
"Halo sayang!Gimana diary kamu?Di isi terus kan?g duduk di sebelah aku ketika jam istirahat.
"Iya dong.kakak mau lihat nggak?Aku kemaren ada cerita seru lho kak."
Kak Dev membuka diary aku dan matanya langsung menuju ke halaman terakhir yang ku tulis.
Semenit kemudian....
"Ha...ha....ha...masak sih kayak gini kejadiannya?Teman kamu kayak singa?Aduh,kalo aku kemaren ikut kamu pasti juga tertawa terpingkal pingkal.Lucunya tuh,pas teman kamu ngeliat bayangannya sendiri di kaca."
"Ha...ha...ha.....Aku bisa bayangin kayak gimana mimiknya.Malu maluin banget ya,Ri."
Kak Dev tertawa lepas.Tawanya enak di dengar.Renyah kayak suara kerupuk.Lho?Apa hubungannya sama kerupuk?Ah,aku selalu ingat makanan.
"Besok Felix ulang tahun,kak.Kira kira di kasih kado apa ya?"tanya aku tiba tiba.Aku pengen sekali bikin Felix senang,apa lagi di hari ulang tahunnya.
"Gimana kalo pas balik sekolah kita cari?"
"Oke."
pulang sekolah,aku dan kak Dev pergi ke sebuah mal mencari kado buat ulang tahun Felix.
"Hadiahin dompet aja,Ri."usul kak Dev.
Aku menggeleng.Dewi juga ngasih dompet untuk Felix.
"Kalo kaos?"
Aku menggeleng lagi.Kemaren Dewi beli kaos dua!Masa aku kasih kaos juga untuk Felix.
"Topi ini bagus deh,Ri.Gimana kalo yang ini?"
Lagi lagi aku menggeleng.Dewi juga ngasih topi sama Felix.
"Duh,kamu ini kok menggeleng terus sih?"kak Dev menghela napas.Mungkin dia kesal dari tadi barang yang di tunjuknya nggak ada yang aku sukai.
Kak Dev diam.
"Gimana kalo kasih kolkulator?"usul aku.
"Hah?Kalkulator?Emangnya dia nggak punya?"tanya kak Dev.
"Kayaknya sih nggak punya.Saya yakin kalkulatornya itu pasti berguna buat dia dan di pake terus.Iya kan kak?"
"Kamu tuh emang aneh,Ri.Ya udah kita kasih kalkulator aja."
Aku dan ka Dev segera pergi ke toko elektronik.
"Wah,kok pada mahal semua ya?"bisik ku sama kak Dev.
"Namanya juga barang elektronik.Mana ada yang murah,"balas kak Dev sambil mengacak acak rambut ku.Aku jadi di manja lagi sama kak Dev.he...he...he..."Ri,kamu pilih gih kalkulatornya!"
Aku mengamati deretan kalkulator.Ada!Menu kalkulatornya cukup lengkap,harga lima puluh ribu.Pas sama uang yang aku bawa.
__ADS_1
"Yang itu,kak!Kayaknya lumayan deh."Tangan aku menunjuk sebuah kalkulator.
"Mbak!Aku ambil yang itu."kak Dev memanggil seorang wanita penjaga toko.Gaya Mbak Mbak itu benar benar over deh,dari gaya jalannya yang sok bahenol.Cara dia membungkus kalkulatornyaitu sampai senyumnya,persis cewek gatal.Jangan jangan karena ngeliat cowok aku yang cakep,jadi matanya langsung belingsatan.Huh!
Saat membayar...
"Lho?kok pake uang kak Dev?Pake uang aku saja.Kan aku yang mau ngasih kado buat Felix."aku merasa nggak nyaman di bayarin.
"Aku juga mau ikutan ngasih kado buat Felix,"balas kak Dev.
"Iya,ntar aku bilang sama Felix ini kado dari kita berdua,"sambung ku.
"Tapi aku yang bayar ya sayang."kak Dev mengusap rambutku.
"Jangan...,aku yang bayar."
"Udah.Aku yang bayar."
"Gak mau."
"Ya udah,kamu bayar 10 persen,ya?"
"Ga mau.Aku bayar 100 persen."
"Kalo gitu fifty fifty.Gimana?"
"Ogah."
Aku mulai memonyongkan bibir,pura pura ngambek.Kak Dev tertawa kecil kemudian mencubit pipi ku.Wah senangnya...Eits,kalian semua jangan sirik aku di manja sama kak Dev.
"Ehm!Maaf mas!Kapan mau di bayar?tanya si penjaga toko tadi mulai kesal.Tuh kan,ada yang sirik ngeliat aku di manja sama kak Dev.
Kak Dev segera memberikan selembar uang lima puluh ribu karena nggak enak sama teguran si Mbak itu.
"Kok,si Mbak memdadak judes sih?"tanya kak Dev setelah kami keluar dari toko.
"Tahu tuh,sirik kali!"
"Sirik kenapa?"
Pertanyaan kak Dev nggak aku jawab.Aku senyum senyum sendiri.
"Ih,kamu aneh banget deh,Ri."kak Dev mencubit pipi aku lagi."Tapi aku sayang banget sama kamu."
Kak Dev merangkul aku.Alamak!jantung aku mau copot.
Ups!Ini kan tempat umum.Kalo ada orang yang liat gimana?Kalo tiba tiba ada Mami gimana?Aduuh!Alamat aku bakal di giling sama Mami kalo sampai ketahuan mesra mesraan.Aku langsung melepas rangkulan kak Dev.
"Ini di tempat umum lho kak!"aku berbisik.
"Oh iya,y."kak Dev baru nyadar.Begini nih kalo pacaran sama orang kelewat pintar, banyak lupanya dan banyak nggak sadar dimana dia berada.
"Pulang yuk kak?"ajak ku
__ADS_1
Kak Dev mengiyakan.Apa lagi sekarang udah hampir sore.Kalo lebih sore lagi,aku takut Mami marah marah.
Sesampainya di rumah,Mami ada di teras!Waduh!Mampus aku!Kak Dev cepat cepat ku suruh pulang.
"Ririn!Sini kamu!"panggil Mami seperti petir.
Bikin aku kaget.Malahan aku lebih suka mendengar seribu kali suara petir dari pada harus di panggil mama begini.
"Siapa itu?"tanya Mami dengan tatapan seperti menelanjangi aku.
"Te...te...teman Ririn,Mam."
"Teman apa pacar?"
"Te...teman...,"
"Kok dia sering antar jemput kamu?"
"Anu,rumahnya nggak jauh dari sini.Jadi,kalo pergi dan pulang sekolah selalu bareng."
"Kamu bohong!!!"sahut Mami dengan suara yang benar benar bikin aku hampir ngompol.
"Iya,Mam.Ririn nggak bohong."
"Dia teman apa pacar?"
Aku diam.Hiy,seram banget.Aku kayaknya bakal kena hukuman maut dari Mami nih.
"JAWAB!!!"
"Eh,pacar,Mam.Pacar."aku kaget bukan main,jadi langsung kecoplosan.
"Oh,pacar toh.Baguslah kalo dia pacar kamu..."Mami berlalu pergi.
Giliran aku melongo.Bagus?Maksudnya?Berarti Mami nggak marah dong.Ha...ha...ha...Yes!Aku nggak jadi kena hukuman Mami.Cihuy!Aku loncat loncat kegirangan.
"Aduh,hampir lupa!aku kan kebelet pipis..."aku lari ke dalam rumah.
♡♡♡♡♡♡♡♡
Pertama tama masukin mentega dan gula pasir.Di kocok sampai putih,Aku bergumam membaca langkah langkah membuat kue.Saudara saudara sekalian,malam ini aku mau bikin kue bolu.Besok,aku kasih sama Felix.Semoga dia senang."Supaya rasanya makin enak,aku masukin susu cair ah...."
"deuh...Ririn lagi apa nih?"tegur kak Didi.
"Tumben Ririn ada di dapur."
"Sana gih!Ririn lagi sibuk."
"Bikin apaan sih?"
"Ririn lagi bikin kue bolu."
"Sejak kapan kamu jadi suka bikin kue?Kamu habis kesambet jin ya,Rin?Kesurupan ya?"kak Didi mengamati wajah ku.
__ADS_1
"Cerewet amat sih!Ririn lagi serius nih."