
Kring...kring.....
"Halo!"
"Halo sayang.Kamu lagi ngapain?"tanya kak Dev di telepon.
"Eh,kak Dev.aku baru selesai nulis diary."
"Diary yang aku kasih itu ya?bagus deh kalo kamu tiap hari isi diary itu.Besok bawa ke sekolah ya?aku mau liat diary kamu.Oke?"
"Oke."
"Kamu udah makan belum?"
"Udah kak."
"Sama dong.Nah,sekarang aku mau belajar dulu.Kamu jangan lupa kerjain PR ya ,Ri?"
"Iya kak."
"Dadah sayang.Good night."
"Dah..."
Klik!telpon ditutup.
Tiap hari kak Dev nelpon aku.Nanyain aku lagi apa,nanya udah makan apa belum.Kak Dev tuh cowok yang perhatian banget sama aku.Selama ini,aku jarang belajar,tapi berkat kak Dev aku jadi lebih rajin lagi.Pokoknya hari hari aku lebih indah dari pada dulu....
Nah loh?Aku jadi berubah gini.Aku kayak bukan Riri yang dulu.Aku nggak pernah jingkrak jingkrak lagi,nggak pernah loncat loncat lagi,manjat pohon,dan ngegangu orang.Waduh,jangan jangan aku gila.
Hmmm.....ini namanya bukan gila.Aku tahu,ini namanya jatuh cinta!!!
Esoknya di sekolah...
"Ya ampun Ri...Kamu tuh ngisi diary jangan dua tiga kalimat aja dong.Ini sih cuma seiprit doang.Kalo isi diary jangan sependek ini ceritanya.Yang namanya diary,biasanya di ceritain apa yang dialami seharian.Bukan kayak ini.Ini sih buang buang kertas.
"aku kan nggak bakat bercerita panjang panjang."
"Biasain dong.Oke?"
Aku menganguk .Kak Dev mengembalikan diaryku.
"Ntar aku liat diary kamu lagi.Aku pengen kamu cerita semua yang kamu alami seharian.Gimana?"
"Iya kak."
"Udah dulu ya,Ria sayang.Aku balik ke kelas dulu.Udag bel nih."kak Dev bergegas pergi.
Huh!Masih untung aku nulis di diary ini.Emangnya nulis diary harus panjang panjang ya?
"Kok cemberut?"tegur Dewi.
__ADS_1
"Ah,nggak apa apa."jawabku nggak jujur.Pasti Dewi nanya nanya lagi.Biasalah Dewi emang pengen selalu tahu urusan orang.
"Berantem sama kak Dev?"tanya nya ingin tahu.
"Enggak."
"Lantas?"
"Ayolah,Yan.Cerita dong.Aku kan sahabat lo,masa nggak terbuka sih?"
"Sejak kapan lo jadi sahabat gue?lo nya aja yang nguntit gue kemana mana.Kayak buntut kuda yang selalu nempel di pantat kuda.
Kalo gue pengen jajan dan lagi nggak ada kak Dev lo ikutan,kalo gue ke toilet lo ikutin.Kalo pulang,lo sok pura pura nganter gue ke depan gerbang.
"Yan,sekarang lo berubah banget lho.Dulu gahar sama orang.Sifatnya kayak laki laki.Doyan berantem.Sekarang,lo jadi anak pendiam dan kalem,"Dewi berkomentar.
"Yan,kalo ada masalah cerita dong."lagi lagi Dewi setengah memaksa.
"Gak ada apa apa kok,Wi.Tadi kak Dev cuma bilang sama gue nulis diary jangan cuma dua tiga kalimat."
"Oh gitu,eh...gue boleh dong liat diary elo.Gue kan sahabat lo."ucapan Dewi benar benar bikin aku mau muntah.Lagaknya itu lho kayak over banget.Apalagi bibirnya nyosor ke sana sini.Gede pula!Kayak bebek aja....
"Tuh liat aja.Gak penting kok."aku sodorkan diary pink kepada Dewi.
Kurang dari semenit,Dewi mengembalikan diary pink itu.
"Lo nulis diary apa laporan?Pendek banget.Sayang banget,kertas sebagus ini lo buang buang."Dewi nyerocos tanpa napas.
Aku diam aja melihat bibirnya,menanti dia habis berkomentar apa lagi.
"Alah,biarin deh!"sahut aku.
"Oh iya,Ri.Lo bisa bantu gue nggak?"tanya Dewi yang tiba tiba memasang tampang memelas.Kayak orang mau minta minta aja tuh anak!
"Begini,tanggal 27 maret.Kan si Felix ulang tahun.Lo mau nggak nemenin gue cari kado buat Felix.Please.....ya Ri."
"Tanggal 27?Felix ulang tahun?Wah aku baru tahu....
"Emang mau beli kado hari apa?"tanya aku.
"Besok lusa.Hari minggu.Lo bisa kan,Ri?"Dewi menatap penuh harap.
Gak apa apalah aku tolongin si Dewi.Toh hari Minggu aku lagi nggak ada acara.
"Iya Wi.Kayaknya gue bisa nemenin lo.Jam berapa?"
"Jam 10 gue ke rumah elo deh.Gimana?"Dewi kegirangan.
"Loh?Emang lo tau rumah gue?Tahu dari siapa?"
"Dari Felix."
__ADS_1
"Ooo..."
Sejak kapan Felix tau rumah aku?Dia kan nggak pernah main ke rumah aku.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Minggu,25 Maret.
Ting tong!ting tong!Nah itu pasti si Dewi datang.
Aku membuka pintu.
Jegrek!
Hah!Gila!Kadal buntung,babi ngesot!!!Kaget aku!Hampir aja tadi aku mau loncat.Kak Ridwan datang!Ngapain hari ini ke rumah aku?
"Ri,aku mau ngomong sama lo.Penting!"
"Sori kak.Aku sebentar lagi harus pergi nemenin Dewi.Aku hari ini nggak ada waktu.Maaf kak."Aku coba menutup pintu,tapi segera di tahan oleh kak Ridwan.
"Banyak yang harus aku omongin sama kamu.Please...sebentar aja.Oke?"
"Ya udah.Tapi nggak usah masuk ya?Aku nggak enak sama orang rumah.Ntar kak Ridwan di sangka pacar aku.Nah,sekarang kakak ngomong deh.Aku dengerin."
"Lo bahagia di samping Dev?"
"Ya iya lah kak.Dia baik banget sama aku.Gak mungkin aku merana sama kebaikan dia."
"Ri,Aku minta kamu putusin Dev secepatnya!"
"Eh,enak aja kalo ngomong!Maksud kakak,aku putusin kak Dev terus jadian sama kakak.Gitu?"Aku mulai marah.
"Sebenarnya aku sama sekali nggak ada niat jadian sama kamu,Ri.Aku sekarang juga udah bingung,gimana caranya membuat kamu jauh dari Dev.Lo itu orang yang sangat penting bagi aku.Kamu adalah so...."
"Sori,mendingan kak Ridwan pergi deh dari sini!Aku nggak ada waktu dengerin omongan kakak.Kak,jangan bikin aku nggak respek lagi sama kakak.Sekarang mendingan kakak pulang aja dulu.Oke?"
"Ri,dengerin kata aku...Dev...Dev nggak sebaik yang kamu kira..."
Brak!!
Pintu aku banting,langsung aku kunci.Apa apaan sih,kakak maman tiba tiba datangke rumah aku dan ngomong yang aneh aneh?Jangan jangan dia pengen nyakitin aku?Jangan jangan dia dendam sama aku?Jangan jangan dia dendam sama kak Dev.Ah!Semua pikiran buruk tentang kak Ridwan muncul di otak aku.Aku jadi agak sebel sama kak Ridwan.
Ting tong!ting tong!
Mau apa lagi kak Ridwan.
"Apa lagi sih kak Ridwan?"bentak aku saat membuka pintu
"Ehm...kenapa yan?Kok lo ngebentak gue?Gue salah apa ya?"Dewi yang ber dandan rapi banget berdiri di hadapan aku.
Ya ampun!Aku kira si kunyuk itu yang memencet bel.
__ADS_1
"Duh,sori banget Wi?Gue kira yang mencet bel tadi kak Ridwan.Barusan dia datang ke sini.Tapi..."
♤♤♤♤♤