
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
"Aku berbeda dengan Wanita yang biasa kamu sentuh dengan mudah nya, kalo begitu aku pergi dulu. Di sini terlalu bahaya!". ketus Anna yang mulai merapikan baju nya karena Itsuki
"Tunggu! Kamu tidak boleh pergi sebelum menciumku". perintah Itsuki yang meraih tangan Anna dan mencegah nya
"Apa! Mencium mu? Baiklah aku akan menciummu". jawab Anna yang tampak kesal dengan permintaan Itsuki
"Tapi di pipi, sekarang tutup matamu! Jangan mengintip!". Anna menyuruh Itsuki untuk menutup mata nya
"Hanya mencium nya di pipi habis itu pergi dari sini, kamu harus tenang Anna!". batin Anna jantung nya mulai berdebar terus menerus
Anna pun mulai mendekatkan wajah nya untuk mencium pipi Itsuki. Itsuki pun menoleh kepala nya hingga Anna pun mencium bibir nya
"Hmm..". suara Anna mata nya terbuka dan Itsuki pun langsung memegang bagian kepala Anna agar dia tidak melepaskan ciuman nya
"Ehmm..hmmm". Nafas Anna mulai tidak terkendali karena sudah 2 menit mereka berciuman
"Awh!". bibir bawah Itsuki kembali di gigit oleh Anna
"Shio mu Anjing ya? Suka sekali mengigit!". ucap Itsuki bibir nya lecet begitu pula dengan Anna
"Iya memang kenapa? Kalo aku suka mengigit! Karena kamu yang menipu ku! Seharus nya kan cium di pipi kenapa malah jadi ciuman di bibir!". ketus Anna dan langsung pergi meninggalkan ruangan Itsuki
Di luar ruangan, Anna sangat marah dan kesal karena Itsuki menipu nya
"Dasar pria Psikopat!! Yang ada di dalam nya tidak selalu waras! Dia sudah mengambil ciuman ku yang ke tiga kali nya! Lebih baik besok aku harus menyiapkan perlengkapan keamanan!". batin Anna yang harus menjadi pacar kontrak Itsuki dia harus menyiapkan perlengkapan agar Itsuki tidak bisa mencium atau menyentuh nya
__ADS_1
Anna pergi kerumah sakit untuk menjenguk ibu nya dan menandatangani pengobatan cuci darah.
"Ibu maaf Anna membantu ibu dengan cara yang salah, sebenar nya Anna tidak ingin. Tapi ini buat kesembuhan ibu. Ibu cepatlah sembuh agar kita sekeluarga bisa berkumpul lagi di rumah". ucap Anna memegang tangan ibu nya
"Anna sangat rindu masakan ibu, suara ibu yang selalu mengkhawatirkan Anna dan juga kadang memarahi ku kalo aku membuat kesalahan". lanjut Anna meneteskan Airmata nya
Kring....kring
Telepon Anna berdering dan panggilan masuk dari "Pria Psikopat" dan Anna pun keluar dari ruangan ibu nya
"Mau apa kamu meneleponku!". ketus Anna di telepon nya
"Besok malam kamu harus temani aku". jawab Itsuki
"Ngapain aku harus menemanimu? Bukan nya kamu punya banyak perempuan yang cantik dan suka rela mau menemanimu?". sahut Anna karena dia mempunyai firasat buruk
"Jangan menolak! Besok siang aku tunggu kamu di kampus". jawab Itsuki dan langsung menutup telepon nya
Anna mengela nafas sangat panjang dan berat
"Sial! Mau apa lagi si Pria Psikopat itu". batin Anna mengepalkan tangan nya
"Kenapa aku harus berurusan dengan pria psikopat itu! Dan harus bertemu dengan nya. Dosa apa aku!!". lanjut Anna yang mengingat pertama kalo bertemu dengan Itsuki
Hari esok nya Anna berangkat ke kampus setelah menginap di rumah sakit menjaga ibu nya. Di kampus Anna melamun karena telepon dari Itsuki
"Anna....Anna". Victor memanggil Anna tapi Anna tidak mendengar
"Hey! Anna". lanjut Victor yang sudah berada di depan Anna
"Ah! Victor kamu membuatku jantungan!". jawab Anna sadar dari lamunan nya
"Kamu, aku panggil panggil tidak menjawab, kamu kepikiran tentang pengobatan ibumu?". tanya Victor
__ADS_1
"Tidak ibu sudah menjalani cuci darah, aku hanya kurang tidur saja". jawab Anna yang tidak mau memberitahu tentang kontrak pacar dengan Itsuki
"Syukurlah. Kalo ada apa apa ceritakan saja padaku ya. Kita kan teman". sahut Victor yang seperti nya tidak tau menahu tentang kontrak pacar nya
"Oh iya, ngomong ngomong kenapa kamu tidak memakai kacamata?". tanya Victor melihat penampilan Anna yang tidak memakai kacamata nya
Anna mengingat kalo kacamata nya sudah rusak dan dia belum sempat membeli yang baru karena dia belum mendapatkan uang yang cukup untuk memberli kacamata yang baru
"Oh, kacamataku tertinggal di rumah sakit. hehehe". jawab Anna yang beralasan bahwa kacamata nya tertinggak di rumah sakit padahal sejak Anna pingsan kemarin dia belum ke rumah sakit melainkan dia menginap di rumah pria Psycho itu.
"Tapi apakah pandanganmu bisa melihat dengan jelas? apalagi kamu tidak memakai lensa kontak?". Victor mengkhawatirkan sahabat nya karena Victor tau kalau penglihatan Anna kurang jelas tanpa bantuan dari kacamata itu
"Aku tidak tau, haha karena kecerobohan ku benda yang sangat penting bisa tertinggal". jawab Anna tertawa kecil sembari mengarukkan kepala nya agar Victor tidak curiga. Victor hanya tersenyum melihat kepolosan Anna yang sifat nya snagat ceroboh
"kamu sudah seperti nenek - nenek saja, padahal itu barang penting bisa -bisa nya sampai kelupaan". Victor meledek Anna yang memiliki ingatan seperti sudah berumur 50tahun
hummm....! Anna memajukan bibir nya karena Victor meledek nya
"Oh aku punya kacamata, tadi pas di jalan aku melihat seorang ibu-ibu menjual kacamata minus. Jadi aku membeli nya, tapi aku tidak tau apakah ukuran nya pas di kamu. Coba lah". Victor membuka tas nya dan mengambil kacamata yang seharus nya dia berikan kepada Anna saat hari ulang tahun nya dan juga dia ingin menyatakan perasaan nya kepada Anna.
Anna pun mencoba kacamata yang di berikan oleh Victor. ternyata ukuran nya sangat pas untuk Anna
"Ukuran nya sangat pas! aku sangat terbantu dengan kacamata ini. Makasih banyak ya sahabatku, nanti kalo jam kampus sudah selesai akan ku kembalikn kacamata nya". ucap Anna yang tersenyum bahagia karena akhir nya dia bisa melihat dengan jelas
"Tak usah di kembalikan, itu buatmu saja. karena kamu lebih membutuhkan nya". jawab Victor pipi nya merah karena senyuman Anna yang sangat manis. kemudian Victor memalingkan wajah nya
"Tidak apa apa? tapi bagaimanapun aku harus membayar kacamata ini, tunggu setelah aku dapat gajian". sahut Anna yang tidka mau merasa berhutang banyak kepada sahabat nya Victor
"Tidak usah bayar, aku ikhlas kok. sebagai teman kita harus saling menolong dan membantu benar begitu?". jawab Victor mengelus kepala Anna karena Anna sangat kepala batu.
"Hah! Ya sudah, tapi tetap aku akan membayar kacamata ini!". jawab Anna yang masih saja ingin membayar kacamata nya
"Ya terserah lah, kamu sungguh kepala batu!". ledek Victor yang mengejek Anna kepala batu
__ADS_1