
"Gue bete!!"Gue melempar tas ke meja saat baru datang sekolah.
"Bete?kenapa?Baru juga hari senin udah bete.Apa lo ngalamin kejadian nyebelin tadi pagi?"tanya Tika.
"Kak Dev itu lho yang bikin gue kesal!"
"Kok sebel?cerita dong yang benar..."ujar Mela.
"Hari sabtu gue nelpon dia dan ternyata dia nggak ada dirumah.Malam minggu kemaren dia pergi sama siapa sih?gue jadi penasaran."
"Jangan sewot dong,Yan.Siapa tahu dia pergi sama keluarganya,"Caca menimpali.
"Gak.Gue udah nanya keorang yang ada di rumahnya dia pergi ama siapa,katanya pergi sendiri.Gue jadi curiga....."
"Yan....Yan......lo bukan apa apanya kak Dev.Apa pantas lo cemburu kayak gitu?Belum apa apa sudah sok memiliki.Lo mau tahu,kak Dev malam minggu sama siapa?Dia jalan sama kakak gue,kak Dinda.Kasian banget ya lo,berharap jadian sama kak Dev,ibarat pungguk merindukan bulan,"ujar Dewi tiba tiba.Bikin kuping panas aja.
Masa iya kak Dev jalan sama kakaknya Dewi?Kak Dinda itu cewek tercantik diantara murid kelas dua sekolah ini.Dia seorang model.Udah modis,cantik ditambah pintar lagi,pokoknya sempurna.Kalau dibandingan sama aku sih jauh banget.Tapi sayangnya kak Dinda agak judes dan galak banget....
"Dewi,sebenarnya apa maksud lo ngomong gitu?"Mela geram.
"Gue cuma mau ingetin aja kok."
"Alah,diam lo!"aku makin bete.
"Lo merintahin gue?Heh,emang lo siapa dikelas ini???Sok masih merasa ketua kelas ya?"Dewi tersenyum sinis.
"Sialan lo!Jangan ngeledek si Rian ya?"Tika mengebrak meja.Lalu menghampiri Dewi dan bersikap menantang berantem.
Aku segera menarik tangan Tika."Gak usah diladeni tante tante jelek kayak dia,Ka.Mendingan kita lanjutin ngobrol aja,"ujarku dengan santai.
"Lo bilang gue tante jelek?Cih,sialan!Emang lo apa?Dasar ***** murahan.Nyebelin.Sok nyari perhatian.Sok ngerasa kecantikan.Lo tuh emang...."
Aku tersenyum lalu memotong ucapannya,"Udah puas ngomongnya?kalo belum,silahkan ngomong disini.Gue bakal ngalah kok.Teman teman keluar aja yuk?Biarkan tante menor ini bicara sampe berbusa....
Tak elak lagi,derai tawa teman temanku memecahkan amarah Dewi.Kami pun keluar.
Ha...ha....ha....mukanya Dewi langsung berubah merah gitu ya?kayak orang yang lagi mengejan mau lahiran.He...he...he....,"Mela tertawa tergelak.
"Dia sih cari gara gara sama kita,sekarang tau akibatnya.?
"Aneh juga ya,kenapa Dewi musuhin lo.Yan?padahal setahu gue lo nggak pernah bikin masalah sama dia,"Caca heran.
"Begini,menurut pemikiran gue,siDewi cemburu karena gue dekat sama Felix.Walaupun gue dulu pernah musuhan sama Felix,tapi aku kan sempat suka dia.Mungkin Dewi tahu waktu dulu aku pernah suka makanya anggap aku saingannya.Payah dia belum tau aja kalo gue sepupu sama Felix."
"Sepupu lo,Yan?Sejak kapan?"Caca kaget.
"Gue juga baru tahu kalo dia tuh sepupu gue.Sebenarnya bukan sepupu dekat sih.Mami gue sepupu sama tante Karin,Mamanya Felix.Jadi gue sama Felix sepupu dua kali gitu...."
Teman teman aku menganguk angguk.
"Ria....!Ria......!"
☆☆☆☆☆
Ria...!Ria....!"
__ADS_1
"Yan!kak Dev manggil tuh!"Caca mencolek aku.
Mendengar nama kak Dev membuatku jadi dongkol lagi.Udah ngasih harapan sama aku tuk menyukainya,kok malah jadi bikin bete?
"Ria!Kamu malam minggu kemaren nelpon aku ya?"Tanya kak Dev dengan napas terengah engah.
Aku menganguk dengan wajah cemberut.
"Sori,aku nggak bilang sama kamu.Aku...em....aku...."
"Gak usah kakak jelasin.Aku udah tau kalo kakak jalan sama kak Dinda,"Aku berbalik dari kak Dev.
"Ka...kamu tau dari mana?"
"Tuh kan bener,"teman teman aku ngomong kompakan.
"Ri,ada satu alasan yang nggak bisa aku sebutkan.Kenapa jalan sama Dinda.Please.....jangan marah.....,"kak Dev memelas.
Aku masih nggak mau berpaling.
"Ri...maafin aku ya?Tapi suer,aku nggak ada apa apa sama Dinda."
"Kalo nggak ada apa apa kok jalan berdua?"
"Ya,itu....duh,aku nggak bisa jelasin...."
Aku diam.
"Ri,percaya sama aku.Aku nggak ada hubungan apa apa sama Dinda.Aku cuma temenan..."
"Bener."
"Apa buktinya?"
"Kalo gitu kamu mau nggak saya panggilkan Dinda?Buat memberi kesaksian."
"Gak usah deh kak,"aku ngeri kalo harus berhadapan sama kak Dinda.Kak Dinda tu sama kayak adiknya,Dewi.
Sama sama tante cerewet.Cuma bedanya wajah kak Dinda lebih menakutkan dari pada Dewi.
"Terus gimana aku memperlihatkan buktinya sama kamu?"Kak Dev terlihat putus asa.
"Iya...iya...aku percaya kok.Sori deh aku udah curiga."
Aku udah males ngeladeni kak Dev.Baru pedekate aja udah ada kabar dia jalan sama cewek lain,apalagi kalo udah jadian....
"Terus?"
"Yaudah,saya mau jalan dulu sama teman teman aku,dadah."
Aku tinggalin tuh sikakek tampan.Dia nggak usah gue peduliin.
\#\#\#\#\#\#
""Yan,lo serius?kenapa lo ninggalin kak Dev sih?"Mela melotot.
__ADS_1
"Udah deh!Lo nggak usah ikut campur urusan gue.Lo lo nggak usah mikirin apa apa!ngerti?"aku makin dibuat bete.
"Loh?kok lo jadi gitu sih?"Mela emosi.
"Giru gimana?gue biasa aja tuh!Gue cuma heran aja ,kok elo elo bertiga jadi heboh banget kalo nyangkut kak Dev."
"Maksud Mela,kami bertiga peduli sama elo Yan..."Ujar Caca menimpali.
Gue diam.Masih bete.
"Kenapa?lo bete?"tanya Mela nyolot.
"Eh,Mel!kok lo jadi marah gitu sih?Wajar gue bete,kak Dev ternyata cowok suka gombal.Kenapa jadi lo yang sensi?"gue makin panas.
"Gue?Gue bukan sensi.Tapi kesal sama kelakuan lo!Ucapan lo tadi rada nyinggung gue!"
"Oh yeah,Kalo gitu gue minta maaf.Puas?"gue sinis.
"Yan!"Tika ikutan marah."Lo tuh keterlaluan tahu!"
"Kalian kenapa sih?Aneh banget!"
"Yang aneh itu elo,RIYAN!!!"Mela menekan kata RIYAN untuk ngatain aku.
"Lo mau ngatain gue,Mel?"aku menyilangkan tangan kemudian mendekat ke Mela.
"Iya,emang kenapa?"
"Heh?Nggak apa apa sih...itu terserah lo mau ngatain gue kayak apa.Gue nggak peduli sama elo!"gue masih sinis sama Mela.
PLAK!!!
Pipi gue sebelah kiri terasa panas.
"Lo tu tega banget sih!Gue ngangap lo saudara gue sendiri.Gue udah peduli sama elo.Tapi apa balasan elo?Lo malah nggak peduli sama gue,"Mela marah.
Jujur gue agak tersinggung dengan tamparan Mela.Tanpa sadar gue mendorong bahu Mela sampai dia terjatuh dilantai.
"Yan!!!Tika mulai geram."Sadar nggak sih apa yang lo lakuin barusan?lo sadar nggak?"Tika mendorong bahu aku.
"E,sori...sori....gue...gue kalut..."
"Gampang banget bilang sori.Udah deh!Lo nggak usah sok jago deh!"semprot Tika.
"Mel cabut yuk?Males gue ngomong ama orang yang egois dan nggak peduli kayak dia,"Tika menunjuk aku dengan kasar.
Tika dan Mela sudah pergi.Tinggal aku dan Caca berdua.
"Lo nggak seharusnya ngomong kasar kayak gitu.Lo lihat sendiri kan,Tika dan Mela tersinggung sama perkataan elo.Lain kali ngomong harus mikir dulu,biar nggak kayak ini lagi.oke?"Caca menceramahi aku.
Aku diam.
"Gak usah langsung dipraktekan.Lo coba aja pelan pelan.Nah,sekarang lo minta maaf dulu sama mereka.Lebih baik minta maaf dulu,dari pada semakin lama musuhannya.iya nggak?"Caca trrsenyum."Yuk,gue temenin."
"Alah!Udah deh.Ntar juga baik sendiri.Males gue ngedatangin mereka.Keenakan!Gue nggak salah."aku melangkah pergi meninggalkan Caca dengan kesal.
__ADS_1
♤♤♤♤♤♤♤