
trang....trang.....bunyi dentingan pedang, rombongan josua mendengar suara pertarungan itu.
kita berhenti, apa yang sedang terjadi di depan, sepertinya ada pertarungan ," ucap adelia.
semuanya menganggukan kepala, kalian tunggu saja disini biar aku dan jonatan yang memeriksa di depan ," ucap josua .
josua dan jonatan pun turun dari kuda dan langsung berjalan dan mengintip di semak- semak.
" sepertinya mereka keluarga istana kak, apakah kita akan membantunya ucap jonatan.
tunggulah sebentar, kita lihat saja dulu ," ucap josua.
adelia yang tidak sabaran pun menunggu , dia melompat dari kudanya dan berjalan mengikuti josua dan jonatan.
ada apa sih kak, siapa yang lagi bertarung mengganggu perjalanan kita saja ," ucap adelia.
adelia pun ikut mengintip dari semak, sepertinya mereka prajurit istana kak, dan di kereta kuda itu pasti seorang putri atau pangeran ucap adelia.
prajurit yang mengawal kereta kuda itu pun sudah kalah, mereka melawan 20 orang sedang kan prajurit itu hanya sekitar 7 orang.
tiba- tiba seorang pria dan wanita turun dari kereta dan ikut bertarung tapi karna pertarungan tidak seimbang mereka pun kalah.
pangeran , putri teriak salah satu pengawal itu.
hahaha...kalian sudah kalah dan hari ini adalah kematian kalian berdua ," ucap salah satu kelompok penjahat itu.
" sepertinya mereka pembunuh bayaran kak, mari kita bantu ," ucap adelia yang sudah tidak tahan lagi
__ADS_1
" tolong lepaskan kami, apa pun yang kalian minta akan kami kabulkan," putri yensi
hahaha.....melepaskan kalian? jangan harap , karna kami di bayar untuk menghabisi kalian ," ucap salah satu pembunuh bayaran itu.
siapa yang menyuruh kalian untuk membunuh kami, kami tidak pernah menyinggung seseorang," ucap pangeran yuwewan
karna kalian akan mati maka aku beritahu , yang menyuruh kami membunuh kalian berdua adalah perdana menteri qin. karena kalian mengetahui rahasianya.
putri yensi dan pangeran yuwewan sudah pasrah, bagaimana pun mereka tidak bisa bertarung lagi karna sudah banyak luka- luka apalagi putri yensi tidak memiliki tenaga dalam.
mari habisi mereka , perintah sang ketua .
tiba- tiba 3 orang melompat dan menghadang pedang para pembunuh bayaran itu.
siapa kalian? mengapa kalian ikut campur dengan urusan kami, ucap sang ketua dengan marah.
hahaha.....karena kalian ikut campur maka jangan salahkan kami membunuh kalian juga," ucap sang pembunuh bayaran .
baiklah, sebelum pedang mu menyentuh kami tangan mu pasti sudah terpotong lebih dulu ucap adelia dengan santai dan tenang .
pangerang yuwewan dan putri yensi yang melihat ke tiga orang yang membantu mereka tenang , mereka hanya terdiam dan pasrah saja . mereka berpikir , adelia , josua dan jonatan pasti orang kuat makanya bisa santai.
suara dentingan pedang pun terdengar lagi , adelia yang sudah gatal membunuh orang dia pun dengan cepat menusuk pedangnya ke jantung sang ketua .
dasar...manusia sampah, sudah menghalangi perjalanan kami ucap adelia dengan senyuman smirknya.
melihat pertarungan adelia , pangeran yuwewan langsung begidik ngeri. karna adelia sekali tebasan saja mengalahkan musuh.
__ADS_1
begitu juga josua dan jonatan tidak kalah dengan adelia. dalam 5 nafas mereka sudah menumpas lawan .
setelah selesai bertarung adelia langsung menyarungkan pedangnya kembali. dan mendekati orang yang di tolongnya.
kalian sudah aman maka kami akan pergi.
kak ayok pergi mereka sudah aman. ucap adelia.
sebelum beranjak adelia memberikan pil penyembuh pada pangeran yuwewan. kalian minumlah pil ini dan beri juga pada pengawal mu itu. ucap adelia .
mereka bertiga pun langsung menghilang dari hadapan ke dua kaka beradik itu.
" apa yang terjadi kak? kenapa kak josua ada percikan darah di bajunya? tanya shania penasaran.
tidak apa- apa hanya saja ada tikus- tikus got menghalangi perjalanan kita ," ucap adelia santai.
mari kita lanjut tinggal 4 jam lagi kita sudah tiba , ucap adelia.
**
siapa mereka kak,? aku tidak pernah bertemu mereka? apakah mereka pendatang? tanya putri yensi.
kaka juga tidak tahu, yang penting kita sudah selamat . kita tidak sempat mengucapkan terima kasih tadi, semoga saja kita bisa bertemu mereka ucap pangeran yuwewan.
pangeran , putri mari kita lanjutkan perjalanan kota untuk menghindari pembunuh bayaran suruhan menteri qin ," ucap salah satu pengawal.
baiklah, mari kita berangkat ucap putri yensi.
__ADS_1