
Putra mahkota dan pangeran limo pun ikut bergabung dengan ke 4 bersaudara itu," gege..itu ada pertunjukan ayok kita lihat ucap xi yaran, " baiklah ucap xi wendi , sedangkan putra mahkota , pangeran limo, xi wangzi mengikuti saja dari belakang, hemm....sungguh menarik pertunjukannya bermain pedang ucap xi chunyi, gege ada bawa pedangkah mengarahkan matanya pada xi wangzi, jangan bilang kalian mau ikut permainan itu tanya xi wendi, memang rencana kami seperti itu ucap mereka berdua serentak
tidak boleh ,sahut xi wangzi dengan tegas, bolehlah gege..ucap xi chunyi dengan muka memelas, sedangkan putra mahkota dan pangeran limo melihatnya merinding, dalam hati mereka berdua, biasanya gadis gadis yang di jumpai mereka anggun dan menjaga penampilan tapi ke 2 gadis di depannya ini sungguh luar biasa, ayoklah gege ..ucap yaran dengan muka memelas pada xi wendi
nanti kalian kenapa napa, kami nanti di marahi ayah sahut xi wendi , hemm...percayalah pada kami berdua gege percuma kami memiliki ayah seorang jenderal dan kakek seorang raja terkuat ucap xi yaran, baiklah buktikan jangan sampai kalian tergores ucap xi wangzi, xi wendi dan xi wangzi pun memberikan pedang pada yaran dan chunyi, ayok jiejie. permainan pedang itu berkelompok minimal 5 orang satu kelompok
siapa yang mau nantangi kami ucap yang baru menang barusan, kami berdua menantang kalian ber 5 ucap yaran dengan datar, sambil masuk ke lapangan, semua penonton bisik bisik..bukankah mereka putri putri jenderal ? itulah pertanyaan yang di lontarkan para penonton, tapi xi chunyi dan yaran hanya acuh tak acuh dengan tatapan dingin dan muka datar.
__ADS_1
hei gadis kecil..ini sangat berbahaya untuk kalian berdua ucap panitia, kalian seharusnya di rumah tidur manis, kalian pikir ini permainan sepele ledek salah satu anggota kelompok itu.. hemm..kami tau ini bukan permainan sepele makanya kami berdua menantang kalian ber lima ucap putri chunyi dengan senyuman , hahaha...kalau kalah jangan menangis ya ledek mereka, aku pastikan kalian akan kalah di tangan kami , ucap yaran dengan muka datar, baiklah kami akan melayani kalian bermain ucap mereka ber lima, penonton sudah banyak berbisik bisik..apa mereka sudah gila,, masih kecil sudah angkuh , yaran dan chunyi tidak menghiraukan, mereka akan menutup mulut yang mencemooh mereka ber dua
1 kelompok itu pun menyerang yaran dan chunyi, tapi mereka berdua dengan santai menangkis serangan lawan, dan bunyi pedang pun terdengar,, trang..trang..trang.. para penonton fokus melihat mereka penasaran siapa yang menang, begitu juga putra mahkota chandra , pangeran limo ,xi wangji, xi wendi menonton dengan optimis , gege..masih ingatkah kalau aku dikalahkan oleh putri chunyi dengan permainan pedang ucap pangeran limo, tentu saja , itu sudah melukai harga diri kita sebagai keturunan kaisar, ucap putra mahkota, tapi memang mereka luar biasa, lihatlah lawannya sudah kewalahan, tapi mereka berdua masih santai tanpa tergores sedikit pun ucap pangeran limo.
sudah cukup kita bermain main meme sekarang giliran kita , ucap yaran kita hitung sampai 3 , 1
..2... 3... mereka pun berlari cepat dan berputar menggerakan pedangnya dan mengarahkan ke leher satu orang dan mereka mengarahkan kaki ke lawan satu lagi dan menendang kuat lawan pun terlempar pedang mereka semua ikut terlempar namun xi yaran dan xi chunyi langsung berlari mengambil pedang ke 5 lawannya, pada akhirnya mereka menang, semua penonton melihat mereka terkagum kagum.. dan xi wendi dan xi wangzi pun berjalan menghampiri yaran dan chunyi, memang gege akui kalian memang lah putri putri jenderal ucap xi wendi dengan bangga, semua yang melihat pun berkata dalam hati sungguh mereka keturunan jenderal lain kali kami akan menjaga sikap dan jangan sampai menyinggung mereka .
__ADS_1
mereka pun melanjutkan berkeliling , melihat lihat jajanan , mereka tak lupa membelikan makanan untuk pengawalnya , dan untuk pelayan setianya,
mereka pun melihat penjual asesoris , meme lihatlah ini cantik sambil menunjukan gelang giok berwarna hijau, mari kita beli berpasangan gege.. mereka pun membeli 4 dengan warna yang sama , mereka pun memilih untuk pelayan setianya, membelikan jepitan rambut, dan putri chunyi pun membelikan gelang giok mata merah sama dan memberikan pada putra mahkota dan pangeran limo.. ini untuk kalian berdua semoga yang mulia dan pangeran suka ucap putri chunyi.
tidak jauh dari penjual asesoris itu terdengar suara seruling di mainkan dengan merdu, xi chunyi dan yaran pun tertarik dan mencari suara seruling tersebut, meme kalian mau kemana tanya xi wendi, bentar gege ucap yaran sambil menarik tangan xi chunyi, merdu sekali ucap xi chunyi sambil mendekati yang memainkan seruling itu.. sungguh bagus paman ucap xi chunyi," apakah paman menjual seruling ini tanya yaran? iya nona tapi harus 2 nya , berapa harganya paman 200 tael emas 2 nya , ucap si penjual seruling itu, baiklah paman kami membelinya memberikan sekantong keping emas, si penjual seruling itupun kaget maaf nona ini terlalu banyak , ucapnya ", tidak apa apa paman, paman pasti membutuhkannya sekarang, aku tahu seruling ini punya manfaat yang besar. ucap xi chunyi ," terimakasih nak , aku memang membutuhkan biaya untuk membeli obat untuk putra ku. sahutnya sambil menangis, sama sama paman, semoga putra paman cepat sembuh ucap yaran
putra mahkota dan pangeran limo melihat kebaikan ke 2 gadis itu mereka terharu, dan bercampur malu, karna mereka tidak pernah memberi sperti yang di lakukan ke 2 gadis itu, meskipun mereka berdua masih kecil tapi sudah punya niat untuk membantu orang lain.
__ADS_1
gege kami sudah puas berkeliling , mari kita pulang ajak yaran, baiklah meme ucap xi wendi, mereka pun pamit pada putra mahkota dan pangeran limo, dan mereka pun menaiki kuda, dan tak lupa xi chunyi memberikan tanghulu dan kue bulan pada ke pengawal itu, ke 2 pengawal itu pun dengan senang hati menerimanya, akhirnya mereka pun sampai ke mansion hijau, dan mereka pun langsung kembali ke pavalium masing masing dan langsung istirahat.
hai semua , tetap ikutin ceritanya ya, dan jangan lupa like dan komentnya😉