
[Ding! Selamat Anda telah mendapatkan Binatang Psikis SR Frost Wyvern!]
"Ya?"
Elvino tertegun sejenak, pandangannya terpaku pada gambar yang ada di jendela sistem.
Seekor binatang buas yang mirip dengan naga, tetapi ukurannya sangat kecil, dan punya dua kaki saja.
Berikutnya, di belakang Elvino muncul lingkaran sihir dengan simbol asing yang bercahaya putih, mengeluarkan binatang aneh yang dapat terbang.
Di ujung retinanya, Elvino bisa melihat sebuah keterangan dari hadiah spesial yang ia dapatkan sekarang.
[Frost Wyvern (SR): Wyvern yang memiliki napas beku dengan kerusakan yang cukup besar, mampu membekukan sekaligus tubuh zombie berukuran kecil, paling besar seukuran manusia yang bisa dia bekukan seluruhnya. Berukuran kecil dengan tinggi 90 cm, panjang 190 cm, lebar sayap 3 meter. Kemampuan Spesial: Mengubah Bentuk menjadi lebih kecil.]
Melihat keterangan ini, sudut mulut Elvino berkedut. "Kamu bilang ini binatang kecil?"
Di depan Elvino terlihat Wyvern yang sedang berdiri menatap dirinya tampak ingin tahu. Ukurannya tidak sekecil apa yang dijelaskan. Frost Wyvern ini punya ukuran yang sama dengan burung elang, bahkan lebih besar lagi karena punya ekor yang sangat panjang.
Keseluruhan dari kulit Wyvern ini berwarna putih salju, sesuai dengan namanya yang memang masih berhubungan.
Melirik ke bagian terakhir pada keterangan hadiah ini, Elvino tersenyum dan segera mencobanya.
"Ubah bentukmu menjadi lebih kecil!" perintah Elvino dengan suara yang sedikit kecil.
Setelah Elvino mengucapkan itu, Frost Wyvern yang ada di depannya mulai mengalami perubahan yang signifikan.
Embun es menyelimuti seluruh tubuhnya membuat sosok wyvern tertutupi oleh kabut es.
Kabut es ini terus mengepul dan melayang menyelimuti seluruh tubuh wyvern selama beberapa detik.
Selanjutnya, hembusan angin muncul dari dalam kabut dan menghilangkan semua kabut es yang menghalangi sosok wyvern, menampilkan wyvern dengan ukuran yang begitu kecil.
Frost Wyvern yang Elvino lihat memiliki ukuran seperti kadal normal, tetapi punya dua sayap yang lebar.
Dengan ukurannya yang sekarang ini, Frost Wyvern bisa hinggap di bahu Elvino dengan bebas.
Whoosh!
Tubuh Frost Wyvern melesat cepat ke arah Elvino, dia terbang dengan kecepatan yang agak sulit ditangkap oleh mata manusia biasa.
Mendarat di bahu kiri Elvino dan menyemburkan sedikit napas es miliknya yang dingin.
Elvino yang melihat ini langsung tersenyum dan mengelus-elus kepala Frost Wyvern.
__ADS_1
"Mengetahui kamu berjenis kelamin betina, aku akan menamakannya Frostie. Bagaimana menurutmu?"
Mendengar ucapan Elvino, Frostie mengangguk beberapa kali dan berputar-putar di atas bahu Elvino menandakan dirinya setuju sekaligus senang dengan nama yang diberikan.
Hadiah-hadiah yang dia peroleh dari undian yang diputar kali ini cukup bagus.
Elvino sendiri puas dengan hadiahnya yang kebanyakan memiliki tingkat hadiah SR.
"Frostie, tolong pergi ke arah sana dan beri tahu aku ada apa saja yang ada di sana!" Tunjuk Elvino ke arah depan jendela yang terdapat beberapa gedung di kejauhan.
Ciakk!
Suara dikeluarkan dari mulut Frostie, kemudian dia melompat ke udara dan mengepakkan sayapnya untuk terbang menuju ke arah yang Elvino tunjuk dengan tangannya.
Elvino dan Frostie bisa berkomunikasi melalui telepati dari jauh. Untungnya, Frostie ini tidak begitu bodoh, tidak sama dengan wyvern lain yang dikatakan tidak begitu cerdas dibandingkan naga.
Setidaknya, Frostie masih bisa mengerti apa yang Elvino katakan dan tahu apa yang harus dilakukan.
Di saat yang sama, di kegelapan malam yang sunyi dan sepi, siluet putih melesat cepat di udara memantau sesuatu yang ada di kota.
Frostie yang baru lepas landas dari bahu Elvino menemukan banyak sekali zombie di bawah gedung di jarak 3 kilometer dari Gedung Frans yang ditempati oleh Elvino.
Setelah melihat pemandangan mengerikan di bawahnya, Frostie hanya menyimpan informasi tersebut dan terus terbang lebih jauh lagi.
Whoosh!
Dengan refleks yang cepat, Frostie mengelak dan dia memutar kembali arah terbangnya ke Gedung Frans.
Di belakang Frostie, beberapa benda misterius terlempar ke atas mencoba untuk menjatuhkan dirinya dari langit.
Frostie merasakan perasaan bahaya dari belakang, dan dia mempercepat kepakan sayap untuk meningkatkan akselerasi terbangnya di udara.
Elvino yang menunggu Frostie selama lebih dari setengah jam melihat sosok kecil Frostie yang terbang makin dekat.
Ciakk!
Frostie mengeluarkan suara setelah melihat sosok Elvino yang masih bersandar di jendela.
Tubuh Frostie mendarat dengan selamat di lantai ruangan dengan sayap yang terbentang.
"Apa yang kamu temukan di sana, Frostie?" Elvino segera bertanya kepada Frostie tentang apa yang telah ia lihat.
Akan tetapi, Frostie hanya menatap Elvino dan bingung bagaimana caranya dia bisa memberi tahu tentang apa yang dilihat olehnya di sana.
__ADS_1
Pasalnya, Frostie tidak punya kemampuan untuk berbicara dan menulis, kemampuan telepati pun cuma 1 arah.
Maka dari itu, perintah Elvino ini sama sekali tidak berguna.
Elvino yang sadar akan hal ini langsung menepuk dahinya dan menggelengkan kepalanya dengan pasrah.
"Bodohnya aku," Elvino berkata dengan suara yang menyesal.
Dengan kejadian ini, ada hal yang bisa Elvino ambil, yaitu jangan meminta Frostie untuk mencari informasi, Frostie hanya berguna untuk membantunya membunuh zombie dan apa pun yang berkaitan dengan menyerang zombie.
Binatang Psikis yang Elvino dapat tidak bisa digunakan sebagai informan.
Melihat langit masih sangat gelap, Elvino memutuskan untuk pergi ke lantai paling atas gedung.
Frostie tidak diajak karena dia ditugaskan untuk menjaga wanitanya di sini. Ada bayaran dari tugas ini, yaitu satu lembar daging sapi yang enak untuknya dan juga mainan dadu kecil yang Elvino temui di jalan saat menjelajahi gedung ini.
"Ingat perintahku, kamu tetap di sini sampai aku kembali." Elvino menatap kedua mata besar Frostie yang bertengger di bingkai jendela.
Kepala Frostie bergerak ke bawah dan ke atas sebagai tanggapannya.
Setelah itu, Elvino keluar dari ruangan dan melangkahkan kaki menuju tangga darurat.
Melihat Elvino yang menghilang dari ruangan, Frostie menoleh ke arah luar dari jendela dan melirik ke suatu arah di kejauhan.
Hari selanjutnya, di hari kedua Elvino hidup di dunia yang hancur ini, Elvino bersama semua wanitanya dan satu wyvern tengah berjalan di jalan raya yang sepi dan hancur.
Mereka semua mengobrol bersama sambil melihat-lihat ke sekitarnya yang dipenuhi oleh bangun-bangun rusak yang tidak terawat.
"Kamu benar-benar ingat jalan ke mana markas HWO berada, kan?" Elvino menengok ke samping untuk melihat Cinta yang berjalan berdampingan dengannya.
Cinta mengangguk dan dia menatap kembali mata Elvino. "Tentu, aku wakil dari kelompoknya, tidak mungkin aku melupakan tempat tinggal kelompokku."
"Mengapa jalannya terlalu rumit? Mengapa tidak mengikuti mata angin?"
"Sengaja aku lakukan supaya tidak ada orang lain selain kita semua ingat dengan jalannya," kata Cinta dengan mulut yang melengkung naik.
Apa yang dikatakan oleh Cinta memang masuk akal, tetapi Elvino masih merasa janggal.
"Memangnya ada yang melihat kita sekarang?" Elvino tidak merasakan ada yang mengintainya.
Cinta menggelengkan kepalanya. "Tidak, hanya berjaga-jaga saja."
Sementara itu, beberapa wanita Elvino yang lain tengah asyik bermain dengan Frostie.
__ADS_1
"Kadal ini aneh!"