Raja Pedang Sihir

Raja Pedang Sihir
Perlawanan


__ADS_3

Setelah percakapan yang cukup panjang, Pak Angga akhirnya pergi meninggalkan Kazuta sendiri.


"Mau kemana pak?" Tanya Kazuta menoleh kearah Guru Angga yang tengah berjalan menjauhinya.


"Masih banyak pekerjaan yang harus aku urus dikantor." Jawab Guru Angga berhenti sejenak didepan lorong kelas.


"Jadi kau tetap diamlah disini sampai hukumanmu berakhir." Tampak berkata santai tapi itulah sisi mengerikan dibalik sisi tenang Guru Angga.


Kazuta mendengarnya langsung membalikkan arah pandangannya dari Guru Angga, dia tak ingin melihat reaksi Guru Angga yang sangat mengerikan. Dalam 1 bulan terakhir sudah ada 26 kali Kazuta terkena teguran dari Guru yang sama yakni Guru Angga hingga membuatnya berulangkali kena hukuman tapi anehnya hukuman yang diterima oleh Kazuta terus saja sama setiap harinya.


Kazuta merasa bosan saja, kalau setiap hari ia harus melakukan hukuman yang sama terus menerus sepanjang hari. Karena alasan hal itulah Kazuta meminta pak Angga mencarikan solusi untuk permasalahannya tersebut.


Tak terasa, Jam istirahat telah berakhir kini waktunya bagi Kazuta untuk mengakhiri Hukumannya dan menuju Ke Kelasnya. Namun belum sampai didepan pintu kelas, Kazuta sudah saja dicegat oleh iqbal dan sekumpulan teman-temannya.


Mereka minta jatah uang untuk hari ini, karena meraka merasa Kazuta terlalu sedikit memberi uang. Padahal menurut pemikiran mereka, Kazuta telah menjadi anggota penting bagi kelompok mereka.


Kazuta yang merasa dirinya lebih kuat dari sebelumnya dan berfikir bisa dapat melawan mereka semua, berusaha ingin mengakhiri rentetan pembully an yang dilakukan oleh iqbal dan teman-temannya terhadap dirinya.


"Untuk hari ini aku tidak punya uang untuk kalian semua?" Kazuta dengan tatapan matanya yang menyorot tajam kearah Iqbal, telah menginstruksikan bahwa dia bukan lagi anak yang dipandang sebelah mata dan bahkan menjadi obyek pembullya oleh mereka.


Iqbal yang merasa ditantang dengan perkataan Kazuta, hanya dapat tertawa dengan sangat keras. Karena ia berfikir Kazuta hanyalah bocah culun yang hanya bisa berani menggertak dan tak mampu melawan balik ketika dirinya menghajar Kazuta sesuai dengan permintaannya.


"Ayolah! hari ini rasanya malas aku bermain-main denganmu? Jadi jangan memaksaku menghajarmu untuk hari ini." Iqbal bicara santai seolah-olah meremehkan perkataan Kazuta tadi dan menganggapnya sebagai sebuah candaan saja.


"Cepat - Cepat..... Kami sangat butuh uang hari ini." Ujar Iqbal sambil mengacak - acak isi saku baju hingga celana milik Kazuta.


Namun Kazuta tidak tinggal diam, ia lantas mencengkram tangan Iqbal yang tengah mengacak saku celananya dan mengambil dompet dari saku celananya tersebut.


"Haaa....... Ini dia dompetnya, kita lihat berapa banyak uang yang ku bawa hari ini!" Kata Iqbal yang telah menemukan dompet milik Kazuta dan berusaha merampas uang didalamnya.

__ADS_1


"Oi-Oi..... Apa-Apaan ini, apa kau berani untuk melawanku? hee.... " Ujar Iqbal melihat tangannya yang tengah dicengkram oleh Kazuta dengan sangat kencang, seolah menghalangi dia untuk mengambil isi di dompetnya.


"Cepat lepaskan tanganmu ini, dasar bodoh?" Ucap Iqbal sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Kazuta.


Tak kunjung mendapat respon dari Kazuta dan malahan menambah daya cengkramannya tangannya semakin lama semakin kuat. Hingga membuat Iqbal yang sebelumnya sedikit memberikan kesabarannya kepada Kazuta, seketika berubah pikiran untuk segera menghajar Kazuta.


Dengan penuh kekesalan Iqbal melayangkan tinjuannya kearah wajah dari Kazuta, Kazuta hanya diam tak bergeming.


"Rasakan ini, Bocah Culun..... " Iqbal merengsek maju mendekati Kazuta untuk melayangkan Bogemann tangan kanannya kearah Kazuta.


Dengan sangat mudah Kazuta menghindari pukulan itu, hingga sampai-sampai pukulan yang tengah dilancarkan Iqbal seolah seperti melambat dimata Kazuta.


"Hiat, yaa..... " mengetahui pukulan pertamanya gagal mendarat diwajah Kazuta, Iqbal berusaha mengarahkan pukulannya kembali hingga sampai beberapa kali.


Namun tidak ada satupun dari pukulannya itu yang dapat mengenai Kazuta. Bahkan setelah beberapa kali Kazuta menghindari dengan sangat santai.


Akhirnya ia menyuruh rekan-rekannya yang lain untuk ikut membantunya menghajar Kazuta.


"Heiii.... Kalian jangan diam saja disitu? Bantu cepat aku menghajar anak culun ini?" Ujar Iqbal kepada rekan-rekannya yang saat ini tengah berada dibelakangnya.


"Baik!"


Kazuta yang menyadari saat ini dirinya kalah jumlah dan tengah terkepung oleh Iqbal serta juga rekan-rekannya yang lain.


"Iqbal? apakah ini yang disebut pertarungan yang adil?" Kazuta memperhatikan sekeliling telah dikepung oleh banyaknya teman dari Iqbal, sehingga kecil kemungkinan dirinya dapat melarikan diri dari sana.


"Kau menginginkan keadilan, tapi sayang sekali disini bukanlah tempat untuk keadilan itu?"


"Ayo Kalian semua teman-temanku, hajar dia sekarang?" Iqbal menginstruksikan Teman-temanny untuk segera maju menyerang Kazuta.

__ADS_1


Dengan banyaknya Teman-teman Iqbal yang berkumpul mengitari Kazuta hingga membuat membentuk sebuah dimana Kazuta yang berada ditengahnya.


Itu semua dimaksudkan untuk membuat Kazuta tak akan bisa kabur dari mereka. Kazuta yang berada ditengah-tengah kepungan teman Iqbal, tak menunjukkan rasa khawatir ataupun sedikitpun.


Malah dia sempat tersenyum tipis di hadapan Iqbal selepas pembicaraannya tadi.


"Haa.... Kalian fikir dengan banyaknya jumlah kalian, bisa menangkapku?" Kazuta berusaha menunjukkan sikap arogan didepan semua teman Iqbal. Namun Teman-teman Iqbal menertawakannya sebagai bagian dari orang bodoh.


Semuanya telah berkumpul mengerubungi Kazuta bersiap untuk segera menghajarnya.


Setelah instruksi dari Iqbal mereka mulai menghajar Iqbal secara serempak, Namun tak ada satupun yang dapat menyentuhnya dari banyaknya teman Iqbal yang ada.


"Sial..... Sial.... "


Suara dari Teman-teman Iqbal yang kesulitan menangani cepatnya gerakan Kazuta dalam menghindari setiap serangan dari mereka semua.


"Entah kenapa! rasanya aku yang sekarang, mulai merasa berbeda dari diriku sebelumnya."


"Pergerakanku terasa jauh sangat ringan, aku tidak tahu bagaimana bisa aku mendapatkan kekuatan ini. Tapi ini sangat menakjubkan!"


Kazuta menghindari semua serangan mereka tanpa ada satupun yang sama sekali dapat mengenainya, bahkan angin pun tak dapat mengenainya.


Iqbal sedari tadi hanya memperhatikan teman-temannya yang tengah mengeroyok Kazuta. Dia menjadi sangat kesal karena merasa teman-temannya juga sama sekali tidak berguna. Hal itu akibat tidak ada satupun yang bisa membuat Kazuta tumbang.


"Hei....Kalian anggap siapa kalian ini, melawan anak culun saja dengan jumlah sebanyak ini masih saja kewalahan, dasar gak becus?" Ujar Iqbal kepada semua teman-temannya dengan suara lantang.


Beberapa dari temannya sudah ada yang sampai kelelahan, sedangkan yang lain ada yang masih berusaha untuk menghajar Kazuta meski usaha mereka terbilang sia-sia saja.


Ditengah keributan yang terjadi anatar Kazuta serta Iqbal dan teman-temannya, Tiba-tiba datang Guru Karin yang kebetulan lewat dilorong kelas. Membuat beberapa teman Iqbal yang masih berusaha untuk menghajar Kazuta seketika terhenti diam.

__ADS_1


__ADS_2