
Ctarr!!
Dia mengarahkan cambuknya ke bawah tanah dan membuat debu kembali bertaburan dan membuat jarak pandang menjadi sulit melihat Lu Chang tidak merasa kesulitan dengan jarak pandangnya yang tertutup, karena dia memiliki mata yang istimewa yang mampu mendeteksi Qi seseorang secara akurat.
Mei Nien tentu saja memanfaatkan kondisi tersebut kemudian menyebarkan auranya agar dia dapat mengetahui keberadaan Lu Chang, akan tetapi Lu Chang sudah menduganya dan kemudian melompat dengan sangat tinggi dan memanipulasi gaya gravitasi pada tubuhnya.
Tentu saja Lu Chang kesal melihat cara licik Mei Nien dalam bertarung, walaupun tidak ada yang melarang hal tersebut, namun seharusnya dia lebih bisa menghargai pertarungan satu lawan satu ini.
"Dia menganggap pertarungan ini sebagai lelucon, kan. Aku benci orang yang seperti itu." Pikir Lu Chang kesal, dia menatap Mei Nien dengan tatapan kesal.
Sebelumnya Lu Chang tidak pernah menggunakan teknik ini sebelumnya, akan tetapi ketika menghadapi lawan yang kuat maka dia akan menghalalkan segala cara agar dapat memenangkan pertarungan tersebut.
Saat ini dia sedang memusatkan fokusnya, mengumpulkan Qi disekitar lalu membentuk sebuah gelombang yang begitu besar, dari gelombang tersebut tercipta sebuah siluet naga yang begitu besar.
__ADS_1
Roaarrr!
Dia meraung dengan sangat keras membuat seisi bangunan bergetar, raungannya tersebut membuat debu-debu di arena dalam sekejap menghilang dan memperlihatkan sosok Mei Nien yang mematung ketika melihat Lu Chang serta siluet naga besar di belakang tubuhnya sedang menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Naga? Apakah dia bisa menggunakan kekuatan Suci Dewa? Ini bukan lagi sebuah kebetulan!" Pikir Mei dengan raut wajah terkejutnya, kekuatan Suci Dewa hanya diberikan kepada mereka yang memiliki garis keturunan Dewa cacat yang memilih untuk menjadi ras manusia sepenuhnya.
Mereka yang dapat menggunakan kekuatan tersebut mampu mencapai titik tertinggi kultivasi.
"Baiklah, kapan pun kau siap! Nona." Timpalnya.
"Cih! Nampaknya kau semakin sombong hanya karena kau keturunan Dewa." Mei Nien berdecak kesal kemudian menyiapkan kuda-kuda dan mengarahkan cambuknya untuk menyerang Lu Chang secara membabi-buta.
Perkataannya barusan, sudah membuat sebuah gunung berapi mengalami erupsi dan meledak! Kemarahan Lu Chang memuncak dan dia membalas menyerang diikuti oleh siluet naga di belakangnya yang menjadi suporter yang menantunya mencari celah.
__ADS_1
Bamm!
Ctarr!!
Mei Nien terus mengayunkan cambuknya, sedang Lu Chang terus melayangkan pukulannya yang kuat diikuti oleh serangan naga dibelakangnya, dalam segala posisi Mei Nien sangat tidak diuntungkan karena dalam pertarungan jarak dekat dia tidak diuntungkan apalagi jarak jauh karena ada siluet naga itu.
Lu Chang berhasil memukul telak perut Mei Nien, dia memuntahkan seteguk darah karena pukulan Lu Chang barusan seperti sebuah lemparan batu besar.
Sedang Mei Nien terus menerus menyerang Lu Chang dengan cambuknya yang berubah menjadi panas, akan tetapi semakin sering dia melukai tubuh Lu Chang dia akan beregenerasi kembali bahkan ketahanannya akan terus meningkat ketika dis diserang.
Sebagai seseorang yang sudah mengalami pertarungan yang begitu sengit, ini adalah pertarungan yang akan berbekas di ingatannya sebagai pertarungan terburuk baginya. Dia tidak pernah mengira bahwa dia akan melawan monster yang bahkan jauh lebih muda darinya.
Bersambung...
__ADS_1