Putri Xi Chunyi Sang Penguasa

Putri Xi Chunyi Sang Penguasa
berlatih


__ADS_3

xi chunyi dan xi yaran sedang santai di bawah pohon persik tepatnya pavalium milik xi chunyi.


xi chunyi menyesap tehnya dan berbicara oh ya kak, sudah satu minggu kita kembali ke mansion ini dan kita belum pernah keluar, bagaimana kalau kita pergi ke pasar nanti malam kita ajak shania dan seon juga .


itu ide bagus dek, kaka juga bosan di mansion . tapi kita minta ijin dulu pada orang tua kita .


" ya, kita harus ijin dulu dong, jika tidak mau kena omelan bunda," sahut xi chunyi.


**


uftt....bosan banget nih, mendingan aku ke pavalium kak adel ," ucap shania.


shania pun langsung beranjak dari kasurnya dan tak lupa memakai sandal kelincinya .


shaori, pelayan shania melihat junjungannya itu ingin pergi. nona muda, mau pergi kemana ?.


mau ke pavalium jie chunyi, ayok...temani aku kesana ! shania melangkahkan kakinya meninggalkan pavaliumnya itu , shaori sang pelayan mengikut dari belakang.


dari jauh shania melihat , xi chunyi dan xi yaran sedang mengobrol serius.


aha...! jie kau jangan bersuara ya, aku mau mengejutkan kedua jie ku," ucap shania pada shaori.


shaori hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti. mereka berdua pun berjalan pelan-pelan.


" kak, bagaimana kalau kita latihan memanah untuk menghabiskan waktu hari ini," ucap xi chunyi.


xi yaran ingin menjawab..tapi... tiba- tiba shania dari belakang bersuara dengan kuat.


dor....!!


xi chunyi yang sedang menyesap teh nya pun langsung menyemburkan dan terbatuk ..huk...huk..huk..


sedangkan xi yaran sudah terjatuh dari kursinya.


hahahaha....tawa shania dengan terbahak-bahak.


shania....! teriak yaran dengan penuh kesal dan geram. bisa ngak ngejutin kami ? yaran pun bangkit dan mendekati xi chunyi. dia langsung mengelus punggung xi chunyi .


huk...huk..huk..., xi chunyi masih keselek hingga dia meneteskan air matanya , wajahnya merah dan tenggorokannya sakit akibat air teh masuk ke hidungnya.


lihat , karena ulah mu , kaka mu jadi keselek ," ucap yaran dengan geram.

__ADS_1


shania yang melihat xi chunyi terbatuk- batuk , lsngsung minta maaf.


kak, aku minta maaf ya , aku janji tidak jahil lagi ucapnya penuh penyesalan.


setelah beberapa saat batuk xi chunyi pun berhenti. lain kali jangan jahil lagi ya," ucap xi chunyi dengan lemas.


iya kak, sahut shania.


*


kita jadi latihannya dek? tanya yaran.


jadi dong kak, selagi ada waktu kita gunakan saja berlatih ," balas xi chunyi .


latihan apa kak? tanya shania dengan ekpresi pingin tahu .


latihan memanah , sudah seminggu kita tidak berlatih untuk mengusir kebosanan juga , ucap yaran.


aku ikut kak, sahut shania dengan bersemangat.


baiklah, mari kita ke lapangan ajak xi chunyi. mereka pun berjalan menuju lapangan.


" eh....kebetulan kaka latihan, kami juga mau berlatih ," ucap xi chunyi pada wangzi.


" kalian mau latihan apa kak? tanya seon.


ingin berlatih memanah saja, agar tidak terlalu berkeringat ," ucap xi yaran.


baiklah, kami berlatih dulu ya kak, " ucap shania.


xi chunyi pun mengambil busur dan panahnya. ayok kita bertiga bertiga mulai , ucapnya.


shania dan xi yaran pun mengambil busur dan panah. mereka pun mulai membidik lingkaran berjarak 100 meter.


srekk....! anak panah xi chunyi pun meleset cepat dan tepat tertancap di dalam lingkaran.


begitu juga xi yaran dan shania , anak panah mereka tertancap di dalam lingkaran.


srek....srek...srek...anak panah tertancap di lingkaran masing-masing.


prajurit yang melihat mereka bertiga sangat kagum karena 15 anak panah semuanya tepat tertancap di dalam lingkaran.

__ADS_1


" sudah cukup rasa mereka latihannya , mereka bertiga menyudahi setelah 2 jam berlatih.


* xi wangji yang sedang sibuk melatih para prajurit dan pengawal dengan pedang.


kak, aku mau latihan berpedang juga ," ucapnya pada seon.


baiklah, ambil pedang mu , lawan kaka ucap seon.


shania pun mengambil pedangnya dari ruang cincinnya.


sudah siap? angkat pedangnya , kau duluan menyerang ," ucap seon.


shania pun mengangkat pedangnya dan menyerang seon , trang...trang...trang....bunyi adu pedang . semua melihat ke arah seon dan shania.


para prajurit dan pengawal melihat gesitnya shania memainkan pedangnya ,shania selalu bisa menangkis pedang seon.


permainan pun seimbang diantara mereka bedua tidak ada tergores sedikit pun. seon dan shania pun menyudahi permainan pedang itu.


" permainan pedang nona bungsu dan tuan bungsu bagus , ucap para bisikan pengawal dan prajurit.


kalian boleh mempelajari tehnik yang tadi ," ucap xi chunyi.


besok aku akan turun tangan untuk melatih kalian semua ," ucap xi chunyi.


semuanya mengangguk kan kepala, tanda paham.


baiklah, besok kita lanjut latihannya. karena hari sudah siang dan sudah waktunya makan siang , kalian semua sudah busa bubar ," ucap xi wangzi.


para prajurit dan pengawal ada 500 orang pun meninggalkan lapangan .


" bagaimana kalau kita makan siang di gazebo di pavalium kaka wangzi saja ," ucap shania.


itu ide bagus," ucap xi yaran.


shaori,..tolong bawakan makan siang kami ke gazebo pavalium gege wangzi ," ucap shania.


baik nona, hamba permisi ucap shaori langsung pergi.


mereka ber 5 pun berjalan ke pavalium xi wangzi, mereka pun sampai dan langsung duduk .


sejuknya...! ucap shania dengan menutup matanya menghirup udara .

__ADS_1


__ADS_2