
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
Byur..byur (suara orang mandi)
Anna melihat ke arah pintu kamar mandi
"Siapa yang sedang mandi? Lebih baik aku segera pergi dari sini dari pada terjadi hal yang buruk". batin Anna bangun dan bersiap untuk melarikan diri sebelum terjadi hal buruk
Krek...!
Pintu kamar mandi terbuka sebelum Anna berhasil untuk kabur. Anna sangat tidak beruntung
Mata Anna melotot karena melihat Itsuki hanya memakai handuk kecil untuk menutupi bagian bawah nya
"Kau sudah bangun?" tanya Itsuki yang melangkah ke tempat Anna berdiri
"I-iya." jawab gugup Anna dan ia mulai berjalan mundur
"Kenapa wajahmu terlihat sangat merah? Apa kamu masih sakit? Suaramu juga tergagap-gagap" sahut Itsuki yang terus memojokkan Anna hingga Anna terjatuh ke ranjang
"Ah! K-kamu mau apa? Jangan dekat dekat" tanya Anna yang sudah terjatuh di ranjang
"Kamu jangan berpura pura tidak tau" ucap Itsuki yang langsung memblok Anna dengan kedua tangan nya yang kekar
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Anna wajah nya snagat merah dan nafas nya pun mulai menjadi panas
"Tentu saja. Sekarang kamu adalah pacarku,dan juga harus mengikuti apa saja keinginan ku" jawab Itsuki membelai lembut rambut Anna
"Jangan lakukan itu. Please!". bibir Anna sudah di bungkam oleh bibir milik Itsuki sebelum dia menyelesaikan kata kata nya
KISS
Tangan Anna masih memukul pungung Itsuki, tapi itu tidak berasa sakit bagi nya malah dia semakin bergairah untuk melahap Anna
Itsuki mulai menjelajahi bagian leher Anna dan menciumi serta mengigit nya. Seperti harimau yang sedang kelaparan. Anna yang sudah terpojok karena kelakuan Itsuki yang semakin menjadi-jadi, Anna berusaha sangat keras agar pria psycho itu segera melepaskan nya.
"Jangan... aku mohon!". pinta Anna tapi di abaikan oleh Itsuki
Itsuki pun mengabaikan perkataan yang keluar dari mulut gadis yang berdiri tepat didepan itu. Itsuki pun membuka satu persatu baju yang di kenakan Anna dan segera membuang baju itu kesembarang tempat
"Aku akan membuatmu menjadi milikku!" bisik Itsuki di telinga Anna
"Tidak! aku— mohon! Hentikan!!". Anna merasakan sesuatu yang menyentuh kulit nya itu hingga membuat Anna merasa mengeliat
"Kamu sudah sangat basah, dan kamu sangat sensitif sekali. Apa ini pertamakali nya untuk mu?" tanya Itsuki yang masih berada di atas tubuh Anna
"Jangan di situ—". Anna mengigit bibir bawah nya agar suara nya tidak terdengar oleh pelayan
"Kamu jangan sembunyikan suara kesakitanmu, Aku juga ingin kamu mengeluarkan suara yang mengoda itu". ucap Itsuki dan mengeluarkan jari nya dan menjilati menggunakan lidah nya
"Aku akan mulai. Ini mungkin akan terasa sangat sakit untuk mu, jadi lebih baik kamu diam saja" ucap Itsuki memeluk tubuh Anna agar untuk memulai aksi nya
__ADS_1
\= \= \= \= \= Tok \= \= \= \= \= Tok \= \= \= \= \= \= Tok \= \= \= \= \= \= \=
"Tuan Presdir, maaf menganggu Anda. Presdir Aoi dari Aoi Group ingin bertemu dengan Anda di kantor untuk membahas kerjasama tentang proyek parfum terbaru anda Tuan Presdir" Rio mengetuk pintu kamar Itsuki dan raut wajah Itsuki berubah sangat drastis karena ada yang menganggu Itsuki yang ingin melahap Anna habis
Bagi Anna itu sebuah keberuntungan karena Anna selamat dari Itsuki yang sedang kelaparan. Itsuki pun melepaskan Anna dan memakai kembali kemeja serta celana dan juga Jas nya, ruangan itu tiba-tiba merubah menjadi hawa pembunuh yang ingin segera membunuh seseorang. Hingga dibalik pintu Rio yang masih berdiri di situ ikut merasakan hawa dingin dari Presdir nya.
Crek!
Masih dengan raut wajah yang sangat kesal Itsuki menatap Rio ingin segera mencabut nyawa sang Asisten itu
GLUK!
Rio menelan saliva nya yang sedari tadi kering gerontang karena tatapan pembunuh dari sorot mata Itsuki
"Aku akan membuat kamu lenyap dari hadapanku!" suara tegas Itsuki yang masih menatap Rio. Rio gemetaran setelah mendengar ucapan Presdir Itsuki
"Seperti nya aku telah membuat kesalahan yang sangat fatal! Sehingga Presdir mengeluarkan ancaman seperti itu" batin Rio menatap ketakutan kemudian memalingkan mata nya menatap ke bawah lantai
Di kamar Anna yang masih merapikan baju nya yang tadi di lucuti oleh Itsuki dengan sangat cepat.
"Aku selamat! Terimakasih kepada orang yang sudah menolongku" gumam Anna karena hampir saja dia kehilangan harta berharga nya sebagai seorang perempuan.
Setelah Itsuki dan Rio sudah pergi meninggalkan rumah dan segera menuji ke kantor. Anna dengan perasaan yang sangat gembira keluar dari kamar itu dan dia pun menuju ke ruang tamu untuk membantu pelayan di rumah itu
Di Perusahaan Aoyama. Mood Itsuki masih sangat buruk hingga membuat ruangan sangat menakutkan,
"P-presdir, Presdir Aoi sudah menunggu Anda di ruang meeting" ucap Rio yang masih mengikuti Itsuki dibelakangnya
__ADS_1
"**Tolong dukung author agar Novel author dengan cara VOTE berapapun se ikhlas nya para pembaca biar Novel ini di kenal oleh seluruh orang dan juga di sukai banyak orang...
terus VOTE novel "Cinta Pertama Direktur" dan juga "Problem with Playboy President" ya... VOTE kalian sangat membantu Author**"