Qais Dan Lila

Qais Dan Lila
Permainan dimulai....


__ADS_3

Hari pertama taruhan...


Lila sedang bersantai di lorong depan kelas sambil membaca buku saat Deviana datang dan membawakannya minuman


"Nih, minum dulu." kata Deviana sambil menyodorkan botol minuman dingin yg dibawakannya


"Makasih, ya." kata Lila sambil tersenyum


Deviana lantas duduk di sebelah Lila dan memperhatikan sahabatnya itu


"La!" panggilnya


"Kamu ngapain sih?" tanya Deviana


"Emangnya kamu liat aku lagi ngapain, Dev?" Lila balik bertanya


"Iya aku tau kamu lagi belajar. Tapi emangnya kamu gak capek belajar mulu. Di kelas belajar, pas istirahat belajar, nanti kerja belajar lagi. Gak pusing otak kamu?" keluh Deviana


"Ya mau gimana lagi. Orang bisanya juga belajarnya kayak gini. Kalo di rumah mah mana sempat" jawab Lila sambil masih sibuk membaca buku pelajarannya


Lila memang kerja paruh waktu di sebuah kedai makanan. Tiap pulang sekolah dia akan mulai bekerja dan pulang hampir tengah malam. Jadi hampir tidak ada waktu baginya untuk belajar di rumah


"Eh, La, dengar-dengar katanya sekolah kita mau ngadain piknik akhir tahun ke luar kota. Kamu mau ikut?" tanya Deviana. Lila menggeleng


"Enggaklah, Dev. Aku gak tertarik untuk ikut-ikut acara seperti itu. Lagipula, mana ada uang buat bayarnya?" kata Lila masih fokus dengan bukunya. Deviana hanya terdiam mendengar kata-kata Lila. Dia kemudian ikut memperhatikan buku yg dibaca Lila


"Hai!" suara seseorang mengganggu mereka


Lila dan Deviana melongok melihat siapa yg menyapa mereka. Di hadapan mereka sudah berdiri sesosok pemuda, bertubuh tinggi atletis dengan kulit kuning langsat dan wajah tampan yg menyungging senyum manis di bibirnya.


Itu Qais!

__ADS_1


Lila menatap pemuda itu lekat-lekat, seolah tidak senang dan merasa terganggu karena kehadirannya


"Hai!" sapanya lagi, mungkin dia merasa Lila tidak mendengar sapaannya tadi


"Kamu Lila, kan?" lanjut Qais kemudian mengulurkan tangannya


"Aku Qais" ucapnya mencoba mengajak Lila berkenalan


Lila hanya menatap wajah Qais dalam-dalam tanpa berkata apapun. Sementara Qais masih menunggu Lila membalas uluran tangannya


Tapi tiba-tiba Lila berdiri dan berlalu pergi tanpa sepatah katapun. Meninggalkan Qais dan Deviana yg diam terpaku karena kebingungan dengan sikapnya


Sejurus kemudian Deviana sadar dan mulai mengejar Lila sambil berteriak memanggil namanya


Tinggallah Qais berdiri sendirian masih dengan kebingungan


Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang dan mengejutkannya


"Udah berhasil?" lanjutnya


Qais menoleh ke arah Fadil. Di belakangnya juga sudah ada teman-temannya yg lain. Mereka semua memandang Qais penuh tanda tanya


Qais melihat mereka semua satu persatu, lalu dengan mencoba setenang mungkin, dia menjawab


"Kenapa harus buru-buru? Ini kan baru satu hari. Apa serunya kalo aku langsung bisa naklukin dia? Iya kan?" kata Qais


"Tenang aja. Aku pasti bisa bikin dia jatuh cinta sama aku sebelum tenggat waktu taruhan" kata Qais yakin


Sementara itu.....


Deviana berusaha mengejar Lila yg pergi karena merasa terganggu dengan Qais. Seketika Lila berhenti, Deviana langsung menghampirinya

__ADS_1


"Lila!" panggilnya


"Kamu kenapa sih? Kok tiba-tiba langsung pergi gitu? Bikin orang bingung aja." protes Deviana


"Padahal tadi itu Qais mau ngajakin kamu kenalan loh. Tapi kamunya malah kabur." lanjutnya


Lila tidak menjawab sepatah kata pun


"La! Kamu denger gak sih aku ngomong?" lanjut Deviana


"Aku denger." jawab Lila


Deviana melihat Lila bingung. Dia tau sahabatnya itu tidak menyukai orang kaya, Tapi dia tidak menyangka bisa sampai seperti itu


"Apa kamu benar-benar benci sama Qais?" tanya Deviana


"Aku gak benci sama dia." jawab Lila


"Lalu?" tanya Deviana lagi


"Aku cuma gak suka aja sama orang kaya yg sok dan menggunakan kekayaan mereka dengan semena-mena." kata Lila


"Tapi Qais kan nggak gitu, La." kata Deviana mencoba membujuk Lila


"Lagipula, aku ngerasa tadi itu dia bersikap baik kok sama kamu. Dia juga cuma mau ngajak kenalan kan? Apa salahnya?"


Lila tidak menjawab kata-kata Deviana


"La, stop menghukum semua orang gara-gara kesalahan satu orang di masa lalu. Nggak semua orang kaya itu sama, La" jelas Deviana


Lila hanya terdiam mendengar kata-kata Deviana

__ADS_1


Memang benar, dinginnya sikap Lila, dan kebenciannya pada orang kaya adalah karena kejadian di masa lalu. Sebuah kejadian yg mengubah Lila yg tadinya adalah gadis yg ceria dan ramah pada semua orang, menjadi gadis yg sinis dan membenci orang kaya


__ADS_2