Problem With Playboy President

Problem With Playboy President
Ibu...


__ADS_3

Di dalam hati Itsuki seperti api yang membara sangat kesal dengan Ayah nya yang tidak pernah mengerti diri nya, dia juga tidak menyerah untuk mendapatkan perempuan yang dia inginkan


"Tuan, maaf saya terlambat. Kita harus segera kerumah sakit untuk mengobati luka" ucap Asisten Itsuki yang sudah tiba di kampus dan membawa Itsuki pergi.


Jam kampus sudah berakhir dan Anna segera pulang kerumah nya, sepanjang jalan dia memegang bibir nya yang di cium oleh Itsuki.


"Kenapa aku tidak memberontak ketika dia menciumku? Jantungku juga berdetak sangat cepat" Anna berbicara sendiri sambil mengingat kejadian itu ciuman kedua nya.


"Tidak mungkin! Aku tidak mau terjebak oleh rajuan nya! Pria Psikopat!!! dia mengambil ciuman ku untuk kedua kali nya" lanjut Anna yang menggelengkan kepala nya.



Setiba di rumah


"Aku pulang!" ucap Anna dan melihat ibu nya tergeletak di lantai Haru dan hiro menangis di samping ibu nya.



"Ibu! Sejak kapan ibu pingsan?" tanya Anna kepada dua adik kembar nya itu.


"A-a-a-ku tidak tahu kak Anna, ketika kita pulang ibu sudah di bawah lantai" jawab Haru yang masih menangis.



Ayahnya baru pulang setelah ia pergi membeli obat untuk istrinya, dan tidak lama kemudian sang ayah menjatuhkan obatnya ketika melihat istri nya sudah pingsan dilantai


Bruk.. Ayah jatuh dari kursi roda setelah melihat istri nya yang tertidur di lantai


"Sayang... Kamu jangan meningalkanku!" ucap Ayah nya merangkak ke istri nya.


"Ayah! Ayah tidak apa apa kan?" tanya Anna dan membantu ayah nya untuk kembali ke kursi roda nya.


"Kita bawa ibu ke rumah sakit" lanjut Anna dan segera memesan taksi untuk pergi ke rumah sakit.


Di rumah sakit Anna yang menemani ibu nya tampak sangat takut dan terburu-buru mengikuti ibu dan perawat rumah sakit. Asisten pribadi Itsuki tidak sengaja melihat Anna masuk kerumah sakit.


"Anda tidak boleh masuk dulu" ucap perawat dan menutup pintu ruangan UGD.


Anna yang mondar mandir kesana kesini dia sangat takut dengan kondisi ibu nya.


Di waktu yang bersamaan di rumah sakit yang sama Asisten Itsuki melaporkan ke Itsuki.

__ADS_1


"Tuan, tadi saya melihat nona Anna masuk ke rumah sakit. Dia terlihat terburu buru" lapor Asisten yang tak sengaja melihat Anna memasuki rumah sakit


"Cepat cari informasi kenapa dia ada di rumah sakit dan siapa yang sakit!" perintah Itsuki menyuruh Asisten nya dan dia juga bisa memanfaatkan keadaan duka Anna agar dia bisa menjadi milik nya


Anna yang masih menunggu kepastian diluar ruangan UGD itu, tiba-tiba hape nya berdering.


Kring...!! Kring!!


Panggilan masuk dari Victor dan Anna pun mengangkat nya.


"Halo Anna, aku dengar dari adik mu bahwa ibumu masuk ke rumah sakit?" tanya Victor


"Iya". jawab singkat Anna.


"Aku akan segera kesana, kamu tenang dulu!" sahut Victor dan menutup telepon nya untuk pergi ke rumah sakit.


Setelah itu perawat dan dokter pun keluar dari ruang UGD nya.


"Siapa keluarga dari nyonya Ema Jasmine?" tanya dokter.


"Saya dok, kira kira ibu saya kenapa?" tanya Anna


"Beliau sudah mengidap penyakit gagal ginjal, harus rutin cuci darah dan harus diobati segera, kalau tidak ibu anda tidak bisa pulih" jawab Dokter


"Saya tidak tau, coba anda tanyakan kepada pihak adminitrasi, saya permisi dulu" jawab Dokter yang kemudian pergi.


"Ibu, ibu harus bertahan" batin Anna yang melihat ibu nya masih menutup mata dengan selang oksigen di hidungnya.


Drap...!!


Drap...!!


Drap...!!


Langkah kaki orang terburu-buru dan langsung memasuki ruangan pasien 1245.


"Anna!! Bagaimana keadaan ibumu?" tanya Victor yang tampak ngos-ngosan


"Ibu harus menjalani cuci darah, ibu gagal ginjal tapi ibu tidak mau memberitahuku tentang penyakit nya. Aku sudah tidak bisa menjadi anak yang baik,Victor. Aku tidak tau kalo ibu sudah menahan nya" jawab Anna air mata nya mulai membasahi pipi nya.


__ADS_1


"Sudah Anna kamu tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri, kamu sudah menjadi anak yang baik. Hanya saja ibumu tidak mau merepotkanmu, pasti ibumu akan sembuh" sahut Victor yang menengangkan Anna.


"Ini aku ada sedikit uang untuk membayar biaya rumah sakit, nanti aku nyari sisa nya" lanjut Victor yang menyerahkan amplop coklat berisi uang.


"Tidak usah Victor, aku tidak mau merepotkan mu lagi. Maaf Victor bukan nya aku menolak kebaikan mu, tapi aku tidak mau merepotkan mu" tolak Anna dan menyerahkan amplop coklat nya ke Victor.


"Ya sudah kalo begitu, tapi kalo ada apa apa kabarin aku saja ya. Pasti aku akan membantumu". jawab Victor.


"Iya" sahut Anna dengan singkat.


Setelah 1 jam berlalu. Anna menyuruh Victor untuk pulang kerumah.


"Victor, ini sudah malam kamu lebih pulang kerumah nanti orang tua mu khawatir" perintah Anna.


"Tapi... kamu bagaimana?" tanya Victor yang tidak tega meninggalkan Anna sendirian di rumah sakit.


"Tidak apa apa, aku bisa jaga diri. Oh iya besok tolong kamu beritahu dosen aku izin tidak kuliah. Maaf merepotkanmu lagi" jawab Anna karena besok dia harus mencari tambahan uang untuk mengobatan ibunya.


"Baik lah. Dah aku pulang" sahut Victor yang pergi dari rumah sakit


Anna pun sendirian menjaga ibu nya.


"Aku harus nyari tambahan uang untuk mengobatan ibu!" batin Anna yang harus mencari tambahan kerja dan ia pun mulai tertidur di samping ibu nya.


Di waktu yang bersamaan. Asisten pribadi Itsuki memberitahu tentang siapa yang di rumah sakit bersama Anna.


"Tuan, yang sakit adalah ibu dari Anna dia mempunyai penyakit gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah" ucap asisten pribadi Itsuki yang memberitahu lewat telepon nya.


"Apa bagaimana kondisi nya?" tanya Itsuki.


"Dia ada di ruangan ICU, dan harus melakukan cuci darah, tapi kata orang adminitrasi nya. Nyonya Anna belum membayar nya. Apa yang harus saya lakukan?" tanya Asisten pribadi Itsuki.


"Tidak usah. Saya yang akan atur ini semua" jawab Itsuki dan langsung menutup telepon nya.


Senyum licik terukir di wajah Itsuki. Dia sudah memikirkan cara yang licik agar bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Anna Jasmine! Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku! dan aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari sisiku!" gumam Itsuki memandangi kartu yang di atas meja.



JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤

__ADS_1


^^^Thank You^^^ 🥰🥰


__ADS_2