
Cinta tidak mengira Elvino memiliki pilihan untuk melepaskan kedua anggota Femihunt ini. Pasalnya, sudah dijelaskan olehnya bahwa kelompok Femihunt tak segan untuk membunuh pria yang ditemui oleh mereka berdua.
Seharusnya, Elvino memilih membunuh kedua wanita ini sebelum sadar kembali dengan alasan terlalu berbahaya untuk dibiarkan untuk mereka hidup.
Namun, setelah dipikir-pikir lagi, pilihan Elvino bisa diterima karena kelompok Femihunt ini terbilang misterius.
Dia juga membutuhkan informasi dari anggota Femihunt, Cinta sependapat dengan apa yang diputuskan oleh Elvino.
Menatap kedua wanita ini dengan tatapan yang tajam, Cinta melihat suatu perbedaan pada tubuh anggota kelompok Femihunt ini, ditakutkan ada sebuah infeksi atau luka yang dihasilkan oleh serangan zombie.
Zombie di dunia ini mirip dengan zombie yang ada di film atau serial televisi yang di mana mereka bisa menyebarkan virus atau penyebab mereka menjadi zombie melalui gigitan atau atau cakaran.
Diusahakan untuk tidak dicakar karena penyakit tersebut bisa ditularkan melalui luka.
Dari awalnya hanya melihat dari jarak jauh, Cinta bergerak lebih dekat dan bahkan membuka beberapa pakaian mereka untuk melihat secara keseluruhan.
Hasil dari pemeriksaan, kedua wanita ini bebas dari infeksi zombie, tetapi mereka memiliki kesehatan tubuh yang cukup tidak baik.
Menoleh melihat Elvino, menunjuk ke wanita yang memiliki kantung mata, Cinta berkata, "Dia tampaknya sudah begadang selama beberapa hari ini. Kondisinya begitu lemah karena kekurangan tidur."
"Aku juga berpikir begitu. Wanita ini tampak sangat lelah," balas Elvino dengan anggukan kepala. "Sebelum kita melanjutkan perjalanan ke gedung yang ada di depan, kita harus menginterogasi kedua wanita ini."
"Setelahnya apa yang akan dilakukan? Membiarkan mereka hidup lagi?"
Bulan memastikan kembali ucapan Elvino sebelumnya. Dia tak yakin Elvino akan melepaskan kedua wanita ini.
Melirik Bulan yang ada di sampingnya, Elvino berkata, "Mungkin saja aku akan melepaskan mereka. Itu masih kemungkinan."
Akhir kalimat Elvino sengaja tersenyum dan memberi kesan misterius kepada semua wanitanya.
Hal ini membuat mereka tidak yakin dengan ucapan Elvino yang bilang akan membiarkan mereka berdua pergi.
Setelah menunggu lebih dari 1 jam, kedua wanita yang ditangkap itu akhirnya terbangun dalam keadaan yang bingung.
Mereka berdua seketika menjadi panik dan mencoba untuk melepaskan kekangan yang ada pada kaki serta tangannya.
"Apa ini?!"
Wanita berambut pendek terkejut dengan apa yang terjadi padanya sekarang, dia bingung mengapa dirinya diikat seperti seorang tahanan dan sandera.
Tubuhnya meliuk-liuk di atas kasur dan mencoba mengeluarkan kaki dan tangannya dari ikatan tanpa melihat sekitar.
"Percuma, kalian tak bisa melepaskan ikatan itu."
Sebuah suara pria yang tegas terdengar di telinga wanita berambut pendek tersebut membuatnya terdiam dan mematung.
Dalam sekejap mata, dia akhirnya ingat dengan peristiwa yang terjadi sebelumnya.
Dengan segenap kekuatannya, wanita tersebut mencoba untuk mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang berbicara.
__ADS_1
Begitu dia berhasil mengangkat kepalanya bersama tubuh atasnya, dia bisa melihat seorang pria yang tampan tak mengenakan pakaian bagian atas dengan menampilkan tubuhnya yang berotot.
Mata wanita tersebut menyusut dan jantungnya berdetak kencang lantaran panik.
Wanita tersebut segera menjauh, tetapi tubuhnya menabrak kepala tempat tidur.
Gerakannya membuat wanita yang satunya sadar dari kebingungannya dan ikut melihat Elvino yang berdiri di depannya.
"Lepaskan kami!" teriak wanita berambut pendek dengan wajah yang marah. "Jangan macam-macam pada kami. Kami adalah Femihunt, aku akan membunuhmu jika tidak melepaskan kami berdua!"
Mendengar jeritan wanita ini, Elvino hanya menggelengkan kepalanya dengan senyuman di wajahnya. Ternyata wanita ini bodoh.
"Bagaimana caranya kamu membunuhku? Bukankah kedua kaki dan tangan kalian sekarang sedang diikat?" tanya Elvino dengan wajah yang polos.
Kalimat Elvino membuat wanita berambut pendek itu sadar dengan apa yang diucapkannya tadi.
Wajahnya yang marah dengan secepat kilat berubah menjadi sedih dan dia memohon, "Maafkan aku, aku dan temanku berjanji tidak akan membunuhmu yang adalah seorang pria. Kami akan membiarkan kamu hidup dan takkan kami targetkan. Tolong lepaskan kami berdua."
"Sayang sekali, aku tidak ingin melepaskan kalian berdua karena aku belum mau," kata Elvino dengan main-main.
Wanita tersebut menggertak giginya karena kesal, kemudian dia menatap Elvino dengan tatapan pembunuh.
Tatapannya tidak membuat Elvino takut, malah dia ingin tertawa sambil menatap balik mata wanita berambut pendek ini.
Sementara itu, wanita yang memiliki kantung mata memandang Elvino dengan fokus pandangannya ke arah otot perut Elvino, bisa dilihat wanita ini hampir mengeluarkan air liurnya.
"Aku akan melepaskan kalian berdua apabila kalian berhasil menjawab pertanyaan ku."
"Maksud kamu kami berdua sedang diwawancarai?"
"Benar." Elvino mengangguk cepat. "Namun, ada syarat yang harus kalian penuhi, yaitu menjawab pertanyaanku dengan jujur."
Sembari mengatakan itu, Elvino berjalan untuk mengambil sebuah pedang di atas meja ruangan yang agak berdebu.
Melihat pedang ini, kedua mata wanita tersebut tampak ketakutan hingga pupilnya bergetar.
"Apa kalian mengerti?" tanya Elvino yang duduk di atas kursi yang tua sembari menatap mereka dengan santai.
Kedua wanita tersebut memandang satu sama lain untuk membuat keputusan cepat. Pada akhirnya, mereka berdua setuju dengan persyaratan Elvino.
Berikutnya, Elvino langsung melontarkan pertanyaan yang pertama, "Siapa nama kalian berdua?"
"Namaku Bila," jawab wanita berambut pendek.
Wanita berkantung mata melanjutkan, "Dan nama aku adalah Luna."
Setelah pertanyaan ini, pertanyaan berikutnya menjadi lebih dalam lagi karena Elvino ingin mengetahui tentang kelompok Femihunt.
Interogasi berjalan cukup lancar lantaran Cinta dan wanita yang lainnya keluar usai Elvino perintahkan untuk sembunyi terlebih dahulu.
__ADS_1
Tak disangka kedua wanita ini mengetahui Cinta dan hampir saja bentrokan ucapan terjadi.
Apa yang Elvino dapatkan dari interogasi ini adalah kelompok Femihunt telah berkembang ke seluruh dunia dari tahun kemarin. Tidak hanya ada di Kota Jakarta, tetapi di seluruh daerah di dunia ini ada kelompok Femihunt yang memiliki total anggota puluhan juta.
Sementara jumlah populasi manusia dunia ini ratusan juta. Itu pun tak pasti jumlahnya.
Dengan jumlah sebanyak itu, kelompok Femihunt merupakan kelompok atau komunitas yang sangat besar.
Mengetahui ini membuat Cinta menjadi pucat.
Pasalnya, HWO saja tidak sebesar itu, dia sebagai wakil ketua kelompok Hunter Women's Organization di Indonesia tidak punya anggota satu juta orang, hanya ada ratusan ribu orang dan itu tersebar di berbagai daerah, jarang sekali bertemu satu sama lain.
Anggota HWO akan bertemu di Serang karena markas mereka ada di sana.
Selain informasi tersebut ada informasi lainnya, itu adalah informasi keberadaan markas pusat mereka di Indonesia. Femihunt berpusat di Kota Bandung.
Markas mereka sangat besar dan bahkan bisa disebut sebagai kota, mereka berkata seperti itu.
Ketua Femihunt Indonesia bernama Elena, sosok tersebut dikatakan misterius karena Luna dan Bila sendiri tidak tahu sosoknya.
Bila dan Luna mengaku sudah membunuh lebih dari 60 pria.
Hal ini membuat Elvino geram dan ingin membunuh mereka berdua, tetapi ditahan karena teringat dengan misi.
"Baiklah, aku akan melepaskan kalian berdua."
Setelah mendapatkan informasi itu, Elvino memutuskan untuk melepaskan mereka berdua.
Berikutnya, dia menyuruh Bulan dan Mika untuk melepaskan ikatan kaki dan tangan mereka.
Melihat ini, keduanya sangat senang, dia menatap Elvino dengan tatapan yang penuh makna, senyuman keduanya pun terasa personal seolah ada maksud dan tujuan yang tersembunyi.
"Terima kasih, kami berdua pergi, aku berjanji takkan muncul di dekat kalian."
Setelah mengatakan itu, Bila dan Luna berjalan menuju pintu ruangan.
Tentu saja, mereka tidak beri barang-barang mereka lagi dan disita permanen oleh Elvino.
Melihat Elvino dan yang lainnya tak bergerak, Bila dan Luna memegang pintu ruangan dengan tenang.
Di dalam hatinya, Bila dan Luna sudah memiliki rencana balas dendam kepada Elvino.
Namun, sebelum mereka bisa keluar, Elvino yang tak bergerak tiba-tiba muncul di belakang mereka berdua, kemudian membuat mereka pingsan kembali.
"Oke, saatnya bermain bersama-sama lagi."
Elvino menggendong mereka berdua dan pergi ke ranjang di bawah pandangan semua wanitanya.
Mendengar ucapan Elvino, wajah mereka langsung memerah, mengerti maksud dari perkataan Elvino.
__ADS_1