
Di kelas Kebetulan Lya duduk semeja dengan Rayyi, hal itu membuat ia sangat tenang karen ia sudah berkenalan dengan Rayyi sebelumnya.
Awal yang baru, teman baru dan pelajaran baru untuk semua mahasiswa kedokteran baru saat itu.
Hari ini Lylia memiliki dua mata perkuliahan sehingga Lylia harus menunggu sampai sore untuk bisa kembali ke apartemennya untuk beristirahat.
Sebelum perkuliahan kedua di mulai ia mengirim foto-foto dirinya di kampus kepada bundanya, tak lupa juga ia mengirimkan foto itu kepada Nala kakaknya yg sudah 2 hari ini tidak memberi kabar.
Kedua temannya menuju perpustakaan dan Lylia memilih menunggu di kelas sambil beberapa kali melakukan panggilan video terhadap Nala.
Namun sudah hampir 10 kali panggilan itu di lakukan oleh Lylia, Nala tetap saja tidak menjawab.
Lya yang mulai kesal bangkit dari kursinya dan menuju ke taman kampus untuk membaca buku yang sebelumnya ia pinjam dari perpustakaan.
(Aku sibuk, jika ada yang penting kirim pesan saja nanti aku akan membacanya) Satu pesan masuk di ponsel Lya. Lylia membaca pesan itu dengan bibir yang di manyunkan karena kesal dengan isi pesan kakaknya.
(Sejak kapan dia tidak punya waktu seperti ini, dia benar-benar melupakan adiknya sekarang). Batin Lylia tanpa membalas pesan dari Nala dan melanjutkan langkahnya menuju Taman.
“Aaawwww” karena kesal dengan Nala, Lylia berjalan dengan cepat dan menunduk sehingga ia tidak memperhatikan jalannya dan menabrak seseorang.
Tanpa melihat seseorang yang ia tabrak, Lylia membungkukan diri beberapa kali untuk meminta maaf.
“Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja. Aku salah karena tidak memeperhatikan langkahku”.
Ucap Lylia yang panik karena kecorobohannya.
Yang di ajak bicara hanya diam saja dan memperhatikan Lylia.
(Wahhh siapa gadis ini? Apa dia wanita tercantik di sini? Aku baru melihatnya) batin pria itu.
Lylia yang merasa di acuhkanpun mulai mengangkat kepalanya dan melihat orang tersebut.
“Maafkan aku” ucapnya lagi sambil memungut ponsel pria itu yang terjatuh dan layarya benar-benar tidak tertolong.
“Aku….aku akan mengganti ini” ucapnya canggung karena ia telah membuat orang di depannya dirugikan.
__ADS_1
“Apa kau mahasiswi baru disini?”Ucap pria itu dengan tenang.
Lya yang ditanya seperti itupun semakin merasa bersalah.
“Iyaa, aku masih beru dan aku sudah melakukan kesalahan” jawabnya dengan wajah yang murung.
Pria di depannya hanya memperhatikan Lylia dengan gemash karena wajah bersalah Lylia benar-benar tulus.
“Baiklah, jika kamu ingin mengganti ponselku, maka kita pergi sekarang untuk membelinya”. Jawab pria itu kemudian.
“Tapi 1 jam lagi aku ada kelas, bagaimana kalau setelah aku menyelesaikan perkuliahanku” tawar Lylia yang benar-benar tidak ingin terlambat nantinya.
“Emm baiklah, siapa namamu dan dari fakultas mana? Agar aku bisa mencarimu dengan mudah” jawab pria itu asal.
“Aku dari fakultas kedokteran A, kelasku ada disana” jawab Lylia sambil menunjuk ke sebuah ruangan kelas.
“Baiklah, aku akan mencarimu sebentar lagi” jawabnya, kemudian berlalu meninggalkan Lylia.
Lylia yang tidak banyak berfikir hanya fokus dengan langkahnya agar ia tidak menabrak seseorang lagi nanti dan kembali menuju taman untuk melanjutkan tujuannya yaitu membaca buku.
Hampir setengah jam berlalu kini mata kuliah kedua akan di mulai, Lylia masuk ke kelas dan disana sudah ada temannya yang menunggu.
Lylia menghela nafas panjang dan mulia menghampiri orang tersebut.
“Apa kita sudah akan pergi?” Tanya Lylia basa basi.
“Iyaa” jawab pria itu sambil melangkah dan diikuti oleh Lylia dari belakang.
Sampai di parkiran, Lylia bertanya dengan kendaraan yang mereka tumpangi.
“Apa kita akan naik mobilmu?” Tanya Lylia.
“Lalu?” Jawab pria itu cuek.
“Maaf tapi aku membawa mobil dan sopir, aku tidak boleh pergi dengan orang yang tidak ku kenal”. Jawab Lylia yang keberatan jika haris pergi semobil dengan laki-laki yang baru ia kenal itu.
__ADS_1
“Louka” jawab pria itu singkat.
“Maaf?” Tanya Lya balik karena tidak mengerti dengan maksud pria itu.
“Namaku Louka, sekarang kau sudah mengenalku kan?”
“Ku mohon jangan seperti ini, bundaku akan memarahiku jika aku pergi dengan seseorang yang tidak mereka kenal” jawab Lya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Louka, yaa nama laki-laki itu Adalah Louka Sansana. Seorang mahasiswa kedokteran tingkat tengah yang memiliki wajah tampan dan menjadi incaran para gadis-gadis di kampusnya.
Louka adalah seorang pria yang pintar dan dari keluarga yang cukup mapan dengan seorang Ayah yang bekerja sebagai seorang dokter spesialis Paru di indonesia dan memiliki Rumah Sakit sendiri.
Louka sendiri merupakan pria yang terdiri dari 2 bersaudara dengan seorang adik perempuan bernana Yuna Sansana. Adiknya sendiri saat ini adalah seorang siswa kelas Menengah Atas sebagai murid kelas akhir. Berarti Usia adiknya dengan Lylia berbeda 1 tahun, sedangkan ia berbeda 2 tahun dengan Lylia.
“Baiklah, jika begitu aku akan berangkat dengan mobilku dan kau ikuti aku dari belakang, jangan berniat untuk lari dari tanggung jawab” jawab Louka karena tidak tega melihat gadis di depannya ini yang mulai memelas.
Lylia menganggukan kepalanya dan menghubungi Jordan untuk menjemputnya di gerbang utama kampus.
Mereka beriringan menuju sebuah tokoh ponsel dan mulai memasuki tokoh itu, melihat-lihat yang akan mereka cari dan Louke menemukan ponsel yang setipe dengan ponselnya yang sebelumnya rusak.
“Yang ini” ucap louke pada pejaga tokoh disana.
“32 Juta mas” ucap penjaga tokoh itu dengan sopan.
Lylia yang tau diri langsung mengeluarkan black cardnya dan menyerahkannya pada penjaga tokoh itu.
“Wahhh kau benar-benar kaya raya” ucap louke pada Lyia dan hanya di balas dengan senyum kecut oleh Lylia.
“Sekali lagi aku minta maaf atas kesalahanku, pasti sangat banyak hal penting di ponselmu, tapi aku hanya bisa mengganti ponselnya namun tidak dengan isinya”. Sekali lagi perkataan menyesal Lylia utarakan pada pria itu dengan wajah sendunya.
“Tidak apa-apa, sebagai gantinya kau harus memberikan nomormu agar kita bisa berteman kedepannya”.
Awalnya Lylia berfikir sejenak, namun akhirnya Lylia berfikir tidak masalah jika memberikan nomor ponsel karena memang harus memiliki beberapa teman di negara orang lain, Terlebih ia merasa sangat bersalah pada pria di depannya saat ini.
Beberapa saat kemudian mereka berpisah. Louke memandangi mobil Lylia yang berjalan meninggalkannya.
__ADS_1
(Benar-benar cantik dan polos) ucap Louke saat melihat kearah mobil Lylia yang semakin hilang di persimpangan jalan.
Loukepun kembali ke mobilnya dan segera pulang juga untuk beristirahat.