
Setelah kenaikan kelas 9, seperti biasa dikelas 8 sebelumnya Lia juga masih tetap mendapatkan Juara kelas. Jika ia tidak dapat juara kelas Papa nya pasti marah dan mengomeli nya, padahal Lia udah capek gini terus, tapi mau gimana lagi, wajar juga si, karna cita-cita Lia mayan tinggi yaitu dokter gigi.
--ooo--
Di Rumah Vrilia
Saat Lia baru pulang sekolah karna hari itu hari pembagian Raport.
"Lia, mana rapot mu" tanya Papa Vrilia.
"i-ini Pa, masih Juara kelas" Jawab Vrilia dia agak takut Papa nya tidak puas dengan hasil belajar nya.
"Oke bagus, semangat belajarnya ya, mau apa nanti Papa belikan" Tawar Papa Vrilia.
"Iya Pa makasih, nanti aja Lia mikirnya dulu" saut Vrilia.
"Kenapa ya adek pas gak dapet juara kelas ngak dimarahin, sedangkan Lia yang dapet Juara 2 aja abis diomelin." Gumam Vrilia dalam hati.
Seperti orang tua yang pilih kasih, memang si Lia anak pertama dan semua orang berharap dengan dia baik keluarga nya maupun keluarga nya yang lain. Harusnya bisa lebih adil, ga hanya anak pertama yang harus dituntut bisa segalanya dia juga punya hati, dia capek.
Ini yang selalu Lia keluhkan, dan dia hanya bisa mendam ini semua sendiri. Dia pengen jadi diri sendiri ga harus bisa segalanya juga, dia gak kayak orang lain yang apa-apa bisa, terutama Mama Papa Vrilia.
__ADS_1
yang kadang bikin Lia frustasi dan heran itu saat Ujian/Ulangan dia mati-matian belajar siang malam, tapi nilai dia kadang rendah, kadang tinggi itupun mungkin keberuntungan kalau nilai ujian dia tinggi, beda bat dengan nilai harian tugas dia yang selalu dapet A+ dan B+. Dia hanya berharap nilai nya bisa tinggi agar bisa pertahanin Juara 1 kelas dia.
--ooo--
"Hufttt sekarang udah kelas 9 tapi Libur sekolah masih 1 bulan an, gimana ya nanti, aku bakal tetap satu kelas kah sama orang itu?" Pikir Vrilia.
"Udahh Liaa ga usah banyak pikiran" hibur Vrilia untuk dirinya.
" Eh nanti lusa kata Papa, nenek bakal datang, udah mayan lama juga gak ketemu nenek, hmm apa aku buat kue bolu aja ya itu kan kesukaan nenek anggap aja
penyambutan" pikir Vrilia.
--ooo--
"Nenekkk nenek datang" sapa Vrilia.
"Iyaa nenek nginap juga 1 minggu disini" ucap nenek Vrilia.
"Nenek tidur ke kamar Lia aja yaa, temanin Lia nek" ucap Vrilia senang.
"Iyaa iyaa" saut nenek sambil mengelus kepala Vrilia.
__ADS_1
"Gimana? dapet Juara ndak?" Tanya nenek kepada Vrilia.
"Iya dapat masih sama nek" ucap Vrilia meski pun rasa nya hati ia tergores.
Keluarga dia sama aja semuanya lebih mentingkan Juara 1.
Tak lama beberapa saat kemudian Bibi Ria dan Paman Jian juga datang ke rumah Lia.
"Ehhh nongg lama bibi ndak ketemu mu" Sapa bibi Ria
"Ehh iyaa bii" sapa Vrilia sambil salam.
"Gimana masih sama kah? dapat lagi ndak nongg?" tanya Bibi Ria dan Paman Jian.
"Napa semua yang datang nanya ini melulu si" keluh Vrilia dalam hati.
"Dapet lahh biii" ucap Vrilia memaksa kan dirinya tersenyum.
"Pintarr ihhh ponakan bibi" puji bibi Ria.
"Berarti kalau aku gak dapat Juara ga akan diperlakukan kayak gini" tanya Vrilia dalam hati.
__ADS_1
Vrilia pun langsung pergi ke kamarnya setelah mengantar kue bolu buatan nya kepada nenek dan juga untuk keluarga nya yang lain yang kebetulan berdatangan untuk ngerayain Natal.
Ya ortu Vrilia bisa dikatakan Strict Parents terutama dalam pertemanan dan nilai sekolah Lia.