Problem With Playboy President

Problem With Playboy President
Episode 17


__ADS_3

Tolong saran nya juga agar Author bisa memperbaiki. dan juga bantuan nya untuk membantu dalam menulisan Novel Author . Untuk membuat Author semangat!!!


LIKE          👍


FAVORIT   ❤


VOTE         ⭐


"Presdir, maaf mengganggu anda". ucap Rio yang sudah berada di luar pintu Itsuki


"Tch! Penganggu saja". bisik Itsuki dan melepaskan Anna


"Akhir nya aku bebas". batin Anna dan segera pergi menjauh dari Itsuki


Itsuki pun mulai membersihkan diri dan memakai kemeja dan juga Jas nya


"Kamu bersiap untuk nanti malam". ucap Itsuki yang akan melahap Anna dan Anna hanya menatap dengan kaget dan terkejut campur takut


"Kenapa aku mempunyai firasat sangat buruk? apa yang harus aku lakukan". batin Anna Itsuki sudah berangkat ke kantor


Anna pun segera membersihkan diri nya. Setelah Anna sudah selesai tiba tiba ada dress di atas kasur


"Dress ini sangat cantik dan juga mahal, apakah ini tidak di pakai?". ucap Anna yang melihat dress one piece merah maroon


Anna pun mulai turun dan di sambut oleh pelayan


"Selamat pagi nona, anda sangat cocok memakai dress itu". ucap pelayan nya


"Terima kasih bi! Apakah bibi yang memilihkan dress ini?". tanya Anna


"Bukan saya nona. Tapi tuan Itsuki yang menyiapkan khusus untuk nona". jawab pelayan itu


"Dia yang menyiapkan nya? selera nya tidak terlalu buruk juga". batin Anna dan mulai duduk di meja makan


"Makanan ini rasa nya sangat enak, bibi yang membuat ini sendirian?". tanya Anna rasa makanan nya mengingatkan nya pada masakan buatan ibu nya


"Iya nona. Bibi sangat senang kalo nona menyukai masakan bibi". jawab pelayan di rumah Itsuki


Setelah Anna selesai makan Anna langsung membawa piring nya untuk di cuci. Pelayan yang melihat Anna mencuci piring nya


"Nona, biarkan saya saja yang membersihkan piring nya. Nona Istirahat saja". pinta pelayan itu yang merasa tidak enak


"Tidak usah bi, biar aku yang bersih in. Aku sudah sembuh, terima kasih bi atas makanan nya". jawab Anna dengan ramah

__ADS_1


"Tapi nona kalo Tuan Itsuki tau nanti saya bisa di marahin oleh beliau". sahut pelayan yang sangat takut kalo Tuan nya memecat nya


"Nanti kalo dia marahin bibi aku marahin dia balik". jawab Anna memperagakan seperti seorang petinju


Pelayan nya hanya tertawa karena melihat tingkah nona nya berbeda dari sifat pacar lain nya yang sering Itsuki bawa ke apartemen nya.


"Nona bisa saja, saya hanya seorang pelayan biasa tidak pantas untuk di bela". sahut pelayan nya sampai air mata nya keluar karena tertawa


"Hmm apa lagi yang bisa aku kerjakan bi?". tanya Anna yang sudah rampung mencuci piringnya


"Tapi nona... ini pekerjaan bibi". jawab pelayan yang usia nya seperti ibu Anna


"Ga papa bi. Anna kalo di rumah suka sekali bersih2 rumah, tenang saja". jawab Anna memulai membersihkan rumah yang sangat luas melebihi tempat tinggal nya


Setelah menghabiskan beberapa jam untuk membersihkan rumah yang sangat luas. Anna merasa sangat lelah dan terlelap di sofa ruang tamu.


"Aku pulang". Suara langkah kaki pemilik tuan rumah sudah pulang dari kantor nya


"Kenapa dia tertidur di sini?". batin Itsuki yang melihat Anna sangat pulas sekali sampai pipi nya di cubit oleh Itsuki dia tidak bangun


"Selamat sore Tuan Itsuki". sambut pelayan


"Sstt...". jawab Itsuki sambil memberi tanda kepada pelayan itu untuk tidak mengeluarksn suara yang lebih keras agar tidak membangunkan Anna


Pelayan nya pun kembali ke tempat dapur untuk menyiapkan makan malam buat Tuan dan nyonya nya.


"Tuan sangat perhatian dengan nona". batin pelayan yang tidak sengaja melihat Itsuki mengendong Anna yang masih tertidur


Setiba nya di kamar utama Itsuki menurunkan Anna sangat pelan pelan dan lembut agar Anna tidak membangun kan nya


"Di liat liat kalo dia lagi tertidur sangat imut". batin Itsuki yang ingin mencium bibir mungil Anna


"Hmm!". Anna memiringkan kepala nya sehingga Itsuki tidak jadi mencium nya


"Sial! Ya sudah aku biarkan dia untuk istirahat". Itsuki pun meninggalkan Anna dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri nya


Akhir nya Anna bangun dari mimpi nya.


"Hmm... nyaman nya". suara Anna yang meregangkan tangan nya


"Kenapa aku bisa ada disini?". lanjut Anna terkejut karena dia di atas tempat tidur yang sangat familiar


SPLASH! (suara orang mandi)

__ADS_1


Anna melihat ke arah pintu kamar mandi


"Siapa yang sedang mandi? lebih baik aku segera pergi dari sini dari pada terjadi hal yang buruk". batin Anna bangun dan bersiap untuk melarikan diri sebelum terjadi hal buruk


Krek... pintu kamar mandi terbuka sebelum Anna berhasil untuk kabur. Anna sangat tidak beruntung


Mata Anna melotot karena melihat Itsuki hanya memakai handuk kecil untuk menutupi bagian bawah nya


"Kau sudah bangun?". tanya Itsuki yang melangkah ke tempat Anna berdiri


"I-iya..". jawab gugup Anna dan ia mulai berjalan mondar-mandir


"Kenapa wajahmu terlihat sangat merah? Apa kamu masih sakit? suaramu juga tergagap gagap". sahut Itsuki yang terus memojokkan Anna hingga Anna terjatuh ke ranjang


"Ah! K-kamu mau apa? Jangan dekat dekat". tanya Anna yang sudah terjatuh di ranjang


"Kamu jangan berpura pura tidak tau". ucap Itsuki yang langsung memblok Anna dengan kedua tangan nya yang kekar


"Maksudmu?". tanya Anna wajah nya sangat merah dan nafas nya pun mulai menjadi panas


"Tentu saja. Sekarang kamu adalah pacarku, dan juga harus mengikuti apa saja keinginan ku". jawab Itsuki membelai lembut rambut Anna


"Jangan lakukan itu... hmm...hmmm". bibir Anna sudah di bungkam oleh bibir milik Itsuki sebelum dia menyelesaikan kata-kata nya .Ciuman mereka menjadi lebih intim dari sebelum nya


Tangan Anna masih memukul punggung Itsuki, tapi itu tidak berasa sakit bagi nya malah dia semakin bergairah untuk melahap Anna.


Tok.....tok....tok


"Tuan Presdir, maaf mengganggu Anda. Presdir Aoi dari Aoi Group ingin bertemu dengan Anda di kantor untuk membahas kerja sama tentang proyek parfum terbaru anda Tuan Presdir". Rio mengetuk pintu kamar Itsuki dan raut wajah Itsuki berubah sangat drastis karena ada yang mengganggu Itsuki yang ingin melahap Anna habis


Doa Anna terkabul oleh Tuhan. Untuk kedua kali nya nafsu Itsuki gagal kembali, dan ada saja yang mengganggu nya.


Bagi Anna itu sebuah keberuntungan karena Anna selamat dari Itsuki yang sedang kelaparan. Itsuki pun melepaskan Anna dan memakai kembali kemeja serta celana dan juga Jas nya, ruangan itu tiba tiba mengubah menjadi hawa pembunuh yang ingin segera membunuh seseorang hingga di balik pintu Rio yang masih berdiri di situ ikut merasakan hawa dingin dari Presdir nya.


Crek..... masih dengan raut wajah yang sangat kesal Itsuki menatap Rio ingin segera mencabut nyawa sang Asisten itu


Gluk.... Rio menelan saliva nya yang sedari tadi kering gerontang karena tatapan pembunuh dari sorot mata Itsuki


"Aku akan membuat kamu lenyap dari hadapanku!". suara tegas Itsuki yang masih menatap Rio. Rio gemetaran setelah mendengar ucapan Presdir Itsuki


"Seperti nya aku telah membuat kesalahan yang sangat fatal! Sehingga Presdir mengeluarkan ancaman seperti itu". batin Rio menatap ketakutan kemudian memalingkan mata nya menatap ke bawah lantai


[《 **JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤》]

__ADS_1


 


^^^Thank You^^^ 🥰🥰**


__ADS_2