
Tok tok tok……
“Masuk” saat mendengar suara dari dalam, Safina membuka pintu dengan perlahan.
“Maaf pak ada yang ingin saya sampaikan”. Ucap Safina ketika sudah berada di ruangan Ragnala.
“Hmm, katakanlah”. Jawab Nala singkat.
Safina memberikan sebuah dokumen kepada Ragnala.
“Stefi?” Satu kata yg keluar dari mulut Nala.
“Iyaa pak, dia melamar kerja menjadi sekretaris pribadi, dan saya fikir ini baik. Bukankah kalian dulu adalah teman dekat?” Ujar Safina.
Ragnala tampak berfikir namun dunia terasa sangat sempit sehingga ia selalu saja bertemu dengan Stefi.
“Bagaimana menurut bapak?” Tanya Safina yang membuyarkan lamunan Nala.
“Baik, besok suruh dia datang untuk interview”. Jawab Ragnala yang membuat Safina mengerti dan pamit keluar ruangan Nala.
“Baik pak, saya permisi” ucapnya kemudian berlalu dari ruangan itu.
...****************...
“Kakak mengenal Stefi?” Tanya Sania saat sedang makan siang bersama Arhan, sedangkan Felix tidak bergabung dengan mereka.
“Emm, temannya Kak Nala?” Tanya Arhan balik.
“Iyaa”
“Tidak, aku hanya mengenalmu saja”. Jawab Arhan cuek.
“Kak aku serius, dia melamar kerja sebagai sekretaris”. Tambah Safina.
“Bukankah kak Nala memang sedang mencari posisi itu, terima saja dia, mereka juga sudah saling mengenal”.
“Hmm Baiklah, besok aku akan menyuruhnya datang.”
Makan siang itupun berakhir dengan pembahasan tentang Stefi.
Tok tok tok….
“Masuk” Arhan langsung membuka pintu saat mendengar respon dari dalam ruangan.
“Kak, aku dengar dari Fina kalau Stefi ingin bekerja menjadi sekretarismu” tanya Arhan ke intinya.
“Hmm” jawab Nala singkat.
“Terima saja kak, aku rasa dia juga cukup pintar”.
__ADS_1
“Aku akan pertimbangkan” jawab Nala serius.
“Kak, bukankah Stefi sepertinya menyukai kk?”
Mendengar hal itu Nala hanya menatap tajam ke arah Arhan.
“Yahhh maksud aku kenapa kakak nggk coba kasih kesempatan buat dia deketin kakak, dia kan cantik dan baik juga”. Sela Arhan yang mencoba memberi masukan terhadap Kakaknya yang ia ketahui sudah sangat lama sejak ia mengenal baik sepupunya ini namun Arhan tidak pernah mendengar bahwa Ragnala pernah menjalin hubungan seperti pasangan kekasih pada umumnya.
“Aku tidak menyukainya, kalau kau mau kau saja” jawab Nala cuek.
“Hatiku sudah menjadi milik Safina kak”. Jawab Arhan sambil tersenyum kecut.
Yaaa, Arhan memang menyukai Safina, namun ia belum mengungkapkannya karena ia takut Safina akan menolaknya sebab mereka adalah saudara sepupu. Ragnala mengetahui hal itu, bahkan Seno yang merupakan Saudara kembar Safina juga mengetahuinya, hanya felix yang tidak mengetahui hal ini.
...****************...
Kak, aku sakit.
Badanku pegal sejak kemarin pulang kampus. Aku juga berkeringat dingin saat ini.
Satu pesan terpampang di layar ponsel Nala.
Nala segera mengambil poselnya dan menghubungi nomor yang baru saja mengirimnya pesan.
Tut…tut… Panggilan tersambung namun tidak diangkat oleh Lylia.
“Kau, pesanlah tiket untuk penerbangan ke Paris” ucap Nala yang membuat Arhan bingung.
“Kita akan ke paris?” Tanya Arhan menyelidik.
“Bukan kita, tapi aku.”
“Tapi kenapa kak? Apa ada hal penting?” Tanyanya lagi.
“Lylia sakit, cepat pesankan aku tiket”. Jawabnya kemudian meninggalkan ruangan itu.
Arhan yang masih bingung buru-buru mengecek penerbangan dengan waktu paling dekat untuk Ragnala.
Setelah melakukan pembalian tiket, Arhan mengirim secreenshot-tan ke ponsel Nala.
Nala yang sudah di perjalanan menuju bandara dengan tetap mencoba menghubungkan panggilannya beberapa kali namun kali ini nomor yang ia tuju tidak aktif.
Hal ini menambah kepanikan pada Nala. Ia ingin segera cepat sampai disana untuk memastikan kondisi Lylia.
Kau yang kondisikan perusahaan, aku akan kembali saat Lylia membaik.
Satu pesan masuk di terima Arhan, itu pesan dari atasan yang sekaligus kakak sepupunya itu.
Sejak dulu, Ragnala selalu mengutamakan Lylia, jadi Arhan sudah terbiasa dengan hal seperti itu.
__ADS_1
...****************...
Beberapa jam kemudian, Ragnala kini tiba di negera asing itu. ia segera menghubungi Jordan kaki tangan mereka yang ditugaskan untuk menjaga Lylia.
“Dimana Lya?” Satu pertanyaan langsung dilontarkan kepada Jordan saat panggilan tersambung.
Jordan yang saat itu bingung dengan Tuan mudanya yang tiba-tiba menelfonnya dan menanyakan Lylia juga ikut bingung, karena seingatnya, ia baru saja mengantarkan Lylia sore ini ke kampus.
“Maaf tuan, saya baru saja mengantarkan nona Lylia ke kampus”. Jawab Jordan dengan cepat.
“Dia tidak sakit?” Tanyanya heran, karena baru beberapa jam yang lalu Lylia mengirim pesan padanya.
“Maaf tuan, tapi nona tidak memberi tahu saya, nona hanya mengirim pesan untuk mengantarkan nona ke kampus sore ini”. Jawab Jordan.
(Sial, apa dia mempermainkanku?) batin Ragnala yang mulai kesal dengan Lylia.
“Beri aku alamat kampusnyaa”
“Baik tuan” sambungan telpon itupun terputus tiba-tiba.
Jordan langsung mengirim alamat kampus Lylia kepada tuan mudanya.
Saat melihat pesan masuk yang isinya alamat kampus Lylia, Ragnala langsung bergegas menuju kampus adiknya itu.
Tak memakan waktu lama Ragnala kini berada di sebuah gedung Universitas ternama di paris, ia langsung memarkirkan Mobil dan mencari keberadaan Lylia.
Saat memasuki lingkungan kampus, semua mata mahasiswa dan Mahasiswi itu tertuju pada Nala. Bagaimana tidak, Nala bak seorang bangsawan yang keluar dari cerita dongen. Wajahnya dan semua yang ada pada diri Nala adalah keistimewaan.
Saat semua orang berlarian melihat sosok itu, Louke yang saat itu baru saja keluar kelas melihat Ragnala juga ikut terheran, pasalnya, ia termasuk pria tertampan di kampus itu saat ini. Namun kehadiran Ragnala membuatnya menjadi sadar bahwa masih ada pria tampan di atasnya. Bahkan Ragnala benar-benar seperti sesuatu wujud yang tidak nyata, benar-benar sempurna.
Ragnala hanya diam dengan masih memakai pakaian kantornya tanpa menanyakan pada orang-orang disekelilingnya mengenai keberadaan adiknya.
Ragnala adalah pria sempurna, hanya saja ia sangat pelit melemparkan kalimat dengan orang lain kecuali urusan bisnis.
ia melihat beberapa orang disana dan masih menelisik sosok yang ia cari, tiba-tiba muncul lah seorang yang sangat akrab dengannya.
Lylia muncul dari keramaian yang saat itu sedang menyaksikan ilusi di depan mereka dan ia sangat penasaran dengan apa yang orang-orang lain lihat.
Namun saat melihat sosok itu adalah kakaknya. Lylia langsung berlari dan berhambur ke pelukan Nala.
Nala yang masih terkejut dengan Lylia yang tiba-tiba memeluknya hanya memberikan balasan pelukan yang hangat juga pada Lylia.
Saat ini semua orang dibuat penasaran dengan sosok Ragnala.
Semua orang mulai berasumsi, Ragnala adalah kekasih Lylia, Ragnala adalah Kakak Lylia. Semua bisa saja terjadi karena Lylia juga sangat-sangat cantik dan menawan. Namun kabar yang beredar adalah mereka lebih terlihat seperti saudara karena wajah mereka yang terlihat mirip.
Louke yang menyaksikan kejadian sore ini pulang dengan berbagai pertanyaan di benaknya.
Ia ingin menanyakan langsung siapa pria itu, namun ia tidak punya keberanian mengirim pesan saat ini karena ia tau bahwa Lylia pasti sedang bersama dengan Pria itu.
__ADS_1