
Keesokan paginya, aku yang dihari kemarin mengalami hari-hari yang penuh dengan kesialan. Bangun dari tidurku dengan seluruh anggota tubuhku terasa sangat letih dan juga pegal-pegal. Untuk mengurangi rasa nyerinya aku melakukan peregangan otot serta sendi-sendi pada tubuhku dengan berolah raga di pagi hari merasa masih ada waktu untuk kegiatan olahraga ini, kemarin aku telah mengatur jam weker ku di angka jam 5 pagi. Karena tidak mendengar jam weker ku berbunyi sejak aku bangun tidur tadi, Jadi aku mengira ini masih kurang atau belumlah jam 5 pagi.
Disaat aku melakukan peregangak ketiga lebih tepatnya pergangan pada bagian pundak, aku dikejutkan dengan suara jam wekerku yang berdering. Sponta aku pun langsung menghentikan latihan pagiku.
Aku segera mengambil jam weker yang diletakkan diatas meja disamping kasurku. Jam wekernya sangat mengganguku karena terus-menerus berbunyi, jam itu diatur agar aku dapat bangun pagi untuk pergi kesekolah.
Namun setelah kuperiksa dan hendak mematikan alarmnya, aku sangat terkejut melihat jarum jam telah menunjukkan pukul 7 pagi.
"Ini sudah kelewat Pagi..... " Teriak Kazuta sambil beranjak dari atas kasurnya.
Aku segera menuju kamar mandi untuk membersihkan seluruh badanku yang terlihat sangat kacau. Setelah menyelesaikannya mulailah aku menuju meja makan, aku melakukan semua hal itu dengan sangat cepat dan terkesan terburu-buru.
Karena terburu-buru, jadinya aku tidak dapat menyadarinya akan kehadiran ibuku yang tengah duduk di kursi meja makan. Dia tampak duduk dengan santainya sambil menyeduh teh hangat racikannya sendiri.
"Kazuta..... " Ujar ibuku dengan suara yang terdengar sedikit pelan dari biasanya.
Aku mengira bahwa ibu saat ini dalam keadaan yang jauh lebih tenang dan sedikit perasaan aneh yang juga datang dalam pemikiranku "Bagaimana dia bisa setenang itu, padahal aku jelas-jelas bangun kesiangan."
"Apakah dia sama sekali belum melihat jam, pagi ini?"
Aku yang berpikiran penuh rasa positif tanpa memandang negatif terhadap ibuku, seketika menoleh kearah ibukku yang tengah duduk di kursi sebelahku. Namun, yang kulihat sangat berbeda dengan prespektifku yang aku pikirkan sebelumnya. Dimana saat melihat kearah ibukku dia menunjukkan ekspresi yang terlihat sangat marah sambil mengerutkan kedua alisnya bola matanya menjadi sangat tipis.
"Ahh.......!!!" Kazuta langsung memalingkan wajahnya dari arah ibunya.
"Oii... Kazuta, kau tahu sekarang sudah jam berapa?" Tanya Ibu Kazuta dengan nada suara yang tampak geram dan menujukkan kemarahannya kepada Kazuta.
__ADS_1
Aku hanya dapat mengelak dan mencoba keluar dari permasalahan itu dengan melarikan diri, beruntung bagiku karena aku telah membereskan semua perlengkapan sekolah yang harus kubawa.
Dengan begitu aku dapat lolos dari ibukku dengan sangat mudah.
"Kalau begitu, Terimakasih atas makannya."
" Aku akan pergi dulu."
"Tunggu Kazuta....."
"Jangan Kabur!!!" Berusaha menangkap Kazuta yang hendak kabur, namun usaha ia gagal.
Aku yang berhasil kabur dari tangkapan ibuku langsung berlari kearah pintu rumah, untuk keluar dari dalam rumah dan segera pergi menuju sekolah.
Namun ketika membuka pintu rumah dan hendak melangkahkan kaki keluar. Aku sangat terkejut dengan kemunculan gadis berambut emas yang membantuku kabur dari Si Pelayan dan jjuga Security yang mengejarku kemarin, Saat ini dia tepat berdiri didepan luar pintu rumah dan terlihat hendak mengetuk pintu rumahku.
Aku sangat terkejut setengah mati melihat gadis itu tiba-tiba ada didepan pintu rumahku. gadis itu hanya berdiri diam didepan pintu sambil menatap kearahku.
"Hallo..... Hallo...... Apa ada orang." Ujar Kazuta berbicara kepada gadis itu yang seperti berdiri diam memamtung didepan pintu rumah.
Aku pun melihat sekeliling area disekitar rumahku, anggap saja aku sedang memeriksa keadaan. Setelah kucek sama sekali tidak orang disekitar rumahku.
Jadi aku beranggapan bahwa gadis ini memang datang kemari seorang diri. Namun untuk tujuan apa dia datang kemari, itu yang menjadi pertanyaan bagiku.
Aku juga khawatir jika ada seseorang melihatku membawa gadis itu maka orang-orang akan memanggilku dengan sebutan pedofil. Hal itu terkesan mencoreng nama baikku.
__ADS_1
Aku juga tidak bisa membawa gadis itu kedalam rumah, ibukku pastinya bakal marah. Ngomong-ngomong soal ibu, aku nampaknya melupakan satu hal darinya.
"Ahhh...... Benar juga, Aku harus pergi sekolah sekarang?" Ujar Kazuta sambil berteriak.
Aku bersiap untuk pergi namun Tiba-Tiba tangan kananku ditarik oleh gadis misterius itu. sehingga membuatku kehilangan keseimbangan akan tubuhku dan terjatuh, saat terjatuh posisinya agar berdekatan dengan gadis itu. Jadi aku tidak sengaja menimpa gadis itu, hingga Kami berdua terjatuh.
Sadar menimpa gadis itu, aku berniat untuk segera berdiri. Seketika aku sadar bahwa salah satu tanganku tidak sengaja menimpa dada dari gadis itu. Meskipun tidak menonjol, namun tetap saja sensasi dadanya yang terasa rata seperti papan cucian.
Tiba-tiba tatapanku tertuju pada gadis itu yang menatapku dengan sangat sinis, sambil dengan menyipitkan matanya dan mengerutkan keningnya.
"M-Maaf.... Aku benar-benar tidak sengaja, aku tadi terjatuh dan, Ehh..? " Ujar Kazuta terbata-bata berbicara kepada gadis itu sambil menjauhkan tangannya dari dada gadis itu.
Aku segera berdiri dengan menggaruk-garuk kepalaku kebingungan mengatakan apa terhadap gadis itu. Ini merupakan pertemuan kedua kami setelah sebelumnya tepatnya kemarin aku ditolong olehnya kabur dari Security yang coba menangkapku dan juga membantuku dari kerumunan desakan banyak orang kemarin.
Tapi karena mengetahui saat ini telah melewati jam tujuh, aku tak punya banyak waktu untuk bergegas pergi kesekolah. Hal ini benar-benar gawat,
"Maaf aku harus bergegas pergi kesekolah, ini aku benar-benar telah terlambat. Jadi bisakan kau menunggu di rumah taman yang ada didepan sana sampai aku pulang dari sekolah." Kazuta menunjukkan rumah kayu miliknya yang kokoh berdiri diatas sebuah pohon yang berada dibelakang rumahnya.
Rumah kayu itu terbatas disebuah batang pohon besar yang cukup kokoh. Area belakang rumah angga berdekatan dengan beberapa banyak pohon besar yang tumbuh dengan sendirinya dan itu hal yang menarik baginya sebagian destinasi wisata ditarik libur.
Setelah menyuruh gadis itu untuk mengguku, jika itu benar-benar diperlukan. Jika dia ada keperluan lain maka, dia bisa saja pergi dengan segera tanpa menunggu itu tidaklah masalah.
Karena tidak ada banyak waktu lagi Kazuta bergegas pergi kesekolah, "Aku pergi dulu, yah... "
Kali ini gadis itu tampak membuka mulutnya dan terlihat dia menjawab perkataan Kazuta, namun suaranya sangatlah kecil sehingga sulit didengar oleh Kazuta.
__ADS_1
Kazuta yang tengah terburu-buru tidak ada waktu untuk bersantai tak menghiraukan gadis itu dan pergi meninggalkannya.