
Kazuta yang tak memiliki banyak waktu mencari alternatif kendaraan lain selain angkutan umum untuk pergi kesekolah agar dapat memakan waktu yang relatif lebih cepat.
Ia diam-diam mengambil kontak sepeda motor milik ayahnya yang tersimpan di bagasi rumah, tanpa sepengetahuan siapapun keluarganya dirumah. Kazuta yang dalam proses menghidupkan start sepeda motor begitu kaget tengah diawasi oleh ibunya yang berjalan mendekat.
Setalah berhasil menyalakan sepeda motornya, ia langsung tancap gas dan kabur menjauhi ibunya sehingga ibunya kembali berteriak padanya.
Kazuta terburu-buru semenjak mengetahui jam wekernya berdering, perjalanan mengendarai sepeda motor cukup menguras tenaga. Meski dapat menghindari kemacetan dijalan.
Kazuta hanya membutuhkan waktu 10 menit agar dapat sampai didepan pintu gerbang sekolahnya, lebih cepat 10 menit daripada menaiki angkutan umum.
Sampai di depan pintu gerbang, kazuta mendapati security telah menutup pintu gerbangnya. ia mencari cara agar dapat bisa masuk melewati gerbang yang telah ditutup.
Namun kesalnnya ia tak menemukan cara apapun yang bisa dilakukannya, dengan terpaksa ia tak ada cara lain selain memberitahu security dan membolehkannya masuk.
Setelah memanggil kata 'Security' berkali-kali, akhirnya security datang. Namun sesuai dugaan ia tak membolehkanku karena menurutnya itu sudah merupakan peraturan sekolah, dimana siswa yang terlambat setidaknya lebih dari 5 menit harus menunggu diluar gerbang sekolah sampai bel waktu Istirahat berbunyi.
"Haa... ! apa maksudmu security aku kan belum datang lebih dari 5 menit." ucap Kazuta yang tengah terburu-buru ingin memasuki sekolah.
Security itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan memerhatika jam tangan yang tengah Kazuta kenakan di pergelangan tangan kanannya.
"Hmm...! Sekarang coba kau lihat jam berapa sekarang dari jam tanganmu itu?" Jawab Security itu sembari meberikan arahan agar Kazuta memerhatikan jam tangan di pergelangan tangannya.
"Oke! Baiklah."
Merasa tertantang Kazuta dengan segera melihat jam tangannya.
"Kau pikir aku bodoh, bisa kau tipu semudah itu!"
Kazuta langsung terkejut setelah melihat jam ditangannya, hal itu nyatanya telah terlewat dan kini telah menunjukkan jam 07:30.
Tubuh Kazuta terasa lemas setelah melihatnya, dengan begitu Kazuta yang dari awal perjalananya sudah memang terlambat sejak tadi.
Kazuta berusaha merayu sangat security dengan berbagai upaya agar dapat masuk kedalam sekolah, yang ternyanta semua usahanya itu tak berpengaruh terhadap sang security.
"Ayolah! pak cepat buka gerbang, Aku mohon!!!." Ucap Kazuta sambil memelas kepada security yang berjaga.
"Maaf ya dek! Kamu telah melanggar peraturan sekolah, jadi kamu harus terima hukumannya dulu." Jawab sang security dengan perkataan yang sok bijaknya.
__ADS_1
"Yah... Lama dong pak saya nungguinnya disini." Kazuta dengan muka melas mencoba membujuk si security.
"Jalanin ajalah dek! Namanya juga cobaan hidup siapaun nggak ada yang tahu kapan datangnya." Kata sang security yang tampak mencoba menyemangati kazuta dengan kata-kata yang sangat meyakinkan.
Kazuta tak tinggal diam, ia mencari cara lain agar bisa dapat masuk kedalam. ia mengira-ngira apa cara paling ampuh untuk membujuk sang security.
Cukup lama untuk memikirkan hal itu, hingga sampailah ia dengan kesepakatannya sendiri tentang ide yang baru saja ia dapatkan.
Kazuta baru dapat ide baru tentang hal ini.
"Pak... Bagaimana kalau gini." Mendekat keara security yang tengah duduk dipos penjagaannya.
"Hmm... Apa lagi? Jawab sang security sambil meminum kopi yang berada di mejanya.
"Bagaimana Kalau saling untung aja pak?"
"Saling untung. Apa maksudnya?" Jawab security yang bingung dengan perkataan Kazuta.
"Aku bisa memberi bapak uang asalkan bapak mau membukakan pintu gerbangnya sekarang."
"Jadi kamu mau menyogok bapak, ya?" Ujar security itu dengan nada suara yang awalnya pelan tiba-tiba meninggi.
Namun tanggapannya yang terasa ambigu membuat Kazuta merasa cemas, Hal itu menimbulkan pertanyaan pada diri Kazuta. Setelah percakapannya dengan pak security, ia sekarang berbalik meragukan cara yang dirinya pilih.
Kazuta bertanya-tanya dalam dirinya, "Apa dia akan tergoda dengan tawaran ku atau tidak."
"Jika tidak ini akan menjadi masalah besar buatku."
Bukan hanya karena Kazuta tidak dapat masuk kedalam sekolah tapi juga ada kemungkinan bahwa si Security itu akan melapor kepada guru pengawas jika dia telah disogok oleh Kazuta.
Dengan penuh kecenderungan akan hal yang negatif, Kazuta berniat untuk menarik kembali kata-katanya yang tadi.
"Maaf pak, tadi itu cum.... "
Tidak sampai Kazuta berbicara Security itu langsung menyela perkataannya.
"Tawaranmu menarik juga, memangnya murid sepertimu ingin membayarku berapa untuk pekerjaan ini?" Security itu terlihat menikmati tawaran yang dijanjikan oleh Kazuta kepadanya.
__ADS_1
"Haaa....!!!" Kazuta yang mendengarnya lantas terkejut, mengingat sebelumnya perkataan security itu terdengar seperti orang yang ingin menolak tawarannya.
Kazuta tak serta merta mempercayai ucapan sang security, karena ia merasa curiga bahwa ini hanya sebagai umpan agar menjebaknya.
"Oh! Jadi begitu pak."
"Tapi maaf! nampaknya aku berubah pikiran, aku tidak jadi memberi tawaran itu ke bapak." Kata Kazuta samabil tersenyum kearah pak satpam atau Security tersebut.
Security itu terdiam dengan tangan kanannya menyentuh dagunya, mmenurut pandangan Kazuta security itu memperlihatkan orang yang tengah berfikir serius. Kazuta diam tak bergeming, ia segera menyandarkan tubuhnya pada besi dipintu gerbang seakan seperti tengah terkurung di sebuah sel tahanan.
Security tampak lama sekali menjawab perkataan kazuta, hingga Kazuta memeriksa isi tas yang ia bawa. Namun hal itu terlihat hanya untuk sekedar mencairkan suasana.
security itu pada akhirnya memberikan tanggapnnya.
"Jadi apa kau mencoba mempermainkan, nak? " Tanya security itu dengan muka yang amat datar.
"Ehhh..... " Tanggapan Kazuta terlalu spontan mendengar pernyataan dari sang security.
Security itu maju melangkah mendekati kazuta dengan tatapan penuh amarah karena merasa dirinya telah dipermainkan.
Kazuta langsung sadar, jika ini momen sialnya dihari ini. Kazuta selalu menulis momen-momen dimana hari buruknya muncul, ia selalu menulisnya pada buku diary pribadinya.
Karena hal ini sudah sering terjadi setiap hari, dimana nasib sial selalu mengikuti kemanapun Kazuta berada. Terkadang Kazuta merasa muak dengan kehidupan didunia ini, bahkan ia merasa jika saja mempunyai kemampuan sihir seperti yang ada di komik-komik yang kerap ia baca.
Kazuta sangat terkejut ketika security tadi membuka gerbangnya, namun nampaknya dia bukan berniat untuk membantuku melainkan security itu terlihat ingin menghajar Kazuta.
Entah kenapa tubuh Kazuta terasa sangat ringan saat ini, ia dapat dengan mudah menghindari setiap pukalan yang dilancarkan oleh security tersebut. Terlebih lagi gerakan Kazuta jauh lebih gesit daripada sebelumnya.
"Kau merasa ada dengan diriku kali ini." Ujar Kazuta merasakan sensasi luar biasa yang dengan tubuhnya saat ini.
"Kurang Ajar....?!!" Security itu merasa kesal karena berulang kali pukalannya gagal mengenai Kazuta.
Security itu semakin melancarkan serangannya kesegala arah dan kali ini dia dengan sebagai berusaha menargetakan titik vital dari tubuh Kazuta.
Kazuta yang terasa jauh lebih berbeda menghindari setiap pukulannya yang menuju bahkan ia tak segan-segan menangkis serangan tersebut. Tiba ujungnya dimana security itu gagal menargetkan sedang dan malah ia terperosok jatuh karena kurangnya keseimbangan akan tubuhnya akibat kelelahan terlalu banyak melakukan pukulan tadi.
Kazuta yang melihat adanya celah untuk melarikan diri dari tempat itu, langsung saja lari menuju masuk kedalam pintu gerbang yang terbuka.
__ADS_1
Dengan adanya hal tersebut Kazuta dapat masuk melewati gerbang sekolah tanpa adanya gangguan apapun.