RAGNALA

RAGNALA
Ragnala 12


__ADS_3

“Mengapa kau tidak mengangkat telponku” sambil mensejajarkan langkahnya dengan Lylia.


“Maaf, aku tidak melihat ponselku” ucap Lylia berbohong


“Sampai pagi ini?” Tanya Louke lagi.


“Aku melihatnya pagi ini, tapi aku fikir kau hanya mecoba memastikan apakah nomorku aktif atau tidak”. Jawab Lylia lagi asal.


“Hmm baiklah, lalu apa kau punya waktu sore ini?” Tanya Louke.


“Waktu untuk?” Jawab Lylia sambil memberhentikan langkahnya.


“Aku ingin mengajakmu menonton film, kau tidak suka menonton?” Tanya Louke lagi.


“Kita baru saja berkenalan, mengapa harus pergi bersama? Aku kan seudah pernah bilang kalau aku tidak boleh pergi sembarangan, Ayah dan Kakakku akan memarahiku”. Jawan Lylia berusaha mengembalikan ingatan Louke tentang Perkataannya tempo hari.


Louke benar-benar di buat sulit oleh Lylia, padahal siapa saja yang ia ajak pergi pasti akan menyetujuinya. Namun tidak dengan Lylia, ia benar-benar sulit di takhlukkan. Mungkin karena Lylia juga sangat cantik serta bergelimangan harta sehingga Louke juga termasuk biasa baginya.


Louke bernar-benar berfikir banyak dan menyebarkan banyak pertanyaan dalam pikirannya mengenai Lylia.


“Oke aku tidak akan memaksamu, tapi apa aku boleh bertanya?” Ucap louke kemudian.


Lylia yang tidak mengerti hanya mengerutkan dahinya.


“Apa kau sudah memiliki kekasih?” Tanya Louke lagi.


“Tidak” jawaban Lylia membuat Louke tersenyum


“Lalu apa kau pernah memiliki kekasih atau pernah menyukai seseorang?” Tanyanya lagi.


“Tidak sama sekali, aku sibuk belajar. Aku tidak punya waktu untuk memikirkan percintaan”. Jawab Lylia lalu berlalu meninggalkan Louke.


Louke yang di perlakukan sangat dingin hanya tersenyum melihat kepergian Lylia di depannya.


“Lyliaaaaa” teriak dua wanita saat meilhat Lylia berjalan menuju kelas. Mereka adalah Rayyi dan Bahira. Rayyi adalah seorang gadis berdarah inggris yang kuliah di paris karena Kedua orang tuanya tinggal di kota ini untuk pekerjaan sedangkan Bahira adalah gadis indonesia sama seperti Lylia.


Lylia juga tersenyum melihat kedua teman barunya.


beberapa orang menyapa Lylia dengan baik, namun sebagian besar diantaranya menunjukan wajah tidak tertarik mereka karena dianggap Lylia terlalu sempurna, namun mereka juga tidak berani menggangu Lylia karena Lylia memang sangat cuek dan berani, Lylia sendiri tidak mudah di tindas oleh siapapun.


“Apa yang di inginkan Louke?” Tanya Bahira saat Lylia sudah berada di hadapan mereka

__ADS_1


“Menanyakan hal-hal yang tidak penting” jawab Lylia asal.


“Kalian mengenal Pria itu?” Tanya Lylia kemudian.


“Tentu saja, Louke adalah pria tampan dan pintar di kampus ini, bagaimana mungkin kami tidak mengenalnya, namun Lylia, dia juga sering mengajak para gadis cantik pergi dengannya. Namun tidak satupun yang bersatus sebagai pacarnya” ucap Rayyi lagi.


“Kau harus hati-hati Lya, sepertinya dia menginginkanmu” ucap Bahira lagi.


“Hmm baiklah” ucap Lylia sambil tersenyum manis pada kedua temannya


Mereka bertiga masuk ke kelas karena perkuliahan sebentar lagi akan di mulai.


...****************...


Stefi keruangan saya sekarang.


Stefi pun segera menuju ruangan Nala.


Seperti biasa, Stefi berjalan dengan anggun didepan Nala.


“Ada yang bisa saya bantu pak?” Ucap stefi sambil tersenyum kepada Nala.


(Kenapa sama Arhan terus sih?) batin Stefi, namun dengan cepat ia menjawab setuju pada Nala.


Stefi keluar ruangan itu dengan menghela nafas dalamnya.


(Dia harus sadar bahwa aku sangat cocok untuknya, aku cantik, apa yang kurang dengan ku, mengapa sangat sulit membuatnya menatapku?) batin Stefi penuh percaya diri.


...****************...


Waktu terus berlalu dengan cepat, tahun-tahun berganti. kini Lylia sudah hampir menyelesaikan perkuliahannya. Lylia benar-benar sudah sangat dewasa diusianya yg sudah beranjak 24 Tahun.


Sementara Louke, ia sudah tidak mendekati Lylia karena Lylia terus saja menghindar dan setiap saat di luar kampus Lylia selalu di ikuti oleh Jordan.


Tidak ada satupun pesan-pesan Lylia yang di balas oleh Nala, Lyia terus menghubungi Nala setiap ia free, namun ibarat dalam satu bulan setiap hari Lylia menghubungi Nala, maka Nala hanya akan mengangkat satu kali itupun dengan durasi paling lama 3-5 menit, kemudian ia mematikan telponnya dengan berbagai macam alasan.


Tinggal 2 minggu menjelang hari kebesaran Lylia, dimana Lylia sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan segala sesuatu untuk wisuda.


Ia juga menghubungi kedua orang tuanya untuk memeastikan bahwa mereka akan datang.


Tidak terkecuali juga dengan Kakaknya, Nala.

__ADS_1


ia menelpon Nala berulang kali namun pria itu tidak mengangkat telponnya sama sekali, kemudian Lylia mengirim pesan dan mengancam tidak akan mau bertemu Nala jika Nala tidak hadir di hari wisudanya.


Stefi yang setiap hari selalu mendekati Nala juga semakin leluasa karena Nala memberi jalan untuk stefi. Nala berfikir bahwa Nala harus mencoba menyukai orang baru agar bisa melupakan Lylia. Kini Stefi juga sering menemani Nala untuk mengunjungi Klien di dalam maupun di luar kota.


Namun, tetap saja Nala masih tidak yakin dengan keputusannya sehingga ia tidak memberikan Jalan masuk yang begitu luas untuk stefi.


walau demi kian, Stefi tetap merasa semakin beruntung karena Nala banyak memberikan kesampatan untuk dirinya, sehingga Stefi berfikir Nala juga mulai menyukainya.


Kak Nala yang terhormat, selamat sore, 3 hari lagi adalah hari wisuda ku. Aku akan menjadi dokter seperti yang aku inginkan. Jadi, jika kau tidak datang aku akan menghapus nomormu dan enggan bertemu dengamu. Pukul 11.00wib acara akan dimulai di hari sabtu. Pastikan kau datang dan membawa bunga yang sangat besar untukku. Jangan lupakan juga hadiahmu. Hmmm kau pasti sudah jatuh cinta pada seseorang sehingga kau melupakan adikmu dan sibuk dengan pacarmu kan? Setelah aku pulang, aku akan meilhat siapa gadis malang yang sudah mencintai Pria tua dan cuek sepertimu.


isi pesan Lylia dibaca dengan teliti oleh Nala. Nala memang menghindari Lylia, namun ini terasa memang cukup aneh karena mereka adalah saudara kandung di mata orang lain, ia juga merasa sudah bertahun-tahun mengabaikan adiknya.


“Aku akan datang” tiga kata terkirim ke ponsel Lylia.


Melihat balasan singkat itu Lylia hanya tersenyum kecut.


...****************...


Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba, Pagi ini Jantung Lylia berdegup kencang karena kedua ayahnya, bunda serta Kakaknya belum juga tiba. Sedangkan Acara akan di mulai besok pagi. Harusnya keluarga Lylia sudah tiba sore ini.


Lylia menelpon Bundanya namun tidak ada jawaban.


Beberapa menit kemudian satu panggilan masuk di ponsel Lylia.


Lylia membuka ponselnya dengan cepat.


“Halo bunda?” Ucap Lylia saat pangggilan video terhubung. Disana terlihat Kedua Ayahnya dan bundanya tengah menunggu di bandara.


“Bunda mengapa belum berangkat?” Tanya Lylia yang sudah tidak sabar melihat keluarganya.


“Pesawatnya delay sayang, cuaca sekarang sedang tidak bagus. Jadi kami menunggu sebentar sampai cuaca stabil.” Jawab bundanya.


“Ohh baiklah bunda, tapi dimana Kak Nala?” Tanya Lylia yang tidak melihat keberadaan kakaknya.


“Nala sedang ada kerjaan sampai sore ini, ia akan menyusul besok pagi”. Jawab Bundanya.


Lylia berbicara banyak hal dengan bunda dan kedua ayahnya, hingga Lylia meminta izin untuk mematikan ponselnya karena akan menjemput baju wisuda yang sudah ia pesan sebelumnya.


Jordan tiba di pintu apartemen Lylia, mereka berangkat sore itu untuk menjemput baju Lylia.


semua sudah Lylia siapkan untuk hari bahagianya, Lylia sudah tidak sabar menunggu hari esok dan segera kembali bersama keluarganya ke Tanah Air.

__ADS_1


__ADS_2