Qais Dan Lila

Qais Dan Lila
Eps. 4


__ADS_3

"Itu bukan hal yg sulit. Qais pasti bisa menaklukkan gadis itu cuma dalam waktu sekejap." kata Naura optimis


Fadil tersenyum sinis


"Ada satu hal lagi tentang Lila" kata Fadil


"Dia sangat membenci orang kaya. Terlebih yg seperti Qais, atau kita semua ini. Karna menurutnya, kekayaan yg kita nikmati sekarang adalah milik orang tua kita. Dan kita masih belum bisa menghasilkan apapun, tapi cuman bisa menikmati kekayaan yg dihasilkan oleh kerja keras orang tua, tapi sangat sombong karna hal itu. Dia sangat membenci tipe orang seperti kita ini." jelas Fadil


"Omong kosong!" kata Naura dengan nada suara yg meninggi


"Terserah kalian mau percaya atau enggak. Tapi itulah faktanya." jawab Fadil


Haris, Gilang, dan Aditya melihat Qais dengan pandangan yg penuh harap


"Gimana, Qais?" tanya Naura penuh harap


"Kamu nggak akan ngebiarin semua ini gitu aja kan?" lanjutnya


Qais memandangi wajah temannya satu persatu. Dia terlihat berpikir sejenak.


"Aku pasti bisa bikin dia jatuh cinta sama aku dalam sekejap" kata Qais yakin


Naura, Gilang, Haris, dan Aditya tersenyum mendengar hal itu


"Biar lebih seru, gimana kalo kita buat taruhan" kata Fadil menantang Qais


"Taruhan?"tanya Aditya agak bingung


"Iya, taruhan." jawab Fadil sambil memajukan tubuhnya dan meletakkan tangannya di atas meja


"Kalo Qais bisa bikin Lila menyatakan cinta, maka aku akan memberikan mobil sport baruku." kata Fadil


"Mobil sport yg itu?" tanya Naura


"Kamu bahkan belum pernah makek mobil itu kan?"


Fadil hanya berkedip mengisyaratkan keseriusannya

__ADS_1


"Ayolah, apa kalian nggak ngerasa semua ini terlalu konyol?" kata Naura mencoba menghentikan taruhan


"Kalian bertaruh cuman demi gadis itu?" lanjut Naura


"Qais, kamu nggak akan mengikuti kemauan Fadil kan? Kamu nggak akan ikut serta dalam taruhan ini kan?" Naura mencoba membujuk Qais


"Aku setuju!" jawab Qais tegas. Nada suaranya menunjukkan keyakinan


Fadil tersenyum mendengar kata-kata Qais


"Aku pasti akan dapetin mobil itu. Siap-siap aja buat kehilangan." kata Qais


Qais dan Fadil saling menatap dengan pandangan yang saling menantang.


"Dan kalo kamu kalah?" tanya Fadil lalu


"Kalo aku kalah, kalian boleh ambil motor sport aku" jawab Qais sambil menunjuk motornya yg terparkir


Semua temannya terkejut mendengar kata-kata Qais.


"Tapi itu kan motor kesayangan kamu, Qais" timpal Naura


"Iya, kamu nggak ngizinin siapapun megang motor itu. Kamu bahkan nggak pernah membawanya ke bengkel cuci dan lebih milih nyuci motor sendiri karna kamu nggak yakin sama pegawai bengkelnya apa mereka bisa nyuci motor kamu dengan baik." kata Haris


"Kamu yakin kamu mau mempertaruhkan motor itu?" tanya Gilang memastikan


Qais menatap mereka semua satu persatu kemudian tersenyum


"Kalian nggak denger apa kataku tadi. Kalo aku kalah, kalian boleh ambil motor aku" kata Qais


"Lalu?" tanya Gilang bingung


"Aku nggak akan kalah. Dan aku nggak akan kehilangan motor itu." kata Qais yakin


"Kalo gitu, kita buat taruhannya lebih menarik." kata Fadil


Mereka semua penasaran

__ADS_1


"30 hari" kata Fadil


"Qais harus bisa membuat Lila menyatakan cinta dalam waktu 30 hari. Lebih dari itu, bahkan lebih 1 menit pun, berarti dia kalah." sambungnya


Qais dan Fadil saling menatap dalam


"Oke!" kata Qais


"Aku setuju!"


Qais dan Fadil saling berjabat tangan


"Waktu taruhan dimulai besok. Mulai besok, kamu hanya punya 29 hari." kata Fadil


Qais hanya tersenyum


"Kalo gitu sekarang aku pergi dulu." kata Qais sembari berlalu meninggalkan mereka berlima di kantin sekolah yg masih memandangi Qais menjauh


"Fadil!" panggil Naura kemudian


"Kalo nggak salah, dulu kamu juga pernah deketin Si Lila itu kan?" tanya Naura mencoba mengingat. Fadil tidak menjawab sepatah kata pun


"Apa yg terjadi?" tanyanya lagi


"Apa dia menolak kamu?"


Fadil masih diam


"Apa karna itu kamu membuat taruhan ini sama Qais? Karna kamu ingin membuktikan bahwa Lila itu gadis yg nggak mudah ditaklukkan? Atau ada niat lain?" Naura mendera Fadil. Fadil menoleh melihat Naura dengan tanpa ekspresi


"Karna itu aku bilang taruhan ini pasti akan menarik. Apa kalian nggak ingin lihat, gimana Qais yg selama ini diimpi-impikan banyak gadis, mencoba meluluhkan kerasnya hati seorang Lila yg benci pada anak orang kaya?" jelas Fadil


"Bukankah hal itu patut untuk ditunggu?" lanjut Fadil kemudian berjalan berlalu diikuti Haris, Gilang dan Aditya, meninggalkan Naura yg masih berdiri dengan bingung


"Entah kenapa aku ngerasa, taruhan ini nggak akan cuma seru? Tapi juga ada hal besar yg akan terjadi" gumam Naura khawatir


"Sepertinya Fadil merencanakan sesuatu dibalik taruhan ini" gumamnya lagi

__ADS_1


__ADS_2