
di pavalium mawar putih , putri chunyi sedang serapan di temani pelayan setianya, tidak berapa lama xi wendi menghampiri chunyi, ada apa gege ini masih pagi? apa ada masalah gege? tanya chunyi," tidak ada masalah meme, bolehkah gege gabung serapannya ucapnya, tentu boleh gege sahut chunyi, sambil menyuruh jiali mengambilkan serapan dan teh untuk xi wendi, " kalau tidak ada masalah kenapa gege sepagi ini ke mari ucap chunyi.
apa salah gege mengunjungi adiknya sendiri ucap xi wendi sambil menikmati serapannya, tidak gege, sahutnya, apakah meme tidak bosan di mansion ini? tanya xi wendi," bosan sih gege, tapi apa boleh buat ayah dan paman melarang untuk keluar dari mansion ucapnya," gege pergi ke istana bersama, xi wangji dan xi yaran, jika meme mau ikut boleh aja, kata xi wendi. ibunda dan bibi sudah berangkat barusan ke kota, untuk mengunjungi pasiennya dan melihat bisnis keluarga kita sekalian. sedangkan ayah sudah dari tadi berangkat ke istana, paman sudah berangkat bertugas ke perbatasan selama 2 minggu , ucapnya
hemm... aku tidak ikut di sini aja deh," lagi malas berkunjung ke istana ucap xi chunyi, baiklah meme gege pergi dulu ucap xi wendi sambil beranjak dari kursi dan berlalu.
__ADS_1
jiejie siapkan air mandi, aku mau membersihkan diri ucap xi chunyi , baik meme kata jiali ,dia pun masuk mekamar mandi dan mengisi air ke bak mandi tak lupa dia memasukan aroma mawar kedalam bak, dia pun keluar , sudah meme ucapnya.
baiklah..jie jie siapkan hanfu untuk ganti, ucapnya dan masuk ke bak, dan dia pun menggosok badannya , sudah cukup rasanya berendam baru ia memakaikan handuk mandi, dan masuk ke kamar dan menyuruh jiali memakaikan hanfu yang berwarna hijau muda, terpancarlah aura cantiknya meskipun dia masih berusia muda 3 bulan lagi genaplah usianya 6 tahun. jialei merapikan rambut putri chunyi dan di ikat kuncir kuda.
Putri chunyi pun keluar dari pavalium untuk berkeliling taman, dan duduk di sebuah gazebo taman belakang menikmati angin sepoi dan memandangi ikan ikan di dalam kolam, sungguh sejuknya disini ucapnya pada jiali, ya meme sungguh sejuk dan adem disini, mereka berdua pun berbincang bincang sesekali tertawa tidak mereka sadari ada yang memperhatikan mereka dari pohon persik
__ADS_1
tapi seseorang di atas pohon persik sungguh menikmati pemandangan itu, dan bergumam dalam hati sungguh sangat berbakat putri chunyi ini, memanglah benar dia adalah keturunan dewa yuda dan dia pun pergi meninggalkan pohon itu.
para pelayan dan pengawal mencari keberadaan suara seruling itu, mereka pun berhenti di halaman belakang pavalium mawar merah, mereka terkagum melihat putri chunyi dan tarian yang di tarikan oleh pelayan setia putri chunyi, sungguh putri sangat berbakat alunan seruling yang ia tiup sungguh menghipnotis kami semua , gumam mereka dalam hati," chunyi pun menyudahi alunan serulingnya dan tarian jiali pun berhenti. mereka yang menonton pun bertepuk tangan membuat chunyi dan jiali kaget.
maaf putri kami sudah lancang menonton pertunjukan putri , kata seorang pelayan sambil menunduk kepala dia sudah merasa ke takutan, tapi putri chunyi dengan santai dan tersenyum berkata tidak masalah bibi aku senang kok paman dan bibi menikmati alunan seruling yang aku tiup, merekapun senang kalau putri tidak marah, kalau begitu kami undur diri putri ucap pelayan itu," silahkan bibi jawabnya sambil tersenyum.
__ADS_1
para pengawal dan pelayan itu pun bubar, tapi xi chunyi dan jiali masih di gazebo menikmati cemilan cemilan , sampai tidak terasa hari sudah siang , mereka pun meninggalkan gazebo dan masuk ke ruangan , untuk mengisi kebosanan putri chunyi pun membaca buku yang di berikan pamannya putra mahkota jihun.
hay semuanya,👋 masih semangatkan menanti episod yang akan datang😉jangan lupa like dan koment ya😉