Private Love

Private Love
AV. 12 (Ditembak?)


__ADS_3

Bulan Februari tepatnya tanggal 12. Andi dan Vrilia makin lama makin dekat, hingga di hari itu Andi menyatakan perasaan nya yang ke 3 kali nya, setelah beberapa kali ditolak Vrilia. Vrilia masih belum percaya sepenuhnya pada Andi, karna itu ia menolaknya, meski di sisi lain teman-teman Lia mendukung Lia untuk berpacaran dengan Andi.


--ooo--


Di Rumah Vrilia.


Di malam harinya.


"Eh ada notif WA dari siapa ini? " gumam Vrilia.


On chat WA:


Andi stress: Liaa


Vrilia: napa?


Andi: gapapa, cuman ngecek orang nya masih ada kah?


Vrilia: yayaya serahmu


Vrilia: Eh Andi mau nanya


Andi stress: nanya apa? sok atuh


Vrilia: kau ada suka dengan orang ndak?


Andi stress: ada, suka si cuman dia ngak tertarik


Vrilia: bilang lah siapa?


" nih anak memang ya polos batt pengen ku makan" gumam Andi kesal.


Andi stress: ada memang si


Vrilia: penasaran, nah siapa?


Andi stress: ni lagi chatting bareng aku


Vrilia: bentar nebak


Vrilia: Kerrin? Nia? Ivana? Vina?


Andi stress: kau


Vrilia: pengen ku nabok kau sumpah _^


Andi stress: bukan, serius aku, kalau soal gini ga main-main.


Vrilia: bukan bah maksud ku tu


Andi stress: aku bilang lagi chat bareng aku


Vrilia: iya emang kau chat dengan siapa?


Andi stress: kau serius aku


Vrilia: lahh? banyak yang cantik ke kelas kita masa kau ndak tertarik?


Vrilia: ngajak gelud?

__ADS_1


Andi stress: ya aku mau nya kau


Andi stress: sekarang diem intinya kau udah...


Vrilia: nahh setengah-setengah ngomong


Vrilia: tembak lahh mereka Andiii


Andi stress: nembak kau boleh?


Vrilia: aku masih mau hidup, gausah repot-repot


Andi stress: bukan nembak pakai senjata sayang


Vrilia: nahh kambuh kau manggil sayang" gaje


Andi stress: dahh gausah dibahas intinya kau ya kau


Vrilia: iya aku ya aku


Vrilia: ehhh


Andi stress: iya kau ngak mau yang lain.


" dia kenapa ya sakit kah?, gak gak Lia jangan percaya dulu, nanti itu terulang lagi" Lia berbicara sendiri.


" okee waktunya tidur Lia tidur" Gumam Lia


Di Rumah Andi


"tapi udah bagus kayak gini, tapi takut dia pergi" gumam Andi.


--ooo--


Paginya,sekitar jam 6 an.


Andi: Pagii


Andi: Liaaa


Vrilia: napa?, pagi pagi buta kau chat


Andi: masih tidur ya, aku mau ngomong


Vrilia: iya masih tidur ini arwahnya yang balas chat


Andi: eh gausah aja udah bagus gini


Andi: tapi kalau gak gini, aku ga akan ada lagi kayak gini.


Vrilia: hah maksud mu?


Andi: gapapa lanjut kan tidur mu aja, nanti malam aja aku ngomong.


"Dia kenapa ya? aneh bat" gumam Vrilia bingung, karna dia masih setengah sadar dari tidurnya.


Malam nya


Andi: Lia, aku mau ngomong

__ADS_1


Vrilia: ngomong apa?


Andi: eh gausah aja udah bagus-bagus kayak gini :)


Vrilia: kenapa?


Andi: aku suka kau


Vrilia: lalu?


Andi: mau ngak? jadi pacar ku?


Vrilia: hah maksud mu?


Vrilia: sakit ya kau ni pasti sakit


Andi: ngak, puji Tuhan aku masih sehat


Andi: kalau ngak ya gak akan gini lagi


Vrilia: ahahaha kasi ku waktu mikir (Masih kebingungan meskipun rada paham dikit)


Vrilia: kau becanda lagi kan?


Andi: ngak, aku serius


Vrilia: kasi ku waktu beberapa hari


Andi: iya gausah lama-lama


Andi: aku tau kau masih belum bisa nerima


Vrilia: iya dah ya aku mau tidur dulu


Andi: okee mat malam cantik


"ihh dia kenapa dahh, aku bingung astaga" gumam Lia kebingungan.


Besok nya adalah tanggal 14 februari hari valentine.


Andi bilang ia bakalan,ngasi Lia coklat di hari itu. Tapi nyatanya tidak karna Lia nolak gaenak aja dengan dia, padahal sebenarnya Lia mau aja gitu. Iyalah Laki-laki mah gak peka.


On Chat WA


Vrilia: Andi


Andi: iya kenapa?


Vrilia: kita beda agama ya?


Andi: gapapa Kristen dengan katolik beda dikit aja, dan juga diluar sana orang-orang aja ada yang bisa nikah.


Andi: cuman beda cara ibadah nya aja, Tuhan nya sama.


Vrilia: iya kahh?


Andi: iyaaa, emang mau di nikahin?


Vrilia: iya tapi agama susah, dan juga jangan terlalu pikirin ini dulu, kita sukses dulu cita-cita aja belum di gapai.

__ADS_1


Andi: iyalahh, sukses dulu, nikah mahh nanti.


__ADS_2