Qais Dan Lila

Qais Dan Lila
part. 2


__ADS_3

Sementara itu, di belakang mereka, seorang gadis semampai dengan rambut panjang yg dikuncir kuda, melihat semua kejadian itu dengan rasa miris yg bercampur jijik.


Itulah Lila, siswi di sekolah itu yg juga kebetulan adalah teman sekelas Qais. Dia merasa heran, kenapa ada begitu banyak orang yg rela merendahkan harga dirinya hanya demi bisa dekat dengan Qais.


"Setiap hari selalu aja kayak gitu. Heran, kenapa semua orang suka banget merendahkan dirinya cuman demi bisa deket sama cowok itu. Emang apa istimewanya dia?" gumam Lila


"Ya jelaslah Qais itu istimewa" jawab seseorang dari belakang Lila yg tiba-tiba muncul entah darimana


Ternyata itu adalah Deviana, teman sebangku Lila


"Qais itu istimewa, La. Selain dari segi wajah dan fisik, dari segi materi juga sangat mendukung. Ayahnya adalah pengusaha yg cukup terpandang, dan Qais anak tunggal. Untuk sebagian orang, itu adalah faktor yg sangat penting untuk memperbaiki kehidupan dan status sosial mereka. Ya jelas aja lah kalo banyak orang yg rela melakukan apapun demi untuk bisa deket sama Qais." jelas Deviana panjang lebar


Lila hanya tersenyum kecut mendengar penjelasan Deviana


"Istimewa apanya? Wajah dan fisiknya itu, masih banyak yg lebih sempurna dibanding dia. Dan kekayaannya, itu bukan miliknya. Itu punya orang tuanya. Kalo suatu hari nanti orang tuanya meninggal atau jatuh bangkrut, dia juga gak akan bisa apa-apa. Jadi apanya yg perlu dibanggakan?"


Deviana hanya tersenyum menjawab jawaban Lila. Dia tau, teman sebangkunya itu adalah gadis yg sinis. Dan dia juga satu-satunya di sekolah itu yg tidak pernah ambil bagian saat yg lain sibuk mendekati Qais.


"Tapi aku heran loh, apa kamu sedikitpun nggak ada rasa suka sama Qais?" tanya Deviana lalu. Lila hanya menggeleng

__ADS_1


"Sedikitpun?"


Lila lantas menoleh ke arah Deviana sambil memberikan tatapan sinis seolah menegaskan jawabannya sebelumnya


"Apa aku harus suka sama dia?" Lila balik bertanya


"Enggak juga sih..." jawab Deviana


"Tapi, kamu masih normal kan?" tanya Deviana lagi


"Kamu masih suka sama laki-laki kan?"


"Maksudnya?" tanya Lila memastikan


"Enggak, aku cuman mastiin aja. Karna selama ini kan aku yg paling deket sama kamu. Kan kita duduknya juga sebangku. Jadi ya, aku antisipasi aja" kata Deviana


"Devi...!" kata Lila dengan nada agak tinggi


Deviana lantas tertawa dan memeluk Lila

__ADS_1


"Aku cuman becanda, La. Jangan marah gitu dong" goda Deviana


Lila melihat Deviana dengan tatapan kesal bercampur gemas


"Ya udah yuk, kita masuk. Udah mau mulai jam pelajaran." ajak Deviana. Lila mengangguk


"Tapi beneran kan kamu masih suka sama cowok?" goda Deviana lagi


Lila hanya melengos mendengar godaan temannya itu lalu mempercepat langkahnya meninggalkan temannya yg masih tertawa cekikikan di belakang


"Tau ah, pusing!" ujar Lila


Di dalam kelas, ternyata keriuhan di halaman tadi masih berlanjut. Puluhan siswa siswi masih berjubel mengerumuni Qais sambil melontarkan kata-kata bernada rayuan.


"Qais, kamu udah ngerjain tugas yg dikasih Guru kemarin belum? Kalo belum, ini punyaku udah selesai" ujar salah satu siswa


"Qais, pulang nanti ada acara gak? Aku mau ngajak kamu ke acaranya temenku." ujar seorang siswi


Dan masih banyak lagi rayuan dan bujukan yg lain

__ADS_1


Tiba-tiba Guru masuk, dan seketika keramaian itu pun terhenti karna Guru memulai pelajaran


__ADS_2