Rahasia Calon Istri Tuan Muda

Rahasia Calon Istri Tuan Muda
Bab 7 Selingkuh Part 2


__ADS_3

Laila lebih mempertegas penglihatannya.


"Benar dia Arya ..." batin Laila. Walau terkejut dan dadanya berguncang hebat, tapi Laila masih sadar meraih masker di saku bajunya langsung dikenakan di wajahnya.


Rindu maju lebih mendekat.


Saat itu Laila sadar mengambil foto Arya yang masih memeluk gadisnya.


Rindu menoleh memberikan jempolnya. Tapi Laila hanya diam membeku karena hentakan dadanya semakin kencang.


Arya yang melihat kedatangan Rindu mendadak berdiri dan menepis tangan gadisnya yang masih meraih pinggangnya.


"Sayang ..." Arya meraih tangan Rindu.


Tapi Rindu menepis marah.


"Sayang ..." Arya masih berusaha memeluk Rindu sementara gadis yang dipeluknya tadi masih berusaha menarik tangannya.


Laila tergugu menyaksikan adegan di depannya. Arya menyebut sayang pada Rindu. Berarti ...?


Walau dadanya panas serta cemburu dan marah, tapi Laila merekam dalam kamera adegan di hadapannya. Selain perintah dari Rindu, penting juga untuk dokumen bukti perselingkuhan sang kekasih.


Arya yang tak menyadari jika perempuan sederhana di belakang Rindu adalah Laila menjadi marah saat menyadari dirinya difoto. Segera dia mendekat pada Laila. Tapi Laila mundur dan Rindu menghadang di depan Arya.


"Hapus cepat foto aku di ponselmu atau ..." Arya berusaha untuk merampas ponsel di tangan Laila.


Laila masih sadar butuh bukti maka dia merekam kemarahan Arya.


"Jangan sentuh dia asistenku. Aku yang menyuruhnya sebagai bukti perselingkuhanmu ...!" Suara Rindu bernada gusar.


Laila laku mundur menjauh tak perduli lagi pada perseteruan antara Rindu dan Arya. Dengan tangsn gemetar sefera rejaman foto Arya yang memeluk gadis tadi,,serta Arya yang berusaha memeluk Rindu, serta rekaman kemarahan lrlaki itu pada dirinya karena telah merekamnya, dikirim ke ponselnya sendiri. Setelah itu dia menghapus pengiriman serta nomernya dari ponsel milik Rindu.


Dari tempatnya berdiri Laila melihat Arya dan Rindu masih terlibat cekcok, sedangkan gadis yang tadi dipeluk Arya tak mau kalah menarik tangan Arya membuat Rindu emosi.


"Hei ****** dasar murahan pelukan sama pacar orang!" Maki Rindu yang terdengar jelas oleh Laila.


"Jadi Rindu pacarnya Arya sejak kapan?!" Mendidih darah Laila mengetahui hal itu.

__ADS_1


Beberapa orang mulai ngeriung datang. Aeya merasa terganggu, maka dia langsung meninggalkan tempat itu tanpa menghiraukan Rindu atau gadis yang dipeluknya tadi. Dia khawatir ada yang mengenalinya. Bisa jadi masalah kalau sampai terekspost di media sosial.


Dengan kesal Rindu meninggalkan bar bersama Laila. Gadis itu tak tahu jika si asisten rumah tangga palsu di sebelahnya dadanya terbakar melihat kejadian tadi.


"Bajingan dasar!" Umpat Rindu sambil terus menyetir.


Ponsel yang ada di sebelahnya berdering


dan muncul fito Arya di layarnya. Kekasihu begitu tulisan dibawahnya membuat dada Laila semakin terbakar saja.


Berkali kali deringan itu tapi Rindu membiarkan saja. Hingga panggilan berhenti dan Rindu menepikan mobilnya. Menoleh pada Laila.


"Mbak Erna lihat peristiwa tadi kan?"


Laila mengangguk lesuh, karena yang dibicarakan Rindu itu adalah kekasihnya juga.


"Mas Arya itu keterlaluan pacaran lagi sama cewek tadi. Padahal katanya begitu pulang dari Malaysia dia mau ngajak aku jalan, eh dapat bocoran dari teman dia udah krncan dulu sama tuh cewek, siapa yang nggak kesal, Mbak,"


Laila hanya diam seakan tak menggubris keluhan Rindu, karena hatinya sendiri pun mengalami hsl yang sama.


"Mas Romi tak setuju aku hubungan dengan Mas Arya, tapi kedua orang tuanya sudah bertemu Papa dan Mama tujuh bulan lalu sebelum Papa meninggal,"


Rindu menoleh heran pada Laila.


"Maaf saya keselek," suara Laila agak bergetar.


"Mbak kenal nggak cowok tadi?" Rindu menatap Laila yang tertunduk dengan gemuruh dadanya yang tak bisa diredahkan.


Betapa tidak, lelaki yang dicintainya ternyata di belakangnya memadu kasih dengan Rindu, bahkan ada gadis lain lagi selain Rindu. Dan teganya pula lelaki itu membohonginya dengan berdalih masih berada di Malaysia.


"Dia itu pembalap nomer satu di Indonesia, Mbak," air mata Rindu mengaliri kedua pipinya, "Aku sangat mencintainya, tapi apa yang terjadi dia malah enak enakan dengan gadis lain. Dia sudah membohongiku. Mas Arya bilang masih belum pulang ke Jakarta. Nyatanya dia malah peluk pelukan dengan gadis lain!"


Laila masih diam. Rasanya ingin bertanya sudah berapa lama menjalin hubungan dengan Arya. Tapi hal itu ditahannya, bagaimana pun Rindu tak boleh sampai mencurigainya.


Yang jelas Arya telah selingkuh di belakangngnya.


Rindu membiarkan mesin mobil tetap menyalah, sedangkan dirinya masih menangis kesal dan sedih. Dan Laila di sebelahnya tak kalah terluka hatinya melihat langsung pengkhianatan langsung kekasihnya.

__ADS_1


"Coba Mbak jadi aku sakit nggak melihat kekasihnya selingkuh sama gadis lain, dan pelukan kayak tadi?" Rindu menatap pada Laila yang raut wajahnya menahan kecewa dan tanpa suara.


Ingin rasanya menghibur non majikannya supaya tabah. Tapi dirinya justru sekaligus diselingkuhi dengan dua gadis. Arya sekingkuh dengan Rindu dan gadis yang dipeluk tadi. Jadi dirinyalah yang paling dirugikan.


Untunglah Rindu tak mengerti jika diamnya karena hatinya teramat luka. Manamungkin Rindu tahu perasaannya kini.


Rindu menjalankan mobilnya kembali. Kali ini dia menyetir tak setenang tadi. Bahkan terkesan sedikit ngebut, hingga Laila agak khawatir dengan cara Rindu menyetir. Dia tahu majikannya lagi kesal, tapi jangan juga dirinya jadi korban jika terjadi sesuatu di jalan.


Laila bernapas legah saat sudah memasuki komplek perumahan keluarga Candradinata tinggal.


"Selamat selamat ..." gumam Laila yang sepanjang perjalanan pulang jantungnya dag dig dug dengan laju mobil yang di atas rata rata.


Tapi saat Laila keluar mobil jantungnya yang baru saja tenang itu, kembali terguncang saat sepasang matanya menangkap mobil yang tak asing lagi ada di depan rumah majikannya.


"Mobil Arya ...." batin Laila yang sudah beberapa kali menikmati guncangan halus mobil yang harganya berada dikisaran tiga miliyar itu.


"Mbak ..." panggil Rindu.


"Oh ya ..." Laila menoleh pada Rindu.


"Itu si bajingan ..." Rindu menunjuk Arya yang duduk di kursi teras.


"Oh!" Seru Laila terkejut. Rupanya Arya mendului Rindu sampai di rumah. Maksudnya sudah bisa ditebak pasti ingin minta maaf dan membujuk Rindu supaya percaya rayuan mautnya.


"Mbak masuk saja, aku ogah nemuin dia!" Setelah berkata begitu segera Rindu masuk ke mobilnya lagi. Semenit kemudian mobil sudah meninggalkan depan rumah.


Tentu saja Arya terkejut dan tak menyangkah jjka gadisnya itu menolak kedatangannya. Maka segera dia berdiri.


Saat berpapasan dengan Laila, segera gadis itu menunduk dengan hati tergetar campur gusar.


"Mbak si Rindu katanya mau kemana?" Arya memandang Laila yang masih menunduk.


Laila menggeleng tanpa mengangkat wajah. Walau sudah mengenakan mike up karakter yang yang bisa menampilkan wajahnya bopeng, serta menyembunyikan kecantikan yang sesungguhnya, serta mengenakan masker tapi khawatir lelaki itu mengenali sepasang matanya.


"Matamu indah ..." pernah dulu Arya merayunya. Tapi segera Laila menepis suara yang selalu berhasil membuatnya percaya itu.


Tanpa bersuara segera Arya bergegas ke mobilnya untuk mengejar Rindu, dan sungguh Arya sama sekali tak menyadari jika asisten Rindu itu adalah gadis yang juga kerap menerima rayuannya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2