Potongan Hati

Potongan Hati
03. Sobat Patah Hati


__ADS_3

Berkat Fiya, Ardiansyah sudah tidak lagi berlarut-larut dalam kegalauannya. Kini ia sudah kembali ikut nongkrong bersama teman-temannya. Seperti sakit mereka sedang asik bermain basket di lapangan ketika cewek Ardiansyah tiba-tiba datang menemuinya.


"Ardiansyah!" panggilnya tak hanya membuat Ardiansyah menoleh, tapi teman-temannya juga menoleh.


"Bukannya itu mantan lo, ar?" tanya Abian membuat Fiya mengerjap. Oh jadi ini mantannya Ardiansyah, cakep juga sih pantes Ardiansyah gak mau pisah.


"Gue istirahat bentar!" kata Ardiansyah tanpa teman-temannya dan menghampiri sang mantan. Sementara mereka langsung lirik bingung, tapi tak ada yang berani protes.


"Gue curiga nih mantannya Ardiansyah ngajak balikan," celetuk Citra yang sejak kapan sudah berdiri di samping Fiya.


"Masa sih?"


"Ya lagian buat apa dia ngedatengin Ardiansyah lagi?"


Fiya tampak berpikir.


“Ngomongin masalah yang waktu itu kali, yang Ardiansyah ngedatengin cowok barunya."


"Waduh, gawat kalau kayak gitu, entar bakal jadi perang dunia ketiga," ujar Citra setengah panik karena ia tahu apa Ardiansyah. Cowok itu gampang terbawa emosi, belum lagi kadang suka kelepasan berbicara yang tidak-tidak tanpa berpikir lebih dulu. Citra dan Fiya fokus mengamati Ardiansyah sementara cowok-cowok yang lain lanjut bermain basket. Setelah obrolan mereka selesai, cewek Ardiansyah alias Vina pamit setelah mengulas senyum kecil pada Ardiansyah cowok sedangkan itu langsung mematung dan mengungkapkan sosok Vina sampai dia menghilang dari pandangannya. Ardiansyah kembali kepada teman-temannya dengan langkah gontai dan wajah yang tampak suram. memperbaiki Vina baru saja menaburkan garam pada lukanya ataumalah menorehkan luka baru.


“Kenapa lo?” Gavin yang pertama bertanya sambil melemparkan bola basket ke arah Ardiansyah. Ardiansyah menangkap bola itu lalu menghela napas panjang.


"Gue sama Vina udah bener-bener selesai."


"Loh, emang udah selesai dari kemaren-kemaren?" ujar Gavin bikin Ardiansyah mendelik tajam dan kembali melemparkan bola basket pada Gavin. cowok beruntung itu dengan sigap langsung menangkapnya.


"Gue cabut duluan ya!" Ardiansyah meraih tasnya yang semula diletakan di pinggir lapangan. Moodnya pasti menurun drastis.


“Ah elah masih janm segini ar!” Ardiansyah memperhatikan Gavin dan beranjak dari waktu sambil melambai singkat.


“Abis ini pasti ngegalau lagi," ujar Citra merasa prihatin. Padahal Ardiansyah baru saja pulih dan keluar dari perasingannya.


"Gue juga cabut duluan ya?" ujar Fiya tiba-tiba setelah melirik jam yang menguntungkan di tangan. kemudian pergi ke arah yang berlawanan dengan Ardiansyah. Fiya hampir saja lupa bahwa ia ada janji dengan Zein. Jadi, tadi pagi Zein tiba-tiba menghubunginya, katanya dia ingin mengembalikan Noki kura-kura peliharaan Fiya yang ia simpan di kos-kosan Zein.


Sebenarnya, Sekar memelihara dua kura-kura jenis Red Ear Slider, tapi salah satu dari mereka yang bernama Olin sudah mati, seminggu sebelum Fiya meminta putus dari Zein dan alasan dulu dia tidak menyimpan kura-kura itu di kos-kosannya sendiri karena tidak ada tempat . Kamar Fiya sudah penuh dengan barang-barangnya. Kurang dari sepuluh menit Fiya sudah sampai di depan kos-kosannya dan Zein jadwal sudah lebih dulu. la duduk di ballkon dengan sebuah akuarium kecil yang ia letakarn di atas meja. Buru-buru Fiya turun dari motornya.


"Udah lama nunggu? maaf tadi aku mampir ke sebelah dulu."


"Tidak kok."

__ADS_1


“Makasih ya Zein, maaf ngerepotin.”


"Iya gapapa, itu nokinya gue balikin ya."


"Iya." Fiya tersenyum canggung jantungnya masih berdebar saat ia mengungkapkan sepasang mata yang dulu menjari favoritnya itu dan apa tadi? Zein sudah mengganti gaya bicaranya dengan Fiya menjadi gue lo, karena cowok itu tidak berniat kembali merangkai kasih dengan Fiya.


"Duluan ya Fiya," pamit Zein tanpa ingin berlama-lama lagi tinggal di tempat sang mantan.


"Hati-hati." Fiya meninggalkan kepergian Zein dengan hati mencelos. Rasa sakit itu kembali dan kenangan mereka satu persatu mulai bermunculan di benaknya. Fiya langsung berjongkok dan memangku kepalanya di atas lutut. Padahal ia sudah cukup meminjam untuk merelakan Zein, tapi ternyata dia masih belum kuat. Artinya sebesar itu eksistensi Zein di hidup Fiya.


"Tidak bisa ya kita balik kaya dulu?" racau Fiya yang hampir menangis. Selama beberapa menit ia mencoba diri. Menetralkan perasaannya yang kacau balau hanya karena pertemuan dengan seorang Zein yang bahkan tidak sampai lima menit. Andai ia akan seperti ini akhirnya, mungkin dulu ia tidak perlu pacaran dengan Zein dan tetap berteman agar ia tidak kehilangan cowok itu. kecuali kalau berteman, aku tidak usah merasakan perihnya perpisahan.


Setelah menarik napas dalam-dalam, Fiya mengembuskannya dengan kasar. Sekarang harus ia kemanakan kura-kura malang ini? Satu-satunya tempat kosong di dalam kamar Fiya hanya meja belajarnya, tapi tidak mungkin juga meletakannya di sana atau meletakannya di lantai bawah tempat tidur yang selalu digunakan untuk solat.


"Citra pasti gak mau gue titipin, Surya udah punya aguarium sendiri, Abian sama Gavin gue nggak begitu deket." Fiya mulai mengabsen teman-temannya, tapi ia tak knjng menemukan nama yang tepat untuk dimintakan tolong hingga akhirnya nama Ardiansyah terlintas begitu saja.


"Reno mau nggak ya? apartemen dia kan luas terus barang-barang dia juga dikit," monolog Fiya. Sama seperti Gavin dan Abian, sebenarnya Fiya juga baru kenal dengan Ardiansyah, tapi sepertinya lebih cocok dengannya. Mungkin karena mereka sudah menjadi sobat patah hati.


"Ah gue coba dulu deh." Fiya membawa akuarium kecil itu setelah memesan ojek online, karena aku akan senang aja kalau nmembawanya sendiri menggunakan motor. Maka untuk kedua kalinya Fiya datang ke apartemen Ardiansyah tanpa memberitahu cowok itu terlebih dahulu, tapi untung saja begitu sampai sana Ardiansyah tidak langsung mengusirnya dan mempersilalkan Fiya masuk meski terheran-heran dengan barang yang dibawanya.


"Lo kenapa bawa-bawa aquarium?" tanya Ardiansyah mengintip isi kotak kaca itu yang airnya hanya sedikit dan ada seekor kura-kura di dalamnya.


"Ar, lo mau beramal nggak?" celetuk Fiya membuat Ardiansyah memicingkan matanya curiga.


"Lah, ini lo dapet dari mana?"


"Gue udah lama melihara Noki, tapi gue taro dia di kos mantan gue terus tadi mantan gue dateng ke kos gue buat balikin Noki."


"Bisa-bisanya lo melihara hewan, tapi ditaro di tempat orang."


"Abisnya kan dulu gue ngebet banget pengen melihara kura-kura, terus kan gue juga sering main ke kos mantan gue." Ardiansyah tampak menimbang-nimbang.


"Gue gak bisa nitipin ke Citra soalnya dia pasti gak ma ribet katanya." Fiya tanpa kedua telapak tangannya dan memohon pada Ardiansyah.


“Boleh ya ar? kan lumayan juga biar lo ada temennya, katanya punya hewan peliharaan bisa ngurangin stres."


"Oke, tapi lo harus sering-sering ke sini buat bersihin akuariumnya. Gue ogah soalnya!" Senyum Fiya langsung mengembang.


"Siap kapten!" Lalu Ardiansyah meletakan aquarium itu di samping televisi dan menambahkan lebih banyak air ke dalamnya agar kura-kura kecil itu bisa berenang.

__ADS_1


"Makanannya apa?" tanya Ardiansyah yang sama sekali tidak tahu menahu soal kura-kura.


"Biasanya gue kasih pelet, tapi gue kasih ikan kecil atau sayuran sama buah."


"Sehat juga makanannya."


"Iya emang, biar dia gak bosen juga."


“Namanya siapa tadi?”


“Noki?”


“Artinya apa?”


"Nggau tau acak aja."


"Terus ini mana makanannya?" tanya Ardiansyah lagi. Kali ini sambil menoleh pada Fiya.


"Kayanya mantan gue lupa bawa, entar gue beliin aja sekalian pulang terus nanti malem gue anterin lagi ke sini."


Ardiansyah tiba-tiba berdiri dan meraih jaketnya yang tergeletak begitu saja di atas sofa.


"Ayo beli sekarang aja!"


“HAH?”


"Dari pada entar lo bolak balik." Fiya masih mengerjap bingung.


“Emangnya gak apa-apa? lo lagi ngegalauin mantan?"


"Apa-apaan tuh."


"Citra."


"Kaga, udah ayo berangkat kasian nanti dia lap. Lo ke sini tadi gak bawa motor kan?" Fiya mengangguk lalu segera mengikuti langkah Ardiansyah.


la tidak menyangka Ardiansyah akan sebaik ini. Setelah melatihnya bermain gitar, sekarang dia mau direpotkan memelihara kura-kura. Sekarang Fiya jari bertanya-tanya, mengapa mantan pacar Ardiansyah bisa memutuskan cowok sebaik dia? memang sih Ardiansyah katanya posesif, tapi itu berarti karena dia sangat mencintai mantannya? Ah sepertinya kapan-kapan Fiya harus mencari tahu.


...Reno dan sang mantan...

__ADS_1



...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA GUYS YA!!! ...


__ADS_2