
Sedari awal Elvino masuk ke dalam gedung bernama Frans ini dia menemukan banyak sekali zombie level 2, tetapi dari 1 jenis saja, yakni Runner Zombie.
Mereka sebenarnya tidak begitu berbahaya, hanya menghindari dari jalur lari mereka saat akan mendekat, dan itu akan membuat semua orang yang melakukan itu selamat.
Hal yang berbahaya dari Runner Zombie adalah kecepatan larinya lebih cepat dari seorang manusia atlet lari, dan juga ada sebuah tulang tajam yang disebut duri oleh wanita-wanita Elvino letaknya ada di sekitar lutut. Hal itu sangat berbahaya jika terkena tusukan mereka.
Pasalnya, ujung duri atau tulang tajam yang mencuat keluar di dekat lutut Runner Zombie memiliki ujung tulang yang terlalu tajam dan juga cukup panjang.
Apabila manusia terkena tusukan tersebut, sudah bisa dipastikan korban akan mengalami pendarahan hebat. Selain ditusuk, ada kemungkinan besar untuk dirobek daging yang terkena tusukan tersebut, ditambah lagi ada serangan dari kelima cakar Zombie yang pasti akan menyerang ke bagian tubuh lain.
Sangat sulit untuk selamat apabila terkena serangan zombie-zombie ini di awal.
Namun, bagi Elvino mereka tidak bahaya sama sekali.
Setiap kali mereka berlari ingin menusuknya dengan duri tukang di lututnya, Elvino akan menghantam mereka dengan Perisai Grapsten atau dipotong dengan pedang sihirnya.
Mereka punya tubuh yang lemah kalau mereka sudah terkena hantaman atau pukulan lebih dahulu.
Satu kali mereka jatuh dari keadaan berlari, mereka menjadi sangat lemah.
Semua wanita Elvino yang berkumpul dan bersembunyi di dekat meja resepsionis memandang Elvino dengan mata yang memancarkan kekaguman dan rasa bangga yang tinggi.
Tidak ada dari mereka yang tidak bangga Elvino mampu mengalahkan banyak sekali Zombie Level 2 dengan semudah itu.
Apalagi gerakan Elvino ketika mengalahkan dan membunuh zombie sangat keren dan membuat mereka terkesima.
Elvino melihat tak ada zombie yang masih hidup di lantai dasar gedung ini, dia memasukkan kembali pedang dan perisainya ke dalam gelang.
Begitu Elvino menyimpan semua senjatanya, tiba-tiba Runner Zombie terakhir muncul dari pintu masuk utama gedung dan berlari ke arahnya.
Masih dengan sikap yang santai, Elvino berbalik menghadap zombie yang berlari ke arahnya dan dia tersenyum.
"Saatnya mengetes berapa kuat pukulanku," gumam Elvino dengan senyuman kecil.
Mengepalkan tangan kanannya dengan kuat, dragon head segera mengeluarkan setengah semburan, kemudian Elvino memajukan kaki kirinya satu langkah ke depan dan dengan cepat memasang sikap siap meninju yang kokoh.
Begitu zombie itu melompat ke arah Elvino dengan kedua lutut di arahkan ke depan, sebuah tinju tiba-tiba menabrak kuat dahi zombie tersebut.
Bang!
Berikutnya, tubuh zombie terbang terbalik dan menghantam tembok bagian atas pintu dengan keras.
__ADS_1
Zombie itu tertanam di dinding dengan lubang yang penuh oleh retakan halus dan kasar.
"Seribu poin telah aku menangkan. Mantap!" Elvino bersorak gembira setelah melihat zombie tersebut mati dan terpaku di dinding dengan tubuh yang kaku.
Elvino berhasil membunuh Runner Zombie dalam satu pukulan aja.
Bisa dilihat kepala zombie itu menjadi bunga yang mekar karena dampak kerusakan hebat yang dihasilkan oleh tinju Elvino.
Tidak perlu ditanya lagi tentang kematian zombie itu.
Sejujurnya, Elvino hanya menggunakan kemampuan Dragon Head Tatto tak sampai setengah, hanya 3 kali kekuatan fisiknya saat ini saja.
Perkiraan Elvino sendiri, dia bisa membunuh zombie tadi dengan kekuatan fisik normalnya hanya dengan satu tinjunya.
Namun, Elvino memakai Dragon Head Tatto untuk benar-benar memastikan zombie itu mati dan satu kali serangan.
"Kalian tidak terluka, kan?" tanya Elvino ke ketujuh wanitanya yang ada di meja resepsionis sambil berjalan menghampiri mereka.
Mereka semua hampir serentak mengangguk untuk menjawab pertanyaan Elvino.
Cinta tiba-tiba berjalan menuju Elvino dan langsung mengambil tangan kanannya. "Aku heran, terbuat dari apa tanganmu ini sebenarnya?"
"Apa itu benar?" Cinta menatap Elvino dengan ingin tahu.
Dia kagum dengan kekuatan Elvino, itu tampak seperti kekuatan dari monster raksasa yang penuh dengan otot besar.
Usai mencium kepala Cinta, Elvino berkata, "Ini murni kekuatan fisik yang aku punya. Mungkin di masa depan aku jauh lebih kuat dari ini. Sekarang bukan kekuatan puncak yang aku punya. Masih sangat jauh."
Mendengar perkataan Elvino, Cinta tersenyum senang dan mencium leher Elvino dengan penuh cinta.
Setelah itu, dia kembali ke setelan pabrik yang agak cuek dan pendiam.
"Sangat kuat, tetapi hanya begitu," celetuk Lusi dengan wajah yang sedikit meledek.
Elvino memicingkan matanya, kemudian dia muncul di depan Lusi dan langsung memeluknya. "Apa yang kamu bilang? Kamu ingin dikalahkan seratus kali?"
"Bu–bukan, aku tidak berkata se–seperti itu." Lusi sekejap menjadi takut. Ekspresi meremehkan menghilang digantikan dengan ekspresi yang takut.
Melihat Elvino yang bergeming, Lusi benar-benar takut dan memohon, "Maaf, aku tidak bermaksud begitu."
"Oke, kamu dihukum bermain denganku nanti malam dua puluh ronde."
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak mau, kumohon ampuni aku."
Lusi berkali-kali menolak hukuman dari Elvino.
Pasalnya, Lusi sudah tahu betapa kuatnya Elvino dalam masalah ranjang, Lusi sama sekali tidak bisa mengimbangi nafsu dan tusukan mautnya yang begitu nikmat, dia bisa belasan kali keluar dalam satu kali ronde.
Apabila hukuman ini benar terjadi, ini membuat tubuh Lusi akan lemas hingga siang hari esok.
Bila tiba-tiba berkata kepada Elvino, "Beri aku tujuh ronde agar Lusi tidak terlalu keberatan."
Semua wanita, termasuk Lusi terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Bila.
"Oke, nanti malam kamu akan bermain tujuh ronde denganku." Elvino setuju dan tak keberatan.
"Aku juga ingin membantu Lusi, biar aku yang menggantikan tiga ronde dari hukuman Lusi," celetuk Luna dengan wajah yang memerah.
Elvino menanggapi dengan anggukan tanda dia menerima permintaan Luna.
"Aku mau empat ronde dari hukuman Lusi."
Kali ini Bukan yang meminta, dan langsung diterima oleh Elvino.
Melihat wanita-wanita yang membantunya Lusi sangat berterima kasih. Namun, setelah mereka selesai berkata, dia baru sadar bahwa ia menjadi tidak dihukum oleh Elvino.
Hukuman berupa dua puluh ronde telah diambil oleh semua wanita, dan dia sama sekali tak mendapatkan jatah.
Elvino tiba-tiba dipeluk oleh Lusi dan dia memohon untuk menghukumnya dengan 5 kali ronde.
Jelas, Elvino menerimanya dengan senang hati.
Setelah ini, Elvino dan wanitanya pergi ke beberapa lantai di gedung Frans untuk mencari sesuatu yang penting dan juga mencari tempat bermalam yang aman.
Begitu mereka semua pergi ke lantai atas yang dipenuhi oleh zombie level 1 dan 2, mereka menemukan sesuatu yang menarik di suatu ruangan di lantai 5, yaitu berupa kartu identitas.
"Kalian kenal dengan wanita ini?" Elvino bertanya kepada semua wanitanya tentang kartu identitas dari seorang wanita.
Sayangnya, mereka semua menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Aku belum pernah melihat orang ini," kata Lusi yang jujur.
"Ini aneh." Cinta mengelus dagu cantiknya sambil menatap kartu identitas yang dipegang Elvino. "Kartu identitas ini terlalu bagus kondisinya."
__ADS_1