
Esoknya,tanggal 14 februari....
"Ria,hari ini kamu ada acara nggak?"tanya kak Dev saat pulang sekolah.
"Mmm...nggak.Emang ada apa kak?"
"Nonton yuk?"
"Nonton?Bener,kak?"aku nggak percaya.Dari dulu mana ada cowok yang mau ngajak aku nonton.Ah,masa sih aku diajak kak Dev nonton?Mustahi banget.
"Beneran.Yuk!"
Sesampainya dibioskop,kak Dev langsung beli tiket masuk dan aku duduk sendiri.Jujur aja,aku jarang banget ke bioskop.Kalau dihitung hitung,aku baru baru dua kali kebioskop.Itupun waktu aku kecil dan diajak keempat kakakku nonton film kartun.
"Yan.Ngapain lo ke sini?"sapa Felix tiba tiba.
"Oh...gue....gue lagi nunggu.Lo sendiri ngapain?"
"Gue mmm...diminta nemenin nonton."
"Sama siapa?"aku penasaran.
"Sa...sama Dewi."Felix menunduk.Kemudian ia langsung duduk disebelahku.
"Hah?Dewi?Apa aku nggak salah dengar?Sejak kapan lo jadian?sejak kapan?"aku mulai panik.Apa ini tandanya aku jeàlous?Aku nggak rela Felix jadian sama Dewi.Aku nggak rela!!!Tante tante kayak Dewi nggak pantes dapat cowok kayak Felix.Huh!
"Kami nggak jadian kok.Tadi pas balik sekolah gue kekelas lo,tapi elo nggak ada.Terus gue ketemu sama Dewi dan dia maksa gue buat nemenin dia nonton."
"Lo ke kelas gue?mau apa?"
"Gue....gue...,"
Kenapa muka Felix kayak orang cemas gitu ya,aneh!
"Ri,sebenarnya...,"Felix mengengam tanganku.
"Ehem...Ehem....,"Dewi muncul didepanku.
Felix melepaskan tangannya.Kami jadi salting.
"Ngapain kalian?"Dewi sinis.
"Kami?Oh nggak ada apa apa kok,"jawabku sambil menutupi kesaltingan ku.
'Aneh....lo berdua kayak ada apa apanya.Gue kasi curiga,"komentar Dewi.
"Emangnya kenapa?Gak boleh?Jangan sok ngatur ngatur deh!Emang lo siapa?Jangan suka mencampuri urusan orang,"Felix merengut.Ia keliatan kesal.
Dewi diam.
"Ri,maafin aku ya?Tadi saya beli cemilan kelamaan,ngantrinya panjang sih...Fiuh capek."kak Dev udah ada disampingku.
"Ri?lo kesini sama dia ya?"Felix berbisik.
"gue..."
"Oh...jadi gitu ya."air muka Felix langsung berubah.Dia kelihatan tidak begitu suka sama kak Dev.
"Enggak...gue....tadi.....,"binggung aku harus ngomong apa.
Dewi yang membaca situasi ini langsung bisa menangkap kekeliruan diantara aku dan Felix.Dia pun langgsung memanfaatkan hal ini.Tiba tiba tangannya mengenggam tangan Felix.'Lix,masuk yuk?"
Felix pasrah begitu aja.
Dewi ngapain sih pegang pegang Felix?Emang felix anak kecil yang harus dituntun biar nggak hilang?
"Ri,kenapa?Kok muka kamu pucat?Sakit ya?Minum dulu deh!Nih."kak Dev menyodorkan teh kotak.
Dengan pikiran kosong,aku minum.
"Itu tadi teman kamu ya,Ri?Yang cewek itu adiknya Citra,kalo nggak salah namanya Dewi ya.Nggak nyangka ,ternyata dia punya pacar anak sekolahan....biasanya.....Eh,tapi mereka mesra banget ya?cocok."
Aku menganguk.Tante tante dengan bujang muda?Mana mungkin cocok.
"Masuk yuk,Ri?"ajak kak Dev.
Aku ikut aja.
Aku dan kak Dev duduk di tengah tengah.
__ADS_1
Kak Dev ngajak ngobrol aku,tapi mataku mencari cari kepala Felix.Dimana sih mereka?Aku pengen ngintip,Dewi sama Felix lagi ngapain ya?
"Kamu kenapa,Ri?Kamu mencari siapa?"kak Dev mulai risih melihat tingkahku.
"Ah,Eng...enggak kok,kak.Saya cuma heran,kenapa hari penuh banget ya kak?"aku coba mengalihkan perhatian.
Kak Dev tersentak."Ri,sebenarnya kamu kenapa sih?ini kan tanggal 14,pasti banyak pasangan yang kencan ke bioskop.Apalagi ada film seru kayak ini."
"Oh iya ,ya."
"Kamu mulai bohong.Bilang aja yang jujur.Gak apa apa kok.Aku nggak bakalan marah sama kamu."Kak Dev sambil mengusap kepalaku.Entah kenapa rasanya beda pas kak Dev usap kepalaku dengan saat Felix megang tangan tadi.Ah,udahlah pusing mikirinnya.
Film sudah mulai,aku nggak menyimak sama sekali.Aku lebih memilih buka hp.Aku mau chat Tika.Pas dibuka,ternyata masuk pesan di aplikasi hijau.Pengirimnya siapa ya?nomornya nggak dikenal.
Gue nggak nyangka lo sama kak Dev
Siapa nih?jangan jangan Felix?apa iya?aku langsung aja balas.
lo siapa
Aku jadi gelisah nungguin balasannya.
tiiit!tiiit!hp ku berbunyi tanda masuk chat.
"kamu chat sama siapa,Ri?"tanya kak Dev.
"Sama Tika kak,"jawabku bohong.
"Ooo.....,"kak Dev segera melanjutkan nonton.
Dengan cepat,pesan itu aku buka.
gue bukan siapa siapa.....
Siapa sih?iseng banget!Males deh aku balas,bodo amat.
Film berakhir dan aku cuma nangkap sedikit dari film itu.Pas kak Dev membahas film tadi aku cuma mengangukkan kepala aja,belagak tau.
Aku dianterin pulang sama kak Dev naik mobil hitamnya.Didalam mobil aku diam aja.Nggak tahu harus ngomong apa.
"Sebelum kamu turun.Aku boleh nanya sesuatu nggak?"
Aku menganguk.
"Belum,"jawabku lemas.Mana ada cowok yang mau sama cewek galak kayak aku....
Kak Dev tersenyum sambil menatap ke stir mobil."Oh iya,ini buat kamu."Ia mengambil bungkusan warna pink dari kursi belakang.
"Makasih udah nemenin aku nonton."
Aku tersenyum menerima bungkusan itu.Hatiku sangat senang.Baru sekali ini dapat hadiah dari cowok.Aku turun sambil melambaikan tangan ke mobil kak Dev.
"Siapa tadi?kayaknya keren deh!"Kak Didi tiba tiba muncul.Ditangannya ada toblerone gede!Rakus juga dia!Persis kayak saudara kembarnya kak Dodi.
Tapi anehnya,kak Didi nggak segendut kak Dodi.
"Tadi itu teman Riri,"jawabku sambil merebut coklat dari tangan kak Didi.
"Temen apa temmmeenn???"kak Didi curiga.kemudian coklat yang aku ambil barusan diambil lagi.
"Temen lah."
"Ooo...Eh ya,Ri tahu nggak coklat ini dari mana?"kak Didi menunjuk coklat yang ada ditangannya.
Aku menggeleng.
"Itu dari penggemar kamu.Gih kamu masuk ke kamar...,"kak Didi berlalu.
Aku langsung bergegas kedalam kamar.Asyik..ada dua buah hadiah.Dari siapa ya?
Bungkusan pertama terbuka,pasti ini coklat yang dimakan kak Didi tadi.Isinya toblerone ada 9 batang ukuran besar,ditambah yang dimakan kak Didi tadi jumlahnya 10 batang coklat.Gila,apa nggak bangkrut orang ngasih ini ya?
Bungkusan yang kedua kubuka.Ternyata isinya teddy bear putih plus sekotak coklat mahal (kayaknya enak deh).Dari siapa ya?Apa nih orang nggak tau apa aku alergi boneka,pantasnya buat anak cewek yang feminim doang.
Eh,pas boneka diangkat ternyata ada surat terjatuh.
Dear Ria,
Gue senang kita udah nggak berantem lagi.Apalagi lo sekarang dah nggak segarang dulu lagi.Oh iya,gue harap lo suka sama hadiah gue.Hehehe...itung itung biar lo jadi cewek tulen.Boong dong!Gue bercanda.Thanks atas segalanya ya....
__ADS_1
Dari Felix permana
Deg!
Ternyata dari Felix?
Cihuyy......!!!Aku berjingkrak kegirangan sambil memeluk boneka.Padahal aku nggak suka boneka,kecuali,boneka ini deh!
Hahaha....semoga kakak kakakku nggak liat,bisa bisa aku diketawain.
alunan musik rock berbunyi yang berasal dari hpku.No yang sama dengan ngirim chat dibioskop tadi.
"Halo!ini siapa?"tanyaku garang.Kesenangan aku tergangu....
"Wah,ternyata lo masih garang ya?"ujar suara diseberang."Gue Felix."
"Felix?aduh...sori banget!!!lo nggak ngasih tau dari awal sih."
"Lo udah sampai dirumah belum?"
"Yap,udah.Baru saja."
"Udah terima hadiah gue?"
"Udah."
"Komentar lo apa?"
"sebenarnya gue nggak suka boneka tapi berhubung ini hadiah dari lo kuterima deh.Makasih ya boneka dan coklatnya,"kataku sambil malu malu
"Syukur deh lo senang!Ngomong ngomong lo dikasih apa sama Dev?"
"Oh iya,belum gue buka tuh!"
Felix diam tak bersuara.
"Yaudah,Gue tutup dulu ya,"kataku karna nggak ada suara dari yang nelpon.
"ok,sampai ketemu di sekolah,"katanya.
Gue segera membuka kado dari kak Dev.Isinya coklat dan sebuah gantungan kunci love.Apa apaan sih?Sama sekali nggak bagus!Tapi nggak papa deh,berhubung yang ngasih orangnya keren,aku terima aja....
"Hai,Ri!kamu udah terima coklat dari gue toblerone yang 10 batang kemaren?"sapa seseorang dengan suara berat.kayaknya kakak kelas deh.Gayanya anek dan sok keren amat!
"Coklat itu dari kakak?"jawabku.
"Iya bener.Gimana?lo suka?"
"Maaf kak.Dalam rangka apa kakak ngasih coklat segitu banyak sama aku?"tanyaku dengan hati hati takut menyinggung kakak kelas itu.
"kemaren kan hari kasih sayang.Jadi...ya gitu deh."
Aku diam.
"Gue suka sama lo.Gue pengen lo jadi pacar gue.Gimana?lo mau?"
Glek!Gila nih orang langsung nembak.Namanyaaja aku nggak tau.
"Mmm....maaf kak,saya nggak bisa soalny....,"
"Eee...lo berani nolak siHerman!"
kakak kelas itu menunjuk dadanya.Ooo...jadi dia yang namanya Herman,yang waktu itu diceritain sama Tika.
Aku kaget.Gila!Apa maksudnya.
"Yaudah,kalo gitu balikin toblerone gue!!!"kak herman membentak.
"Lho?kan udah terlanjur ngasih sama aku,jadi nggak bisa diminta lagi dong...,"aku protes.
"Apa lo n
bilang?Huh,mendingan gue kasih ke anak yang lain.Lo jangan belagu deh,baru juga kelas satu.Kayak lo cantik aja...,kak Herman menatap ku tajam.Aku balas menatap balik.Sebenarnya aku agak takut sih,dengar dengar siHerman ini kepala geng disekolah ini.Satu lagi,dia berandal yang suka nongkrong di terminal.Hiii....syerem!
Aku diam.
"Berhubung lo udah berani nolak gue,gue bakal ngebalas lo.ingat itu!Hidup lo disekolah ini nggak bakalan aman!Ngerti lo?"Kak Herman mendorongku.
Ancaman boleh menakutkan.Tapi belum tentu kenyataan menakutkan.Liat aja entar siapa yang takut.Lo atau gue.
__ADS_1
Sambil tersenyum sinis,gue perhatian kak Herman yang pergi menjauh.sok cool banget jalan.Sebel gue liatnya.
########