Raja Pedang Sihir

Raja Pedang Sihir
Prolog


__ADS_3

Seorang Remaja berumur 18 tahun, hampir lulus SMA. Saat menjalani kehidupan sehari-hari yang merepotkan di sekolah, anak laki-laki ini bernama Troyard Kazuta. Ia menganggap kehidupan sekolahnya sangat kejam baginya karena ia selalu dibully oleh teman-temannya.


"Hei Kazuta! Apakah kamu membawa banyak uang saku, bolehkah aku mengambil uangmu?"


Sekelompok murid berpenampilan layaknya seorang preman yang berada satu kelas dengan Kazuta, Kelompok itu diketuai oleh salah satu teman kelasku bernama Iqbal.


Seperti biasa dia selalu mempermainkan Kazuta saat didalam kelas dengan banyak cara yang dia lakukankepadanya, Ini layaknya seperti makanan sehari-hari bagi Kazuta.


Saat didalam Kelas Kazuta selalu sendirian dan duduk dikursi bagian belakang selama pelajaran berlangsung. Lebih buruk lagi, ia selalu dijauhi oleh teman-teman sekelasnya tanpa adanya alasan yang begitu jelas.


...****************...


Keesokan paginya Kazuta berangkat lebih awal agar tidak ketinggalan angkutan umum.


Sesampainya di sekolah dan melewati pagar gedung sekolah. Tanpa diduga sebelumnya, Iqbal dan teman-temannya sudah menunggu Kazuta didepan ruang kelas.


"Hmm....! itu dia Anaknya?"


"Ayo, kita sama-sama kerjain dia." Kata Iqbal sambil menunjuk Kazuta kepada temannya yang berada disekitarnya.


"Oke siap, itu mah gampang." Respon saiful serta teman-teman lainnya.


Kazuya yang berada di gerbang sekolah berusaha kabur saat melihat Iqbal dan yang lainnya berjalan mendekatinya.Namun tiba-tiba bel berbunyi, menandakan waktu untuk dimulainya pembelajaran.


Mengetahui hal itu iqbal dan teman-temannya membatalkan niatnya untuk membully Kazuta.


"Ahh....syukurlah! Sepertinya mereka membatalkan niatnya."


Mengetahui hal ini, Kazuta tidak ingin menyia-nyiakan kesempatanya untuk segera masuk kedalam kelas juga.Sesampainya di tempat duduk, Kazuta merasa senang sekali bisa lolos dari aksi bully kali ini.


Tak lama kemudian guru pun datang untuk memberi materi pelajaran.Guru yang mengajar saat itu berkata, "Anak-anak! cepat buka buku materi kalian hari ini?"


"Gawat bukannya hari ini ada PR!"


"Sial..! aku lupa mengerjakannya kemarin malam." Kata Kazuta dalam hatinya dengan panik.


Guru pun memeriksa satu persatu buku catatan milik beberapa muridnya-murid lainnya.


Tiba giliran Kazuta, untuk diperiksa bukunya oleh guru. Namun dengan nada merendah Kazuta menolak untuk diperiksa buku catatannya.


Dengan dalih berkata "Buku teman disebalah saya! lupa belum ibu periksa, bisa periksa buku dia dulu bu?"


Hal tersebut menimbulkan kecurigaan pada guru yang mengajar. Guru itu langsung merebut buku catatan milik Kazuta dari tangannya.


"Lain kali! jika kau ingin membodohi gurumu, cobalah dengan cara yang lebih cerdik lagi."


"Itu tadi hal yang konyol, untuk bisa dibuat alasan."


"Kamu tahu hukuman bagi siswa yang tidak menyelesaikan tugas?"


Teman-temannya yang berada dikelas kompak menertawakan Kazuta.


"Dasar anak bodoh."

__ADS_1


"Dia sangat aneh!"


"Idiot... "


Hingga guru menyuruh mereka untuk berhenti dan melanjutkan kembali pelajarannya yang sempat tertunda.


Sementara itu Guru memberikan Kazuta Skors berupa belajar diluar dan tidak dapat mengikuti pembelajaran guru tersebut, akibat dari tidak mengerjakan tugas rumah tadi. Sebagai tambahan hukumannya, ia diwajibkan harus berdiri didepan tiang bendera selama jam istirahat dengan posisi hormat keatas tiang bendera.


Kazuta pergi keluar dari kelas untuk menerima hukumannya dengan belajar diluar, Sementara itu hukuman tambahannya dilakukan pada jam istirahat. Singkat cerita bel jam istirahat pun berbunyi, Kali ini Kazuta harus menyelesaikan hukumannya yang berupa berdiri didepan tiang bendera dengan posisi hormat hingga jam istirahat usai.


Tiba-tiba disaat Kazuta tengah menjalani hukumannya datang seorang siswi yang berjalan melewati dia dari arah belakang.


Tampak sekilas Kazuta melihat, jika orang yang melewatinya merupakan sosok wanita berambut perak yang tak lain merupakan teman sekelasnya yang bernama Aiko.


Dia merupakan siswi yang sangat populer tak hanya dikelas tapi di setiap sekolah. Dia dikenal akan Kepintarannya dengan menjuarai berbagai bidang pelajaran yang menjadikannya siswa nomor 1 disekolah dan untuk siswa pria juga mengenalnya akan kecantikannya yang luar biasa, banyak siswa pria yang mencoba mendekati nya dan berusaha menjadikan dia pacarnya.


Namun, setiap pria yang mencoba mendekatinya dan menyatakan cinta padanya terusan-menerus ia tolak dengan sadis bahkan dia tak segan-segan untuk menghajar pria tersebut.


"Kalau tidak salah, dia ada di klub voli sekarang."


Kazuta mencoba untuk menghiraukan nya dan kembali fokus menjalani hukumannya. Tapi tanpa diduga si Aiko itu malah berbalik berjalan mendekatiku yang tengah fokus menjalani hukuman dari guru.


Aiko tiba-tiba langsung menampar Kazuta tanpa sebab yang jelas.


"Cltar..." Suara tamparan yang dilakukan oleh Aiko pada Kazuta.


"Apa-Apaan tiba-tiba menamparku, begitu?" Sangat terkejut dengan tamparan yang baru saja diterimanya.


"Itu Hukuman untuk siapapun, yang berani menatapku dengan mesum."


"Kau sudah salah paham, aku sama sekali punya niatan seperti itu."


"Aku sama sekali percaya! kau menatapku dengan waktu yang lama itu sudah jadi buktinya."


"Sudah kubilang kau salah paham. "


Akibat merasa kesal Kazuta memalingkan wajahnya dengan harapan agar Aiko cepat segera pergi. Namun tampaknya hal itu berbeda dengan apa yang diharapkan, bukannya pergi Aiko malah semakin marah pada Kazuta.


"Hei...Kenapa kau malah memalingkan mukamu."


Aiko menarik lengan baju Kazuta, hingga tubuhnya tertarik menghadap kearah Aiko. Tanpa disadari tarikan Aiko terlampau kuat sehingga tanpa dia sengaja Kazuta terjatuh menimpanya.


Kazuta serta Aiko pada akhirnya sama-sama terjatuh dengan posisi wajah kami yang saling berhadap-hadapan dalam jarak yang sangat dekat.


"Apa yang kau lakukan, dasar mesum? "


Aiko sekali lagi mendaratkan pukulannya kearah wajahku, Hingga membuatku terkapar dan pingsan.


"Benar-benar pria tak tahu harga diri."


Setalah mengatakan hal itu Aiko pun pergi meninggalkanku menyadari aku yang telah pingsan dan meninggal Kazuta seorang diri.


Sebelum pingsan aku sempat berkata "Terima kasih Neng Aiko! Akhirnya aku bisa tidur pagi dengan damai."

__ADS_1


'RIP'


...----------------...


Setelah kembali siuman Kazuta telah menemukan dirinya berada ruangan UKS dengan keadaan tidur diatas kasur. ia juga melihat ditempat kursi yang tidak jauh dari tempat tidurnya terdapat Bu Karin yang tengah sibuk mencatat beberapa berkas.


"Ehh.... Kenapa aku sudah ada diruangan UKS? "


Bu Karin yang menyadari ku telah sadar "Oh...! Kau telah sadar rupanya?"


Bu Karin menghentikan pekerjaanya, dan melanjutkan pembicaraan ku dari tempat kursi tempat duduknya.


"Kau pasti kebingungan setelah sadar telah berada disini, bukan?"


"Ya...memangnya kenapa aku bisa tiba-tiba sudah berada disini?"


"Seingatku tadi, aku berada dihalaman sekolah."


Bu Karin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan sesekali tertawa kearahku.


"Ada apa! Apa ada yang lucu dariku, Guru? "


"Tidak, hanya saja aku berfikir kau pasti berulah lagi saat dikelas."


"Yah... Tebakan guru memang tidaklah salah."


Kazuta sudah cukup mengenal baik Guru Karin, dalam beberapa kali kesempatan saat aku tengah dirundung didalam kelas, dia selalu menariknya keluar dalam masalah ketika melihat Kazuta dirundung oleh temanku-tema dikelas.


Ia juga sering diajak pergi ke ruangan kantornya untuk sekedar mencairkan suasana dan berbicara hal yang menurutku tidak penting.


Tapi ada satu hal yang menarik darinya, yaitu dia selalu saja menjadi penasihat yang baik.


"Hah...Lagi-lagi kau melamun seperti biasanya."


"Ah... Yah... Tidak, bukan begitu! "


"Lalu, apa yang tengah kau pikirkan."


Kazuta menggeser sedikit sudut pandangnya kearah yang berbeda dari tatapan Bu Karin padanya, Rasanya hal ini membuat ia merasa sedikit tidak nyaman.


"Soal, tentang orang yang telah membantuku."


"Ohh...! Tentang hal itu."


"Orang itu berpesan padaku, agar tidak memberitahu kan namanya padamu setelah kau sadar."


"Jadi, apa guru akan memberitahuku namanya."


"Maaf! Tidak."


Sudah diduga Guru Karin akan mengatakan hal itu, dia tipikal orang yang akan menjaga rapat-rapat rahasia orang lain. Jadi dia bisa dikatakan orang yang dapat dipercaya untuk menjaga rahasia orang.


Kazuta cukup senang Guru Karin orang yang dapat dipercaya, tapi disisi lain karena hal itu ia jadi tidak bisa mengetahui orang yang sudah membantuku.

__ADS_1


"Yah... Sudahlah! Lagipula orang itu, pasti bukanlah Aiko."


"Orang itu pastilah bidadari baik hati yang mau membantu, orang lemah sepertiku." Kata diriku Berbicara dalam hati.


__ADS_2