
Kazuta merasa senang sekaligus lega dapat berhasil melewati penjagaan dari security tadi, Kini Kazuta tengah berada dilorong kelas. Ia berjalan dengan penuh kewaspadaan, karena hal ini bisa jadi boomerang baginya jika ia sendri lengah dalam situasi yang mana tengah dalam situasi terjepit akibat terlambat datang kesekolah.
Pastinya tidak hanya security tadi saja yang akan menjadi masalah untuk Kazuta, masih ada guru-guru yang bisa saja memergokinya dan hal itu menjadi yang masalah yang lebih besar ketimbang Security tadi. Oleh karena itu saat ini Kazuta semakin meningkatkan kewaspadaannya terlebih pada area disekitarnya.
Ia berjalan selangkah demi selangkah melewati setiap lorong didalam sekolah, kazuta berniat menunggu di Kantin hingga bel istirahat berbunyi agar tidak dicurigai oleh para guru.
Namun entah nasib sial apa yang menghantui Kazuta semalam, ia kembali menemukan Pak angga yang tengah berjalan dilorong yang sama dari arah berlawanan.
Kazuta yang melihatnya langsung buru-buru mencari tempat persembunyian, beruntung baginya disamping ia berdiri terdapat tong sampah yang cukup besar yang tentu saja muat untuk menampung dirinya bersembunyi.
Kazuta tanpa banyak berfikir masuk kedalmanya, meski awalnya ia merasakan bau yang tidak sedap saat membuka tutupnya. Tapi hal itu dapat ia tahan dengan cara menutup hidung dengan penjepit jemuran yang tak sengaja dia temukan didalam tong sampah itu sendiri.
Lagipula penjepit rambut itu merupakan barang yang ditemukan Kazuta didalam tempat sampah, tentu saja bau yang ada di penjepit juga tidaklah sedap.
Namun Kazuta mempertahankan dirinya supaya tidak keluar dari tempat sampah itu sebab ia mendengar suara langkah kaki pak angga tengah berjalan tepat didepan tempat sampah yang menjadi persembunyian Kazuta.
Setidaknya Kazuta harus bisa dapat bertahan dengan bau busuk dari tempat sampah hingga Pak angga telah pergi jauh dari tempatnya saat ini.
Setelah beberapa menit menunggu suara langkah kaki itu perlahan menghilang, tak mendengar suara apapun dari luar. Kazuta mengambil keputusan untuk segera keluar dari tempat sampah yang sangat busuk itu. Terlebih ia sudah tidak kuat menahan aroma busuk dari sampah yang menumpuk disana.
"Ahh.... ! Udara segar.... "
Kazuta yang tak ingin berlama-lama didalam tempat sampah, langsung dengan terburu-buru dan kasarnya membuka tutup sampah.
Namun yang terjadi diluar, sangat jauh berbeda dengan apa yang kupikirkan barusan. Kazuta terkejut bukan main melihat Pak Angga berada diluar dan tengah berdiri menyandar pada salah satu tiang tembok sambil tengah menatap kearah Kazuta
Kazuta yang melihatnya dengan spontan terdiam dan hanya berdiri ekspresi datar yang ditunjukan kepadnya. tidak terlalu banyak perombakan.
"Guru Angga.. kenapa bapak masih disini." Ujar Kazuta merasa penasaran dengan Pak Angga yang masih lah berada disini, meskipun tadi ia mendengarnya itu darimu.
__ADS_1
Saat ini Kazuta ingin sekali meninggalkan tempat ini, tapi akan ada timbul kecurigaan nanti.
" Seharusnya bapak yang bilang begitu padamu?" Jawab Pak angga pada Kazuta.
Kazuta yang merasa dirinya tengah ada disitusi terjepit, langsung membuat beberapa alasan yang dapat diterima
Terlepas dari hal itu, Pak angga memasang muka datar sambil melirik kearah Kazuta.
"Kenapa guru tidak mengajar untuk hari ini." Kata Kazuta, masih merasa aneh dengan suara tapak kaki dari orang yang berusaha lewat"
"maaf! Aku hanya mengambil dari hartah." Kata-kata Kazuta terdengar gagap, hal itupun memberikan jawaban terhadap Pak Angga.
"Apa kau bisa jelaskan ke bapak, kenapa kau bisa terlambat datang kesekolah, Kazuta? "
"Hiiii.....!!! " Bulu kuduk Kazuta berdiri, hal itu berkaitan dengan ucapan Pak Angga yang terdengar menakutkan dan seperti sebuah ancaman baginya.
"Apa yang Guru Angga bicarakan, aku tidak merasa membuat kesalahan apapun hari ini." Ucap Kazuta sambil merasa ketakutan dan tubuhnya pada gemetaran semua.
Kazuta yang was-was berjalan mundur kebelakang dengan cukup hati-hati, Suara langkah kaki guru Angga terdengar penuh dengan hasrat akan luapan emosi.
Kazuta berangsur-angsur terus mundur kebelakang hingga sampai kakinya terbentuk membentur tembok yang berada dibelakangnya.
Merasa tidak ada jalan lain lagi yang harus ia lalui untuk kabur. Kazuta sangatlah bimbang, dengan tekad keberanian ia menerobos maju, berusaha melewati Pak Angga. ia sangat percaya diri dengan kemampuannya yang sekarang dapat dengan mudah melewati siapapun. Kazuta berusaha memanfaatkan celah yang ada disisi kiri Pak Angga untuk menerobos melewatinya.
Namun untuk itu Kazuta terlebih dulu harus mengecoh pergerakan Pak Angga Agar tak bergerak ke sisi kiri, Untuk itu Kazuta akan bergerak dengan cepat ke sisi kanan. Hal ini akan membuat sisi kiri menjadi longgar dan kosong, itu strategi yang patut diperhitungkan mengingat sekarang speed nya jauh lebih meningkat daripada sebelumnya.
"Kazuta, Kau mau pergi kemana?" Pak Angga terus mendekati Kazuta dengan senyum jahat diwajahnya.
"Yosh.... Sekarang saatnya." Kazuta berusaha melewati Pak Angga melalui celah yang ada disebelah kanan yang terlihat terbuka cukup lebar.
__ADS_1
Seperti yang diperkirakan Kazuta sebelumnya, Pak Angga memang benar-benar bergerak ke sebalah kanan untuk bisa menangkapnya.
"Seperti dugaanku, Saatnya!" Setelah Pak Angga bergerak kesamping kanan mengikuti gerakan dari kazuta.
Rencana Kazuta untuk membuat Pak Angga terkecoh nampaknya berhasil, sekarang saatnya tinggal berbalik arah kesebalah kiri untuk membuat rencananya benar-benar dikatakan berhasil.
Kazuta membuat Pak Angga berlari menuju sebelah kanan, dengan sangat cepat dan juga gesit Kazuta berpindah posisi menuju sisi kiri yang tak akan bisa di hadang oleh Pak Angga.
"Sekarang, aku bisa lolo....s." Seketika gerakan Kazuta terhenti, ternyata Guru Angga dapat memperkirakan hal itu dan menarik kerah bagian belakang dari baju Kazuta.
"Tidak mungkin, kenapa dia bisa mengikuti gerakanku secepat itu." Yang membuat Kazuta terheran mengenai ini ialah tentang Speed Up dari Guru Angga.
Dengan gerakan secepat itu tidak mungkin Guru Angga dapat menyentuh bahkan menarik kerah bajunya. Kazuta tak bergeming sedikitpun, tarikan Guru Angga telah membuatnya tak dapat berkutik sedikitpun.
"Bukankah sudah kubilang, sebesar apapun usahamu kau tidak akan bisa kabur dari gurumu ini."
Guru Angga lalu menyeret kazuta untuk ikut bersama dengannya, Kazuta bertanya-tanya dalam dirinya "Hukuman apa yang kuterima kali ini?"
Ternyata Hukuman yang ku terima kali ini tidaklah berbeda dengan hari-hari sebelumnya, yaitu tetap saja aku harus berdiri dengan posisi hormat dibawah tiang bendera.
"Pak Angga, apa tidak ada hukuman lain lagi daripada ini?" Keluh Kazuta kepada pak Angga yang sambil berdiri diteriknya matahari pagi.
"Hmm...! Memangnya kau ingin hukuman yang seperti apa lagi." Jawab Pak Angga dengan sambil menghela nafas.
"Yah... Paling nggak berbeda lah pak, masa sama-sama mulu hukumannya!?"
"Hmm... Baiklah akan kupikirkan lagi cara terbaik untuk menghukummu, jadi pastikan kau terkena melanggar aturan lagi besok?"
"Ya, Baik Guru Angga, Aku mengerti!"
__ADS_1
"Heeee...... " Kazuta terkejut mendengar pengakuan dari Pak Angga tersebut.