Potongan Hati

Potongan Hati
05. Jangan Jatuh Cinta


__ADS_3

"Gue baru tau kalau putus itu bisa nular:)"


"Tau gini gue gak usah kenalan sama lo." Fiyatertawa mendengar jawaban Ardiansyah.


Siapa sangka Tuhan mempertemukan mereka saat sedang dalam fase patah hati. Ardiansyah yang semula menghibur Fiya atas putusnya hubungan dia dengan sang mantan malah berakhir dengan nasib yang sama.


"Jadi ceritanya lo nyesel nih kenal sama gue?"


"Haha nggak juga." Fiya ngangguk-angguk.


"Keknya gak ada orang yang bakal nyesel udah kenal sama gue deh."


"Pede amat nyai!"


"Loh emang bener kan?"


"Yakin mantan lo gak nyesel udah kenal sama lo?" Mendengar itu, Fiya langsung cemberut hingga mengundang keusilan Ardiansyah untuk menjawil pipinya.


"Pasti mantan lo nggak sadar kalau dia udah ngelepas mutiara kaya lo," hibur Ardiansyah.


"Gue jangan-jangan nih Ar?" Ardiansyah malah tertawa.


Entah mengapa saat bersama gadis itu ia merasa nyaman dan bisa santai membicarakan apapun. Fiya tidak sekaku Vina dan terkesan apa adanya. Ardiansyah tidak perlu pusing- pusing memikirkan apa yang ada dalam pikirannya karena Fiya akan mengatakan dengan sendirinya. Ardiansyah juga tidak perlu merasa waswas kalau Fiya akan pergi begitu saja.


"Btw Ar, malam minggu besok lo free gak?"


"Ngapain tiba-tiba nanya? mau ngajak ngedate?"


"Hooh, gue pengen nonton Antares. Tadinya mau pergi sama Citra, tapi dia ngebatalin gitu aja. Katanya mau ngebucin sama si Surya!" ucap Fiya menggebu-gebu saat kembali membuat kesalnya dengan Citra kemarin malam yang dibuat setengah mati karena Citra lebih mementingkan pacarnya pada dirinya.


“Antara? apaan tuh?"


“Idih masa lo gak tau?”


"Kaga."


"Astaga Ar, lo kuliah kemana aja sih band kampus sendiri aja kaga tau."


"Oh band kampus, gue jarang ikut event-event kampus sih."


“Yaudah berati nanti lo mesti ikut. Gue jamin gak bakal nyesel." Ardiansyah malah membocorkan Fiya curiga. Kalau cewek modelan Fiya seantusias ini ngomongin band pasti tidak jauh-jauh dari tampang anak-anak bandnya yang ganteng.


"Band cewek apa cowok?"


"Cowok semua. Beuh ganteng parah apalagi kak Wira gila gantengnya gak ada obat mana kek softboy gitu astaga minta dinikahin!" Tuh kan benar apa kata Ardiansyah.


"Kayanya gue tau deh kenapa lo diputusin mantan lo." Fiya mengerjap bingung.


"Lo sering ngomongin cowok lain di depan mantan lo ya?"


"Hah? nggak tuh."


"Lah barusan." Raut wajah Fiya sendu.


"Enggak Ar, gue gak pernah ngomongin cowok lain di depan Zein."

__ADS_1


"Lo pasti gak akan percaya, tapi gue sebisa mungkin selalu ngehindarin ngelakuin hal-hal yang nggak suka atau hal-hal yang dibenci sama cowok pada umumnya." Ardiansyah terperanjat.


Kini ia jadi bertanya-tanya seperti apa sosok Fiya saat bersama mantannya. Apakah dia akan benar-benar terlihat berbeda, lalu jika begitu yang mana sosok Fiya yang sebenarnya? apa Fiya yang tersedia sekarang ini atau gadis itu kini juga sedang berpura-pura?


"Fi, gue boleh nanya?"


"Nanya apa?"


"Yang ada di depan gue sekarang beneran lo atau lo juga lagi pura-pura jadi orang lain biar bisa akrab sama gue?" Ardiansyah menyuarakan isi pikirannya.


"Hah?"


"Gue pengen kenal sama lo yang sebenernya, gak peduli gimana pun sifat asli lo." Fiya terhenyak, tapi beberapa detik kemudian dia tersenyum.


"Tau gak Ar, entah kenapa kalau lagi sama lo gue bisa jadi iri gue yang sebenernya. Gue nggak perlu takut lo bakal kecewa atau benci sama gue. Jadi, Ar makasih ya udah mau temenan sama gue."


"Ternyata nggak cuma gue yang mikir kaya gitu!" Ardiansyah tersenyum sambil menggenggam tangan Fiya.


"Makasih juga udah mau jadi temen gue."


"Aduh Ar, jangan kaya gini dong. Kalau entar gue baper gimana?" Fiya mengangkat tangan yang berada dalam genggaman Ardiansyah, tapi cowok malah tertawa.


"Jangan baper sama gue sampe gue udah move on dari Vina, malah malah bikin sakit hati lagi."


"Haha iya iya." Mereka tertawa tanpa tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Hari ini mungkin mereka masih bisa bercanda membicarakan soal perasaan seperti tadi, tapi hari esok belum tentu bisa. Ingat perasaan manusia itu bisa berubah.


...**********...


"Fi, lo masih ngambek sama gue?" Malam itu tanpa diundang datang ke kamar Fiya sambil membawa sekotak roti bakar keju kesukaan Fiya. Ceritanya sih buat nyogok Fiya biar gak ngambek lagi.


"Tidak usah!"


"Fiya ih jangan ngambek terus dong."


"Nggak usah Citra, kalau lo nggak bisa yaudah. Lagian gue udah nemu orang lain kok buat nemenin."


"Hah siapa? temen lo kan cuma gue doang!" Fiya langsung menoyor kepala Citra.


"Pede banget lo!"


"Loh, tapi kan bener?"


"Gue pergi sama Ardiansyah!"


"Wow!" Citra kehilangan kata-kata. Dia terdiam beberapa detik sebelum merapatkan irinya pada Fiya sambil memasang rasa penasaran.


"Dari kemarin gue panasaran."


"Apa?"


"Lo ada apa sama Ardiansyah? kok akhir-akhir ini kalian bikin lengket aja. Nongkrong bareng diskip, tapi nongkrong berdua jalan terus."


"Apaan sih Cit, gue nggak ada apa-apa sama dia!" Fiya membuka kotak roti bakar yang dibawa Citra lalu mencomot satu potong.


"Jangan boong loh Fi."

__ADS_1


"Ngapain juga gue harus boong."


"Lo sadar gak sih sejak pacaran sama Zein lo gak pernah mau diajak jalan berdua sama cowok atau nongkrong sama anak-anak, Oke."


"Ehm... masa?" Fiya mermilih pura-pura bego padahal dia tahu jelas apa yang dimaksud Fiya. Tentu saja dulu ia melakukan itu untuk menjaga perasaan Zein. la tidak mau ada diantara hubungan mereka karena takut Zein akan meninggalkannya.


"Iya tau! makanya ini gue heran banget lo bisa tiba-tiba deket sama Ardiansyah. Lo mau ikut nongkrong sama gue sama Surya aja udah syukur lah malah jalan berduaan dong."


"Biasa aja ah Cit,"


"Tidak! gak biasa nih. Lo dulu waktu minta nemuin senior lo aja sampe mohon-mohon sama gue dianter:"


"Itu kan dulu, sekarang gue udah putus sama Zein gue bebas dong mau ngelakuin apa aja."


"Jangan bilang lo mau ngejadiin Ardiansyah pelampiasan biar lo bisa moveon dari Zein?" pekik Citra sok mendramatis.


"Aduh Cit, dikira gue cewek apaan? gue nggak sejahat itu kali."


"Iya juga sih." Citra sibuk berpikir Fiya asik menikmati roti bakar keju sambil ketawa ketiwi baca timeline twitter. Hal rutin yang selalu ia lalui untuk mengusir lelah jika sedang malas menonton atau baca novel.


"Fi, jangan terlalu deket sama Ardiansyah." Fiya menoleh.


"Kenapa sih kemarin perasaan lo ngecie ciein gue tuh pake bilang mau ngebantuin segala udah kek mak comblang."


"Itu kan kemarin."


"Terus sekarang bedanya apa?"


"Ardiansyah gamon dari mantannya."


"Udah tau!"


"Nah, mangkanya itu Fi. Pokoknya lo jangan baper duluan sama dia. Biar dia duluan yang baper sama lo!" Citra raut serius.


Setelah mendengar teman-temannya tempo lalu memutuskan untuk tidak dulu mendukung Fiya dengan Ardiansyah karena Citra tidak mau sahabatnya itu kembali disia-siakan. Fiya terlalu baik untuk mengalami hal seperti itu lagi. Ingin Citra memastikan dulu bahwa Ardiansyah memang layak untuk Fiya dan dia sudah tidak akan lagi dibayang-bayangi mantan kekasihnya. Citra tahu bagaimana dulu Ardiansyah begitu posesif pada mantannya dan pasti bukan hal yang mudah bagi Ardiansyah untuk melupakannya begitu saja.


"Tidak apa-apa kalau temenan, asal tau aja ya Fi. Pokoknya jangan sampe lo baper duluan titik."


"Idih apaan dah."


"Gue mau memastikan sesuatu dulu, kalau udah pasti baru gue bakal ngedukung lo. Soalnya kalian emang cocok sih, tapi pokoknya dengerin omongan gue yang tadi!"


"Ehm."


"Pokoknya jangan ya!"


"Tye iye, cerewet ama lo udah kek emak-emak yang ngelarang anak gadisnya pacaran."


"Fii?"


"Iya Citra iya. Dah sana lo balik ke kamar lo, gue mau baca webtoon dulu udah jam sepuluh!"


...Band di kampusnya Fiya alias Antares...


__ADS_1


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKMU KAWAN YANG BUDIMAN!!!! ...


__ADS_2