Problem With Playboy President

Problem With Playboy President
Kangen?


__ADS_3

Tok....tok...tok pelayannya mengetuk pintu


"Nyonya bolehkah saya masuk?". tanya pelayan satu satu nya di rumah Itsuki


"Iya". jawab Anna yang tangan nya masih di infus


"Nyonya saya akan membantu anda untuk mengosok pungung Anda". ucap pelayan


"Maaf bi merepotkan mu". sahut Anna


"Tidak apa apa nyonya, saya bersyukur nyonya sudah sadar. Selama 2 hari Tuan yang merawat nyonya dia selalu melihat kondisi nyonya, sampai Tuan Itsuki tidak pergi untuk mengurus bisnis nya di luar negeri". pelayan itu bercerita tentang Itsuki yang sifat nya sudah berubah dan merawat Anna selama 2 hari


"2 hari?". tanya Anna dia sangat kaget bahwa dia sudah tertidur selama 2 hari dan belum sempat menjenguk sang ibu


"Iya nyonya, Tuan Itsuki sangat menyesal atas apa yang dia lakuin kepada nyonya. Saya sebagai pelayan Tuan Itsuki memohon agar nyonya memaafkan kesalahan Tuan Itsuki walau saya tau kalo nyonya masih tidak mau memaafkan Tuan Itsuki, sebetul nya Tuan Itsuki sangat baik walau kadang sifat nya buruk. Tapi itu karena ibu kandung Itsuki yang sudah meninggalkan dia membuat sifat Tuan Itsuki menjadi laki laki yang suka mempermainkan perempuan". lanjut pelayan itu yang sudah bekerja sangat lama di keluarga Aoyama


Anna yang mendengarkan cerita dari pelayan itu dia merasa sedikit kasian terhadap Itsuki. Walaupun Itsuki sudah merebut mahkota nya secara paksa


"Baiklah, aku akan memikirkan untuk memaafkan nya". jawab Anna yang masih bimbang untuk memaafkan Itsuki karena bagaimana pun dia sudah di lecekkan oleh nya


"Terima kasih, Nyonya". sahut pelayan itu dan mulai mengganti baju Anna dan juga mengelap keringat nya

__ADS_1


"Terimakasih bi". ucap Anna yang berterimakasih karena pakaian nya sudah di ganti


"Sama sama nyonya. Saya akan memasakkan bubur hangat untuk nyonya". jawab pelayan nya sambil membawa pakaian yang di pakai Anna sebelum nya dan juga kembali ke dalur untuk membuatkan bubur


Anna yang masih memikirkan cerita tentang masa kecil Itsuki yang di tinggal oleh ibu kandung nya


"Ternyata dia (Itsuki) pernah mengalami nasib yang lebih buruk, lebih buruk daripada nasib ku sendiri. Dan sifat playboy nya karena dia sangat terpukul jadi dia meluapkan semua rasa sakit nya". batin Anna karena dia masih beruntung keluarga nya sangat harmonis walauoun hidup pas pas an


Tok...tok (Itsuki mengetuk pintu karena dia harus mengambil kemeja di lemari nya)


"Bolehkan aku masuk?". tanya Itsuki dengan suara yang sangat lembut


Anna pun pura pura tidur tidak menjawab Itsuki yang bertanya kepada nya


Itsuki melihat Anna yang masih menutup mata dengan selimut yang tidak menyelimuti Anna dengan benar


"Aku akan kembali, segera sembuh gadis kecilku". bisik Itsuki membenarkan selimut nya dan tak lupa memberi ciuman di kening nya.


Itsuki pun mulai meninggalkan kamar. Karena dia harus berangkat ke perusahaan nya, walau sebetul nya dia tidak tega meninggalkan nya. tapi, dia harus kembali bekerja karena ada berkas yang harus dia tanda tangani selama 2 hari karena dia menjaga Anna


Jantung Anna berdetak sangat cepat dan pipi nya mulai merah karena perlakuan Itsuki yang sangat lembut.

__ADS_1


"Ada apa dengan diriku ini? Tidak mungkin aku jatuh cinta kepada nya!". tanya Anna kepada diri nya sambil menenangkan jantung nya yang berdebar terus menerus


Setelah 2 minggu Itsuki pergi ke luar negeri karena ada meeting yang sangat penting. Anna mulai merasa kesepian walau ada pelayan di rumah itu tapi hati Anna mulai merasa sepi, kosong. Kadang Anna menjenguk ibu nya serta ayah dan adik adik yang sangat Anna sayangi


Dia juga tidak memberitahu kepada sang ayah nya kalau dia sekarang tinggal di rumah seorang pria yang belum menikah.


Karena dia tidak mau membuat sang ayah khawatir


"Kenapa dia belum pulang? apa dia di sana sudah menemukan gadis lain?". ucap Anna berbicara sendiri berdiri di jendela dengan pemandangan taman yang sangat indah tapi masih belum membuat hati nya tenang


"Nyonya, anda sejak dari tadi pagi belum makan. Bibi sudah membuatkan masakan kesukaan nyonya". pinta pelayan itu menyuruh nyonya nya untuk makan karena sedari tadi dia belum makan dan itu membuat pelayan nya khawatir terhadap nya


"Iya bi, maaf membuatmu mengkhawatirkanku". jawab Anna dia segera melangkahkan kaki ke tempat meja makan karena dia tidak mau membuat pelayan nya kecewa karena tidak memakan masakan nya


"Nyonya, apa kamu sedang menunggu Tuan pulang? sedari pagi hingga sekarang saya liat nyonya berdiri terus di dekat pintu depan?". tanya pelayan itu dan membuat Anna tersedak karena pertanyaan pelayan itu


"Uhuk...uhk".


"Pelan pelan saja nyonya". lanjut pelayan itu


"Aku tidak menunggu Pria Psikopat itu palingan dia punya perempuan lain di luar sana". jawab Anna dengan nada yang sedikit gugup.

__ADS_1


Pelayan itu hanya tertawa kecil melihat Nyonya nya yang sangat mudah di tebak dari raut wajah nya itu.


Bersambung.....


__ADS_2