu karena kata kata bu Lisa.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya bu!"kata Felix.


"Saya juga,bu.Terima kasih atas saran ibu!"Aku langsung mencium tangan bu Lisa.Ibu Lisa memang guru BP yang baik.Aku salut sama beliau.


Aku dan Felix akhirnya keluar dari ruang BP.


Saat jalan kekelas.


"Dengan kejadian ini,lo mau janji nggak sama gue?"kata Felix sedang jalan.


"Apa  janjinya ya?Asal jangan merugikan gua aja."


"Nggak.Kita berdua sama sama untung kok."


"Oke deh!"


"Kita janji ya?Kita nggak akan berantem lagi sampai kapanpun dan selamanya berteman,bukan jadi musuh.Oke?"Aku mengacungkan jari kelingking.


Akhirnya sampai dikelas Felix langsung masuk,sedang aku masih harus jalan sedikit lagi.Saat ini hatiku sedang senang karena akhirnya bisa berteman dengan Felix.Sampai aku loncat kegirangan,meniru goyang dombret yang aku tonton di tv.


"RIA!"panggil pak Udin.Tampangnya makin garang ditambah dengan mistar besar yang dia tepuk tepukin ke telapak tangannya.


Aku langsung berhenti joget joget.Waduh!Alamat bakal kena marah pak Udin. "Eh,Bapak...,"Aku langsung ngeles sambil cengar cengir.


"Ngapain kamu joget joget?Kayak pantat bohay aja!Cepat balik kekelas!!!"suara pak Udin sangat mengelegar sehingga aku kaget banget.Akhirnya,aku lari terbirit birit kekelas.

__ADS_1


                               #####


__ADS_2