
Terlihat Nala yang sibuk dengan pekerjaannya, terbukti dengan banyaknya berkas yang menumpuk di meja untuk di tanda tangani.
Harzaqh dan Basqara sudah tidak rutin masuk ke kantor seperti biasanya, kedua kakak beradik itu memilih memantau pekerjaan kantor dari rumah dan hanya menunggu laporan dari Anak mereka, Nala.
Sedangkan Arhan yang sudah sangat dipusingkan dengan segala perintah dari sepupunya itu. Tidak jarang Mereka lembur untuk menyelesaikan semua berkas yang menumpuk.
Sania dan Felix juga bekerja di kantor milik Nala.
Sania bekerja sebagai kepala HRD sedangkan felix menjabat sebagai bagian kepala devisi keuangan.
Para sepupu Nala bekerja bukan karena bagian dari keluarganya, namun karena sepupu-sepupunya memang merupakan orang-orang yang pantas dan berbakat.
(Kak, bagaimana kabarmu? Kau tidak merindukan ku?) satu pesan masuk di ponsel Nala. Pesan dari adik tersayangnya Lylia.
Hari ini, Nala benar-benar sibuk sehingga ia melewatkan waktu makan siangnya dan tidak melihat ponselnya seharian, sehingga ia tidak tau bahwa Lylia mengirim pesan untuknya.
Pukul 02.00wib dininhari, mereka baru menyelesaikan semua pekerjaan mereka.
Nala dan Arhan memilih pulang untuk beristirahat di rumah, sedangnya Felix dan sania memilih tidur diperusahaan karena benar-benar sudah sangat lelah.
Setibanya dirumah, Nala membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Sebelum tidur Nala mengecek ponselnya, dan ia melihat pesan dari Lylia sejak siang.
Nala menghembuskan napasnya kasar, ia sadar bahwa saat Lylia melanjutkan pendidikannya di luar negri, Nala terlalu mengacuhkan Lylia, padahal Lylia atau siapapun tidak bersalah dalam hal ini. Nala mulai berfikir bahwa dirinya benar-benar egois.
Nala menggulir semua pesan dari Lylia.
Mulai dari panggilan tak terjawab yang sudah tidak terhitung, pesan, foto bahkan pesan suara Lylia kirimkan setiap hari. Nala tersenyum saat melihat foto-foto Lylia yang berada di beberapa tempat di kampusnya.
Nala canggung, namun ia malah melakukan panggilan video dengan Lylia.
Nala langsung mematikan panggilannya, karena Nala hanya salah sentuh ikon di ponselnya.
Lylia yang saat itu terbangun melihat panggil video tak terjawab dari kakaknya langsung menelpon kembali.
(Dia belum tidur jam segini?) batin Nala saat melihat Lylia yang menelpon balik.
“Halo?” Ucap Nala saat panggilan terhubung.
“Kak, kenapa baru sekarang nelpon Lya?” Jawab Lylia dengan suaranya yang sudah sesenggukan karena menangis.
Nala yang sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi memilih untuk tidak memberikan komentar apapun saat ini. Nala tau bahwa Lya adalah gadis yang sangat manja, oleh karena itu Nala enggan melepaskan Lylia untuk melanjutkan pendidikan jauh darinya, namun Nala juga tidak bisa menentang keputusan orang tuanya.
__ADS_1
“Bagaimana kabarmu?” Satu kalimat berhasil lolos setelah beberapa saat Nala bungkam.
“Tentu saja tidak baik, aku memangis setiap hari sebelum tidur. Setiap pagi aku tidak bisa sarapan masakan bunda dan aku tidak bisa keluar sesukaku karena aku tidak mengenal daerah ini.” Jawab Lylia panjang lebar dengan suaranya yang masih berdengung.
“Jika kau menagis lagi, aku akan mematikan telponmu.” Ucap Nala asal karena ia tidak bisa melihat Lya menangis.
Sesaat kemudian, Lylia menjadi diam menuruti perkataan Nala.
“Tapi kau harus temani aku tidur yaa, jangan matikan ponselmu” pinta Lylia pada Nala.
“Aku lelah hari ini, aku ingin istirahat dengan cukup. Pekerjaan kantor 2 hari ini benar-benar menyita waktu dan tenagaku.” Tolak Nala dengan permintaan Lylia.
“Aku tidak akan mengajakmu bicara kak, kau hanya perlu memperlihatkan wajahmu agar aku bisa tidur” rengeknya lagi membuat Nala kali ini tidak mungkin menolak permintaan Lylia, gadisnya yang sudah beberapa hari ini ia acuhkan.
“Baiklah” ucap Nala menyetujui permintaan Lylia dan mereka saling menatap di layar ponsel sebelum beberapa saat kemudian Lylia tertidur lebih awal.
...****************...
Ke esokan paginya Lylia bangun terlambat, Hari ini perkuliahan akan dimulai siang hari. Lylia bangun dari tidur seperti orang kebingungan. Lylia mencari ponselnya dan memastikan bahwa tadi malam ia melakukan panggilan video dengan kakaknya atau hanya mimpi.
Lylia mengecek panggilan keluarnya.
Disana sudah terdata “Kak Nala” panggilan keluar pukul 03.00wib dini hari.
Beberapa menit kemudian Lylia mengambil ponselnya dan menghubungi pengawalnya, Jordan.
Selamat pagi pak, tolong pesankan saya sarapan ya pak, saya baru saja bagun.
Satu pesan terkirim kepada Jordan.
Baik nona.
Balasan singkat dari Jordan, dan sesaat kemudian sarapan Lylia tiba di depan pintu apartemen diantar oleh Jordan.
Selamat pagi Lylia?
Satu pesan baru dari nomor baru, Lylia tidak membalas pesan itu, ia hanya memandangi ponselnya dan tidak pula ia penasaran dengan nomor yang baru saja menghubunginya. Lylia hanya melanjutkan sarapannya dengan baik.
Wahhh, kau benar-benar memiliki bakat kesombongan. Kau bahkan tidak membalas pesanku.
Satu pesan baru kembali masuk ke ponselnya.
Seperti tadi, Lylia hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya.
__ADS_1
Drrrttt drrttt drrrrttttt
(panggilan video dari Bunda Lylia) Lya melihat layar ponsel dan disitu terlihat nama bundanya yang kini menelfonnya.
“Iyaa bunda?” Ucap Lylia
Lylia sayang, bunda sangat merindukanmu. Apa yang sedang kau lakukan?
“Lya baru saja sarapan bunda, Pak Jordan yang mengantarnya”.
Apa Jordan bersikap baik padamu?
“Dia selalu bersikap baik bunda, Lya senang karena dia selalu membantu Lya kapan saja Lya perlu bantuannya” jelas Lylia dengan antusias pada Bundanya.
Lalu bagaimana dengan kuliahmu, apakah lancar?
“Lancar bun, Lya bertemu dengan beberapa anak sebaya Lylia, dan kami berteman. Ternyata punya teman sangat asik bunda”
Iya sayang, tapi kamu harus tetap ingat kata-kata bunda. Tambah bundanya sambil tersenyum manis kepada Lya.
“Baik bunda, Lya selalu ingat kata-kata bunda”
Kalau begitu bunda sudahi dulu panggilannya, bunda ada sedikit urusa sama papa, nanti jika Lya punya waktu senggang Lya harus lebih sering telpon bunda yaa?
“Iyaaa bunda sayang, Sampai jumpa bunda. “ ucap Lylia lalu sesaat kemudian ia menutup telponnya.
Drrrrr drrrrt drrrrtttt
Satu panggilan masuk dari nomor baru. Lya melihat nomor yang sama dengan nomor yang mengirimnya pesan. ia sangat enggan mengangkat telpon tersebut, namun penelpon itu tetap saja membuat ponsel Lylia berdering.
Lya mengangkat telponnya tanpa mengeluarkan sauara sedikitpun.
“Lya ini aku, louke. Kamu lupa?” Ucap seseorang di balik tepon tersebut.
(Louke?) batin Lya
“Ohhh ya Ampun, Louke maafkan aku, kau mengirim pesan tanpa memberitahu namamu, aku takut itu panggilan dari seseorang yang cabul.
Mendengar ucapan Lylia Louke benar-benar di buat tertawa. Sekali lagi louke tidak menyangka bahwa Lylia benar-benar gadis yang sangat polos.
Pagi menjelang siang itu mereka mengobrol masalah perkuliahan, berhubung Louke seorang mahasiswa kedokteran, maka menjadi alasan baginya untuk tetap bisa membuka pembicaraan dengan Lylia.
Sedangkan Lylia, itu adalah kali pertama ia berbicara dengan seorang pria dengan waktu yang lama melalui telpon.
__ADS_1