Qais Dan Lila

Qais Dan Lila
pantang menyerah


__ADS_3

Hari ke dua taruhan.....


Qais masih mencoba mendekati Lila di sekolah. Dan Lila masih saja mengacuhkannya. Padahal Deviana bahkan sudah menasehatinya agar setidaknya menjawab sapaan Qais yg sering dilontarkan padanya. Tapi Lila tidak mempedulikan semua itu.


Sejak dari pagi, di dalam kelas, bahkan sampai saat istirahat, Qais selalu berusaha untuk berbicara dengan Lila, tapi tidak sekalipun Lila menanggapinya.


Hingga saat pulang sekolah, Lila yg berjalan menuju tempat kerjanya dihadang Qais yg ingin mengobrol. Qais dengan segenap usaha berusaha menghalangi jalan Lila agar dia tidak bisa pergi dan menghindari Qais.


Jengkel, Lila lantas meluapkan emosi pada Qais


"Kamu ini sebenarnya mau apa sih? Dari kemarin kamu selalu aja ganggu aku." kata Lila sebal


"Itu karna dari kemarin kamu gak mau nanggapin aku." jawab Qais


Lila melihat Qais dan merasa semakin jengkel


"Itu karna aku tau, apapun yg mau kamu omongin itu nggak penting." kata Lila


"Dari mana kamu tau itu nggak penting kalo kamu bahkan belum dengerin apa yg mau aku omongin?" kata Qais


"Aku tau." jawab Lila


"Karna anak orang kaya seperti kamu emang sering dan suka ngelakuin hal-hal yg gak penting." kata Lila semakin kesal


"Hal-hal gak penting?" tanya Qais


"Hal gak penting kayak gimana maksud kamu?" tanyanya lagi

__ADS_1


Lila menatap tajam Qais


"Salah satu contohnya, seperti yg sekarang sedang kamu lakuin. Kamu menghalangi jalanku, membuat aku telat berangkat kerja. Cuma demi apa? Demi obrolan yg gak jelas!" jawab Lila


Qais memandang lekat Lila. Agak merasa heran kenapa dia bisa begitu marah hanya karena Qais mencoba mengajaknya mengobrol


"Sekarang aku permisi, karna aku punya pekerjaan yg lebih penting dari sekedar menanggapi apapun yg ingin kamu katakan." kata Lila kemudian pergi meninggalkan Qais yg masih keheranan


Hari ini Qais kembali mengikuti Lila ke tempat kerjanya. Dan lagi-lagi mengambil tempat di sudut kedai itu untuk menunggu Lila. Hanya bedanya kali ini dia lebih intens mencoba menarik perhatian Lila. Tiap kali dia melihat Lila mendekati mejanya atau meja di dekatnya, dia akan memanggil Lila dan berusaha untuk mengajaknya mengobrol walau Lila tak pernah sekalipun menanggapinya dan sibuk dengan pekerjaannya


Tapi hal itu rupanya di perhatikan oleh pemilik kedai. Pemilik kedai lantas memanggil Lila dan memintanya untuk menegur Qais agak tidak lagi mengganggunya.


Lila merasa tidak enak dengan teguran itu. Tapi di saat yg sama, dia juga enggan untuk bertatap muka dengan Qais. Apalagi sampai harus berbicara. Tapi Lila juga sadar, dia tidak ingin mempertaruhkan pekerjaannya karna gangguan Qais. Akhirnya, dengan berat hati dia menghampiri Qais


Qais yg sedari tadi menunggu Lila menanggapinya, tersenyum melihat Lila menghampirinya


"Aku bukannya mau bicara sama kamu. Tapi aku terpaksa harus ngomong sama kamu." jawab Lila


"Terpaksa?" tanya Qais bingung


"Iya, aku terpaksa. Karna bos aku, minta aku untuk negur kamu." kata Lila


"Negur aku? Kenapa?" Qais makin bingung


Lila makin kesal melihat Qais yg memasang wajah lugu seolah tanpa dosa. Dengan suara sepelan mungkin Lila akhirnya menegur Qais


"Karna kedatangan kamu ke sini itu udah bikin masalah. Kamu dari tadi gangguin aku terus. Dan itu bikin pengunjung yg lain ngerasa nggak nyaman." kata Lila

__ADS_1


"Kenapa mereka harus ngerasa nggak nyaman? Aku cuman berusaha ngobrol sama kamu." Lila makin kesal mendengar kata-kata Qais. Dia lantas menarik tangan Qais dan membawanya keluar kedai


"Sebenernya apa sih tujuan kamu? Sampai kamu ngikutin aku ke sini?" tanya Lila


"Aku cuma pengen ngobrol sama kamu. Tapi dari tadi kamu selalu ngacuhin aku." jawab Qais


Lila menghela nafas, lalu menatap Qais


"Kamu pengen ngobrol kan? Ya udah, sekarang ngomong. Apa yg ingin kamu omongin? Aku akan dengerin." suara Lila terdengar kesal


Qais menatap wajah Lila yg begitu kesal. Tapi anehnya, ekspresi wajahnya juga bercampur perasaan cemas. Qais seketika kehilangan kata-kata


Sementara itu, Lila melihat Qais yg menatapnya sambil membisu. Dan membuatnya makin kesal


"Kamu nggak mau bicara?" tanya Lila. Qais masih terdiam melihatnya


"Kalo gitu aku yg akan bicara. Aku mohon sama kamu, mulai sekarang, jangan ganggu aku. Sejak awal kamu nggak kenal, dan aku juga nggak berminat untuk kenal kamu. Oke? Kamu hidup di dunia kamu, dan aku tetap tinggal di dunia aku. Selama ini selalu seperti itu dan semuanya baik-baik aja. Jadi aku mohon, jangan pernah ganggu aku lagi." kata Lila sembari mengatupkan tangannya di depan Qais


"Sekarang aku minta kamu pergi, dan jangan pernah ganggu hidup aku lagi" kata Lila kemudian kembali masuk


Sementara Qais masih berdiri di tempat itu tertegun melihat Lila


"Ekspresi apa itu tadi? Kenapa dia sepertinya sangat frustasi? Apa dia marah? Tapi karna apa? Apa karna aku mencoba mendekatinya? Apa karna itu dia begitu marah?" kata Qais di dalam hati


"Enggak! Dia bukan marah karena aku. Ada hal lain. Tapi apa? Apa yg sebenarnya dia sembunyikan?"


Qais berpikir keras

__ADS_1


__ADS_2