Pilihan Hidupku

Pilihan Hidupku
2


__ADS_3

Besok katanya hari valentine.Kira kira ada nggak ya yang ngasih aku coklat?Seumur hidup,aku belum pernah dikasih coklat di hari valentine.


"Bengong lagi.Udah seminggu ini lo bengong melulu.Mikirin siapa sih yan?"kata Tika geleng geleng kepala.


"Kayak nggak tau aja,Ka.Pasti mikirin kak Dev.Ya nggak yan?"Mela menimpali.


"Kalo nggak emang kenapa?"sahutku.


"Tapi kalo gue pikir pikir,ada yang aneh dengan lo.Sejak nggak berantem sama Felix lagi,lo tuh keliatan lesu gitu.Kayak orang nggak semangat hidup aja"Caca mengusap usap kepalaku.


"Syukur berubahnya nggak 180derajat ya,Ca.Mungkin gue sedih karena nggak punya musuh.Kayaknya gue harus secepatnya nyari musuh buat gue ajak berantem lagi"candaku.


"mulai nih....baru seminggu nggak berantem udah gatal aja tu tangan.Pokoknya lo jangan berantem lagi,Yan!Bisa bisa kita di droup out."Tika mengancam.


"Lo seminggu yang lalu kan udah dipecat dari jabatan ketua kelas dan diskors tiga hari,eh malah mau cari gara gara lagi,"Tika marah.


"Emang wali kelas kita aja yang gampang kehasut sama pak Udin buat mecat gue dari jabatan ketua kelas!"sahutku.


"Lo kok ngomong gitu sih?"Caca bertanya.


"Emang kenyataan kayak gitu kan,"kataku sambil menerawang.


Coba kalo seminggu yang lalu aku nggak berantem sama Felix,pasti akibatnya nggak bakalan begini.Aku menyesal sekali,nasib Felix juga nggak jauh beda samaku.Sama sama dipecat jabatan ketua kelasnya.


Untung kaka Dev baik banget.Pas aku diskors tiga hari,dia meminjamkan banyak sekali komik.Udah gitu ngehibur aku lagi.Katanya,"Anggap aja liburan".Bener deh,tiga hari rasa tiga menit.


Walau bagaimana pun,aku tetap nggak bergairah lagi buat hidup.Asal tahu aja karena peekelahian kemaren mami marah besar.Pokoknya pantatku bengkak karena dipukulin sama mami.Mami ngerasa malu karena ternyata Felix masih ada hubungan keluarga sama mami.


Hukuman yang kuterima dari mami benar benar bikin aku kesal.Masa aku dilarang ikut latihan karate lagi.Aduh,dimana lagi aku bisa berantem kalo nggak ditempat latihan.Selain itu aku juga dilarang keluar rumah dengan memakai celana.Aku harus pakai rok!!!Kiamat deh buatku.Mungkin maksud mami biar aku belajar jadi feminim ya.GAK BAKALAN deh!!!


"Riri kok murung amat sih?Pasti gara gara masalah seminggu yang lalu ya?"tanya kak Yuda kakakku,waktu pulang sekolah.Aku emang dipanggil Riri kalo dirumah.


"Nih kak Dodi kasih duit seratus deh biar kamu ceria lagi.Mau nggak?"tawar kak Dodi,kakakku yang paling gendut.


"Nggak,"jawabku ketus sambil melempar tas ke sofa lalu duduk.


"Kenapa kamu manyun gitu?Jelek tahu!"komentar kak Didi.


"Biarin!"


"Mendingan cerita deh ke kakak kakakmu yang ganteng ganteng ini tentang masalahmu Gimana?Kali aja beban kamu jadi berkurang,"usul kak Nino.Kak Nino emang kakak ku yang paling bijak ketimbang sama yang lain.


Aku diam.Jidat berkerut tanda marah.


"Ngomong dong ada apa?"desak kak Didi.


"Riri rindu berantem!Riri gatal kalo tidak berantem,"aku teriak.


"Hah?Berantem?"ujar mereka berbarengan.


"Ya ampun,Ri!Kamu itu perempuan,nggak pantes berantem.Kamu harus anggun dan feminim.Nanti kamu nyesal kalo ngga ada cowok suka sama kamu,"nasihat kak Nino sambil mengusap kepalaku.


"Ya udah.Gimana kalo sekarang kita jalan jalan ke mall?Mau nggak,Ri?"ajak kak Nino.


Aku langsung nyengir lebar."Mau!"Mau!"

__ADS_1


"Sebenarnya kami sekalian mau nyari coklat buat yayang yayang kami,"kata kak Yuda.


"Ri,kamu ganti baju dulu gih!"Perintah kak Didi.


Aku langsung ganti baju pake celana jins.Bodo amat nanti mami marah.Kemudian kami berlima langsung pergi ke mall pakai Fortuner yang dikendarai oleh kak Nino.Lumayan deh jalan jalan biar nggak suntuk dirumah.


"kita makan dulu yuk!Aku udah laper nih,"kata kak Dodi sambil memgusap perut buncitnya.


"kok kamu udah lapar,Do?aku aja belum ngerasa lapar,"balas kak Didi saudara kembar kak Dodi.


Dirumah kami memang selalu dibiasakan memakai bahasa yang halus ajaran dari papi.


"Walaupun kalian berdua anak kembar,kalo soal lapar nggak bakalan sama.Lagian Didi kan tadi di rumah udah ngemil.Iyakan?Yang adil mending sekarang kita ke timezone aja.Gimana?"ajak kak Yuda.


Perkataan kak Yuda nggak nyambung.ngomong makanan kenapa lari ke game.


"Iya!Ke timezone aja dulu.Ntar baru kita makan."kak Nino ikut ikutan menentukan mana dulu yang mau didatangi.


Aku sih ikut ikutan aja.Di timezone,kami bermain sampai habis seratus ribu!Kasihan kak Yuda dompetnya jebol.Siapa suruh nawarin ke timezone dulu.....


Udah ngerasa capek,baru kami makan di Kfc.


"Mbak pesan ayam lima potong yang krispi,kalo bisa dada atas ya?Nasi lima sama teh kotak lima,"pesan kak Dodi yang udah kelaparan.


"Di,siapin duit.Cepeten!"bisik kak Dodi.


"Yah....Aku nggak bawa duit.Nih si Yuda aja deh yang bayar."tunjuk kak Didi ke kak Yuda.


"Dompet aku jebol tahu!Kalo nggak percaya,nih lihat aja duit aku tinggal dua ribu perak,"kak Yuda memperlihatkan dompetnya yang tebal karena banyak kertas yang mungkin aja tagihan utang.Sementara,duitnya tinggal selembar uang dua ribuan.


"Payah kamu!Eh,si Nino mana?Wah curang!Giliran bayar tuh anak malah hilang lagi,"kak Dodi celingak celinguk.


"Nggak mau!Duit Riri tinggal untuk bayar BP3 besok,'kilahku.Padahal uang BP3 udah dibayar tiga hari yang lalu.


"Kok gitu sih Ri.Pleeeeaaaaaas banget!Ayo dong adik kakak yang sangat cantik jelita,"rayu kak Yuda.Aku nyengir sambil geleng kepala.


"Mampus kamu ,Do!Simbak mbaknya udah datang.Masa kita nggak jadi pesan?Malu tahu!Malu!"kak Didi gelisah.


"Halo kakak kakak F4!Eh lagi  berF3 ya?"sapa seseorang dari belakang.


Kak Yuda yang merasa langsung menoleh.Sementara itu,aku dan kedua kakakku yang lain nggak ngeh.


"Kebetulan ada siFelix!Lix,traktir kami dong.Ya?Ya?"Dasar kak Yuda nggak tahu malu.


"Lho?Kok ada siriyan?"tanya Felix.


"Emang gue nggak boleh jalan sama kakak kakak gue gitu?"jawabku ketus,kalo sama siFelix ngapain pake aku kamu.Males banget.


"Ooo....gue baru tahu itu kakak kakak lo.Eh,berarti kita sepupu dong?"mata Felix berbinar.


"Sayangnya iya,"jawabku singkat.


Tanpa sepengetahuan kami,Kak Dodi memesan satu paket makan lagi tuk si Felix.Akhirnya,Felix juga yang bayarin.Malangnya Felix,muncul disaat yang tidak tepat.Belum tahu aja kakak kakakku kerenya kayak gimana.Nah,disaat orang mulai makan,baru deh kak Nino muncul dengan wajah pucat dan terburu buru.


"Kemana aja kamu No?Hampir kami nggak bosa bayar.Mana menejernya udah melotot matanya.Katanya kalo kami nggak bisa bayar,kalian harus jadi tukang cuci selama sebulan disini.Tapi untungnya ada pahlawan datang.SiFelix yang ngebayarin kami,"cerita kak Yuda panjanh lebar plus kibulannya.

__ADS_1


"Sengaja tadi aku sembunyi di kamar mandi.Maksudnya biar nggak aku nggak bayar gitu,"ujar kak Nino sambil bercanda.


"Pantesan....,"balas kami serempak sambil sinis le kak Nino.


"Booong deng!Aku tadi ketemu sama tante Karin.Kami mengobrol sebentar.Gitu!Tapi..."


"Oh,kak Nino tadi ketemu ibu ya?Dimana?"tanya Felix.


"Lho,Felix sejak kapan ada disini?"kak Nino kaget.


"yeee....tadi kan udah diomongin sama kak Yuda.Gimana sih?"timpalku.


"Sori...!Aku nggak konsen tadi."


"No,tadi kamu mau ngomong apa?kamu belum selesai ngomong,"tanya kak Didi serius.


"Nah itu dia!kalian masih ingatkan kejuaraan karate nasional sebulan yang lalu?kalian pada ingat nggak lawanku yang namanya Ridwan nggak?"


"Inget....inget....,"mimik kak Yuda dan kak Didi berubah serius.Aku nggak begitu paham masalahnya.Kejuaraan karate sebulan yang lalu pun aku nggak ikut.jadi,lengkaplah sudah ketidaktahuan ku.


"Sayang,aku nggak ikut nonton pertandingan karate sebulan yang lalu,"sesal kak Dodi.Kak Dodi sih emang nggak begitu suka sama karate.Dia ikutan karate karena dipaksa sama papi.Papi pengem semua anaknya bisa beladiri.


"Aku bertemu Ridwan dibawah dan dia natapku tajam banget.Kayaknya dia dendam deh samaku.Tadi dia lagi jalan sama adiknya,herman.Kalian tahu kan kakak beradik itu bejatnya kayak apa?"ujar kak Nino makin tegang.


Kak Yuda dan kak Didi memganguk angguk.sementara,kak Dodi nggak menyimak omongan kak Nino.Dia malah asyik makan.


"Trus kenapa?"tanya aku penasaran,mencoba mengetahui permasalahanya.


"Kita semua harus hati hati sama mereka berdua.Setahu aku,mereka itu orangnya agak keras.Gak mau menerima kekalahan begitu aja.Buktinya aja Ridwan mengamuk pas penyerahan piala.Syukur aku bisa memghindar,kalo tidak bisa habis sama dia."


"Nino,Nino.Kenapa juga kamu takut?Udah jelaskan kamu lebih kuat dari dia?"lagi lagi kak Yuda sok tahu.


"Bukan itu masalahnya,Yud.Aku cuma takut dia balas dendam ke keluarga kita."


"Gak mungkinlah.Cuma karena dia kalah aja kok sampai balas dendam?"ujar kak Didi tenang.


"Iya juga sih.Tapi aku mohon kewaspadaan kalian.Walau bagaimana pun ,mereka udah masuk blaklist dikota ini.Tahu sendirikan?mereka berandal banget,namanya juga kepala preman.


Semua terdiam.


"Hhh....padahal dia dulu sahabat karibku dari SD.Sekarang dia udah berubah total...Yaudah deh,makan saja dulu.....,"kak nino menutup pembicaraan.Sepertinya dia enggan melanjutkan kisahnya.


Sahabat karib kok berubah jadi musuhan?Aneh!Permasalahan orang dewasa emang rumit....


Setelah selesai makan,Felix pamiy mau jemput ibunya.


"jadi beli coklat nggak?"tanyaku sama kakak kakakku yang lagi diam.


"jadi dooong,"sahut kak Yuda.


"Ayo kita kebawah,"ajakku sambil menarik lengan kak Yuda.Kakak kakakku yang lain mengikuti dari belakang.


Begitu sampai ditempat perbelanjaan.kakak kakakku buru buru mencari rak tempat coklat.Saking semangatnya sampai kak Yuda terpeleset.


"Wah,penuh banget!kita masih kebagian nggak ya,"kak Dodi garuk garuk kepala.

__ADS_1


Akhirnya,mereka beli coklat yang banyak dan ujung ujungnya kak Nino yang bayar.Kasihan kak Nino.....


                          ☆☆☆☆☆


__ADS_2